NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.

Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.

Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?

subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Ganteng Sedunia?

"My Star, aku sudah menyiapkan beberapa lauk di dalam kulkas untukmu nanti malam. Jika kamu butuh sesuatu jangan lupa hubungi aku, aku harus kembali ke kantor, Manager Min dia terus saja meneleponku." Da-Bin memasukkan beberapa lauk dan sayuran yang sudah ia masak ke dalam kulkas.

Manusia setengah jiwa lelaki itu punya kemampuan memasak yang cita rasanya melebihi masakan bintang 5. Mungkin itulah kelebihannya dia diberikan dua jiwa oleh Tuhan dan sejuta bakat sebagai anugerah. Namun, hanya satu yang tidak Tuhan berikan.

Kejujuran... Da-Bin tidak bisa mengatakan kebenaran apalagi membuka rahasia lima tahun lalu yang selama ini ia ketahui. Jahat bukan? Ya, Da-Bin memang sangat jahat dia tidak hanya melukai Haesung tapi juga Zahra gadis yang tidak berdosa, ditambah sekarang ada dua jiwa kembar yang juga harus diberikan haknya sebagai putra dan putri. Entahlah, sampai kapan mereka akan menutupinya.

"Semua sudah beres. Masakan ku ini paling lezat, akan membuatmu gemuk Haesung." Katanya sambil nyengir.

"Apa dia sedang tidur?" Da-Bin menoleh ke arah kamar Haesung yang seolah kosong tanpa penghuni.

"Aduh ... Kenapa aku jadi teringat perkataannya tadi ya." Da-Bin kembali cemas dengan perkataan Haesung yang bertemu seorang wanita. "Apa benar, dia bertemu wanita yang waktu itu?" Da-Bin semakin penasaran.

Perasaannya semakin tidak karuan semenjak Haesung kembali dari Indonesia.

"Aduduh ... Pusing ... aku." Da-Bin menyentuh keningnya dengan lebay. "Bagaimana jika itu benar, lalu wanita itu akan bicara dan jika Haesung tahu maka aku akan mati. Dia akan membunuhku ... Karena akulah yang menyuruh wanita itu mengantarkannya. Tapi bagaimana jika wanita itu meminta pertanggungjawabannya? Ahh .... Ahlammaa ... Nggak mungkin." Da-Bin menggeleng.

"Kejadiannya sudah lima tahun, nggak mungkin mereka bertemu. Lagipula wanita itu pasti sudah lupa dengan wajah Haesung ... Ya, itu benar. Jadi aku tidak perlu cemas selama lima tahun ini keadaan aman-aman saja."

"Sudahlah lebih baik aku kembali ke kantor daripada memikirkan hal itu."

Da-Bin segera berkemas. Membereskan sisa masakan lalu pergi dari sana. Menganggap jika Haesung sudah tidur Da-Bin tidak menunggunya yang langsung keluar tanpa pamit. Sementara Haesung, pria itu baru saja keluar dari kamar mandi setelah berendam selama 30 menit dalam bathup.

Apa tidak keriput tuh badan, berendam selama itu Haesung!

Karena lelah Haesung sampai tertidur. Setelah mengganti pakaian dia keluar celingukan mencari asistennya.

"Kemana dia, apa dia sudah pergi?" tanyanya pada diri sendiri.

Haesung berjalan ke arah dapur, membuka kulkas yang terisi penuh. Haesung tidak merasa aneh, itu sudah biasa karena Da-Bin selalu menyiapkan segala keperluannya. Tidak hanya di luar tetapi juga di rumah.

Haesung mengambil satu botol jus, sebagai penyanyi dia dilarang keras mengkonsumsi alkohol, seperti soju, whisky, tapi kejadian waktu itu ... Memang ada seseorang yang sengaja mencampurkannya ke dalam minuman cocktail-nya.

Haesung menuangkan segelas jus mangga ke dalam gelas kosong, ia meneguknya setengah sambil memindai sekeliling apartemen yang tampak ada perbedaan.

Haesung merindukan suasana rumah yang ramai seperti di rumah ibunya. Setiap malam Min-Ji membuat cemilan untuk mereka berdua, sambil mengobrol dan nonton drama mereka menikmatinya dengan kehangatan.

Berbeda dengan di sini.

Haesung membuang napas kasar. Seharusnya dia sudah terbiasa dengan kesendirian, tapi kali ini Haesung merasa bosan dengan semua itu.

Haesung mengambil sisa jusnya sambil berjalan ke arah kamar. Setibanya di dalam, Haesung meletakkan gelas jus itu di atas meja tempat ia menulis, atau membaca. Haesung mengambil laptopnya yang ada di dalam tas, memindahkannya ke atas meja lalu Haesung mendaratkan bokongnya.

Haesung membuka laptop lalu membuka situs aplikasi yang selama ini menjadi tempat curhatnya bersama @sabira. Namun, matanya menyipit kaku, satu email dari orang yang tidak dikenal membuatnya heran.

Haesung tidak pernah membagi email pada siapapun tapi siapa yang berani mengirim email padanya malam ini.

@Anakgantengsedunia

"Siapa ini?" ujar Haesung yang tampak marah dia membuka email dari akun tersebut.

@Anakgantengsedunia

[ Aku tidak terima kamu menampar Ibuku. Sebagai balasan jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu pada rambutmu ini ]

Arsyad mengirim pesan serta foto rambut.

Haesung nampak kaget. Seorang anak yang memiliki rambutnya itu sudah pasti Arsyad, anak lelaki yang kemarin menjambaknya. Darahnya mendidih setelah mendapat ancaman dari anak kecil.

"Dasar bocah! Setelah aku kembali ke Korea saja dia masih menggangguku. Mengancam lagi ... Lagi pula siapa yang menampar ibunya, dasar gak jelas." Haesung menggerutu.

"Apa jangan-jangan wanita itu yang mengadu."

"Awas saja. Dia pikir dia bisa mengancamku."

Haesung membalas langsung emailnya. Hal yang tidak pernah ia lakukan selama ini. Haesung paling malas membaca email, pesan atau komentar dari situs sosmednya. Jika para fans mendapat balasan itu artinya Da-Bin yang melakukan bukan dirinya. Tapi pada Arsyad dia rela mengetik panjang lebar untuk membuat puas anak itu.

@Haesung99

[ Hai bocah, memang apa yang akan kamu lakukan pada rambutku? Aku sarankan daripada macam-macam lebih baik kamu jual saja rambutku itu harganya sangat mahal, melebihi uang jajanmu selama sebulan.]

Haesung terkekeh, puas membalas email Arsyad dengan ejekan plus tulisan yang tidK akan pernah dimengerti oleh bocah 4 tahun.

Haesung tidak tahu jika bocah 4 tahun itu sedang menatap kesal laptopnya. Balasan Haesung yang dianggap tidak akan dimengerti ternyata salah.

Arsyad jauh lebih pintar. Dia menguasai tiga bahasa tentunya bahasa hangoel-korea.

Tawa Haesung yang memekik hingga ke penjuru apartemen langsung sunyi. Mulut yang ternganga kini tertutup rapat. Darah yang semula normal kini bergejolak tinggi, mendidih sampai ke dada, mata menyipit dengan rahang mengeras.

bocah yang diremehkan ternyata tidak serendah itu.

@Anakgantengsedunia

[ Siapa yang mau membelinya rambut murahan seperti ini apalagi warnanya sudah kusam, pasti rambut yang tidak sehat.]

"Sial! Bocah ini ... Benar-benar ya!" Baru kali ini ada yang berani padanya.

Emosi Haesung tingkat tinggi, dia sampai mengumpat hingga menggebrak meja saking kesalnya. Jika saja Da-Bin masih ada mungkin pria setengah jiwa itu pasti merasa heran.

"Tunggu!" tahan Haesung pada ucapannya "Baru saja dia membalas emailku ... Itu artinya dia mengerti apa yang aku ucapkan ... Dan ini ... dari mana dia tahu emailku?"

Haesung tertegun.

Di negara yang berbeda, Arsyad terkekeh di dalam kamarnya. Wajahnya begitu puas telah membuat bingung Haesung. Arsyad tahu jika di ujung sana Haesung sedang terheran-heran membaca emailnya.

"Dia pikir aku tidak mengerti. Aku ini kan Arsyad si genius. Ini baru permulaan Paman Korea setelah ini ... akan banyak hal yang mengejutkan untukmu. Sampai jumpa besok kita akan bertemu," ucapnya dengan senyum puas.

1
Dini_Ra
Teruntuk kalian yang baca karya ini. Author mau jelaskan jika karya ini sebenarnya sudah pernah publish sebelumnya dengan cover yang berbeda. Mungkin dari kalian ada yang sudah pernah baca, lalu kenapa sih Thor? kok yang ini covernya beda, terus babnya juga udah banyak tapi yang ini kembali dari awal.

Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.

jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!