Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guilty
Hari itu Kevin nampak sangat lelah lesu dan tidak bergairah, ia berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ke kantin. Bumi mengikutinya dibelakang.
"Lo kenapa bro lesu amat."
"Hmmmmm" Sahut Kevin dingin.
Bumi heran karena beberapa hari ini Kevin agak menjauhinya.
"Lo ada guilty apa gitu ya sama gue bro?" Tanya Bumi menyelidik.
"Kagak" Jawab Kevin singkat.
"Yaelah, Lo fikir gue percaya, udah bilang ada apa, kalau gue ada salah sorry ya bro siapa tau gue bikin salah gak sengaja sama Lo." Bumi berkata tulus.
Kevin terdiam, sebenernya bukan salah Bumi juga jika Riana menyukainya. Ia jadi balik merasa bersalah pada sohibnya itu.
"Sejujurnya gue kecewa sama Lo Bum."
Bumi mengernyitkan dahinya "Kok bisa?"
"Bukan salah Lo sih" Ucap Kevin yang malah tampak bingung dengan ucapannya sendiri.
"Lah terus?"
"Cari tempat enak dulu lah buat ngobrol, gak nyaman banget gue cerita disini." Bisik Kevin sambil celingak celinguk seperti tak mau ada yang tau isi obrolan mereka.
"Oke"
Mereka akhirnya duduk dibangku yang terbuat dari kayu jati, tepat di bawah pohon Rambutan yg ada disamping kantin sekolah.
Bumi insiatif membelikan cola dan beberapa camilan sebelum mereka mengobrol.
"Jadi kenapa?" Tanya Bumi siap mendengarkan.
"Malu gue." Balas Kevin.
"Ya Malu kenapa, Lo kayak sama siapa aja."
"Gue cemburu."
Bumi terkejut "Lo suka sama gue?"
Kevin jadi tertawa lalu meninju sohibnya itu "Lo fikir gue gay apa, no bro I'm normal very very normal"
"Terus maksud Lo apa bro?" Pancing Bumi.
"Cewek yang gue suka malah suka sama Lo bro." Ujar Kevin walau dengan gengsi.
Bumi malah tertawa terpingkal pingkal.
"Gitu doang?" Yaelah bro padahal langsung aja cerita daripada Lo jadi jauhin gue gini kan, gue kira ada masalah apa."
"Parah Lo, anggep kecil perasaan gue Bum"
"Sorry deh, tapi gue gak tertarik buat cinta cintaan Vin, Lo tenang aja, kalaupun tu cewek secantik bidadari gue bakal pasang mode biksu biar enggak kegoda." Ucap Bumi membuat Kevin lega.
"Tengkyu bro maaf gue childish kayak gini."
"It's okey, wajar lah kalau masalah cinta emang bikin jadi goblok."
"Parah Lo Bum, kayak pernah pacaran aja Lo."
"Pernah anjir, 10 kali maybe kalau gue, tapi ya kandas semua." Bumi nyengir.
Kevin tampak terkejut tak percaya "Serius Lo 10?"
Bumi mengangguk "Serius gue, dari SD gue pacari tuh cewek cewek cantik, kadang buat rebutan doang sama si Langit, tapi ya iseng iseng aja gitu."
Kevin menoyor bahu sohibnya "Anjir, gue sangka polos taunya suhu mas Bumi ini."
Bumi cengar cengir "Ya maklum lah cowok ganteng mah dimana aja juga gampang dapet cewek."
Kevin seperti melihat jiwa Langit juga terpantul di Bumi, Cherry pernah bilang pada Kevin kalau Langit adalah orang yang sangat percaya diri, tenyata mereka mirip, walaupun tidak sedarah mereka hidup bersama sejak kecil, jadi wajar saja kalau mereka memiliki beberapa kesamaan.
"Udah nih gak ada unek unek lagi?"
"Kagak"
"Emang siapa ceweknya?"
"Rahasia lah" Wajah Kevin jadi tersipu malu.
"Nanti gak sengaja gue pacarin Lo tantrum lagi."
Kevin tersadar "Eh iya juga ya"
"Iyalah, udah siapa kasih tau biar gak gue pacarin gebetan Lo itu."
"Emmm itu loh Riana, bestinya adik gue."
"Oh cewek yang waktu itu nonton basket bareng Cherry." Tebak Bumi.
"Iya itu, cakep kan, Lo bener ya gak bakal naksir dan ngibarin bendera perang ke gue."
"Hahaha, enggak lah gak bakal, gue gak liat dari fisiknya, cewek cantik banyak kalau harus gelut gegera cewek sama Lo, gak worth it lah Vin." Ujar Bumi gentle.
"Tengkyu bro lega gue akhirnya."
"Jadi kapan mau Lo kejar dia?"
"Ya nantilah, gengsi gue."
Bumi geleng geleng kepala "Yaelah keburu diambil orang, gak diambil gue diambil orang nyaho lu Kev, nyesel nanti."
Kevin garuk garuk kepala "Iya juga ya."
"Ya makanya kejar.!"
"Iya iya, ajarin ya master."
Bumi ngakak "Lo harus panggil gue Prof mulai hari ini bro"
Setelah obrolan itu mereka akhirnya tertawa riang dan bercengkrama lagi bersama layaknya kemarin kemarin.
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿