NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hitung mundur

Alasan utama Talia berada di tempat ini adalah, dia mengikuti suaminya diam-diam. Siapa lagi kalau bukan Damian. Beberapa hari yang lalu salah satu teman Damian datang ke rumah mereka, meminta bantuannya mencari sesuatu. Dan barang yang di cari itu ternyata berada di kantor polisi ini. Damian dan temannya itu sepakat akan datang malam hari untuk mengambil barang-barang tersebut. Jadi, Talia yang mengetahui hal tersebut, diam-diam mengikuti mereka.

Padahal biasanya Damian akan langsung sadar dia ikuti diam-diam, tapi kali ini sepertinya tidak. Mungkin karena dia yang makin jago menyamar kali ya? Talia paling suka main detektif-detektifan begini. Awalnya dia ingin terus mengikuti suaminya dan temannya itu, tapi ia tidak sengaja melihat ada penyusup lain yang masuk lewat dapur.

Talia pun mengikuti mereka. Awalnya dia sangka mereka pencuri, tapi dia tidak sengaja mendengar mereka berbincang tentang membela kebenaran dan memberikan peringatan pada para polisi tersebut. Dua gadis dan dua pemuda itu tampak begitu bersemangat, membuat rasa penasaran Talia makin memuncak.

Ia juga mendengar percakapan  gadis yang paling heboh itu, entah siapa namanya, gadis itu bercerita tentang alat buatan tangannya yang bisa membuka kunci lemari besi tanpa merusak isi di dalamnya, dan tentang jenis bom yang dia buat. Bukannya takut mendengar kata itu, Talia justru semakin tertarik. Dari dulu kan dia memang paling suka sama yang begitu-begitu. Makanya dia milih ikutin mereka. Karena menurutnya apa yang akan mereka lakukan pasti lebih menarik, dibanding suaminya yang super duper kaku itu.

"Damian Winslow siapa?" Claire menatap Talia yang baru saja memperkenalkan diri. Nama itu agak familiar di telinganya.

"Cari aja di goggle. Pokoknya dia orang nomor satu di neraka." balas Talia. Ucapannya itu sukses membuat ke-empat sahabat saling menatap.

"Neraka?" Ulang Kean.

"Maksud lo, suami lo iblis nomor satu yang tinggal di neraka? WOWW! HEBAT, NERAKA BOS! NERAKA! Gimana caranya dapat jodoh penghuni neraka?! Pasti namanya Lusifer kan?"

"Claire, diem! Nanti kita ketahuan!" Kiara cepat-cepat menutup mulut Claire. Astaga anak ini.

Claire tertawa kecil. Ia menatap Talia lagi yang menggeleng cengo padanya. Menurutnya perempuan yang super heboh itu lebih aneh darinya. Dari tadi aneh, sampe ngarang-ngarang bahasa dukun dan nyembur dia.

"Ayo bergerak cepat. Nanti misi terakhir kita nggak kelar-kelar." Lordan angkat suara.

Claire mengangguk. Ia kembali memimpin jalan keluar dari ruangan itu sambil mengendap-ngendap. Entah sudah yang ke berapa kali mereka mengendap-endap. Kiara berjalan di belakangnya, Lordan, baru Kean. Seperti formasi tadi. Tapi sekarang, mereka bukan hanya berempat, Talia ikut mengendap di belakang mereka. Kean beberapa kali menoleh ke belakang melirik wanita itu dengan tatapan aneh, tapi yang dia dapat adalah senyuman tak berdosa perempuan itu.

Kean ingin mengusir perempuan itu tapi tidak tega. Jadi dia biarkan saja. Begitu mereka sampai di lapangan kantor polisi yang hanya di terangi oleh bulan, Claire segera mengeluarkan salah satu bom buatannya dari dalam tas. Karena terlalu gelap, dia harus mencari bom yang benar yang akan mereka lepaskan untuk merusak lapangan.

Satu bom berhasil dia keluarkan. Namun, ketika dia mengangkat benda itu tinggi-tinggi buat memastikan itu jenis yang benar atau tidak, ia tidak sengaja menekan tombol merah kecil. Claire kaget. Kalau sudah di tekan tidak bisa di matikan lagi. Ia pun membuang benda itu secepat kilat. Ia pikir benda itu akan terjatuh jauh, namun jatohnya malah tepat di bawa kaki mereka.

Lordan hendak mengambil benda tersebut karena di kiri tidak sengaja dijatuhkan oleh Claire. Tapi begitu ia membungkuk, suara Claire membuat mereka semua kaget dan panik.

"Jangan di ambil! Bom-nya nyala. Gue nggak sengaja nekan tombol mereka kecil. Kabur-kabur. Gue nggak sempat lihat itu jenis apa!" Claire sudah berbalik lebih dulu, di susul teman-temannya dan Talia. Tapi... Belum sempat ke lima orang itu melangkah, bunyi ledakan kuat sekali di sertai asap yang sangat tebal memenuhi tempat itu.

DUAR!

Suara ledakan itu menggema sekuat tenaga, memecah keheningan malam hingga membuat kaca jendela di sekitarnya bergetar kuat. Kelimanya sama-sama terlompat kaget, tubuh terhuyung ke belakang seolah ditiup angin kencang sekali. Namun tak ada rasa sakit yang menjalar, tak ada api yang menyala, yang ada hanya kepulan asap pekat berwarna kelabu yang langsung menyelimuti mereka seketika, membuat pandangan jadi kabur tak beraturan.

Saat asap mulai menipis sedikit demi sedikit, barulah mereka sadar bahwa bom itu ternyata jenis yang hanya mengeluarkan bunyi menggelegar dan asap pekat, sama sekali tak berbahaya bagi tubuh. Hanya saja efek sampingnya sungguh lucu luar biasa, seluruh kulit, pakaian, bahkan rambut mereka kini tertutup lapisan debu hitam pekat persis seperti arang yang baru diambil dari tungku api. Mulut dan gigi mereka yang tersenyum kelihatan sangat kontras, bersinar terang di tengah wajah yang legam.

"Cepat lari ke semak-semak! Nanti ada yang datang!" seru Lordan yang paling cepat sadar situasi.

Tanpa menunggu lama, mereka berlari terbirit-birit menuju balik rimbunan semak belukar di pinggir lapangan, menekan tubuh serendah mungkin agar tak terlihat dari kejauhan. Benar saja, tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka berderit dan teriakan bingung para petugas yang mendengar ledakan tadi.

Saat suasana agak tenang kembali, mereka saling menatap satu sama lain. Mulanya hanya terdengar tawa kecil yang ditahan, lalu tak lama kemudian meledak menjadi tawa renyah yang mereka tahan di balik telapak tangan.

"Ya ampun... kita kayak kerangka hidup yang nyasar ke dapur pembakaran!" seru Kiara sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri yang penuh debu hitam, membuat debunya malah makin berantakan.

Claire tertawa paling keras sampai perutnya terasa sakit.

"Lihat Kean! Giginya putih banget, beda banget sama mukanya! Kayak orang yang lagi makan nasi goreng pakai kuah hitam pekat!"

Talia ikut tertawa sambil mengusap hidungnya yang juga legam. Walau belum kenal mereka, tapi rasanya asyik ikut misi mereka.

"Lo kayak patung arang." balas Kean pada Claire.

Mereka semua tertawa terbahak-bahak melupakan rasa takut tadi, menikmati momen konyol yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, sementara di kejauhan masih terdengar suara keributan petugas yang sibuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Sembunyi dulu, sembunyi!" Seru Claire lagi. Ke-limanya segera tiduran agar tidak terlihat oleh para petugas.

Entah berapa menit sudah terlewat, lapangan itu sudah kembali tenang sekarang. Mereka menghembuskan nafas lega.

"Syukurlah gak ketahuan." ucap Kiara.

Claire sudah siap-siap kembali mengambil bom berikutnya dari dalam tas gendongnya.

"Claire, jangan berani ambil yang salah kali ini." Kean mengingatkan dengan suara berbisik.

"Tenang aja bos." katanya. Tapi kata-katanya tentu saja tetap meragukan. Masalahnya dia Claire.

"Ini baru bener. Kalian tunggu sini, gue bawa ini ke lapangan." setelah mengatakan itu, Claire segera ke lapangan yang sudah kosong dengan cara lari yang lucu.

Dia menatap kanan-kiri, setelah dipastikan tidak ada siapa-siapa, ia pun segera menekan tombol on dan berlari secepat mungkin kembali ke semak-semak.

"Hitung mundur!" Serunya ke teman-temannya. Mereka mulai berhitung.

"Tiga ... dua ..."

BOOOMM!

Lalu bunyi ledakan itu menggelegar kuat sekali.

1
Septi Lahat
wajarlh Claire sombong,, dia punya segalanya,, kalian para penculik lah yg banyk kekurangan jdi kerjaannya yaitu culik org yg dianggap lemah,, semangat Claire mister Jem n ortumu menyayangi mu segenap jiwa mereka.. 🥰🥰🥰
Valen Angelina
ada2 aja kau.. mana ada orang culik orang dikasih tau dlu... tapi kau kan licik... masa gak bisa loloskan diri 😂😂😂
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘰 𝘯𝘺𝘶𝘭𝘪𝘬 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶🤣🤣
Hanima
🤭🤭
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘦𝘦𝘳 𝘺𝘨 𝘯𝘺𝘶𝘭𝘪𝘬 𝘤𝘭𝘢𝘳𝘪𝘦
E F
tq thor🙏😍
lg thor💪😄
Hanima
😯😯😯
Riska Baelah
claeir d saat seperti ini msih aj ngelawak
penculik gak sportif lah 😄🤣🤣🤣😄🤣
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘫𝘦𝘳𝘦𝘮𝘺 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘭𝘢𝘳𝘪𝘦
Cahayax Gisel
Jeremy mana jangan sampai mantan trindah yg menumakan Claire 🤭🤲
rheisha
udah si pada tenang ,claire itu jenius,terus mister jem juga cepet nemuin claire pasti nya....
LANY SUSANA
akhirnya rahasia terbuka ..
semoga org2 banyak yg nolong Claire ya
dan mr jem minta bantuan daddy Damian unt temuin Claire dan jem junior 🤣🤣🤣😍😍😍
NUR..8537
lanjut kak mae👍 makasih unt up..nya kak 🙏🥰
NUR..8537
para penculik siap" kalian di basmi..Krn kalian sdh salah sasaran dan membangun..kan macan tidur🤭🤭
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Hanima
lanjuttt
wahyu widayati
ayo mister jem....minta bantuan damian dll pasti ketemu wis....# thank you othor udah up....ditunggu kelanjutannya....🤗
Cristella Tella
moga claire segera ditemukan... dn baik2 ajj
🍒WINA🍒
Akhirnya pak wakil persiden mengumumkan kepublik Claire Anderson, adalah putrinya kandung yg diculik...
kasian kedua orgtua claire sangat kehilangan putrinya merasa bersalah. telah gagal menjaga putri kesayangan sampai diculik...

mister jem mangerahkan semua anaknya buahnya mencari istri nakalnya, smoga aja claire segera ditemukan...
mister jem dunianya terasa runtuh istri tercinta lagi diculik, marah dan emosi jadi satu takut kehilangan istrinya...

mister jem hubungi damian ethan dan matt mereka banyak koneksi minta bantuan, agar secepatnya claire ditemukan...

kasian istri nakal kamu kayaknya lagi hamil, semoga para penculik tidak menyakiti claire...

semoga para penculik nanti ketangkap dihukum yg berat, sama mister jem disiksa dibuang pengasingan daerah terpencil...
jeakawa loving❤️
Jeremy minta bantuan Damian biar cepat ketemu,dan buat para penjahat itu menerima hukuman maut nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!