NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:771
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Di dalam sebuah lemari kayu, terdapat dua toples yang berisi minyak dan satu toples garam kasar. Selain itu, juga ada lima buah mangkuk, empat buah piring, dan 4 buah gelas.

Di sampingnya, ada sebuah gentong besar berisi air. Di atas gentong, terletak sebuah gayung dan talenan. Kesederhanaan tempat ini benar benar mengejutkan Kira!

"Suamiku, kamu itu seorang pelajar. Aku saja yang masak"

Wulan datang dengan membawa lampu minyak. Dapur yang tadi nya gelap pun menjadi sedikit lebih terang.

"Nggak masalah, aku cuman mau cepat cepat makan. Ayo bantu nyalakan api nya!"

Wulan pun memanaskan panci nya. Kemudian, Kira menuangkan dua sendok besar minyak ke dalam panci.

"Suamiku, minyak nya terlalu banyak! Kalau begitu, minyak kita bakal cepat habis!"

Wulan sangat menyayang kan minyak yang digunakan Kira. Dua sendok besar minyak sudah cukup digunakan untuk satu minggu.

"Kalau mau goreng ikan, minyak nya harus banyak. Gimana kalau gosong?"

Kira memasukkan kedua ekor ikan itu ke dalam panci. Suara gemericik begitu ikan masuk ke minyak panas pun terdengar. Aroma menggoreng ikan langsung menyerbak ke udara.

Gluk!

Wulan langsung menelan ludahnya.

Aroma ikan goreng yang harum juga menyerbak keluar dari dapur.

"Ikan! Keluarga Kira makan ikan! Makanan mereka bahkan lebih enak dari makanan kita waktu Tahun Baru!"

"Harum banget! Mereka pasti pakai banyak minyak!"

"Dia sudah berutang begitu banyak, kenapa masih berani makan ikan? Mana pakai begitu banyak minyak, lagi! Dia memang boros banget!"

Saat mencium aroma ikan goreng yang harum, para penduduk yang melewati rumah Kira pun terlena.

Tony datang ke rumah Kira untuk mengecek apa yang di makan Kira. Begitu mencium aroma yang harum, Tony pun kehilangan selera untuk memakan singkong tumbuk di piring nya.

Setelah menggoreng selama sepuluh menit, Kira mengeluarkan garam untuk menambah rasa.

Garam yang mereka pakai adalah garam yang belum dimurnikan. Warna nya masih sedikit kekuningan dan bercampur dengan kotoran.

Meskipun harga nya tidak mahal, hanya sekitar 50 rupiah untuk satu kilogram, ada banyak penduduk yang tidak mampu membeli nya.

Setelah ikan nya matang, Kira menaruh nya ke piring, lalu menaburkan sedikit serpihan sayuran liar. Kemudian, día membawa nya ke meja makan.

Kira meletakkan sebuah piring berisi ikan di hadapan Wulan, lalu berkata,

"Cepat makan! Nanti nggak enak kalau sudah dingin!"

Kruyuk!

Wulan sebenar nya sudah lapar, tetapi dia tetap tidak menyentuh ikan itu. Dia malah bertanya dengan berlinang air mata,

"Suamiku, jujurlah padaku. Dari mana kamu dapat ikan nya?"

Di dunia ini, cara menangkap ikan sangat bervariatif, ada menjala, memancing dan menangkap ikan. Namun, masih belum ada yang menangkap ikan dengan obat bius.

Kira berkata sambil tersenyum,

"Aku sudah ketemu teknik rahasia yang bisa tangkap banyak ikan. Cepat makan! Hati hati dengan tulang nya!"

"Teknik rahasia menangkap ikan?"

Wulan tidak begitu percaya. Dia menjadi waswas lagi setelah mendapat perhatian dari Kira.

Namun, Wulan tidak lanjut bertanya lagi. Kedua orang itu pun mulai menyantap makanan mereka.

Entah karena pemilik tubuh sebelum nya terlalu jarang makan ikan atau karena ini adalah ikan liar, Kira merasa ikan yang digoreng dengan garam ini sangat lezat. Dalam sekejap, dia pun sudah menyelesaikan santapan nya.

Kira melirik Wulan yang makan dengan pelan. Ikan nya masih tersisa setengah.

"Suamiku, aku sudah kenyang. Makan saja ikan nya!"

Saat melihat Kira yang menatap diri nya, Wulan pun buru buru meletakkan sendok nya dan mendorong piring berisi ikan itu ke depan Kira.

"Aku sudah kenyang kok. Aku lihatin kamu karena merasa kamu sangat cantik waktu makan. Cepat makan!"

Selesai berbicara, Kira pun bangkit dan keluar dari ruangan itu. Asal ada makanan enak, Wulan selalu menyisakan nya untuk pemilik tubuh sebelum nya.

Oleh karena itu, Wulan pun bertambah kurus dan kecantikan nya juga memudar,

"Cantik....? Suamiku!"

Wulan langsung tersipu. Dia menatap punggung Kira dengan berlinang air mata.

Setelah menikah selama tiga tahun, suami nya selalu memukul dan memaki nya. Ini adalah pertama kali nya dia di puji oleh suaminya. Kira menatap ke langit malam sambil melamun.

Berhubung tidak ada polusi, bulan dan bintang di langit terlihat sangat jelas dan terang. Pemandangan nya sangat indah.

Sebalik nya, kehidupan rakyat malah begitu menderita. Mereka sangat miskin sehingga harus melewati hari dengan penuh kegelisahan.

"Suamiku, ayo cuci kaki!"

Entah sudah berapa lama Kira duduk melamun. Dia tersadar kembali saat Wulan membawakan seember air hangat dan meletakkan nya dí depannya.

Baru saja Kira mau melepas sepatu nya, Wulan sudah berjongkok dan membantu melepaskan sepatu nya dengan telaten. Kemudian, wulan mengangkat kaki nya dan memasukan nya ke dalam ember.

"Biar aku sendiri saja yang melakukan nya"

Pada zaman ini, sangat wajar bagi seorang istri untuk membantu suami nya membersihkan kaki. Namun, Kira tidak terbiasa.

Tangan Wulan langsung gemetar!

Kira bukan hanya sudah memasak, memberinya makan ikan dan memuji nya cantik. Sekarang, Kira juga mau membersihkan kaki nya sendiri. Apa Kira berencana untuk melakukan sesuatu terhadapnya?

Selesai membersihkan tubuh, rasa kantuk pun melanda. Kira berkata,

"Ayo kita tidur!"

Menyalakan minyak lampu saat malam sangat menghabiskan minyak Jadi, orang tidak punya kegiatan lain selain tidur atau berhubungan intim.

Wulan berkata dengan suara rendah,

"Suamiku, tidur saja dulu. Aku masih harus menjahit!"

"Jangan jahit lagi! Istirahat saja." jawab Kira sambil menggeleng.

Keluarga Sinardi sangat kaya, ayah dan saudara Wulan adalah pejabat. Wulan juga tidak pernah belajar menjahit sebelum nya.

Setelah menikah dengan pemilik tubuh sebelum nya, dia baru mulai belajar menjahit demi menghasilkan uang.

Namun, pekerjaan ini sangat melelahkan dan tidak menguntungkan.

"Emm" jawab Wulan dengan sedikit ketakutan.

Setelah membereskan tempat tidur di kamar, Wulan menggelar tikar di lantai. Kira pun mengerutkan kening nya.

"Lantai nya dingin, tidur saja di ranjang!"

Wulan dan pemiik tubuh sebelum nya selalu gagal berhubungan intim. Jadi, selama ini, pemilik tubuh sebelum nya selalu tidur di ranjang, sedangkan Wulan tidur di lantai.

Setelah mendengar ucapan Kira, Wulan pun ketakutan. Dia memindahkan tikar nya ke ranjang, lalu membuka pakaian nya dan masuk ke dalam selimut. Seluruh tubuh nya mulai gemetar.

Setiap kali Wulan di izinkan tidur di ranjang, itu artinya suami nya ingin menyetubuhi nya. Namun, saat gagal, suami nya selalu memukuli nya.

"Kelak, aku nggak bakal menindasmu lag!"

Saat memikirkan perbuatan jahat pemilik tubuh sebelum nya, Kira pun merasa kasihan dan berusaha menghibur Wulan.

Begitu Wulan berbaring, wangi tubuh nya langsung menyerbak dan membuat Kira tanpa sadar ter@ngs@ng. Namun, karena sudah bekerja seharian, dia sudah sangat mengantuk.

'Mana pernah kamu menepati janjimu?'

Wulan tersenyum getir, lalu menutup mata nya sambil berbaring di ranjang. Dia sudah pasrah akan takdir nya dan menunggu untuk dipukul.

Namun, Wulan malah mendengar dengkuran Kira yang teratur. Mata Wulan dibasahi air mata lagi.

"Suamiku sepertinya sudah benar-benar berubah. Dia nggak menindasku lagi .... Ah!"

Sebelum menyelesaikan ucapan nya, Kira pun berbalik dan memeluk Wulan.

Wulan menantikan pukulan nya dengan ketakutan, tetapi tubuhnya malah perlahan lahan terasa hangat.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!