NovelToon NovelToon
Sebelum Mereka Menemukanku

Sebelum Mereka Menemukanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:399
Nilai: 5
Nama Author: sansan ryn

Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Confused

Sial kalah start

Zein ternyata menyaksikan hal yang sama sekali tidak ingin dia lihat.

Dia memandangi kedua orang yang sedang saling berpelukan itu dari jauh.

Dada nya terasa sesak seperti ada sesuatu yang menusuk,dia menjalankan laju mobilnya dengan cepat.

"Kak alveric,akan pergi ke kantor lagi ya?",tanya ariana sambil melepaskan pelukan nya.

"Iya,hari ini ada meeting"

"Baiklah kak hati hati ya, aku harus segera bekerja lagi"

"Oke",jawab alveric singkat.

Saat mobil alveric sudah tak terlihat,ariana segera menuju kembali ke caffe.

Ternyata aru masih ada disana setia menunggu kedatangan ariana.

"Hallo beautifull girl,jadi ada apa?",tanya aru penasaran.

Ariana menatap wajah aru,mengedipkan secara cepat matanya dengan sengaja,"Tidak ada apa apa kak aru yang tampan".

Aru terduduk dan menyilangkan kedua tangannya,ditatap nya ariana dengan serius.

"Ariana aku ingin menanyakan sesuatu",tanya aru.

"Tanyakan apa kak?sepertinya sangat serius"

Aru meminum segelas kopi nya,"Hm apa kamu menyukai alveric?"

Ariana memastikan kening aru apakah panas atau tidak.Dirinya merasa bahwa ada yang tidak beres pada aru.

"Tidak panas,apa kamu sakit ya kak?"

"Aku baik baik saja",jelas aru.

"Aku dan kak alveric sejak kecil memang selalu bersama,tapi dia sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri",jelas ariana.

Aru masih saja tidak mempercayai ariana,"Apakah benar seperti itu ariana?".

"Memangnya apa yang ka aru pikirkan?"

"Tidak ada"

Ariana menggoda aru dengan mencubit pelan pipi aru.

"Dasar pembohong,pasti mengira aku berpacaran dengan kak alveric ya?"

"Aww sakit ariana"

"Padahal aku mencubit nya pelan,lagian ada ada saja kak aru mana mungkin dia benar menyukaiku"

Benar karna lama bersama perasaan yang hanya sebatas adik dan kakak itu tidak lebih.

Terlebih mereka bertiga berteman dengan sangat baik.

"Apa perasaan mu itu tidak lebih dari seorang adik pada kakaknya?"

Ariana menghela nafasnya,begitu kesal dia bicara dengan aru yang sulit sekali paham nya.

"Kak aru,aku capek menjelaskan pada kakak,kenapa susah sekali mengerti"

"Jawaban mu tidak membuatku cukup puas makanya aku bertanya terus,ngomong ngomong kenapa kamu tidak bekerja saja di kantor?"

"Karna bukan bidangku,aku tidak cocok jadi pegawai kantoran lebih suka disini jarang banyak orang"

Aru terkekeh mendengar jawaban ariana,"Ariana si introvert hahaha".

"Malas saja bertemu orang bermuka dua,bukannya kebanyakan haus validasi ya?"

"Benar juga"

Saat tengah asik mengobrol datang beberapa pelanggan dan ariana harus melayani mereka.

Tidak terasa waktu sudah malam,ariana mulai closing dan segera pulang ke kediaman alveric.

Aru yang setia menunggu ariana mengajak nya pulang bersama.

"Ayo aku antar pulang"

"Loh kak aru masih disini ternyata,memang tidak ada kesibukan lain kah?"

"Kamu mengejekku ariana?tentu saja aku mau mengantarmu pulang jadi aku menunggu disini"

"Baiklah terimakasih kak aru"

Di kediaman daren,zein tengah makan malam bersama dengan ayah nya.

Seperti biasa mereka tidak banyak bicara terkecuali urusan masalah pekerjaan.

"Zein,kemana kamu seharian ini?",tanya daren.

"Memangnya kenapa?bukan urusan ayah juga"

"Kamu lupa?ayah menyuruhmu untuk mencari gadis itu,mungkin sekarang dia sudah tumbuh dewasa"

Zein yang tahu bahwa sang ayah menginginkan ariana untuk mati ditangan ayah nya sendiri tidak akan membuka rahasia.

Jika zein memberitahu ayahnya,mungkin saja nyawa ariana tidak akan selamat.

"Memang nya apa yang ayah inginkan dari gadis itu?"

"Nyawanya"

Saat itu hujan deras mengguyur kota,suasana yang tegang di meja makan itu menjadi mencekam.

Daren yang menginginkan nyawa ariana membuat zein ketakutan,bagaimana jika ayah nya berhasil menemukan ariana?

Bagaimana jika ariana berhasil ditangkap dan nyawanya tidak akan selamat?

Begitu banyak hal yang zein pikirkan mengenai ariana,gadis kecil yang di selamatkan nya beberapa tahun yang lalu.

Teman pertama nya kala di desa dan sekarang zein ingin lebih dari sekedar teman.

Namun bagaimana perasaan ariana jika mengetahui bahwa zein adalah anak dari seorang pembunuh yang membantai keluarga ariana.

"Aku masih tidak mengerti,ayah ada masalah dengan pak rudi tapi kenapa anak nya justru harus disingkirkan juga?"

Daren memijat kepalanya yang tak pusing,dia beranjak dari duduk nya,"Rudi itu tidak ada adil,sebagian hartanya itu harus jadi milik ku".

"Terus hubungan nya dengan ariana apa?"

Daren menggebrak meja membuat zein kaget dan menatap sinis ayah nya.

"Dia pewaris satu satunya,semua harta rudi diwariskan padanya",ucap daren.

"Kita sudah cukup kaya ayah,aku menjalankan bisnis mu juga apa itu kurang cukup?"

"Kurang zein,ayah ingin lebih"

Berdebat dengan ayah nya memang salah satu hal yang zein benci,namun sebenci-bencinya anak tetap saja harus menghormati ayahnya sendiri.

"Langsung ke intinya saja",tanya zein malas.

"Ayah butuh tanda tandanganya,setelah itu aku akan menghabisi dia seperti ibunya haha"

Zein membulatkan matanya,dirinya tak menyangka bahwa ayah nya sendiri yang merenggut nyawa ibu dan adik ariana.

"Apa?ayah yang membunuh nya?apa ayah tidak sadar itu akan merusak reputasimu?"

"Zein,untuk apa reputasi jika harta saja tidak ada?"

Daren memang tidak pernah merasa puas,apapun yang dia mau harus selalu dia dapatkan.

Menurutnya uang adalah segalanya jika itu berarti harus menggunakan cara kotor dan licik.

"Ayah ingin kamu mencarinya dan bawa dia kesini hidup hidup"

Zein yang tahu dimana ariana justru akan mencoba menjauhkan ayah supaya mereka tidak bertemu.

"Baik akan ku coba"

Ayah nya lalu pergi meninggalkan zein seorang diri,"Jika aku tahu,tidak akan aku memberitahukan nya padamu".

Sementara itu dikediaman keluarga alveric,mereka sedang berkumpul diruang tamu untuk membicarakan sesuatu.

Ariana mengepal kedua tangannya seperti orang yang ragu untuk bertanya.

"Ada apa ariana?",tanya willy sembari meneguk satu gelas kopi.

Alveric hanya memalingkan wajah nya menatap ke arah lain,berusaha untuk tidak terlihat terlalu peduli pada ariana.

"Om apa ayah belum ditemukan?"

Vivian mengelus pundak ariana,"Sabar ya kita sedang berusaha untuk mencari ayahmu".

"Benar tidak menutup kemungkinan bahwa beliau masih hidup sepertinya",timpal willy.

"Om,tante,dan kak alveric,sebenarnya aku malu numpang hidup terus menerus pada kalian.. "

"Aku tidak mau membebani terlalu jauh,kalian terlalu baik sudah merawatku sejak aku masih kecil.."

"Dan orangtua kak alveric yang telah menyelamatkan aku waktu,orang itu mencariku kerumah lama",jelas ariana.

"Kenapa kamu ngomong seperti itu sayang,kami sudah menganggap kamu seperti keluarga sendiri",jawab vivian.

"Benar ariana om juga tidak keberatan mau selama apapun kamu disini,itu tidak akan menjadi masalah bagi kami",timpal willy.

Alveric yang mendengar pengakuan ariana hanya bisa terdiam dan mencerna semuanya.

Bagaimana jika ariana nekat keluar dari rumah nya?

Apa daren akan terus mencarinya,menculiknya lalu membunuh nya?

Isi pikiran alveric menjadi kacau,tidak bisa terbayangkan jika ariana hidup seorang diri.

"Ariana tahu kalian menyayangiku,namun perasaan tidak enak itu selalu ada,aku tidak mau membebani kalian lagi"

Willy menghela nafasnya,"Jadi mau kamu apa?"

"Aku pindah saja dari sini dan mencari kontrakan dekat caffe tempat aku bekerja"

Alveric menggebrak meja,dia kesal mendengar perkataan ariana.

"Apa kamu tidak berpikir bagaimana jika orang itu datang mencarimu?"

"Pikirkan hal apa yang akan terjadi nanti,jika benar dia menemui mu ariana"

"Keluargaku dengan senang hati menjagamu disini namun kamu terus saja berpikir bahwa dirimu itu beban!"

Setelah obrolan malam itu,hari hari berikutnya berlalu dan tidak ada yang membahas hal itu lagi.

Namun ariana tetap saja berpikir bahwa dirinya tidak harus selalu tinggal bersama keluarga alveric.

"Aku tidak mungkin terus menerus tinggal disini,mereka juga punya kehidupan sendiri dan aku hanya tidak memiliki hubungan darah.."

"Namun keluarga om willy sangat baik padaku,aku sangat berhutang nyawa pada mereka,tidak tidak jika aku tetap disini itu justru hanya akan membebani mereka"

Ariana membuka lemari pakaian nya,semua pakaian dia masukan kedalam koper,barang pribadi milik nya memang sedikit hanya pakaian dan dokumen penting.

Ariana membereskan kamarnya sebelum pergi,dia juga menulis surat untuk keluarga alveric.

Ponsel yang dibelikan oleh willy disimpan di meja dekat ranjang king size nya.

Dirasa sudah tidak ada lagi yang harus dibawa atau ditinggalkan di kamar nya,ariana mengendap-endap untuk keluar dari kamar nya.

Beruntung saat itu hari sudah siang dan tidak ada siapa siapa dirumah,karena mereka sibuk dengan pekerjaan nya Masing-masing.

"Aman bibi juga seperti nya tidak ada dirumah"

Ariana berjalan menuruni anak tangga,dia mengangkat kopernya perlahan,berusaha untuk tidak membuat suara sedikitpun.

"Non ariana?",tanya asisten rumah tangga atau yang biasa dipanggil bi inah.

"Eh bibi.. ",ariana menyembunyikan kopernya dibawah anak tangga.

Ariana buru buru menghampiri bi inah,"Bibi masak nya udah selesai?".

"Sudah non,ini bibi mau menawarkan apa non ariana akan makan siang sekarang? biar bibi siapkan"

Ariana menolak dengan sopan,"Maaf bi tapi nanti saja,masih kenyang soalnya".

"Baik kalau begitu,non ariana mau kemana rapih sekali?",tanya bi inah penasaran.

"Ini...eh anu ada reuni SMA,iya reuni SMA",jawab ariana dengan gugup.

Bi inah mengangguk,"Wah senang ya kalau masih muda,teman teman bibi sudah pada tua sulit untuk diajak bertemu".

"Yasudah non ariana hati hati ya,bibi mau bersih bersih rumah dulu",timpalnya lagi.

"Baik bi,semangat hehe"

Setelah melihat bi inah sudah jauh,ariana segera mengambil kopernya dan menunggu taxi online di pekarangan rumah.

Setelah beberapa menit menunggu,taxi yang dipesan ariana pun datang.

"Mau kemana non?",tanya sangat sopir.

Ariana juga tidak tahu bahwa dirinya sekarang harus kemana dan tinggal dimana.

Tidak ada saudara yang dia punya di kota ini,hanya keluarga alveric saja yang menganggapnya saudara.

"Non,ko malah melamun?",tanya sang sopir lagi.

Ariana mencoba menanyakan sesuatu pada sopir taxi itu,"Apa bapak tahu di daerah sini apartemen atau kostan yang murah dimana?"

"Non orang baru ya disini?"

"Saya jarang pak keluar rumah,hanya tahu jalan kerumah sama ke tempat kerja saja",timpal ariana.

"Begitu ya,saya pernah melihat pamflet kost putri murah tapi apa nona akan betah disana?",tanya sang sopir.

"Tidak apa apa pak,asalkan harganya ramah dikantong hehe"

Taxi itu menuju ke lokasi dimana kost atau orang yang menyewakan rumah secara murah.

Rumah itu tampak bersih,nyaman dan keamanan nya juga terjaga karna ada satpam.

Ariana turun dari taxi,"Pak terimakasih ya,terimakasih juga karna telah mengantar saya kesini".

Sopir taxi itu tersenyum,"Tidak apa apa tugas kita sebagai manusia itu ya harus tolong menolong".

Taxi itu membunyikan klakson sebelum pergi,setelah itu ariana mencari rumah kediaman pemilik kost yang tak jauh dari sana.

Tok

Tok

Tok

Di ketuklah pintu rumahnya,lalu terlihat seorang ibu ibu parubaya tersenyum ramah pada ariana.

"Silahkan masuk nak",ajaknya.

Ariana masuk kedalam rumahnya,"Terimakasih bu".

"Silahkan duduk.."

Ariana duduk,terdiam sejenak dan melihat ke sekeliling rumah pemilik kost atau rumah yang akan disewakan itu.

"Maaf jika rumah nya kurang nyaman,tapi ada keperluan apa ya datang kesini?"

"Mohon maaf bu,apa disini masih ada kamar kosong?saya sedang mencari tempat untuk tinggal sementara"

"Tentu saja ada,tapi apa kamu akan betah tinggal disini?sepertinya kamu dari golongan orang kaya",ucap Ibu kost.

"Saya yatim bu,saya tinggal bersama saudara disini"

Ibu kost itu mengangguk mengerti,"Baiklah saya antar ayo,semoga betah ya"

"Bu,tapi biaya nya berapa ya?"

Ibu kost terkekeh,"Cukup 1 juta sebulan".

Ariana menatap ibu kost tak percaya,"Serius bu?wah terimakasih ya,tapi kalau boleh jangan beritahu siapapun saya disini ya"

"Baiklah nak,namamu siapa?"

"Ariana Raspberry,cukup panggil ariana kalau nama ibu?", tanya ariana sambil mengulurkan tangan kanan nya.

" Pratiwi,panggil saja bu tiwi".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!