NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:466
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Liburan dan Hotel di Tepi Pantai

Pagi itu, Lala melompat-lompat riang di ruang tengah sambil membawa sebuah selebaran bergambar pantai berpasir putih dan laut biru yang jernih.

"Papa! Bunda! Kata Ibu Guru, minggu depan ada libur panjang sekolah! Lala mau naik kapal dan main pasir di pantai!" seru Lala dengan mata berbinar-binar.

Chiko yang sedang membetulkan letak kacamatanya sambil menyesap kopi hangat tersenyum tulus. "Wah, ide bagus itu, Pahlawan Panda. Papa juga kebetulan punya beberapa sisa cuti kerja dari kantor kearsipan."

Mila yang baru keluar dari dapur membawa piring berisi bolu kukus hangat ikut mengangguk anggun. "Bunda setuju, Papa. Kita belum pernah liburan keluarga ke luar kota sejak piknik waktu itu. Bunda siap-siap kemasi pakaian ya?"

Namun, di balik percakapan manis dan hangat itu, insting kewaspadaan dua pimpinan dunia bawah tanah dan siber tersebut langsung aktif secara simultan.

‘Liburan ke daerah pesisir pantai resort...’ batin Chiko waspada seraya meraba kancing kemejanya. ‘Sektor pesisir selatan terkenal sebagai jalur lalu lintas kapal kargo gelap. Aku harus memastikan seluruh jaringan satelit Leonhart-01 memindai radar perairan resort tempat kami menginap.’

‘Resort pantai terbuka...’ batin Mila dingin seraya memoles senyuman lembutnya. ‘Lokasi seperti itu sangat rawan penyusupan dari jalur laut. Aku akan menginstruksikan jaringan Black Crimson untuk menempatkan pengawal bayangan yang menyamar sebagai penjaga pantai dan pelayan resort.’

Lala melirik Papa dan Bundanya bergantian, lalu menepuk ransel pandanya pelan. Puk-puk-puk.

‘Papa mau sebar radar satelit laut, Bunda mau sebar penyelam bayangan... Padahal Lala cuma mau cari kerang dan makan es krim kelapa!’ batin Lala tertawa riang di dalam hati.

Dua hari kemudian, keluarga Leonhart tiba di Azure Bay Resort, sebuah penginapan megah di tepi pantai selatan dengan pemandangan tebing dan laut lepas yang memukau.

Chiko berjalan canggung sambil memanggul dua koper besar, berpura-pura kecapekan sebagai pria kantor yang jarang berolahraga. "Aduh... kopernya agak berat ya, Bunda."

"Sini Papa, Bunda bantu bawakan tas yang kecil," balas Mila manis dengan gaun pantai dan topi jerami lebar yang anggun.

Begitu mereka memasuki area lobi resort, pemandangan unik yang tidak disadari oleh tamu biasa langsung tertangkap oleh sensor Chiko dan Mila.

Saat mereka check-in di resepsionis, seorang pelayan pria berbadan tegap menyajikan minuman kelapa muda dengan gerakan yang sangat kaku dan membungkuk penuh hormat sembilan puluh derajat ke arah Mila.

‘Rudi? Komandan divisi tempur Black Crimson menyamar jadi pelayan pembawa minuman?!’ batin Mila tertegun seraya menahan senyum kaku, menerima minuman kelapa itu. ‘Siapa yang menyuruhnya menyamar sekonyol ini?!’

Sementara itu, saat Chiko menatap ke arah pantai melalui jendela lobi, ia melihat seorang penjaga pantai (lifeguard) berotot yang duduk di menara pengawas membawa teropong. Penjaga pantai itu sibuk mengetik di konsol khusus yang terhubung langsung dengan server keamanan Leonhart Enterprises.

‘Rendy?! Kenapa sekretaris utamaku menyamar jadi penjaga pantai membawa teropong siber?!’ batin Chiko meringis di dalam hati, membetulkan kacamatanya yang miring.

Lala mengisap es krim kelapanya dengan santai, bando pandanya berayun-ayun gembira.

‘Wah... Paman Sekretaris Papa jadi penjaga pantai, Paman Komandan Bunda jadi pelayan hotel! Resort ini benar-benar jadi tempat paling aman di seluruh dunia!’ batin Lala tertawa cerdik.

Sore harinya, Chiko, Mila, dan Lala menyewa sebuah perahu motor kecil untuk menikmati matahari terbenam di tengah teluk yang tenang. Chiko bertindak sebagai pengemudi perahu, berpura-pura kesulitan memegang kemudi kayu.

"Wah, angin lautnya makin kencang ya, Papa!" seru Mila sambil memeluk Lala di sampingnya.

Tiba-tiba, dari balik tebing karang yang sepi, dua perahu cepat (speedboat) berwarna hitam tanpa lampu navigasi meluncur deras menuju perahu mereka!

Perahu-perahu itu ditumpangi oleh sisa-sisa sindikat perompak laut internasional yang tidak tahu bahwa perahu kecil di depan mereka berisi dua penguasa dunia bawah tanah dan satu bocah super genius.

"Hentikan perahu kalian! Serahkan seluruh barang berharga dan anak itu!" teriak pimpinan perompak dari atas speedboat menggunakan pengeras suara.

Chiko berpura-pura panik luar biasa. "A-aduh! Perompak laut?! Bunda, peluk Lala erat-erat! Papa bingung harus belok ke mana!"

Padahal, jari Chiko di balik tuas mesin perahu menekan tombol peretas jam tangannya. Sebuah gelombang pendorong siber langsung dikirimkan ke sirkuit mesin perahu cepat para perompak dari jauh.

BZZZZT!

Mesin kedua speedboat musuh mendadak berputar liar tanpa kendali dan saling mengunci kemudinya sendiri!

Di saat bersamaan, Mila berpura-pura "terpeleset karena guncangan ombak". Tangan kanan Mila mengibas cepat ke udara, melepaskan dua jarum pelumpuh titanium yang meluncur halus di antara rintik ombak malam.

CSH! CSH!

Jarum itu menancap tepat di kabel bahan bakar speedboat musuh, membuat aliran bensin mereka bocor dan tersumbat seketika!

BAM—SPLASH!

Kedua perahu cepat perompak itu saling bertabrakan pelan karena kemudinya korslet, lalu mogok total di tengah laut dan terombang-ambing tak berdaya!

Para perompak berteriak panik saat mesin perahu mereka mati total dan mulai tenggelam perlahan akibat kebocoran.

Mila kembali berdiri tegak, membetulkan gaun pantainya dengan raut wajah "kaget dan polos". "Astaga, Papa! Perahu penjahat itu tiba-tiba bertabrakan dan mogok sendiri!"

Chiko menghembuskan napas lega yang dibuat-buat, membetulkan kacamatanya. "Wah... ajaib sekali! Sepertinya mesin perahu mereka tidak pernah diservis, Bunda!"

Lala yang duduk di antara kedua orang tuanya melambaikan tangan kecilnya ke arah para perompak yang terombang-ambing di laut.

"Daa-daah Paman Perompak! Jangan lupa berenang sampai ke tepi ya!" seru Lala polos dan riang.

Di bawah pendar jingga matahari terbenam yang memukau, perahu motor kecil keluarga Leonhart berputar balik menuju pantai dengan tenang.

.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!