NovelToon NovelToon
Cerita Angga'S

Cerita Angga'S

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! bijaklah dalam memilih bacaan.

Anggara hanya ingin terbebas dari belenggu keluarganya. Dia ingin menjalani hidupnya sesuka hati, tanpa aturan apalagi kekangan dari sang ayah yang sangat di bencinya.

Persahabatan dengan Andra membuatnya terjun pada pekerjaan yang yang tak pernah dia bayangkan.

Hingga suatu hari mereka bertemu dengan Maharani, dalam sebuah insiden yang membuat Angga terluka, yang tanpa sadar membuat mereka semakin dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Sagara

*

*

Sagara menepikan mobil jaguar hitamnya tepat didepan sebuah kost-kostan tingkat dua di kawasan kota. Pria itu baru saja mendapat kabar jika adiknya sebulan ini sudah tak mengikuti perkuliahan. Bukanlah hal yang aneh sebenarnya. Tapi kali ini selain tidak kuliah, Angga juga sudah tak menampakkan batang hidungnya di kediaman mereka. Tampaknya pemuda itu serius dengan perkataannya yang benar-benar akan pergi dari rumah.

Sagara menaiki tangga dimana kamar kost Angga berada. Kamar kedua di ujung yang pintunya masih tertutup rapat padahal penghuni disekitarnya sudah ramai karena waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 hampir siang.

Sagara mengetuk pintu. Tak ada jawaban. Beberapa kali pria 27 tahun itu mencoba mengetuk pintu berwarna coklat itu namun tetap tak ada jawaban. Sang penghuni nampaknya masih tenggelam dalam tidurnya. Karena jika pergi tidak mungkin sebab dia melihat motor CBR merah kesayangan adiknya masih terparkir rapi di garasi bawah.

"Angga biasanya keluar jam 12 siang, mas." seseorang muncul dari balik pintu kamar disamping kamar Angga.

"iya nih. Apa dia masih tidur ya jam segini?" Sagara menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Mungkin. Setiap hari dia pulang diatas jam 1 malam kok." jawab pemuda itu.

"Oh ya?" Sagara mengerutkan dahinya.

Pemuda itu mengangguk.

Sagara menghela napasnya.

Tidak kuliah, setiap hari pulang malam, apalagi yang dia lakukan kali ini? keterlaluan.

"Angga!!" kini Sagara menggedor pintu dengan keras.

Klek!

Terdengar kunci dibuka dari dalam. Sagara memutar kenop dan mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar.

Tampak Angga yang berjalan terseok-seok kembali ke peraduannya.

Sagara masuk. Menatap ke sekeliling ruangan. Sebuah kamar yang tak lebih besar dari kamar milik adiknya dirumah. Sebuah tempat tidur berukuran sedang di dekat dinding. Satu lemari plastik di samping tempat tidur, dan sebuah kamar mandi kecil di ujung ruangan.

Sagara menghela napasnya pelan.

"Bisa juga lu hidup di tempat kayak ini?" ucapnya.

"Siapa yang ngasih tau gue disini?" Angga yang kembali membaringkan tubuh jangkungnya di tempat tidur.

"Nggak susah nyari lu. Tinggal tanya temen kampus, mereka juga tahu."

"Ck!! Kayaknya gue mesti pergi agak jauhan dikit nih biar lu nggak ngejar-ngejar gue terus." keluh Angga dengan mata yang kembali terpejam.

"Sebulan ini lu nggak kuliah lagi, dek." Sagara memulai percakapan serius.

"Terus?"

"Kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa. Gue males." jawab Angga, membalikkan badannya.

"Lu bisa di DO kalau lama-lama gitu terus." Sagara mendekat.

"Bodo amat."

"Mau jadi apa lu?"

"Serah gue lah. Hidup gue ini. kenapa lu pusing mikirin gue.?" Angga bangkit lalu duduk di tepi ranjang. Menyugar rambut hitamnya yang kusut tak karuan.

Sagara pun duduk ditepi ranjang di samping adiknya.

"Pulanglah." katanya, menatap adiknya yang masih dalam keadaan tak karuan.

"Heh ... pulang kemana?"

"Kerumah."

"Rumah yang mana? Gue nggak punya rumah." Angga mencebik.

"Rumah kita lah. Rumah lu juga." Sagara menyentuh pundak adiknya. berharap dapat meluluhkan hati si kepala batu di sampingnya itu.

"Nggak ada yang mengharapkan gue dirumah itu. Kenapa gue harus pulang ke tempat dimana gue nggak diharapkan?"

"Lu ngaco. Mana ada keluarga yang nggak mengharapkan kedatangan anggota keluarganya?" Sagara mengguncangkan tubuh adiknya.

"Ada. Noh, keluarga lu."

"Lu ngawur, dek. Ayah cuma lagi emosi makannya dia ngucapin hal yang ngaco kayak gitu. Dia sayang sama lu."

"Cih!! sayang. Dia sayang nya sama lu, kalau sama gue mah benci iya."

"Lu jangan ngambekkan gitu, udah gede juga." Sagara menggoda adiknya.

"Gue nggak ngambek. Cuma sadar diri aja."

"Oke oke kalau nggak mau pulang. Tapi se nggak nya lu kuliah lah yang bener. Jangan kayak gini."

"Males ah, lagian bayar kuliah berat. gue nggak akan kuat." sergah Angga.

"Kan selama ini gue yang bayarin kuliah lu." tukas Sagara.

"Makanya, gue mau berhenti kuliah daripada ngerepotin lu terus."

"Lu nggak ngerepotin gue. Lu keluarga gue. Kewajiban gue ngurusin lu, dek." Sagara merangkul pundak adiknya.

Angga terdiam.

"Lagian, lu ngekos disini juga harus bayar, kan? darimana lu dapet uang buat bayar kost?" Sagara baru sadar sebulan ini Angga bahkan tidak meminta uang saku kepadanya seperti biasa.

"Ngece lu. ya gue kerja lah, makannya bisa ngekost. Biar jelek begini juga hasil keringat gue ini." pemuda itu dengan bangga nya.

"Oh ya?" Sagara menegakkan tubuhnya, "Kerja?"

Angga mengangguk.

"Kerja apaan?" tanya sang kakak.

"Kerja, ..." Angga menggantung kata-katanya.

Masa iya gue bilang kerja nemenin tante-tante? bisa digorok Sagara ntar.

"Mmm ... itu, e..."

"Yakin lu kerja?" Sagara memicingkan matanya. Merasa tak percaya dengan pengakuan sang adik.

Anggara simanja berkepala batu ini bisa bekerja? batinnya.

"Ojek online." kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Angga.

"Ojek online?" Sagara membeo.

Angga mengangguk. "Ya, ojek online!" seru nya.

Sagara menatap adiknya yang agak salah tingkah.

"Yakin lu?"

"Yakin lah." Angga menggendikkan bahu.

Sagara terdiam. Masih tak percaya dengan kata-kata adiknya tentang apa dikerjakannya untuk menghidupi dirinya.

"Udah lu sana pulang. Bengkel nggak ada yang handle, tar kacau ayah nyalahin gue lagi gara-gara lu nengokin gue kesini."

Sagara memutar bola matanya, jengah. Lalu bangkit dari duduknya.

Pria itu merogoh dompet disaku celananya, mengambil beberapa lembar uang berwarna merah lalu menyodorkannya kepada sang adik.

"Apaan?" angga mengerutkan dahi.

"Buat jajan." jawab Sagara.

"Lu kira gue anak TK butuh jajan?" Angga mendelik.

"Ambil aja kenapa sih? gue tau penghasilan ngojek lu nggak banyak. mungkin abis cuma buat bayar kontrakan doang." Sagara belum menarik tangannya dari depan wajah adiknya.

"Lu ngece, Kak."

Sagara terkekeh. "Jangan sombong karena sekarang lu udah bisa nyari duit sendiri. Ambil deh, kalau nggak gue nggak akan pulang dari sini."

"Ck!!" Angga memutar bola matanya, lalu meraih lembaran uang merah itu dari tangan kakaknya.

"Udah, Sono pulang. Gue mau molor lagi." Angga kembali merebahkan tubuh tingginya di tempat tidur.

Sagara tersenyum. "Baik-baik lu disini ya. Jangan nakal. Kalau butuh apa-apa datang ke gue."

"Ya iya bawel!"

Sagara pun berlalu dari ruangan kecil itu. Namun langkahnya terhenti setelah beberapa meter didepan.

Ojek online? tapi gue nggak lihat Jaket seragam biasanya ya? pikirnya.

Oh mungkin adiknya tidak memakai seragam ojek karena untuk menjaga keamanan. Akhir-akhir ini memang sering ada berita pertikaian antara ojek online dengan ojek pangkalan biasa. Yang berujung melayangnya nyawa salah satu pihak. pikirnya.

Sagara menggelengkan kepalanya.

*

*

*

*

Bersambung ...

koment

like

vote,!! please😘😘

1
Ruwi Yah
penasaran tapi menyakitkan setelah tau pekerjaan Angga
Ruwi Yah
luar biasa
Retno Desy (Ning)
Angga disuruh puasa 3 bln sama Rani,,kasian amat 🤣
Retno Desy (Ning)
udah tamat aja
Retno Desy (Ning)
dari hamil sampai lahir begitu berat bgt buat Angga jg Rani..mangkanya setelah Rania lahir JD anak kesayangan papa angga
Retno Desy (Ning)
wong guendeng
Retno Desy (Ning)
kasian si andra🤣
Retno Desy (Ning)
aaaa akhirnya bisa liat jg dan jg berwarna pilih sedia kala😍😍😍😍
Retno Desy (Ning)
😭😭😭
Retno Desy (Ning)
oh tidaaaakkkkk
Retno Desy (Ning)
ya ampun bisa habis itu samponya disuruh mandi berkali²🤣
Retno Desy (Ning)
hadeh kang modus ada aja 🤣🤣
Retno Desy (Ning)
angga posesif bgt sm rani
Retno Desy (Ning)
Angga entar JD besan ya pi😄
Retno Desy (Ning)
aih kangen papi😍
Retno Desy (Ning)
aye..aye..buka puasa jg ya ga🙈😍😄
Retno Desy (Ning)
buset ketemu mantan partner 🤣🤣,
Retno Desy (Ning)
puasa dulu ga,
Retno Desy (Ning)
dasar otak mesum🤣🙈
Retno Desy (Ning)
😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!