NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pewaris yang sesungguhnya.

Arsen Angkasa, baru saja turun dari bis dan berjalan pelan menyusuri jalan ke arah rumah sakit. Jalan yang di kirinya terdapat banyak pohon yang rindang.

Dia baru saja menerima honor dari pekerjaannya sebagai model. Dia memang belun jadi model sehebat mamanya, tapi menurutnya sekarang sudah lebih dari cukup.

Beberapa kali tawaran untuk pergi dari California demi mengembangkan karir ditolaknya demi merawat mamanya. Sudah bertahun tahun kesehatan mamanya menurun sejak kecelakaan bersama papanya. Papanya meninggal di tempat. Mamanya bisa diselamatkan tapi kondisinya sudah tidak seperti dulu. Saat itu Arsen baru lulus SMA.

Tidak ada perusahaan yang mau menerima lulusan SMA yang baru memulai kuliah. Untungnya tampang dan penampilannya cukup menjual hingga dia cukup laris sebagai model.

Arsen harus bekerja cukup keras karena bukan hanya untuk menghidupi dirinya sendiri. Dia juga harus membayar biaya pengobatan mamanya karena harta peninggalan mama dan papanya kian menipis.

Karena kesibukannya dia sampai mengikuti kuliah di malam hari hingga akhirnya lulus beberapa tahun yang lalu.

Profesi model tetap dia tekuni karena penghasilannya yang cukup besar dan dia tidak perlu berlama lama meninggalkan mamanya.

"Tuan muda."

Langkah Arsen terhenti ketika seorang laki laki muda berseragam pengawal tiba tiba menghadangnya.

Arsen reflek menatap ke arah kiri dan kanannya karena merasa aneh dengan panggilannya. Kemudian menatap laki laki di depannya datar.

"Kamu salah orang." Arsen bermaksud mengambil jalan di sisi kanan laki laki berseragam pengawal itu.

"Tuan muda Arsen Angkasa," ulang laki laki itu dengan suara yang lebih jelas dan sikap yang penuh hormat. Kembali menghadang Arsen.

Apa apaan dia, batin Arsen mulai kesal. Dia merasa laki laki di depannya sedang mencari masalah dengannya.

"Saya diminta nyonya besar membawa anda dan ibu anda pulang."

Arsen melongo sesaat, kemudian menggelengkan kepalanya.

Gila ni orang, batinnya mencela dalam hati. Tawa nyaris tersembur.

Dia hampir mengeluarkan suara untuk membantahnya, tapi langkah tergesa gesa di belakangnya mencegahnya.

Matanya menatap aneh pada laki laki paruh baya yang kini sudah berada di samping laki laki berseragam itu yang juga menunduk hormat padanya. Beliau menatapnya dengan tatapan yang membuat hati Arsen bergetar.

Latif Jaffar akhirnya bisa bertemu putra kandung yang disembunyikan mamanya bertahun tahun. Dia bersyukur, pemuda itu dalam keadaan yang sangat baik. Sepasang matanya berkaca kaca.

"Wajahmu sangat mirip dengan Annete," ucapnya dengan bibir gemetar.

Arsen menatap laki laki ini dengan tatapan penuh selidik karena mendengar nama mamanya disebutkan.

Tubuh Arsen mendadak kaku ketika laki laki paruh baya yang nampak perlente itu memeluknya dan memukul pelan punggungnya berkali kali.

"Kamu sudah sebesar ini. Maafkan papi."

Arsen terkejut mendengarnya.

"Om salah orang. Papa saya sudah meninggal," sanggahnya sambil melepas paksa pelukan Latif.

Waktunya sudah banyak terbuang karena orang orang salah alamat ini. Mamanya pasti sudah menunggunya.

Latif mengeluarkan foto lama dari dalam dompetnya. Foto yang selalu dia lihat saat malam sudah sangat larut. Foto yang letaknya tersembunyi di balik kartu identitasnya.

"Ini mami kamu waktu masih muda. Namanya Annette Lawson, kan?"

Pupil mata Arsen membesar ketika melihat foto mamanya bersama laki laki itu versi mudanya.

Dia menatap wajah laki laki itu dengan lebih serius.

"Bisa kita bicara?"

Arsen gamang sesaat, mamanya mungkin gelisah menanti kedatangannya. Tapi rasa penasarannya mengalahkan penolakannya.

"Baik."

Arsen dituntun ke sebuah mobil sport mewah yang selalu dia lihat berseliweran di jalan yang pastinya milik orang yang duitnya melimpah, bukan seperti dirinya. Tapi sekarang dia akan menumpang di dalamnya.

Dalam hatinya makin banyak pertanyaan yang ingin dia dapatkan jawaban.

*

*

*

Mamanya bukan main terkejutnya ketika melihat Arsen datang bersama Latif. Mantan kekasih di masa lalunya. Dia masih mengenalnya. Tangannya memegang erat lengan Arsen, seolah takut Arsen akan dijauhkan dari dirinya.

"Annete, harusnya kamu tidak kabur begitu saja," ucap Latif begitu berada di dekatnya. Perasaan bersalah menggerogoti hati dan jantungnya.

Sementara Arsen diam membisu. Kenyataan dia anak konglomerat masih membuatnya berada di alam mimpi.

"Sekarang kamu satu satunya pewaris Latif Corperate. Kamu akan jadi CEOnya."

Kalimat kalimat laki laki paruh baya yang sepertinya punya semua kuasa dan kemewahan ini tergiang ngiang lagi di telinganya.

Dia memang kuliah bisnis, tapi tidak pernah mempraktekkan ilmunya karena kesibukannya sebagai model. Dia juga tidak pernah mimpi jadi CEO.

"Bagaimana model seperti aku langsung jadi CEO? Om .... em.... papi tidak takut aku membuat perusahaanmu bankrut?" tanyanya tadi ketika papinya mengajaknya bicara di sebuah coffee shop yang tidak jauh dari rumah sakit.

Latif tertawa mendengarnya.

"Bangkrutkan saja kalo kamu bisa."

Arsen hanya bisa tercengang mendengarnya.

Kini setelah melihat reaksi mamanya, Arsen yakin kalo dia memang tidak sedang bermimpi.

"Kita kembali ke negaraku untuk mengukuhkan kepimimpinan Arsen. Setelah itu aku akan mencarikan pengobatan terbaik untukmu," janji Latif sunguh sungguh.

Melihat keadaan Annette sekarang, dia merasa miris. Dia bersama keluarga barunya berlimpah harta, tapi kekasih di masa lalunya harus berada di rumah sakit biasa dengan putra mereka yang harus bekerja keras membiayainya.

"Mamamu menginginkan aku pergi. Dia tau kamu di sini?" Anmete berkata dengan kilat marah di sepasang matanya.

"Dia yang memintaku. Dan... maafkan, aku baru tau kalo kamu hamil saat itu."

Annete mendengus kesal.

"Dia memberikan aku uang yang sangat banyak agar aku bisa pergi jauh darimu. Apa sekarang mamamu sudah ngga waras meminta aku kembali?"

Arsen dapat merasakan sakit hati dan dendam dalam ucapan mamanya. Dia melirik papinya. Laki laki itu menarik nafas dalam dengan wajah lelah.

"Anakku dengan istri pilihan mama barusan meninggal, Annette. Mama tetap ingin pewaris grup Latif tetap di garis keturunannya. Karena itu aku akhirnya tau kamu hamil."

DEG

Jadi dia pewaris pengganti? Ada kecewa bergayut di dalam hatinya.

"Jadi kalo anakmu tidak meninggal, kamu tidak akan ke sini mencari aku dan Arsen?"

Ucapan mamanya mewakili perasaan kecewa dan sakit hati Arsen.

Latif menghembuskan nafas lagi, kali ini lebih panjang.

"Ini sudah takdir, An. Juga karma buat mama." Dia juga sangat marah begitu tau kenyataan yang disimpan rapi oleh mamanya.

Annete mendengus lagi. Bukan dia mensyukuri kematian anak Latif, tapi dia senang karena mamanya Latif membuka sendiri kedok jahatnya.

"Saat aku pergi, kamu tidak mencariku. Bahlan langsung menikah dengan pilihan ibumu," sarkas Annete mengeluarkan perasaan sakit hati yang sudah dia simpan selama bertahun tahun.

"Saat itu mama memberikanku foto foto perselingkuhanmu. Aku marah, jadi aku langsung terima tawaran mama untuk membalas perbuatanmu," tukas Latif dengan perasaan bersalah dan penuh penyesalan.

Mata Annete membara karena marah dan kaget, tapi sebelum Annete sempat membuka mulutnya untuk memaki laki laki itu, Latif sudah melanjutkan omongannya.

"Mama sudah membuat kita terpisah. Tapi sekarang dia terpaksa menyatukan kita."

"Arsen tidak butuh kekayaanmu. Apalagi sebagai pengganti," tolaknya langsung. Dia tidak sudi bertemu lagi dengan mamanya Latif. Wanita tua yang paling dia benci.

Kalimat mamanya Latif saat memberikannya uang untuk mengusirnya yang disertai ancaman akan membahayakan kandungannya, membuat dia terpaksa pergi.

"Pergilah. Jangan tampakkan dirimu lagi."

Ngga disangkanya wanita tua itu berubah pikiran sekarang.

Annette ingin mentertawakan kalimat itu sekarang. Orang yang sudah menyuruhnya pergi, sekarang sangat membutuhkan kedatangannya bersama cucu yang dulunya tidak mau diakuinya.

Arsen setuju. Dimana harga dirinya kalo menerima semua ini.

Latif tersenyum samar.

"Tenang saja. Arsen bukan pewaris pengganti. Dia pewaris yang sebenarnya karena usianya lebih tua dari pada putraku yang sudah meninggal."

Annete tersenyum sinis

"Mamamu bahkan dulu mengancam akan berbuat jahat pada kandunganku," lirih dia berucap.

Latif terpaku mendengarnya. Ngga menyangka mamanya.bisa sejahat itu. Arsen tambah sakit hati mendengar pengakuan yang sudah lama disimpan mamanya.

"Kamu tidak ingin membalas kejahatan mamaku?" Latif menatap Annete yang kali ini menoleh padanya. Rahangnya tampak mengeras. Demi kejayaan bisnisnya, mamanya tega ingin melenyapkan putra yang ada dalam kandungan kekasihnya. Seandainya itu terjadi, sekarang mamanya pasti akan measa sangat menyesal.

"Sekaranglah waktunya, An. Kamu bisa melakukan apa saja untuk membalas mama. Aku.akan mendukungmu. Juga Arsen." Latif berkata sungguh sungguh. Dia akan tutup mata, walaupun Arsen akan membangkrutkan perusahaannya.

1
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
anggita
👍☝ like iklan
Gibran AnamTriyono
Bau Bau nya Nanti Bakal Calon Berbesan sama EZrA ini 😄✌️
Herman Lim
nah aku bgg ne keluarga sapa coba ada Arsen
Rahma AR: cerira baru🤭
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
betul..kenbodohan yang haqiqi😄
Lusi Hariyani
latief gentle jg
Khey Rachmat
di luar keluarga airlangga sm artha mahendra ka????
cerita keluarga baru apa?
Love You Z♥️: semangat thoooorrrr 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!