Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Bi Lilis menghubungi Raisya melalui sambungan telepon, dering pertama panggilan nya tidak di jawab oleh Raisya.
Bi Lilis tidak mau menyerah begitu saja, dia kembali menghubungi Raisya.
"Hallo Nyonya!" Sapa bi Lilis ketika panggilan telepon nya di jawab oleh Raisya.
"Hallo bi, ada apa?" Tanya Raisya dari seberang sana.
"Nyonya, gawat Nyonya,,,!" Bi Lilis berkata dengan nada panik.
"Gawat kenapa bi?" Tanya Raisya lagi.
"Nyonya Rika, dia dan yang lain nya berniat jahat sama Nyonya!" Adu Bi Lilis.
"Bi Lilis, tenang dulu bi. Ceritakan semua nya pelan - pelan!" Raisya berkata pada bi Lilis.
"Nyonya, tadi saya tidak sengaja mendengar percakapan mereka semua di meja makan. Mereka berencana mencuri sertifikat rumah ini, mereka berniat menggadaikan nya!" Bi Lilis berkata pada Raisya.
"Oh, lalu apa lagi yang mereka rencanakan?" Tanya Raisya lagi.
"Mereka berniat mencuri perhiasan milik Nyonya Raisya, mereka akan menjual perhiasan itu dan uang nya akan di gunakan sebagai uang muka untuk biaya resepsi pernikahan Nona Neta!" Bi Lilis menceritakan semua yang dia dengar tadi.
"Baik lah bi, terima kasih bibi telah memberi tahu ku. Biarkan saja mereka mau melakukan apa, bibi pura - pura tidak tahu saja!" Ucap Raisya dari seberang sana.
"Iya Nya!" Jawab Bi Lilis.
Sambungan telepon pun terputus, bi Lilis bisa bernafas lega karena telah memberi tahu majikan nya.
Sementara itu, Raisya yang baru tiba di kantor hanya tersenyum saat menerima telepon dari bi Lilis.
"Silahkan kalian ambil perhiasan dan juga sertifikat rumah itu, mau kalian gadaikan atau pun kalian jual silahkan saja!" Guman Raisya sambil tersenyum.
Raisya pun berjalan memasuki lobi kantor nya, saat tiba di sana dia bertemu dengab Kayla.
"Pagi Sya,,,!" Sapa Kayla.
"Pagi Kay,,!" Jawab Raisya sambil memamerkan senyuman nya.
"Tumben pagi ini ceria banget, Sya?" Tanya Kayla dengan heran.
"Gak papa kok Kay, barusan dapet kabar bagus dari rumah!" Jawab Raisya.
"Oh ya, kabar apa itu?" Tanya Kaila dengan penasaran.
"Nanti, pas makan siang baru aku cerita sama kamu!" Ucap Raisya.
"Jadi gak sabar buat denger nya, ya udah deh aku duluan!" Kayla pun langsung pamit ke ruangan nya.
Raisya pun bergegas melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan nya, dia tidak sabar lagi ingin melihat apa yang akan mereka lakukan.
"Coba aku lihat sekarang, mungkin mereka sudah beraksi!" Guman Raisya sambil menjatuhkan pantat nya di kursi nya yang empuk.
Raisya membuka ponsel nya, kamera pengintai yang dia pasang di kamar nya memang terhubung langsung dengan ponsel nya. Raisya menyunggingkan senyuman di sudut bibir nya, dugaan nya ternyata benar.
"Ternyata mereka tidak bisa menunggu lagi, mereka sudah beraksi sekarang!" Guman Raisya sambil menatap layar ponsel nya.
Dari layar ponsel nya, Raisya melihat ketiga orang itu sudah berada di dalam kamar nya. Mereka membuka lemari di mana Raisya menyimpan semua perhiasan milik nya, terlihat Mama Rika membuka kotak yang menjadi tempat perhiasan itu di simpan.
"Ma, kita ambil saja semua nya, jangan di sisain!" Neta berkata pada Mana Rika.
"Iya Ma, biar tahu rasa sih Raisya!" Cika juga ikut menambahkan.
Kamera yang di pasang oleh Raisya adalah mereka dengan kualitas terbaik, jadi sekecil apapun suara masih bisa di dengar dengan baik.
Terlihat Mama Rika memasuk kan semua perhiasan itu ke dalam sebuah tas milik nya tang sebelum nya. Mereka beralih membuka lemari yang lain nya, seperti nya mereka mencari sesuatu yang lain di sana.
"Ma, di mana Raisya menyimpan sertifikat rumah nya!" Raisya mendengar suara Cika yang bertanya pada Mama Rika.
"Entah la, Mama juga tidak tahu. Ayo kita cari lagi!" Ajak Mama Rika.
Raisya melihat ketiga orang itu membuka semua lemari pakaian milik Raisya, mereka mengobrak- abrik isi nya agar bisa menemukan apa yang mereka cari.
"Silahkan saja kalian ambil sertifikat palsu itu!" Guman Raisya lagi.
Sama seperti perhiasan itu kemarin, sertifikat rumah yang asli sudah di aman kan oleh Raisya bersama dengan semua perhiasan itu kemari. Raisya sengaja menyimpan sertifikat yang palsu di sana.
"Ma, aku menemukan nya!" Tiba - tiba Neta berkata sambil mengangkat apa yang baru saja dia temukan.
"Bagus, akhir nya kita mendapatkan apa yang kita cai!" Mama Rika tertawa puas
Dari layar ponsel nya, Raisya melihat ketiga wanita itu melompat kegirangan. Setelah itu ketiga nya keluar dari dalam kamar nya Raisya. Raisya meletakkan ponsel nya di atas meja, dia sudah tidak perduli dengan apa yang akan mereka lalukan.
Di rumah milik Raisya, ketiga orang yang sudah berhasil mendapatkan apa yang mereka ingin kan. Mereka tertawa terbahak sambil berjalan menuruni tangga.
"Akhir nya kita berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan!" Neta berkata pada Mama Rika.
"Tidak usah menunggu lagi, kita harus segera menjual nya. Pernikahan Neta tidak lama lagi, kurang dari satu bulan!" Cika memberikan usul pada mertua dan juga adik ipar nya.
"Mbak Cika benar banget Ma, sebaik nya hari ini kita menjual semua perhiasan ini. Uang nya bisa kita gunakan untuk bersenang - senang, sedangkan uang dari hasil menggadai rumah ini kita gunakan untuk membayar resepsi pernikahan ku dan mas Rian nanti!" Ucap Neta.
"Ya udah ayo, kita pergi sekarang juga!" Mama Rika setuju dengan usul anak dan juga menantu nya.
"Ya Ampun, tadi kita lupa membereskan kamar mbak Raisya yang kita obrak- abrik. Dia bisa curiga, ayo kita bereskan dulu!" Tiba - tiba Neta teringat dengan kamar Raisya yang belum sempat mereka berskan tadi.
"Ayo cepat!" Ajak Mama Rika.
Saking bahagia nya mereka karena berhasil mendapatkan apa yang mereka cari, mereka sampai lupa dengan kamar Raisya yang mereka buat berantakan tadi.
Ketiga nya bergegas naik ke lantai atas, di depan tangga mereka tidak sengaja bertemu dengan bi Lilis yang sedang membawa alat kebersihan. Seperti nya dia akan membersihkan lantai 2, takut ketahuan mereka pun menahan bi Lilis agar tidak naik ke atas sebelum mereka membereskan semua kekacauan yang mereka buat.
"Bi, aku pengen minum teh hangat. Bibi buatan teh hangat untuk ku sekarang juga!" Mama Rika memberi perintah pada Bi Lilis.
"Baik Nyonya, saya akan buatkan!" Jawab Bi Lilis.
"Sekalian sama cemilan nya juga ya bi, bawa ke ruang tamu!" Kembali Mama Rika memberi perintah pada bi Lilis.
Mama Rika sengaja memberi perintah pada Bi Lilis, untuk mengulur waktu agar Cika dan Neta bisa membereskan kamar Raisya yang mereka buat berantakan. Jika sekarang bi Lilis masuk ke kamar nya Raisya, mereka bisa ketahuan.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄