NovelToon NovelToon
Aku Tak Terima Dicurangi

Aku Tak Terima Dicurangi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:239.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Enam tahun menjalani biduk rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak, Helyara kerap kali disudutkan lantaran kekurangan ada pada dirinya yang di vonis sulit memiliki keturunan.

Cap mandul pun tersemat, keluarga suaminya sering mencibir membuatnya merasa kerdil.

Namun Helyara merasa dunia masih berpihak kepadanya, sebab sang suami berdiri di sisinya.

Sampai suatu ketika kehadiran bayi asing seolah membunyikan alarm bahaya — satu persatu rahasia tersembunyi mulai terkuak. Membuat wanita baik hati memiliki kepribadian introvert itu meradang, tak terima dicurangi.

Helyara Utomo yang lemah lembut dalam satu malam berubah menjadi sosok lain, berambisi membalikkan keadaan, membalas setiap kecurangan.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi pertama: 33

“Sayang, kamu kok pulang jalan kaki, mobilnya mana?” Alandi melihat kanan kiri yang jelas tidak ada apapun selain pohon tahunan tumbuh di pinggiran sepanjang pagar.

“Mobilnya di kantor polisi, Mas,” cicit wanita mulai menitikkan air mata seraya menunduk, meremas kedua tangan, kebiasaan bila gugup.

“Kamu lagi bercanda, kan?” Didekatinya Helya, kedua tangan menekan bahu sampai terasa menyakitkan. “Jawab, Helyara! Apa maksudnya mobil di kantor polisi?”

“Sakit, Mas,” suaranya bergetar, berusaha mundur tetapi ditahan cengkeraman sekuat tenaga.

“Nangis saja yang kamu besarin! Putraku nanya, cepat dijawab!” Ganira kehilangan kesabaran. Geram sekali melihat kelambanan sang menantu.

“Lepasin dulu, ini sakit!” Bahunya bergerak, rasanya memang sakit, tetapi tidak ada apa-apanya bila dibandingkan sewaktu kecurangan Alandi terbongkar.

Alandi menurunkan tangan, berdiri terlalu dekat dengan istrinya. “Maaf, Mas gak sengaja. Kaget banget. Coba sekarang kamu jelaskan dimana mobil Fortuner nya?”

Helyara mengambil ponsel dalam tas, lalu menunjukkan foto dan video mobil Fortuner yang bodynya penyok parah. “Tadi sewaktu dipinjam pengurus panti, dia mengalami kecelakaan beruntun. Ditabrak dari belakang, dan mobil kita ditahan sementara waktu untuk dijadikan barang bukti.”

“Apa aku bilang!” Alandi kehilangan kontrol emosi, dia membentak Helyara. Kesal luar biasa melihat bagian belakang mobil seperti ditabrak oleh kendaraan melaju kencang.

“Sudah aku peringatkan, kamu ngeyel pakek acara minjemin mobil segala. Sekarang rugi besar kita! Otakmu apa gak digunakan, Helya?!” kelakarnya kasar sambil berkacak pinggang, memandang menghunus netra berair.

‘Ternyata ini sifat aslimu siAlan,’ ia tatap lekat-lekat pria yang baru pertama kali meninggikan suara, menatap merendahkan.

“Dasar dungu!” Ganira turun dari teras, ditarik tangan Helyara sampai kaki bergerak, dan mereka berhadapan. “Ini akibat kalau gak dengerin kata suami. Kena musibah kan kamu!”

Ternyata belum cukup sampai di sana saja. Sapto ikutan menghina, mencemooh menantunya. “Malu aku punya menantu modelan kamu, Helya. Mandul, bodoh, menyusahkan, pembangkang.”

Dihalaman rumah, lengkingan seorang suami didukung dan dibantu oleh kedua orang tuanya, terdengar menyakitkan bagi wanita yang ditindas. Namun, Helyara sudah menebalkan hati, tetap berdiri tegar meskipun masih terkesan lemah.

Sorot mata Helya membeku dengan badan kaku. Amarahnya tidak lagi terbendung, tangannya mengibas membuat Ganira mundur dan cengkraman terlepas.

“Gak ada satupun yang nanya gimana keadaanku setelah berjam-jam tertahan di kantor polisi, lanjut ke rumah sakit menjenguk pengurus panti yang kecelakaan. Kenapa mobil yang dibesar-besarkan seolah benda mati itu lebih penting daripada nyawaku?! Keterlaluan!” air matanya menetes lebih deras.

Sakit hati, iya. Kesal juga tentu. Untuk pertama kalinya dia melihat langsung sifat asli pria yang sudah banyak sekali menjanjikan hal-hal indah kepadanya.

Alandi terhenyak, baru sadar jika lepas kontrol dan memperlihatkan sikap aslinya.

“Bukan seperti itu, Sayang.” Ia hendak memeluk Helya, namun tangannya langsung ditepis.

“Aku kecewa sama kamu, Mas! Mana yang katanya cinta mati? baru diriku mengalami kemalangan kecil sudah dicaci bukannya ditenangkan, dirangkul. Awas!” Tas dalam genggaman diayunkan, berhasil memukul paha ibu mertua.

“Helyara, kurang ajar kamu!” Ganira meringis, membungkuk tidak bisa menahan rasa sakit.

“Sayang ….” Alandi mengejar istrinya yang berjalan tergesa-gesa.

Seolah tuli, Helya memanfaatkan kesempatan memainkan peran dengan sempurna.

Dilewatinya bapak mertua, tidak sedikitpun menoleh ke belakang, melangkah cepat lalu bergegas dia masuk ke dalam kamar ….

Brak!

Hampir saja hidung Alandi terhantam pintu, beruntung tepat waktu menghindarinya.

Pria emosi tetapi terpaksa menahan perasaan kesal, masuk ke dalam kamar.

Helyara tidak ada di sana, terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.

Alandi tak langsung percaya atas musibah kecelakaan yang dikatakan Helya meskipun sudah disertai bukti foto dan video.

Tas tergeletak di atas ranjang diperiksa, ternyata ada surat keterangan polisi berikut tanggal serta waktu benar hari ini.

“Kau memang lah mirip Babi. Pintarnya makan, tapi otak dungu!” ia kesulitan mengelola emosi, sampai deru napas memburu dan mata memerah.

Alandi keluar lagi dari dalam kamar, tidak mungkin berdekatan kala dirinya meradang.

Sementara di dalam kamar mandi, Helyara membuka pakaian. Pada lipatan celana bagian pinggang terselip obat dari psikiater, dan ponsel barunya. Dia sudah dapat menebak jika Alan pasti menggeledah isi tasnya.

Teruntuk obat dari dokter jantung, dititipkan ke Sinta, sebagai ujian pertama.

Pil itu telah difoto, divideo. Apakah Sinta dan ibunya bisa dipercaya, hasilnya tunggu sebentar lagi.

Helya masuk ke dalam ruang bilas, tidak terburu-buru mandi, sangat menikmati sensasi air hangat membasuh tubuh.

Saat dirasa cukup, badan sudah segar wangi sabun aroma bunga Lavender, dia keluar lalu memakai handuk kimono.

Cermin wastafel berembun diusap telapak tangan. Helyara seperti melihat sosok sama persis dengannya tetapi pada sorot mata, senyum tersungging sangat berbeda — tatapan tajam tak kenal kompromi, seringai licik memandang penuh perhitungan.

“Apa benar ini aku?” monolognya pelan, dipandangi lekat-lekat bayangan cermin.

“Hai jiwa baru, ayo bersama kita berjuang untuk sembuh, dan terus maju membalikkan keadaan,” imbuhnya lirih, seperti tengah berbincang dengan kembarannya.

“Dari kuliah sampai menyelesaikan program profesi gelar dan menjadi apoteker berlisensi, hingga membuka apotek, semua itu dicapai dengan uangku. Maka sudah seharusnya kamu balas budi kepada tuanmu kan, Siska?”

“Ternyata aku sangat dermawan — menaikan derajat para manusia miskin harta, akhlak, dan otak. Namun setelah berjaya malah kepalaku yang mau diinjak. Jangan harap!” suaranya lebih dingin sampai terdengar gigi beradu.

“Aku gak sabar nunggu hari-hari berikutnya. Setelah kepergian Ayah, Ibu, Tomi, baru kali ini rasanya sangat bersemangat,” Helya terkikik sendirian sambil bercermin.

Dia masih bergumam, bercengkrama dengan pantulan dirinya, setelah puas baru keluar dari dalam kamar mandi. Barang-barang masih harus dirahasiakan, tersembunyi dalam handuk kimono.

Helya tidak lagi peduli dimana Alandi, malah senang karena tak harus berpura-pura kecintaan kepada pria itu.

Pil dan ponsel disembunyikan dalam lemari khusus meletakkan pakaian dalamannya, tempat paling aman.

Kemudian Helya berpakaian dan mengeringkan rambut.

Dia keluar dari dalam kamar, suasana diluar sepi. Tidak ada siapa-siapa.

Langkahnya terus kebelakang, sampai dapur. Dibukanya lemari tempat bumbu — botol-botol kecil berisi merica bubuk dan lainnya digeser ke samping, dan apa yang dicarinya berada paling belakang.

‘Ternyata Sinta bisa diandalkan.’ Helya mengambil tiga botol kecil plastik warna putih, lalu dimasukkan ke saku kemeja tidur.

Pembantu baru berhasil menjalankan misi pertamanya. Menyembunyikan obat dari dokter jantung ke dalam lemari sesuai instruksi Helyara saat di kantor firma hukum.

Mulai malam ini Helya mengkonsumsi pil berfungsi menstabilkan detak jantung, setelah sembuh barulah dia diet sehat diimbangi olahraga.

***

Keesokan paginya, suasana di kediaman Utomo sudah berisik padahal langit belum sepenuhnya terang.

Helyara turun dari pembaringan, lalu keluar kamar, berjalan mendekati sumber kebisingan.

Dari jarak dua meter, dilihatnya Siska bergaya layaknya nyonya rumah sedang memerintahkan kepada dua pembantu yang baru semalam tiba.

“Siapa mereka?”

.

.

Bersambung.

1
Fri5
wkwkwkwkwkwk kebayang JD percobaan samsak dulu 🤪🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Ayo Helyara cepat bertindak buat Alandi dan gundiknya menyesal juga keluarganya yg benalu usir saja , bagus Helyara siksa saja terus si Alandi .
Nur Wakidah
jodohnya Helya selanjutnya Sakta apa Yudis 🤭🤭🤭
FiaNasa
padahal aq juga berharap otongnya Alan yg Kena injak biar Siska gak bisa ngerasain dulu 🤣🤣🤣
FiaNasa
pesanku helya klau mau tidur tolong kunci kamarmu ya takut saat kau tidur dicekoki sesuatu atau disuntik obat oleh mereka..waspadalah
lyani
yallah sengaja banget si kamu hel😂
lyani
jangan dilepas Hely....kenain diitunya biar nggak bs bangun sekalian 😅
yuyun Rahayu
Ayoo Hel,semnggt untk sembuhh dan hancurkan keluarga parasit ituuu
🌷💚SITI.R💚🌷
knp ga di onjek tu..boar ga bosa berkicau lg
🌷💚SITI.R💚🌷
arus listriky kurang kuat yara, jd sialan ga kejang² de
🌷💚SITI.R💚🌷
drakula atau vamvir nih yg dekap yara..klu sialan kan pasyiy pura² dia
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh mulai ketahuan kan
nahh kan mau bilang apa coba
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wehhh jd pas covid itu ya tp di lampung sini aman kok
lyani
buat spt masira sekeluarga
mie_moet
sumpah aku pgn berbicara kasar buat siskmpling🤬 dan sialan🤬 ganiron🤬sapto🤬 esmosi tingkat pentit imi🤬🤬
Sumìni Manju Maja
jambaknya aku wakilin y helya
sherly
pesankan kamar VVIP ya Siska, sebab itu nanti ditempati oleh salah satu dr kalian...dasar org gila dah dikasi pendidikan tinggi malah ilmunya dipakai buat nyakitin org... bisa kena pasal pidana nih Siska
Marlina Prasasty
🫣🫣🫣🤭🤭🤭
sherly
puas banget dah si helya balas si mokondo... hahahah good job
Teh Qurrotha
si Ganira. harus di kasih karma yang paling menderita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!