NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Bukan Dalam Kontrak

Jatuh Cinta Bukan Dalam Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Nikah Kontrak
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: Royo Ekek

Anya Anandita tidak pernah menyangka hidupnya akan sekacau ini. Di tengah himpitan utang medis mendiang ayahnya dan ancaman kehilangan tempat tinggal, ia justru dipertemukan lewat insiden memalukan dengan Devan Alfarezel CEO muda berhati dingin, arogan, dan perfeksionis yang paling dihindari semua karyawan di perusahaannya. Pertemuan pertama mereka berjalan buruk, menyisakan kekesalan mendalam di hati masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Royo Ekek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkap Skenario

Anya melangkah keluar dari gedung Alfarezel Group dengan jiwa yang rasanya terbang entah ke mana. Jarum jam menunjukkan pukul delapan malam. Jalanan Sudirman masih padat oleh kendaraan, memantulkan cahaya merah dari lampu-lampu buram di bawah sisa gerimis.

Di tangannya, ponselnya terasa seberat batu kali. Pesan dari pihak rumah sakit terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Tiga puluh juta rupiah. Malam ini juga. Di mana ia bisa meminjam uang sebanyak itu dalam waktu beberapa jam?

Saat Anya sedang berjalan lunglai menuju stasiun MRT, sebuah suara yang sangat ia kenal memanggil namanya dari arah samping.

"Anya? Kau benar Anya, kan?"

Anya menoleh. Jantungnya mencelos melihat seorang pria bertubuh tegap dengan jaket kulit mahal berdiri di sana. Rendra. Mantan kekasihnya yang baru dua bulan lalu mengkhianatinya berselingkuh dengan anak dari pemilik perusahaan tempat Anya bekerja dulu, yang berujung pada pemecatan sepihak dirinya.

"Mau apa lagi kau, Rendra?" desis Anya, melangkah mundur demi menjaga jarak.

Rendra terkekeh, menatap penampilan Anya dari atas ke bawah dengan pandangan merendahkan. "Hanya ingin menyapa mantan kekasihku yang malang. Kudengar kau dipecat secara tidak hormat, ya? Kasihan sekali. Makanya Anya, jadi wanita itu jangan terlalu kaku. Coba kalau dulu kau lebih penurut padaku, hidupmu tidak akan seberserakan ini."

Anya mengepalkan tangannya kuat-kuat, kukunya hampir menembus kulit telapak tangannya sendiri. "Jaga bicaramu! Aku dipecat karena aku menjaga harga diriku, tidak seperti kau yang menjual harga dirimu demi harta!"

"Harga diri?" Rendra tertawa terbahak-bahak, melangkah mendekat hingga mengikis jarak di antara mereka. "Memangnya harga dirimu bisa dipakai untuk membayar biaya rumah sakit ibumu? Jangan naif, Anya. Di dunia ini, harga dirimu itu tidak ada nilainya kalau kau miskin."

Air mata Anya sudah membendung di pelupuk mata, siap tumpah kapan saja. Ia merasa sangat terhina, terluka, dan di ambang batas pertahanannya. Namun, tepat sebelum ia sempat membalas makian Rendra, sebuah mobil sedan mewah Rolls-Royce berwarna hitam legam berhenti perlahan tepat di pinggir trotoar di samping mereka.

Kaca jendela belakang mobil tersebut turun secara otomatis dengan suara berdengung halus.

Di dalam sana, duduk Devan Alfarezel. Pria itu tampak begitu megah di bawah pencahayaan temaram interior mobil. Devan tidak menatap Rendra sedikit pun; sepasang mata elangnya langsung mengunci pandangan pada wajah Anya yang sudah basah oleh air mata.

"Nona Anya," suara bariton Devan menggelegar memecah ketegangan, dingin namun terdengar sangat berkuasa. "Masuk ke mobil sekarang. Kita ada rapat darurat dengan investor yang tidak bisa ditunda."

Rendra melongo. Ia menatap mobil mewah itu, lalu beralih menatap Devan dengan tatapan tak percaya sekaligus terintimidasi oleh aura pria asing di dalam mobil tersebut. "A-Anya... siapa dia?"

Anya sendiri terpaku. Ia tahu tidak ada jadwal rapat malam ini. Namun, melihat tatapan Devan yang tajam seolah memberi perintah tak terbantahkan, Anya tahu ini adalah satu-satunya jalan keluar untuk melarikan diri dari Rendra.

Tanpa membuang waktu, Anya menghapus air matanya dengan kasar, berbalik meninggalkan Rendra yang masih mematung, lalu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam kursi belakang. Begitu pintu tertutup, mobil langsung melaju membelah malam, meninggalkan Rendra yang mengecil di kejauhan.

Di dalam mobil, keheningan terasa begitu pekat. Wangi aroma terapi kayu cendana yang mahal memenuhi ruangan. Anya duduk menyudut, menatap keluar jendela, mencoba meredam detak jantungnya yang berantakan karena emosi yang campur aduk.

"Terima kasih, Pak Devan... karena sudah menolong saya dari pria itu," ucap Anya lirih tanpa menoleh.

"Aku tidak menolongmu," jawab Devan datar, pandangannya lurus ke depan. "Aku hanya tidak suka asisten pribadiku terlihat menyedihkan di pinggir jalan umum dan merusak citra perusahaanku."

Anya tersenyum hambar. Tentu saja, pria ini tidak akan pernah menolong orang tanpa alasan egois, batinnya.

"Lalu, kita mau ke mana, Pak? Rapat di mana?" tanya Anya lagi.

Devan tidak langsung menjawab. Ia merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah map kecil berlapis kulit hitam, lalu melemparkannya ke atas kursi kosong di antara mereka berdua.

"Kita ke tempat di mana masalahmu bisa selesai dalam waktu lima menit," ucap Devan misterius.

Anya mengernyitkan dahi. Ia mengambil map tersebut, membukanya perlahan, dan membaca lembaran kertas di dalamnya di bawah bantuan lampu baca mobil. Matanya seketika membelalak saat membaca poin-poin yang tertera di sana.

Di bagian paling atas, tertulis dengan huruf kapital tebal

SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN KONTRAK.

"A-apa maksudnya ini, Pak Devan?" Anya menatap Devan dengan pandangan tak percaya, mengira bosnya sedang melakukan lelucon yang sangat buruk.

Devan memutar tubuhnya, menatap Anya lekat-lekat dengan senyum dingin penuh kalkulasi yang mematikan. Perangkap skenario yang ia siapkan sejak malam lalu kini telah terbuka lebar, tinggal menunggu Anya untuk melangkah masuk ke dalamnya.

"Itu adalah proposal masa depanmu, Anya Anandita," desis Devan dengan nada suara yang teramat tenang namun mengintimidasi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!