NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan sandiwara

Senja mengulas senyum manis, sebuah senyuman penuh percaya diri dari seorang wanita yang memegang kendali penuh atas permainan ini. Ia merapatkan posisinya pada Alfa, lalu mengangkat ponsel pintarnya ke atas, mengarahkan kamera depan tepat ke arah wajah mereka berdua.

"Kita akan mengambil satu foto selfie mesra di sini, Mas" Bisik Senja pelan tepat di samping telinga Alfa.

"Satu foto intim kita berdua di balkon kamar dengan pakaian tidur, seolah-olah kita baru saja melewati malam yang teramat panjang dan melewatkan acara penghargaan itu... karena kita terlalu sibuk menghabiskan waktu berdua sebagai pasangan suami istri."

Mata Alfa membelalak sempurna mendengarkan penjelasan itu.

"Begitu foto ini diunggah ke akun resmi kita" Sambung Senja dengan ketajaman intuisinya. Media tidak akan lagi bertanya kenapa kita kabur dari acara penghargaan. Rumor keretakan atau masalah bisnis akan musnah seketika, berganti dengan berita bahwa pasangan pengantin baru ini terlalu dimabuk asmara hingga lupa waktu. Ini cara tercepat membungkam media dan menyelamatkan nama baik kedua keluarga besar kita."

Senja menatap Alfa yang kini membeku di tempatnya.

"Bagaimana, Mas? Apakah Mas Alfa bersedia?"

Alfa tampak berpikir sejenak, memproses seluruh kalkulasi dan konsekuensi dari ide gila namun sangat brilian yang baru saja dilemparkan oleh istrinya. Setelah beberapa detik keheningan menyelimuti balkon, pria itu akhirnya mengangguk pelan.

"Baiklah, tapi aku saja yang mengunggahnya. Kamu tidak perlu repot-repot, karena bagaimanapun juga semua kekacauan malam ini adalah salahku" Tegas Alfa dengan nada suara yang dalam.

"Baiklah" Sahut Senja menyetujui tanpa banyak perdebatan.

Senja lalu berbalik membelakangi Alfa, menghadap lurus ke arah pemandangan gemerlap lampu kota di kejauhan. Angin malam yang berhembus makin dingin membelai gaun tidur sutra putihnya.

Alfa ragu-ragu sejenak. Namun, menyadari posisi dan sudut kamera yang harus mereka tangkap, tangannya perlahan bergerak maju.

Dengan sedikit kecanggungan yang tersisa, lengan tegap Alfa melingkar perlahan di pinggang ramping Senja dari belakang. Tak berhenti di situ, Alfa memangkas jarak di antara mereka hingga tubuh mereka merapat sempurna. Punggung mulus Senja menempel hangat pada dada bidang Alfa yang sedikit terbuka dari balik kimono robe satin hitamnya.

Deg...

Jantung Senja berdegup begitu kencang. Ketukan keras di balik dadanya bergemuruh bagai genderang. Ini adalah kali pertama dalam pernikahan mereka tubuh mereka saling bersentuhan tanpa jarak sebegitu intimnya.

Hawa panas dari tubuh Alfa merambat menembus kain tipis gaun tidurnya, mengirimkan sensasi aneh yang menjalar hingga ke ujung jari.

Namun, sebagai seorang wanita yang terlatih menjaga martabat dan kontrol emosi, Senja berjuang keras mempertahankan ekspresi wajahnya agar tetap tenang.

Dengan gerakan penuh keanggunan, Senja merapikan tatanan rambutnya. Ia menyisihkan seluruh helai rambut hitam panjangnya di bagian kiri ke belakang, menyingkap leher jenjangnya yang mulus dan putih bersih di bawah pendar rembulan.

Seolah mengerti insting posisi yang dibutuhkan untuk memperkuat kesan intim, wajah Alfa bergerak mendekat secara alami. Pria itu menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Senja. Pada detik yang sama, Senja mengangkat ponselnya dan menekannya.

Cklek....

Satu foto berhasil terabadikan. Di dalam layar, Senja mengulas senyum tipis yang amat menawan ke arah kamera, sementara wajah Alfa tersembunyi sempurna di balik lekuk lehernya, seolah-olah pria itu sedang mengecup dan menghirup aroma kulit istrinya dengan penuh gairah dan kehangatan yang mesra.

Senja memperhatikan hasil jepretan di layarnya. Sudut pencahayaan, siluet tubuh, hingga atmosfer yang tercipta terasa begitu pas.

"Bagaimana menurutmu, Mas?" Tanya Senja seraya mengalihkan pandangannya dari layar.

Alfa langsung tersentak kaget. Pria itu sedikit menarik wajahnya menjauh dari leher Senja, namun anehnya, kedua lengannya sama sekali tidak melepaskan dekapan erat di pinggang wanita itu.

"Kamu... sudah mengambil fotonya?" Alfa tampak terkejut. Pria itu benar-benar mengira Senja masih merapikan posisi atau memberikan aba-aba untuk berakting di depan kamera.

"Sudah. Ini" Kata Senja seraya memutar sedikit layar ponselnya agar bisa dilihat oleh Alfa.

Alfa menelan ludahnya dengan kasar. Tenggorokannya mendadak terasa makin kering. Pria itu bahkan tidak menyadari bahwa ia baru saja menyusupkan wajahnya begitu dalam ke leher Senja secara refleks.

Sejak tadi, Alfa hanya diam menunggu instruksi Senja untuk mulai berpura-pura di depan kamera. Namun aroma harum terapi lavender dan wewangian alami yang menguar dari rambut serta kulit sejuk Senja secara tak sadar telah membuainya, membuatnya bertindak di luar kendali pikiran rasionalnya.

"Ini saja sudah sangat bagus, Mas. Terlihat sangat natural" Tambah Senja, mengamati detail gambar yang berhasil ditangkapnya.

Alfa tertegun menatap foto itu. Pria itu sendiri tak menyangka dengan gerakan refleks tubuhnya. Rasa sejuk dan menenangkan dari kehadiran Senja tanpa sadar telah meruntuhkan pertahanan dirinya untuk sejenak terbuai.

"Ini, Mas. Kamu upload foto ini ke akun media sosial milikmu. Sertakan juga caption yang sederhana saja tanpa perlu menjelaskan alasan kepergian kita tadi. Dengan begini, mereka pasti sudah bisa menebak apa yang terjadi" Tutur Senja lugas, merencanakan setiap detail langkah komunikasi publik mereka.

"Baiklah" Jawab Alfa parau.

"Foto ini sudah kukirim ke ponselmu, Mas"

Mendengar ucapan itu, kesadaran Alfa seolah ditarik kembali ke dunia nyata. Pria itu mendadak tersadar dengan apa yang masih dilakukannya. Lengannya yang melingkar di pinggang Senja langsung terlepas. Alfa berbalik menjauh beberapa langkah, mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan satu telapak tangan untuk menetralisasi rasa canggung dan gejolak asing yang merayapi dadanya.

"Tapi, Mas..." Senja menghentikan langkah Alfa yang hendak berjalan masuk kembali ke dalam kamar.

Alfa menghentikan usapan di wajahnya, menoleh.

"Ya?"

"Sebelum kamu mengunggah foto itu, lebih baik kamu jelaskan dulu pada Mbak Dila kalau kita hanya bersandiwara dalam foto ini. Ini bukan kejadian sungguhan" Ujar Senja dengan nada suara yang teramat tenang dan penuh pengertian, seolah ia sangat paham betapa tajamnya goresan luka yang akan dirasakan Dila jika melihat foto tersebut tanpa penjelasan.

Alfa terdiam di tempatnya. Tatapan matanya terpaku pada Senja. Pria itu mengangguk pelan.

"Hmm" Jawab Alfa singkat.

Di dalam benaknya, Alfa merasakan simpati dan kekaguman yang makin membesar. Pria itu tidak bisa tidak bertanya-tanya pada dirinya sendiri, bagaimana bisa Senja masih sempat-sempatnya memikirkan perasaan wanita lain, di saat dirinya sendiri berada dalam posisi yang teramat sulit dan tertekan seperti ini?

Sepuluh menit kemudian, pesan berantai dan unggahan di akun resmi milik Alfa Arghantara resmi meluncur ke dunia maya.

Sesuai saran Senja, foto itu hanya dilengkapi dengan caption satu kata yang sangat minimalis..

"Escaping"

Efek yang ditimbulkannya bagaikan ledakan bom di tengah kepungan wartawan dan pengamat bisnis.

Dalam kurun waktu kurang dari setengah jam, spekulasi liar mengenai bentrokan manajemen antara Anjasmara dan Arghantara Group, rumor kegagalan investasi, hingga isu keretakan rumah tangga pasangan pengantin baru itu musnah tak berbekas.

Media hiburan dan portal berita bisnis nasional mendadak dibanjiri oleh artikel-artikel bernada romantis. Narasi publik berbalik seratus delapan puluh derajat. Pasangan muda yang paling diperhitungkan di industri itu kini diberitakan sengaja "melarikan diri" dari keriuhan malam penghargaan hanya untuk menikmati momen intim berdua di kediaman pribadi mereka.

Di dalam kamar utama yang kembali hening, Alfa duduk di tepi ranjang dengan ponsel di genggamannya. Pria itu baru saja menyelesaikan panggilan telepon singkat dengan Suster Weni untuk memastikan Dila tidak terkejut dan sudah memahami situasi di balik unggahan tersebut.

Senja melangkah masuk dari arah balkon, kini telah membalut tubuhnya dengan jubah tidur tipis agar tidak kedinginan.

"Semuanya berjalan sesuai rencana, kan, Mas?" Tanya Senja seraya mendudukkan dirinya di kursi rias, membuka beberapa botol perawatan kulit malamnya.

Alfa menatap bayangan Senja dari cermin.

"Ya. Pihak Humas Arghantara baru saja mengonfirmasi bahwa narasi di media sudah sepenuhnya terkendali. Bahkan saham gabungan kita naik dua persen setelah unggahan itu meledak di publik."

Senja mengulas senyum tipis melalui pantulan cermin.

"Baguslah kalau begitu. Setidaknya Papa Prasetya dan Papamu bisa meredam amarah mereka esok pagi."

Alfa meletakkan ponselnya di atas meja nakas, lalu berdiri dari tepi ranjang. Langkah kakinya perlahan mendekati meja rias tempat Senja duduk. Pria itu berdiri tepat di belakang Senja, menatap wanita yang baru saja menyelamatkan harga diri dan reputasinya dari kehancuran total.

"Senja..." Panggil Alfa, suaranya terdengar begitu berat dan tulus.

Senja menghentikan usapan jemarinya di wajah, menatap pantulan mata Alfa melalui cermin.

"Iya, Mas?"

"Kenapa kamu melakukan ini semua?" Tanya Alfa lurus.

"Kamu bisa saja membiarkanku hancur malam ini. Kamu bisa saja tampil sebagai korban di depan media dan menumpahkan seluruh kesalahan padaku. Tapi kamu justru melindungiku, bahkan... kamu masih memikirkan perasaan Dila."

Senja memutar tubuhnya di atas kursi putar meja rias, menghadap Alfa sepenuhnya. Wajahnya tampak begitu tenang, memancarkan kedewasaan yang tak tergoyahkan.

"Karena kita adalah mitra, Mas Alfa" Jawab Senja tegas namun lembut.

"Pernikahan ini mungkin dimulai karena kesepakatan dan perjodohan keluarga. Tapi saat kita melangkah masuk ke dalam rumah ini, martabatmu adalah martabatku juga. Jika nama Arghantara cemar, nama Anjasmara pun akan ikut terseret."

Senja menatap Alfa tanpa kejujuran yang ditutup-tutupi.

"Aku tidak melakukannya hanya untuk Dila atau untukmu. Aku melakukannya untuk menjaga apa yang sudah kita bangun bersama. Dan soal Mbak Dila... aku hanya sesama wanita yang tahu rasanya jika berada di posisinya. Dia sedang berjuang bertahan hidup, aku tidak ingin menambah bebannya dengan kesalahpahaman."

Alfa membeku di tempatnya. Kata-kata Senja menghantam dada pria itu dengan kedalaman rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa kagum, hormat, dan keterpesonaan yang merayap di dadanya kini menjelma menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat.

Di mata Alfa malam ini, Senja bukan lagi sekadar wanita berpendidikan tinggi dengan tutur kata sopan. Senja adalah sosok pelindung, seorang pengatur strategi yang amat cerdas, dan seorang istri yang memiliki kelapangan jiwa bagai samudra.

1
Ass Yfa
Alfa lepaskan Senja biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri..kamu kuat Senja..siapa kira2 jodoh Senja😭😭.othor carikan jodoh Senja dong
Ass Yfa
Senja kelewat baik..tapi dia juga punya hati sok kadang baper.namanya juga wanita
vania larasati
lanjut
Nuriwan Hasanah
kuat banget imannya si alfa padahal udah lengket lengket gitu
Agnezz: untung pikiran Alfa yg mesum😅😅 kan diaitu juga ada Thariq, gak cuma berdua aja
total 1 replies
Agnezz
Dibalik Senja yg terlihat sempurna cantik dan pintar, ternyata ini kelemahan Senja, takut akan petir dan badai.
Cahaya
lanjuttty
Cahaya
dasarrrrr alpamart otak ny d pnuhin delon delon aja nblin heeeh heeeeh
Cahaya
lanjut
Agnezz
Alfa mempunyai semua yg diidamkan wanita, kehangatannya, sikap melindungi, tanggung jawab, kalo sudah cinta betul2 setia dan sulit berpaling. Sayang sekali hati Alfa sudah milik Dila. Alfa tidak bisa meninggalkan Dila begitu saja. Pernikahan ini atas desakan orang tua. Yang harus disalahkan ayah2 mereka, terlalu berambisi terlalu menuntut anaknya melakukan sesuatu yg mereka inginkan.
Agunk Setyawan
bukan bara tapi Alfa 🤣
Inara Khimar
senja, pergi please. lepas semua nya
mery harwati
Satu kata bwt Bara, BODOH !!
Kalo sudah tak ada baru terasa
Kehadiranmu sungguh berharga
Sungguh berat hidupku tanpa dia
🎶 🎶 💃 💃
mery harwati: Iya abis logika Alfa yang katanya jago bisnis nol besar, seharusnya cara berpikir Alfa dibalik, bila posisi Alfa menjadi Senja, akankah Alfa punya hati seluas & sedalam samudra pada Ssnja & kekasihnya? Secara nikah sah, coba itu Alfa suruh dipake logikanya, jangan ditinggal di masa lalu karena Alfa hidup untuk masa depan bukan masa lalu 🤨😠
total 2 replies
Hanima
pergi lah jauh2 tinggal kan semua nya 👍
Sastri Dalila
🥺🥺
Hanima
😍😍👍
Nar Sih
semoga aja nanti bila dila sehat lgi ngk berubah jht
Nar Sih
seperti nya kmu sdh mulai nyaman dgn senja ya alfa ,cuma hti mu msih bersama dila
Linda Gunawan
nunggu Alfa menyesal semenyesal menyesalnya. kapan?🤭
Linda Gunawan
hati Alfa sebenarnya udah mulai condong ke Senja. pada Senja, dia mendapatkan apa yg selama ini tidak dia dapatkan. Senja perhatian, Senja baik.
🌷Vnyjkb🌷
maka itu senja, Mulailah Cari keBahagiaanmu sendiri, krn Dg alpa itu bkn kebahagiaan tp menyiksa diri sendiri, cobalah jujur pd dirimu sendiri,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!