Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Bencana Tergelincirnya Qi
Gua Teratai Es memancarkan cahaya biru pendar yang menenangkan. Hawa dingin yang menusuk tulang berpadu dengan energi spiritual tebal, menciptakan kabut tipis yang melayang setinggi lutut. Di tengah gua, terdapat sebuah kolam berair jernih, dan di pusatnya mekar sekuntum Teratai Es berusia ratusan tahun.
Di dalam kolam tersebut, Zhao Tian duduk bersila dengan mata terpejam. Tubuhnya yang setengah telanjang memancarkan uap panas kemerahan, sementara air es di sekitarnya terus mendinginkan dan menyeimbangkan suhu tubuhnya.
Di tepi kolam, berdiri seorang gadis muda nan cantik mengenakan gaun putih seputih salju. Wajahnya anggun, namun senyum di bibirnya memancarkan aura licik. Ia adalah Murong Xue.
"Kakak Tian, Pil Yang Murni itu benar-benar luar biasa," puji Murong Xue dengan nada manja. "Dengan bantuan energi murni dari Teratai Es ini, serta Akar Spiritual Tingkat Bumi yang kau ambil dari si bodoh Ye Xuan, kau pasti akan mencapai Alam Pondasi Spiritual malam ini!"
Zhao Tian membuka matanya perlahan. Hawa kekuatannya berfluktuasi hebat, menandakan ia sedang berada di titik kritis terobosannya.
"Heh, kau benar, Xue'er," Zhao Tian tersenyum arogan, wajahnya sedikit berkerut menahan energi buas di dalam tubuhnya. "Akar Spiritual milik sampah itu bekerja dengan sangat sempurna. Setelah aku menembus Alam Pondasi Spiritual malam ini, aku akan diangkat menjadi Murid Inti Utama. Dan kau... kau akan menjadi satu-satunya wanita yang berdiri di sampingku."
Murong Xue tersipu, matanya berbinar penuh ambisi. "Itu sudah sepantasnya untuk Kakak Tian. Ye Xuan si katak dalam tempurung itu tidak pernah sadar diri. Dia pikir hanya dengan memberiku beberapa pil rendahan setiap bulan, dia bisa menikahiku? Hah, dia sekarang pasti sudah membusuk dimakan belatung di Tebing Mayat."
Dari balik bayang-bayang stalaktit batu di langit-langit gua, sesosok siluet hitam menyatu dengan kegelapan. Mata Ye Xuan sedingin es ribuan tahun, mendengarkan setiap kalimat menjijikkan yang keluar dari mulut sepasang manusia di bawahnya.
Namun, ia tidak marah. Yang ada di hatinya saat ini hanyalah ketenangan mutlak dari seorang predator yang sedang melihat mangsanya masuk ke dalam perangkap.
"Akar Spiritualku terasa enak digunakan, bukan?" batin Ye Xuan. "Mari kita lihat seberapa jauh kau bisa memanfaatkannya."
Alih-alih melompat turun dan menyerang secara frontal, Ye Xuan menempelkan telapak tangannya ke dinding gua yang basah oleh rembesan air dari Kolam Teratai Es.
Teknik Langkah Bayangan miliknya menekan seluruh auranya, sementara Sistem Ekstraksi Surgawi di dalam pikirannya mulai menyala.
"Sistem. Ekstrak seluruh esensi energi dari Kolam Teratai Es dan Teratai di tengahnya," perintah Ye Xuan tanpa suara.
[Ding! Menemukan 'Kolam Teratai Es Ratusan Tahun'. Memulai ekstraksi bawah tanah...]
[Peringatan: Ekstraksi objek berskala besar membutuhkan waktu 5 detik. 5... 4...]
Di bawah, Zhao Tian baru saja menelan sisa energi dari Pil Yang Murni ke dalam Dantiannya. Api buas langsung meledak di dalam tubuhnya. Meridiannya menegang, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
"Waktunya! Teratai Es, berikan aku energi dinginmu!" teriak Zhao Tian. Ia merentangkan tangannya, mencoba menyerap uap dingin dari kolam untuk menekan api pil tersebut.
Namun, sesuatu yang sangat ganjil terjadi.
[3... 2... 1... Ekstraksi Selesai!]
[Memperoleh: 10.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Atribut Es Absolut!]
[Memperoleh: Hati Teratai Es (Meningkatkan kejernihan pikiran dan kebal ilusi tingkat rendah)!]
Wuuush!
Dalam sekejap mata, kabut biru yang menyelimuti gua itu lenyap tak berbekas. Cahaya dari Teratai Es di tengah kolam padam seketika, kelopaknya layu, menghitam, dan hancur menjadi debu yang larut ke dalam air.
Air kolam yang tadinya sedingin es suci, tiba-tiba berubah menjadi air keruh biasa yang bersuhu ruangan. Seluruh esensi spiritualnya telah dihisap kering hingga ke akar-akarnya!
"A-Apa?!" Mata Zhao Tian terbelalak ngeri.
Tanpa penawar energi dingin dari kolam, api buas dari Pil Yang Murni benar-benar lepas kendali di dalam tubuhnya. Energi Yang murni membakar darahnya, memanggang meridiannya, dan langsung menyerang Dantiannya.
"GAAAAARRRGHHH!!"
Jeritan melengking yang mengerikan keluar dari mulut Zhao Tian. Darah segar menyembur dari mulut, hidung, dan matanya. Kulitnya mulai melepuh dan retak-retak bagaikan tanah kerontang yang dibakar terik matahari.
Tergelincirnya Qi (Qi Deviation)! Ini adalah bencana paling mematikan bagi seorang kultivator saat menerobos batas.
"Kakak Tian!!" Murong Xue menjerit histeris. Wajah cantiknya pucat pasi melihat Zhao Tian berguling-guling di dalam air keruh sambil mencakar-cakar dadanya sendiri.
"P-Panas! Tolong aku! Dantianku terbakar!" teriak Zhao Tian parau. Akar Spiritual Tingkat Bumi yang baru saja ditanamkan ke tubuhnya mulai layu akibat terbakar energi murni yang tak terkendali. Kultivasinya yang berada di Puncak Pembentukan Qi Lapis Kesembilan merosot tajam!
Lapis Kedelapan... Lapis Ketujuh... Lapis Keenam!
Tubuhnya rusak parah, dan fondasi kultivasinya hancur berantakan.
Di tengah kepanikan Murong Xue dan lolongan rasa sakit Zhao Tian, sebuah suara tepuk tangan pelan bergema dari arah bayang-bayang gua.
Prok... Prok... Prok...
"Pertunjukan kembang api yang sangat indah. Walaupun agak terlalu berisik," sebuah suara datar, dingin, namun sangat familier terdengar mengalun di udara.
Murong Xue menoleh dengan kasar ke arah sumber suara. Matanya melebar hingga batas maksimal saat melihat sesosok remaja berseragam sekte luar melangkah perlahan dari kegelapan. Wajah remaja itu diterangi oleh sisa cahaya pendar dinding gua.
Ia berdiri di sana, tegap dan memancarkan aura Pembentukan Qi Lapis Ketujuh yang padat dan tak tergoyahkan.
"Y-Ye... Ye Xuan?!" Suara Murong Xue bergetar, seolah ia baru saja melihat roh jahat merangkak keluar dari Sungai Styx. Kakinya lemas hingga ia terhuyung mundur. "T-Tidak mungkin! Aku melihat sendiri kau dilempar ke Tebing Mayat! Dantianmu sudah hancur!"
Zhao Tian, yang masih memuntahkan darah hitam akibat luka bakarnya, memaksa kepalanya menoleh. Saat melihat wajah Ye Xuan, ketakutan dan keterkejutan menembus rasa sakit fisiknya.
"K-Kau... Kecoak sialan..." Zhao Tian terbatuk, darah kental mengotori dagunya. "Bagaimana kau... Siapa yang menyembuhkanmu?!"
Ye Xuan berhenti melangkah tepat di tepi kolam. Ia menatap ke bawah, memandang Zhao Tian dan Murong Xue seperti dewa memandang serangga yang terjebak dalam jaring laba-laba.
"Siapa yang menyembuhkanku, itu tidak penting," ucap Ye Xuan dengan nada yang mampu membekukan darah. "Yang penting adalah, aku merangkak kembali dari kegelapan murni hanya untuk melihat wajah kalian berdua."
Ye Xuan mengangkat tangan kanannya. Energi spiritual ungu gelap beriak di telapak tangannya—itu adalah efek dari atribut Racun Pelebur Meridian yang baru saja ia ekstrak, kini menyatu dengan energi Qi miliknya.
"Tadi kau bilang Akar Spiritualku terasa enak digunakan, bukan?" Ye Xuan menyeringai buas. "Sekarang, izinkan aku mencabutnya kembali beserta nyawamu."
Merasakan niat membunuh yang sepekat lautan darah dari tubuh Ye Xuan, Murong Xue menjerit ketakutan, "T-Tolong! Penyusuuuup—"
Wush!
Sebelum kata itu selesai diucapkan, Ye Xuan menggunakan Langkah Bayangan. Tubuhnya menghilang dari pandangan dan seketika muncul tepat di depan Murong Xue. Tangan kirinya mencengkeram leher gadis itu dengan kuat, mengangkatnya ke udara hingga kakinya meronta-ronta merobek kesunyian.
"Shhh," Ye Xuan meletakkan jari telunjuk kanannya ke bibir, menatap mata Murong Xue yang dipenuhi teror absolut. "Pengkhianat yang berisik akan mati lebih dulu."