NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Suara mesin penghitung uang berbunyi pelan di meja kasir yang terbuat dari kayu jati bekas.

Trrrrt trrrrt.

Galang sedang sibuk merekap pendapatan hari itu saat sebuah mobil sedan perak memasuki halaman parkir kedai.

Pintu mobil terbuka dan Nadia turun dengan membawa sebuah map plastik berwarna biru di tangannya.

"Malam Mas Galang, kedainya sudah tutup total ya?" sapa Nadia sambil melangkah masuk ke ruang makan yang sudah dibersihkan.

"Baru saja tutup setengah jam yang lalu Mbak Nadia, Mas Bima juga baru saya suruh pulang," jawab Galang menyambut kedatangan wanita itu.

"Mari duduk dulu Mbak, saya buatkan es teh manis atau mau kopi?" tawar Galang dengan ramah.

"Es teh manis saja boleh Mas, kebetulan cuaca di luar masih lumayan gerah malam ini," jawab Nadia sambil menarik kursi plastik.

Galang segera ke dapur dan kembali membawa segelas es teh manis berukuran besar.

Trak.

Gelas itu diletakkan di atas meja tepat di depan Nadia.

"Jadi bagaimana detail kejadian sidak Dinas Kesehatan tadi siang Mas?" tanya Nadia langsung ke inti permasalahan setelah diceritakan secara singkat via telepon sore tadi.

Galang duduk di hadapan Nadia dan mulai menceritakan semua rentetan kejadian penyegelan palsu itu secara rinci.

Ia menceritakan bagaimana petugas arogan itu membawa laporan silet karatan dan memaksa masuk ke dapurnya untuk mencari celah kesalahan.

Nadia mendengarkan cerita itu dengan sangat serius sambil sesekali menyesap es teh manisnya.

Slurp.

"Pak Wijaya itu memang sangat licik dan terkenal suka main kotor pakai koneksi orang dalam pemerintahan," komentar Nadia setelah Galang selesai bercerita.

"Kalau usahamu ini masih berstatus sewa pribadi dan belum terdaftar resmi sebagai badan usaha, mereka akan terus mencari celah hukum."

"Besok mereka bisa saja memanggil Satpol PP dengan alasan kedai ini tidak punya izin keramaian atau semacamnya," tambah Nadia memberikan contoh nyata.

Galang menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya ke kursi dengan wajah lelah.

"Lalu saya harus bagaimana Mbak? Saya ini tidak paham sama sekali soal urusan birokrasi pemerintahan," keluh Galang meminta saran.

Nadia tersenyum tipis dan meletakkan map biru yang ia bawa ke atas meja.

"Kamu harus mengurus Nomor Induk Berusaha atau NIB dan izin sertifikat higienis secepatnya Mas," jelas Nadia menunjuk map tersebut.

"Di dalam map ini ada formulir dan daftar dokumen yang harus kamu siapkan besok pagi."

Galang membuka map biru itu dan melihat tumpukan kertas formulir pendaftaran usaha yang terlihat sangat rumit bagi orang awam.

"Mbak Nadia dapat formulir sebanyak ini dari mana? Bukannya Mbak kerja di bagian divisi umum perusahaan?" tanya Galang keheranan.

"Saya minta tolong teman saya yang kerja di bagian legal hukum perusahaan tadi sore," jawab Nadia sambil tersenyum bangga.

"Dia bersedia membantu menguruskan semua izin usahamu lewat jalur cepat asalkan dokumen dasarmu lengkap dan jelas."

"KTP, pas foto, dan surat perjanjian sewa tempat kita kemarin sudah cukup untuk mulai memproses semuanya besok."

Mata Galang langsung berbinar terang mendengar bantuan luar biasa dari relasi bisnisnya ini.

"Wah, terima kasih banyak Mbak Nadia, saya tidak tahu harus membalas kebaikan Mbak pakai apa lagi," ucap Galang dengan nada sangat terharu.

"Gampang Mas, balas saja dengan sepiring mie tarik naga pedas yang kata orang-orang rasanya bikin mau ikut tawuran itu," goda Nadia tertawa pelan.

Galang ikut tertawa mendengar rumor menu mienya yang ternyata sudah sampai ke telinga pekerja kantoran elit.

"Siap Mbak, besok siang kalau Mbak mampir istirahat, saya buatkan porsi paling spesial khusus untuk panasihat hukum saya," janji Galang.

Mereka berdua mengobrol ringan selama belasan menit sebelum akhirnya Nadia pamit pulang karena hari sudah semakin malam.

Bantuan Nadia malam ini benar-benar memberikan benteng pertahanan hukum yang sangat kuat bagi kelangsungan kedai Galang.

Jika besok izin usahanya sudah keluar, Dinas Kesehatan atau aparat mana pun tidak akan bisa menyegel kedainya sembarangan lagi.

Keesokan harinya menjelang jam makan siang, suasana Kedai Raja Kuliner kembali riuh oleh puluhan mahasiswa yang kelaparan.

Bima berlari ke sana kemari mengantarkan pesanan dengan semangat keberanian yang tidak pernah luntur.

Ting.

Suara lonceng kecil yang dipasang Galang di atas pintu utama berbunyi menandakan ada pelanggan baru yang masuk.

Seorang pria paruh baya dengan kemeja polo rapi dan topi golf berwarna putih melangkah masuk ke dalam kedai.

Pria itu memakai kacamata hitam dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan dengan tatapan yang sangat teliti dan kritis.

Berbeda dengan mahasiswa yang langsung mencari tempat duduk santai, pria ini berdiri mematung memperhatikan meja prasmanan dan pintu dapur.

"Selamat siang Pak, mau makan di sini atau dibungkus?" sapa Bima menghampiri pria tersebut dengan buku catatannya.

Pria itu menoleh dan menatap Bima dengan pandangan yang sangat dingin dan merendahkan status sosialnya.

"Saya mau makan di sini, tolong siapkan satu porsi nasi goreng pemulihan, satu sup ayam, dan satu mie naga pedas," pesan pria itu dengan nada datar.

"Pilihkan saya meja yang paling dekat dengan jendela pembatas dapur itu," tambahnya sambil menunjuk meja kosong di sudut ruangan.

Bima menganggukkan kepalanya meski merasa sedikit aneh dengan permintaan pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan paruh baya tersebut.

"Siap Pak, mohon ditunggu sebentar ya pesanannya segera diantar," jawab Bima lalu berlari ke arah dapur.

Di dalam dapur, Galang sedang sibuk memotong daun bawang menggunakan pisau naga emasnya saat Bima masuk menyerahkan nota.

"Bang Galang, ada bapak-bapak aneh pesan tiga menu andalan sekaligus untuk dimakan sendirian," lapor Bima berbisik pelan.

"Dia juga minta duduk persis di depan jendela kaca dapur, kayaknya mau mengawasi abang masak deh dari jarak dekat."

Galang menghentikan potongan pisaunya sejenak dan melirik ke arah luar melalui jendela kaca transparan dapurnya.

Mata Galang yang tajam langsung menangkap sosok pria bertopi putih yang sedang duduk melipat tangan di meja sudut.

Dari kejauhan, Galang bisa melihat dengan sangat jelas bentuk kedua telapak tangan pria yang sengaja diletakkan di atas meja itu.

Terdapat banyak bekas luka bakar kecil yang sudah mengering dan kapalan tebal di pangkal jari telunjuk serta ibu jarinya.

"Itu bukan tangan pekerja kantoran atau pengusaha biasa Mas Bima," bisik Galang dengan wajah mulai serius.

"Kapalan di jari telunjuk itu ciri khas koki profesional yang puluhan tahun memegang gagang pisau dan wajan besi berat."

Bima langsung menelan ludahnya dengan susah payah mendengar analisis akurat dari bosnya itu.

"Berarti dia koki mata-mata utusan saingan kita ya Bang? Mau mencuri resep rahasia kedai ini?" tebak Bima mulai panik.

1
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!