NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:37.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana jasmine

Mobil Maybach yang ditumpangi Alexa berhenti di depan gerbang besi tempa berukuran raksasa yang terbuka lebar. Di balik gerbang tersebut, membentang sebuah halaman villa mewah yang teramat luas dan megah. Ratusan lampu-lampu gantung bohemian melingkar indah di antara pepohonan rindang, memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan romantis. Rumput hijau yang dipotong sempurna dihiasi oleh tatanan meja-meja bundar berlakas kain putih premium, dikelilingi oleh para tamu undangan dari kalangan elit—para pengusaha kaya, pejabat tinggi, hingga selebriti papan atas yang tampil dengan gaun dan jas mahal.

Di tengah-tengah halaman yang menjadi pusat perhatian, berdiri sebuah papan dekorasi bunga mawar putih raksasa dengan ukiran tulisan emas yang berkilauan:

Engagement Party: Jasmine & Hendrik

Suasana pesta riuh oleh alunan musik instrumental klasik dan dentingan gelas kristal. Namun, di antara kemewahan dan keramaian tersebut, ada satu area yang menarik seluruh atmosfer tempat itu ke dalam titik dingin yang mencekam.

Di sudut paling strategis halaman villa, berdiri sebuah meja VIP yang paling mewah dikelilingi oleh pembatas khusus dan dijaga oleh puluhan pengawal berjas hitam dengan gestur tubuh yang sangat tegap.

Di sana, duduk seorang pria sendirian.

Raiden Damon Alteir.

Pria itu duduk menyandarkan punggungnya pada kursi berukir dengan santai. Sebelah tangannya menggenggam gelas kristal berisi cairan whiskey mahal, sementara jemarinya yang lain mengetuk pelan armrest kursi dengan ritme yang lambat dan teratur. Wajahnya yang terukir sempurna bagaikan dewa sama sekali tidak menunjukkan ekspresi—datar, tenang, dan teramat dingin. Tidak ada senyum, tidak ada keramahan, dan tidak ada ketertarikan sedikit pun pada pesta meriah di sekelilingnya.

Meskipun Raiden hanya duduk diam tanpa bersuara, aura intimidasi yang keluar dari tubuhnya begitu pekat hingga mampu membuat siapa pun di area itu bernapas secara hati-hati. Ia adalah sang penguasa mutlak. Raja tanpa mahkota yang memegang kendali penuh atas dunia bawah dan bisnis legal internasional. Kekuasaannya begitu absolut hingga hukum dan aparat pemerintahan sekalipun seolah bertekuk lutut di bawah kakinya.

Setiap kali ada pengusaha atau pejabat tinggi yang memberanikan diri mendekat untuk sekadar menyapa, mereka akan membungkukkan tubuh dalam-dalam dengan tangan gemetar. Raiden hanya merespons mereka dengan tatapan mata yang tajam bagaikan pedang cukup untuk membuat orang-orang berkedudukan tinggi itu mundur secara teratur dengan dahi berpeluh dingin.

Sementara itu, di salah satu meja VIP lainnya tak jauh dari panggung utama, Jasmine sang tokoh utama wanita pesta malam itu—tampak berdiri anggun dengan gaun pertunangan berwarna merah muda yang penuh dengan manik-manik mengkilap. Di sampingnya berdiri Hendrik, tunangannya, seorang pengusaha muda yang keluarganya merupakan salah satu rekan bisnis kecil di bawah naungan perusahaan milik Raiden.

Jasmine tertawa kecil sembari menggoyangkan gelas minumannya, berbisik pada tiga orang sahabat wanita di sekelilingnya yang sibuk memperbaiki riasan mereka.

"Lihat saja, sebentar lagi sahabat tercintaku, Alexa, pasti datang," bisik Jasmine dengan senyum miring yang penuh kepalsuan. Matanya berkilat licik. "Malam ini kita bakal bikin dia mempermalukan dirinya sendiri di depan seluruh tamu."

salah satu temannya terkekeh pelan, melirik ke arah meja Raiden dengan tatapan kagum sekaligus takut. "Tapi Jasmin, aku masih nggak percaya Hendrik bisa membawa Tuan Raiden hadir di pesta pertunangan kalian! Itu luar biasa banget!"

Jasmine membusungkan dadanya bangga, menikmati tatapan iri dari teman-temannya. "Tentu saja. Hendrik kan rekan bisnis yang sangat diperhitungkan oleh Tuan Raiden. Memang susah luar biasa untuk mengundang beliau, tapi Tuan Raiden akhirnya mau menyempatkan waktu untuk hadir di sini."

"Ah, kalau ingat si Alexa itu rasanya aku mau tertawa!" tumpah teman Jasmine lainnya dengan nada ejekan yang sangat kentara. "Bisa-bisanya cewek halusinasi kayak dia berkali-kali mengaku di depan publik kalau Tuan Raiden itu kekasihnya dan calon suaminya? Bayangkan kalau Tuan Raiden mendengar omong kosong itu malam ini! Alexa pasti langsung didepak dan dipermalukan habis-habisan!"

Jasmine tertawa renyah, menutup mulutnya dengan jemarinya yang dihiasi cincin pertunangan. "Maka dari itu, aku sengaja mengundangnya malam ini. Aku mau melihat bagaimana muka tebalnya itu hancur saat berhadapan langsung dengan Tuan Raiden. Biar dia sadar diri, orang sesempurna Tuan Raiden nggak mungkin mau melirik cewek murahan dan gila harta seperti dia!"

Mereka berempat tertawa bersama, menikmati bayangan kehancuran Alexa yang sudah mereka rancang dengan rapi.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka—bahkan seluruh tamu di pesta itu—yang mengetahui kenyataan yang sesungguhnya.

Mereka tidak tahu bahwa 'cewek halusinasi' yang sedang mereka ejek itu sebenarnya sudah resmi menjadi istri sah dari Raiden Damon Alteir. Sebuah pernikahan rahasia yang sengaja disembunyikan oleh Raiden dari muka publik bukan karena ingin melindungi Alexa, melainkan karena Raiden enggan dunia mengetahui bahwa dirinya memiliki 'mainan' baru yang dipeliharanya di dalam sangkar emasnya.

Pintu mobil Maybach dibukakan dari luar. Alexa menghela napas panjang, mencoba menetralkan degupan jantungnya yang mendadak berdisko ria di dalam dada. Ia melangkah turun, menjejakkan sepatu heels-nya di atas karpet merah yang terbentang menuju area halaman villa.

Sontak saja, riuh suara percakapan, dentingan gelas, dan aroma parfum mahal yang saling bertabrakan langsung menyergap indramu.

Alexa mendadak kaku. Jujur saja, sebagai seorang mahasiswi yang kesehariannya hanya bergelut dengan tumpukan jurnal di kamar kost, berada di tengah-tengah kerumunan ratusan orang elit dan kaya raya seperti ini membuat perutnya mulas. Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian di acara seramai dan semewah ini.

"Duh, ramai banget..." gumam Alexa pelan, menundukkan kepalanya sedikit sembari berjalan pelan menyusuri jalan setapak di antara meja-meja tamu. Matanya yang jernih berputar liar ke sekeliling halaman.

"Lagian... di mana sih si cewek ular itu?" bisiknya pada diri sendiri dengan raut wajah kebingungan. "Aduh, bodohnya! Aku kan cuma baca deskripsi novel, mana tahu persis muka si Jasmine itu kayak gimana di dunia nyata!"

Sementara Alexa sibuk celingukan mencari sasaran, di sudut VIP yang gelap dan penuh aura intimidasi, sebuah pergerakan halus terjadi.

Raiden sedang mengangkat gelas kristalnya, berniat menyesap whiskey mahal tersebut. Namun, dari pantulan cairan pekat di dalam gelasnya, sebuah bayangan gaun hitam yang bergerak di tengah kerumunan menangkap perhatiannya.

Jemari Raiden yang memegang gelas mendadak berhenti.

Dengan gerakan yang sangat tenang dan lambat, penguasa mafia itu memutar kepalanya ke belakang, melemparkan pandangannya lurus membelah keramaian pesta. Iris matanya yang setajam elang mengunci satu objek di jauh sana.

Sosok wanita bergaun hitam polos tanpa riasan tebal.

Meski gaya berpakaian dan wajah wanita itu tampak jauh berbeda dari penampilan menornya yang biasa, insting dan mata tajam seorang ketua mafia yang tak pernah luput sama sekali tidak bisa dibodohi. Raiden mengenali gestur tubuh itu, bentuk bahu itu, dan cara berjalan itu.

'Alexa?' batin Raiden dingin.

Sebelah alisnya terangkat sangat tipis. Ada sedikit rasa heran yang melintas di matanya yang kelam, namun wajahnya tetap datar bagaikan es batu. Ia memperhatikan istrinya yang tampak kebingungan seperti domba tersesat di tengah pesta.

"Dia?!"

Sebuah suara melengking yang sok akrab mendadak memanggil nama itu dari arah panggung utama.

Alexa menghentikan langkahnya dan menoleh. Dari arah panggung, seorang wanita bergaun merah muda mencolok bertabur manik-manik kilat melangkah mendekat dengan senyum manis yang dipaksakan. Gaunnya begitu meledak dan ramai—paling mencolok di antara seluruh tamu wanita di pesta itu.

'Ah... pasti dia,' tebak Alexa dalam hati. 'Pakaiannya paling heboh dan mencolok sendiri, pasti dialah si pemeran utama pesta ini. Jasmine.'

"Hai!" sahut Alexa singkat, mencoba bersikap sesantai mungkin meski hatinya dipenuhi rasa waswas.

Jasmine memangkas jarak, memindai penampilan Alexa dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan berputar yang penuh penilaian mendalam. Wajah Jasmine mendadak kaku ketika menyadari betapa cantiknya wajah polos Alexa tanpa polesan kosmetik tebal yang biasanya membuat wajah wanita itu terlihat aneh.

Rasa iri yang mendalam mendadak mencubit dada Jasmine, namun ia dengan cepat menutupinya dengan senyuman manis bersalut racun.

"Alexa, sayang! Kenapa penampilanmu polos begini?" tanya Jasmine dengan nada setengah panik yang dibuat-buat, memegangi kedua lengan Alexa. "Kenapa kamu nggak pakai gaya makeup tebal dan menor yang selama ini aku ajarin ke kamu? Kamu kan tahu, gaya makeup pilihan dari aku itu yang paling cocok buat bikin kamu kelihatan berkelas di depan orang kaya!"

Mendengar ucapan itu, Alexa membeku sejenak. Senyum geli sekaligus miris terbit di benaknya.

'Oalah... jadi si ular ini yang selama ini meracuni otak Alexa asli buat dandan menor kayak lenong?!' batin Alexa geram, akhirnya paham kenapa riasan tokoh Alexa di cerita selalu menjadi bahan tertawaan orang-orang. 'Bener-bener licik! Dia sengaja ngajarin dandan menor biar Alexa kelihatan konyol dan jelek di mata semua orang!'

Dengan raut wajah polos yang dibuat sealami mungkin, Alexa menatap Jasmine lalu terkekeh pelan.

"Ah... itu..." Alexa menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil memasang wajah menyesal. "Maaf ya, Jasmine. Tadi aku buru-buru banget pas jalan ke sini, jadi sampai lupa dandan tebal kayak yang biasa kamu suruh. Maaf ya kalau tampilanku agak dadakan begini."

1
Evi Marena
cek...batu x ini Nemu novel yg transmigrasi yg HK punya skill apa apa....alias bdoh lah ya....sayang banget thorrr pemeran utamanya GK banget.....seharus punya skill lah biar GK ditindas trus SM si suami jahanam😬
Pa Muhsid
buru buru alexa kembalikan tor ke dunia real biar si raiden NYAHO mati segan hidup tak mau 👿👿👿
mimief
you wanna play??
ok...let's play 🤣🤣
mimief
wkwkwkwkwkwk
Alexa swaaaag🤣🤣🤣🫣
merry
ternyata sm licik sm rey ampun dehh kluarga jmu rey tar Alexa knp knp nyahok kmu rey syukur gk pulng kedunia y yg asli tu alexa
merry
sepupu y rey x tu cwo
merry
mulai ingat masa lalu kmu lex
Septi Wijaya
semoga Raiden jg memiliki rasa yg sama denganmu 🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
mimief
wah...🥹🥹🥹
mimief
selamat tidur Alexa, mudah mudahan pas bangun balik lagi ke dunia nya😍🥹
merry
akhirnya ingt juga kmu lex 🤣🤣🤣🤣untung gk jdi lompat🤣🤣🤣🤣 si Rey bisa ajj nakutin kmu lex
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!