NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Kemenangan telak Aura di ruang direksi Vane Group menyebar secepat kilat di kalangan elit ibu kota. Berita bahwa 'istri pajangan' Adrian Vane ternyata seorang genius finansial yang berhasil membongkar skandal investasi triliunan rupiah membuat posisi keluarga Valeria semakin terdesak.

Di kediaman keluarga Valeria, suasana terasa sangat panas. Siska dan Clara duduk di ruang tamu dengan wajah memerah menahan amarah dan dengki.

"Ini tidak bisa dibiarkan, Bu!" bentak Clara sambil meremas ponsel di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. "Aura yang dulunya bodoh dan penakut itu sekarang dipuja-puja oleh Adrian! Kalau dia terus dibiarkan memegang posisi kuat di Vane Group, kita tidak akan pernah bisa menyentuh harta keluarga Vane!"

Siska menyipitkan matanya yang licik, tersenyum dingin. "Jangan panik, Clara. Wanita yang mendadak sombong biasanya paling gampang dihancurkan. Ibu sudah menyiapkan jebakan manis untuknya. Besok malam adalah Pesta Amal Tahunan Yayasan Kartika. Semua media nasional dan petinggi bisnis akan hadir di sana."

Clara mendekatkan wajahnya, matanya berkilat penuh niat jahat. "Apa rencanamu, Bu?"

"Ibu sudah menghubungi Julian," bisik Siska pelan dengan senyum culas. "Kita akan merekayasa skandal perselingkuhan antara Aura dan Julian di kamar hotel tempat acara berlangsung. Kamera media, wartawan, dan foto-foto mesra rekayasa sudah disiapkan. Begitu skandal ini meledak di depan umum, Adrian Vane yang punya harga diri setinggi langit tidak akan punya pilihan selain membuang Aura ke jalanan!"

Clara tertawa puas. "Bagus sekali! Aku tidak sabar melihat wanita sialan itu berlutut dan menangis di depan media!"

Malam Pesta Amal Tahunan Yayasan Kartika berlangsung dengan sangat megah di ballroom hotel bintang lima terkemuka. Lampu-lampu kristal memancarkan kilau emas, menyinari ratusan tamu undangan yang mengenakan gaun dan jas mewah. Para wartawan dan fotografer berkumpul di sepanjang karpet merah, siap berburu berita terpanas malam ini.

Aura melangkah masuk ke dalam ballroom berdampingan dengan Adrian. Malam ini, Aura mengenakan gaun malam panjang berwarna hitam elegan dengan belahan lembut di bagian belakang, dipadu dengan perhiasan berlian simpel yang memancarkan kesan mewah dan tak tersentuh. Sementara Adrian terlihat sangat gagah dengan setelan jas *tuxedo* hitam khas penguasa.

"Dengar ya, Tuan CEO," bisik Aura secepat senapan mesin saat mereka menyusuri karpet merah, bicaranya meluncur deras tanpa jeda. "Aku datang ke acara amal ini cuma karena kamu bilang ada lelang lukisan langka abad ke-18 yang mau aku pelajari teknik enkripsinya! Jangan harap aku mau berdiri berjam-jam senyum-senyum kaku di depan kamera wartawan!"

Adrian tidak menoleh, tetapi tangannya yang kokoh secara alami melingkar di pinggang Aura, menarik wanita itu sedikit lebih rapat padanya di depan jepretan kamera yang menyilaukan.

"Tersenyumlah sedikit, Istriku," bisik Adrian dengan suara rendah yang seksi di dekat telinga Aura. "Wartawan sedang mengambil foto kita. Kamu tidak mau kan besok ada berita kalau istri CEO Vane Group terlihat galak seperti mau mengajak perang?"

"Aku memang selalu siap perang kalau ada orang yang menggangguku!" balas Aura secepat kilat sambil memaksakan senyum tipis di depan kamera demi menyelamatkan citra publik mereka.

Namun, di tengah hiruk-pikuk pesta, naluri agen rahasia Aura menangkap beberapa pergerakan yang tidak biasa. Ia menyadari ada dua orang pria berjas biasa yang membawa kamera tersembunyi sibuk memperhatikan gerak-geriknya dari balik pilar. Di sudut lain, ia melihat Siska dan Clara sedang berbisik-bisik dengan seorang pelayan hotel yang membawa nampan berisi minuman.

*Hm, teratai putih dan ibunya mulai memainkan trik sampah mereka lagi,* batin Aura terkekeh dingin. *Mari kita lihat skenario murahan apa yang sudah mereka siapkan untukku.*

Seorang pelayan wanita mendekati Aura dengan nampan berisi dua gelas *orange juice* segar.

"Nona Muda Vane," panggil pelayan itu dengan sikap sangat sopan. "Nyonya Siska meminta saya menyampaikan ini untuk Anda sebagai bentuk permintaan maaf atas kejadian di meja makan beberapa waktu lalu."

Aura menerima gelas tersebut. Hanya dengan mencium aroma tipis yang menguar dari permukaan jus, indra penciuman agen elitnya langsung mengenali kandungan zat kimia berbahaya: **Obat perangsang dosis tinggi bercampur obat penenang**.

*Trik obat bius kamar hotel klasik?* Aura hampir tertawa terbahak-bahak dalam hati. *Trik basi beginian sudah digunakan kartel kelas teri sepuluh tahun lalu! Siska dan Clara benar-benar tidak punya imajinasi!*

Aura pura-pura tidak tahu. Ia menempelkan bibirnya ke tepi gelas, berpura-pura menyesap cairan tersebut, lalu dengan gerakan tangan yang sangat cepat dan lihai—khas teknik *sleight of hand* agen rahasia—ia membuang isi cairan itu ke dalam sapu tangan kain yang disembunyikan di lipatan gaunnya tanpa ada satu orang pun yang sadar!

"Terima kasih, sampaikan pada Ibuku aku sudah meminumnya," kata Aura dengan nada polos yang dibuat-buat.

Pelayan itu mengangguk cepat dan buru-buru pergi untuk melapor.

Hanya dalam kurun waktu sepuluh menit, Aura mulai berakting. Ia memegang keningnya, berpura-pura sempoyongan dan wajahnya tampak memerah.

"Adrian..." panggil Aura dengan suara yang dibuat-buat melemah dan agak serak. "Kepalaku mendadak pusing sekali... sepertinya aku butuh istirahat di kamar atas."

Adrian yang sedang mengobrol dengan pejabat pemerintah seketika menoleh. Matanya berkilat cemas, ia memegang bahu Aura dengan erat. "Aura? Kamu kenapa? Biar aku antarkan ke atas sekarang—"

"Tidak usah," potong Aura cepat dengan akting lemahnya. "Kamu di sini saja urus para tamu. Aku cuma butuh berbaring sebentar di kamar yang disewa keluargaku di lantai empat. Nanti kalau sudah mendingan aku turun lagi."

Adrian menyipitkan matanya, merasakan ada sesuatu yang tidak beres dari perubahan mendadak ini. Namun sebelum Adrian sempat menahan lebih jauh, Aura sudah melangkah pergi menuju lift dengan langkah yang berpura-pura gontai.

Di lantai empat hotel, koridor terasa sangat sepi dan remang-remang. Aura melangkah menuju Kamar 408 sesuai nomor kunci yang dititipkan pelayan tadi.

Begitu Aura menempelkan kartu kunci dan membuka pintu kamar, sosok Julian sudah menunggu di dalam! Pria itu mengenakan kemeja yang kancing atasnya sengaja dibuka, dipadu dengan ekspresi wajah culas penuh kemenangan.

"Akhirnya kamu datang juga, Aura," kekeh Julian sambil mengunci pintu dari dalam. "Gimana rasa obatnya? Sudah mulai bikin tubuhmu panas, kan?"

Di sudut kamar, dua orang fotografer rentalan yang disewa Clara sudah bersiap dengan kamera lensa panjang mereka.

"Foto-foto mesra kita di atas kasur ini bakal langsung dikirim ke layar proyektor utama di ballroom bawah dalam waktu lima belas menit!" lanjut Julian dengan tawa jahat. "Adrian Vane bakal melihat sendiri bagaimana istri kesayangannya main belakang di kamar hotel bersama mantan pacarnya!"

Aura berdiri di dekat pintu. Rasa lemas dan pusing yang tadinya ia tunjukkan mendadak hilang tanpa bekas!

Wajah Aura berubah menjadi sangat dingin, matanya memancarkan aura membunuh yang begitu pekat hingga suhu di dalam kamar hotel itu terasa merosot tajam!

Aura merapikan gaun hitamnya dengan santai, bicaranya meluncur deras secepat senapan mesin tanpa jeda!

"Kalian bertiga..." Aura melipat kedua tangannya di dada, menatap Julian dan dua fotografer itu dengan pandangan seperti menatap serangga busuk. "...sudah selesai bicaranya? Karena kalau sudah selesai, sekarang giliran aku yang mematahkan tulang-tulang kalian!"

Julian dan dua fotografer itu terperangah kaget melihat Aura yang tiba-tiba segar bugar dan bicaranya secepat kilat tanpa ada tanda-tanda pengaruh obat sedikit pun!

"K-kamu... kamu tidak minum obatnya?!" gagap Julian membelalakkan mata horror.

"Obat sampah dosis murah begitu?" Aura terkekeh dingin. "Sekarang, mumpung kameramu sudah menyala... mari kita bikin dokumentasi video pembalasan dendam yang sebenarnya!"

Sebelum Julian sempat membalas, Aura sudah meluncur maju seperti bayangan hitam di dalam kegelapan!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!