NovelToon NovelToon
LAST TRIP EXPRESS

LAST TRIP EXPRESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / TKP
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

​Damar hanya ingin satu hal dalam hidupnya, pekerjaan kantoran yang tenang, duduk di belakang meja tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Namun, akibat terlilit utang dan tergiur gaji fantastis, si pemuda introvert dan penakut ini malah salah menandatangani kontrak kerja gaib di agen travel misterius bernama Last Trip Express.

​Tugas Damar bukanlah membawa turis biasa, melainkan menjadi tour guide untuk rombongan hantu! Dari hantu penari yang histeris, hantu bapak-bapak yang lupa meletakkan kunci brankas, hingga hantu artis yang minta dibuatkan acara fansign terakhir—Damar harus memandu mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan TKP kematian demi menyelesaikan urusan terakhir mereka sebelum berpindah ke alam selanjutnya.

​Di bawah ancaman bosnya yang cantik, modis, sarkastik, dan super galak—Madam Helga—Damar harus memutar otak mengatasi kehebohan para arwah, teror dari makhluk halus jahat, dan kepanikan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Kemunculan Pemburu Hantu

Langkah demi langkah, rombongan arwah Armada 000 menyusuri lorong-lorong gelap Pabrik Daging Sinar Maju. Bau amis berkarat, derit besi yang berayun ditiup angin, dan kenangan pahit bertumpuk melingkupi udara.

Di bawah bimbingan Damar yang berdiri paling depan bersama Marlina, hawa dendam yang semula kuat membakar kini perlahan berubah menjadi keheningan yang penuh duka. Rombongan hantu mulai melakukan prosesi napak tilas. Mengingat, menerima, dan bersiap melepaskan jeratan trauma.

Namun, ketenangan rapuh itu tak bertahan lama.

BZZZZZZT!

Sebuah kilatan cahaya putih yang sangat menyilaukan mendadak membelah kegelapan ruangan utama pabrik. Lampu sorot LED berkekuatan tinggi melubangi kabut gaib, menghantam mata Damar hingga ia harus memicingkan mata dan melindungi wajahnya dengan lengan.

Tiiiit! Tiiiit! Tiiiit!

Suara lengkingan frekuensi tinggi memekakkan telinga, meledak dari deretan alat pemindai gelombang elektromagnetik. Udara di ruangan itu mendadak berderak, dipenuhi statik panas yang membuat hawa gaib para penumpang bus terganggu hebat.

"Aaargh! Sakit! Kepala saya sakit!" jerit Marlina seraya mencengkeram kepalanya, wujud kebiruannya meredup dan bergetar liar.

"Panas! Tempat ini membakar kami!" rintih arwah-arwah lain di belakang. Rombongan hantu panik, saling berdesakan mencoba mundur ke arah lorong tempat mereka masuk.

"Jangan panik! Tetap di belakang saya!" teriak Damar kencang, memasang badannya di depan Marlina dan para penumpang lain.

Dari balik kepulan asap lampu sorot, tiga pria bermasker taktis melangkah masuk dengan senapan modifikasi berdaya gelombang infrasonik di pelukan mereka.

Di dada jaket mereka, tertera logo bertuliskan "GHOST HUNTER X – LIVE STREAMING EXCLUSIVE".

Seseorang di antara mereka membawa kamera gimbal beresolusi tinggi yang terhubung langsung dengan rig siaran langsung.

Di tengah-tengah ketiga pria itu, berjalan seorang pria paruh baya bertudung kain hitam, mengalungkan berbagai jenis jimat kayu, dan memegang tongkat perunggu berkepala tengkorak.

"Luar biasa! Penonton live stream malam ini! Kita memecahkan rekor!" seru pria berkamera dengan suara bersemangat yang dibuat-buat. "Layar radar EMF kita melompat ke zona merah! Di depan kita ada penampakan masal! Puluhan entitas kelas A berkumpul di bekas pabrik pembantaian!"

Pria bertudung hitam—Mbah Saman, seorang dukun komersial yang sedang naik daun di media sosial—tertawa berderak seraya mengacungkan tongkat perunggunya.

"Tenang para penderma dan subscriber setia!" seru Mbah Saman kencang ke arah kamera. "Malam ini, dengan ilmu gabungan teknologi spektral dan ajian penjinak sukma milik saya, kita akan menangkap seluruh arwah penasaran ini! Kita masukkan mereka ke dalam botol cermin untuk dijual sebagai jimat pengasihan dan pesugihan!"

"Tangkap mereka! Tembakkan jaring frekuensi!" perintah pemimpin tim Ghost Hunter.

Dua rekannya memajukan senapan modifikasi mereka, siap menembakkan jaring kawat tembaga yang dialiri gelombang listrik penyegel gaib langsung ke arah rombongan Armada 000.

"Hentikan!"

Damar melangkah maju secara drastis, berdiri tepat di tengah-tengah pancaran lampu sorot utama. Ia mengangkat clipboard dan ID card Last Trip Express milik manusianya tinggi-tinggi.

Ketiga pemburu hantu dan Mbah Saman tersentak. Mereka menurunkan senjata sejenak, melotot kebingungan menatap sosok pemuda berseragam pemandu tur yang berdiri tegak di antara tumpukan arwah mengerikan.

"Siapa kau?! Kenapa ada manusia di tengah-tengah sarang hantu ini?!" bentak pemimpin Ghost Hunter gusar. "Minggir! Kau mengganggu siaran langsung kami! Kita lagi trending nomor satu di kanal video!"

"Gue yang harusnya nanya, kalian ini siapa?" balas Damar tajam, matanya menyala penuh amarah. "Kalian menerobos masuk ke area properti terlarang tanpa izin, bawa-bawa alat pemancar frekuensi liar pula, dan mencoba menyiksa peserta tur gue!"

"Peserta tur?" Mbah Saman tertawa terbahak-bahak hingga jenggotnya bergetar. "Anak muda konyol! Mereka itu cuma bangkai sukma, hantu liar yang harus ditangkap untuk dimanfaatkan! Jangan sok jadi pahlawan kalau gak mau ikut terkena ajian pemutus nyawa milikku!"

Mbah Saman mengangkat tongkat perunggunya, berniat merapalkan mantra untuk melumpuhkan Damar dan menyerap para hantu secara paksa.

Namun, dari kegelapan di balik pilar beton, sebuah suara langkah sepatu hak tinggi berdentang pelan.

KLAK. KLAK. KLAK.

Madam Helga melangkah keluar dari kabut, mengapit kipas sutranya yang tertutup rapat. Matanya yang tajam menatap kelompok manusia itu dengan jijik dan keangkuhan mutlak. Pendar sihir keemasan berputar-putar tipis di sekeliling jemarinya.

"Manusia-manusia serakah yang menjajakan ketakutan demi kepingan uang," desis Madam Helga dingin. "Damar. Beri aku alasan kenapa aku tidak boleh mengubah mereka bertiga menjadi tumpukan abu dalam detik ini juga?"

Kedatangan Madam Helga dengan aura anggun namun mematikan itu membuat Mbah Saman dan tim Ghost Hunter melangkah mundur satu langkah secara refleks. Alat pemindai EMF di tangan mereka mendadak menjerit histeris sebelum akhirnya meledak memercikkan api kecil!

BZZZZT-PRANG!

"K-Kekuatan apa itu?" bisik kameramen panik, gemetaran melihat indikator sinyalnya mendadak mati total.

"Tahan, Madam!" kata Damar cepat, memegang tangan Madam Helga sebelum wanita itu memercikkan sihir eksekusinya. "Hukum Transmisi melarang kita melukai atau membunuh manusia secara langsung saat bertugas, kan? Kalau Madam membakar mereka, izin operasional bus kita akan disita oleh Dewan Gaib!"

Madam Helga mendesis pelan, menyipitkan matanya. "Lalu apa rencanamu, Pemandu? Membiarkan cacing-cacing ini mengacaukan perjalanan kita?"

Damar menyengir tipis. "Gak perlu pakai sihir, Madam. Kita pakai cara paling mematikan buat manusia modern. Hukum dunia dan penurunan reputasi."

Damar merogoh saku celananya, menarik keluar ponsel pintarnya sendiri. Ia menyalakan layar ponsel, mengarahkannya tepat ke wajah Mbah Saman dan kamera siaran langsung mereka yang masih menyiarkan gambar melalui cadangan baterai internal.

"Rekan-Rekan Penonton Live Streaming sekalian!" seru Damar dengan suara lantang yang sengaja diproyeksikan ke arah mikrofon siaran mereka. "Perkenalkan, saya adalah pemandu dari badan pelestarian dan advokasi hukum! Malam ini, kelompok Ghost Hunter X dan Mbah Saman baru saja melakukan lima pelanggaran hukum yang sangat serius!"

Mbah Saman dan pemimpin tim tersentak. "Apa-apaan ini?"

"Satu!" Damar mengacungkan satu jarinya, melangkah maju memojokkan mereka. "Pasal 551 KUHP tentang Menerobos Properti Orang Lain Tanpa Izin di area aset bekas pabrik milik negara yang disegel garis polisi!"

"Dua!" Damar mengangkat jari kedua. "Pelanggaran Undang-Undang ITE terkait penyebaran konten eksploitasi tanpa izin di area terbatas!"

"Tiga!" Damar menunjuk senjata frekuensi di tangan mereka. "Penggunaan alat pemancar gelombang radio ilegal tanpa lisensi kominfo yang mengganggu frekuensi darurat setempat! Gue udah tekan tombol panggilan darurat ke kepolisian sektor wilayah ini tiga menit yang lalu!"

Mendengar kata 'kepolisian' dan 'kominfo', wajah pemimpin tim Ghost Hunter mendadak pucat pasi. Alat-alat canggih yang mereka bawa semuanya adalah rakitan ilegal tanpa sertifikasi resmi. Jika polisi benar-benar datang dan menyita peralatan ratusan juta milik mereka, karir dan studio mereka akan hancur seketika.

"Dan empat ...." Damar menatap Mbah Saman dengan lirikan sinis. "Penipuan publik secara terbuka! Kalian bilang kalian menangkap 'hantu liar', padahal kalian cuma menggunakan pemancar frekuensi buat memicu rasa sakit pada ingatan gelombang elektromagnetik arwah korban pembunuhan yang belum tenang! Kalian bukan dukun, kalian cuma penjahat komersial yang memeras iba penonton!"

Di layar monitor siaran langsung yang dipegang kameramen, kolom komentar mendadak melesat liar.

"Wah parah, ternyata masuk tanpa izin?"

"Ternyata cuma eksploitasi korban pembunuhan. Serius?"

"Report akunnya! Panggil polisi!"

"K-Kau ... kau merusak nama baikku!" jerit Mbah Saman panik, mukanya memerah padam.

"Polisi akan sampai di pelataran depan dalam waktu empat menit," potong Damar dingin seraya melihat jam tangannya. "Kalau kalian masih ada di sini saat sirine mobil polisi berbunyi, bukan cuma alat kalian yang disita, tapi kalian juga akan tidur di sel tahanan malam ini juga. Pilihannya ada di kalian, kabur sekarang dan tutup siaran bodoh ini, atau masuk penjara?"

Pemimpin Ghost Hunter menelan ludah ketakutan. Tanpa memikirkan Mbah Saman lagi, ia berteriak kencang ke arah anak buahnya,

"Matikan kamera! Kemasi semua barang! Kita cabut sekarang!"

"Hei! Jangan tinggalkan aku!" jerit Mbah Saman panik. Pria bertudung itu melempar tongkat perunggunya yang tersangkut kawat, lalu berlari terbirit-birit menyusul tim pemburu hantu keluar menembus pintu belakang pabrik dengan langkah konyol.

Suasana ruangan utama pabrik kembali hening. Lampu-lampu sorot yang ditinggalkan mati satu per satu, menyisakan pendar lembut kebiruan dari para arwah rombongan Armada 000.

Marlina dan penumpang hantu lainnya menatap Damar dengan mata membelalak tak percaya. Manusia muda yang hanya berbekal ponsel dan pengetahuan hukum itu baru saja mengusir ancaman yang hampir menyiksa jiwa mereka tanpa perlu menumpahkan darah atau energi sihir sedikit pun.

Madam Helga melangkah mendekati Damar, menutup kipas sutranya dengan benturan halus di telapak tangannya.

"Manfaat dari pemikiran birokrasi manusia yang cukup licik," puji Madam Helga dengan nada dingin yang samar oleh rasa kagum. "Kamu menggunakan celah hukum mereka untuk melindungi penumpangmu. Tidak buruk untuk seorang staf amatir."

Damar menghela napas lega, menurunkan ponselnya seraya tersenyum tipis ke arah Madam Helga.

"Sihir Madam memang ampuh untuk memusnahkan musuh, tapi kadang-kadang ... pasal hukum manusia itu jauh lebih menakutkan buat manusia serakah kayak mereka, Madam."

Madam Helga terkekeh pelan, sebuah tawa kecil yang sangat anggun dan langka.

"Terserah katamu, Damar. Tapi ingat, waktu napak tilas kita terbuang lima menit karena sirkus tadi."

Damar berbalik menghadap rombongan arwah, merapikan letak mikrofonnya.

"Rekan-Rekan sekalian, gangguan sudah diatasi. Mari kita lanjutkan prosesi penuntasan trauma kita."

Marlina tersenyum tulus, melangkah mendekati Damar. "Terima kasih, Mas Damar. Terima kasih sudah berdiri di depan kami."

Damar mengangguk mantap. Saat rombongan kembali melangkah menyusuri pabrik, jam saku Chrono-Compass di saku kemejanya berdetik hangat, memancarkan pendar emas yang semakin terang, menyinari rute mereka di tengah kegelapan malam.

1
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
selamat berpetualang di rumah orang tanpa undangan ,damar
😂
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kunci nya , di belakang foto keluarga damarr.. ciee 🤣
mangkane ndak usah rahasiaan kepada keluarga pak tedjo yg belom mnjdi bejo ..krn penyesalan harta warisan yg tak sampai ke anak nya
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
cepet adaptasi nya Damar
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
lets go Damarr
tour kemana kita yakk
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
masih untung damar
ngga ngompol di tempat
😂😂
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kontrak kerja Damar
serreemmm bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!