Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.
Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.
Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEGELISAHAN EROS
Setelah prosesi pernikahan mereka selesai, kebahagiaan menyelimuti kedua keluarga besar. Keluarga Forger dan keluarga Harper merasa lega sekaligus bangga karena putra dan putri mereka akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri.
Pernikahan yang telah dipersiapkan dengan begitu matang itu berjalan lancar dan penuh kebahagiaan.
Di tengah suasana hangat tersebut, Alice menghampiri Zenaya dengan senyum penuh kasih.
Wanita itu menyentuh dagu lancip menantunya dengan lembut, memperhatikan wajah cantik yang kini menjadi bagian dari keluarganya.
"Akhirnya aku mempunyai menantu yang sangat cantik sekali," ucap Alice dengan mata berbinar bahagia.
Zenaya hanya tersenyum manis mendengar pujian tersebut.
Ia merasa begitu diterima oleh keluarga Forger, seolah-olah dirinya telah menjadi bagian dari mereka sejak lama.
"Eros, pokoknya momy tidak akan rela jika kamu sampai menyakiti menantu momy yang cantik ini," ujar Alice sambil mengelus rambut panjang
Zenaya dengan penuh kelembutan.
Ucapan itu membuat semua orang tertawa bahagia.
Eros hanya menghela napas kecil sambil tersenyum melihat ibunya yang sudah sangat menyayangi istrinya.
Tidak lama kemudian, Erwin menatap pasangan pengantin baru itu dengan penuh rasa bangga.
"Jadi, kalian berdua akan langsung tinggal di mansion pribadi Eros?" tanyanya.
Eros mengangguk mantap.
"Betul, Dad. Kami ingin belajar mandiri dan mulai membangun keluarga kecil kami sendiri," jawab
Eros dengan tenang.
Erwin tersenyum mendengar jawaban putranya.
"Baiklah. Tapi kalian harus sering-sering datang mengunjungi mansion kami," pesannya.
"Tentu, Dad," jawab Eros.
Jane yang sejak tadi memperhatikan mereka tiba-tiba tersenyum jahil.
"Wajar saja. Namanya juga pengantin baru, pasti mereka ingin lebih banyak menghabiskan waktu berdua, bukan?" godanya sambil tertawa kecil.
Mendengar perkataan itu, Zenaya langsung tersipu malu. Ia menundukkan wajah cantiknya, sementara pipinya mulai memerah.
Suasana kembali dipenuhi tawa hingga Daniel ikut menambahkan candaan.
"Benar sekali. Kita harus mengerti situasi mereka. Tapi Eros, jangan terlalu lama membuat kami menunggu. Berikan kami cucu karena aku sudah tidak sabar ingin segera menggendong cucu," ucap Daniel penuh semangat.
Seketika semua orang tertawa mendengar perkataan tersebut.
"Baik, Dad. Akan aku usahakan," jawab Eros sambil tersenyum.
Namun berbeda dengan yang lain, Zenaya justru merasakan jantungnya berdegup semakin cepat. Perkataan Daniel tanpa sengaja membuat pikirannya melayang.
Apakah malam ini Eros akan benar-benar menyentuhnya sebagai seorang istri? Apakah ia sudah siap memberikan seluruh dirinya kepada pria yang kini menjadi suaminya?
Zenaya berusaha menyembunyikan senyum kecilnya, meski hatinya dipenuhi rasa gugup sekaligus bahagia.
Tidak lama kemudian, tibalah saatnya mereka meninggalkan keluarga masing-masing. Eros dan Zenaya berjalan menuju mobil mewah yang telah menunggu di depan kediaman keluarga.
Di sana, Desmon yang sejak tadi menunggu segera turun dari mobil. Ia membungkuk hormat ketika melihat kedatangan tuannya bersama sang istri.
"Selamat malam, Tuan Eros. Nona Zenaya," sapanya sopan.
Desmon kemudian membuka pintu mobil untuk mereka.
Saat melihat Zenaya lebih dekat, tanpa sadar ia sedikit terpaku. Selama ini ia hanya melihat kecantikan wanita itu melalui berita dan media sosial.
Namun melihatnya secara langsung membuatnya semakin menyadari bahwa pesona Zenaya Harper memang luar biasa.
"Seorang wanita secantik ini... bagaimana mungkin Anda tidak menyadarinya sejak awal, Tuan? Sayang sekali, Anda benar-benar terlalu bodoh," gumamnya dalam hati sambil tersenyum kecil.
Namun Desmon segera kembali bersikap profesional. Ia membiarkan pasangan pengantin baru itu masuk ke dalam mobil dengan penuh hormat.
Akhirnya, Eros dan Zenaya duduk berdampingan di dalam mobil limousine mewah tersebut. Mereka melambaikan tangan kepada keluarga yang masih berdiri mengantar kepergian mereka.
Dengan senyum bahagia, mobil itu perlahan meninggalkan kediaman keluarga besar mereka, membawa dua insan yang kini memulai babak baru dalam kehidupan sebagai pasangan suami istri.
Di sepanjang perjalanan, Desmon mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Suasana di dalam kendaraan itu terasa begitu hening, hanya terdengar suara lembut mesin mobil yang melaju membelah jalanan.
Zenaya duduk dengan tenang di kursinya. Tatapannya tertuju ke luar jendela, menikmati pemandangan yang terus berganti sepanjang perjalanan. Sesekali senyum kecil terukir di wajahnya, menikmati momen sederhana bersama suaminya.
Berbeda dengan Zenaya yang terlihat santai, Eros justru tampak sibuk dengan ponselnya sejak tadi. Pria itu terus membaca sesuatu di layar dengan raut wajah serius, alisnya mengerut seolah sedang memikirkan sebuah masalah besar.
Melalui kaca spion, Desmon memperhatikan tuannya itu. Ia sudah sangat mengenal Eros. Jika pria itu sampai menunjukkan ekspresi seperti itu, berarti ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya.
Desmon tidak berani bertanya. Ia hanya tetap fokus menyetir, membiarkan Eros dengan pikirannya sendiri.
Sementara itu, Eros masih terpaku pada pesan yang baru saja ia terima dari Lura.
Wanita itu meminta dirinya untuk segera datang ke Australia malam ini karena Lura sedang jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam pesan tersebut, Lura mengatakan bahwa ia membutuhkan Eros berada di sisinya.
Pikiran Eros menjadi semakin rumit.
Ia teringat akan perjanjian yang pernah ia buat sebelumnya—bahwa ia akan selalu mengutamakan Lura dibandingkan Zenaya, bahkan setelah ia menikahi wanita lain.
Namun, kini keadaan terasa berbeda.
Di sampingnya ada Zenaya, wanita yang secara resmi telah menjadi istrinya. Wanita yang sama sekali tidak mengetahui tentang janji lama antara Eros dan Lura.
Eros melirik ke arah Zenaya yang masih menikmati pemandangan di luar jendela. Wajah wanita itu terlihat begitu damai, tanpa sedikit pun rasa curiga.
Zenaya sama sekali tidak mengetahui isi pesan yang membuat suaminya gelisah. Baginya, Eros hanya sedang mengurus pekerjaan atau membalas pesan dari kolega dan klien perusahaan.
Untuk pertama kalinya, ia merasa berada di antara dua pilihan yang sulit.
Di satu sisi, ada janji masa lalu yang masih mengikat dirinya dengan Lura.
Namun di sisi lain, ada Zenaya yang kini berdiri sebagai istrinya dan mulai menaruh kepercayaan penuh kepadanya.
Perjalanan yang awalnya terasa biasa saja berubah menjadi perjalanan yang penuh dengan kegelisahan bagi Eros.