NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:144.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berangkat ke perbatasan

BRAKKK!

Xavier membanting benda apa saja yang ada di dekatnya. Dia berada di tempat tersembunyi dalam kediaman itu. Tempat yang biasanya dia datangi saat dirinya sedang bosan, ada masalah, atau hanya ingin sendiri.

Nafasnya naik turun karena emosi. Harusnya dia habisi saja perempuan itu, atau mencekiknya lagi seperti yang dia lakukan tadi. Tapi, melihat leher Azura yang penuh memar, hatinya justru semakin kacau. Dia benci perempuan menjijikkan itu, tapi dia lebih benci dirinya sendiri sekarang.

"Kau terlalu mengasihaninya Xavier." gumamnya mendengus kesal lalu mengusap wajahnya kasar.

Ia lalu berbalik keluar dari istana itu mengenakan kudanya. Pengawal pribadinya yang selalu bersama dengan dia menahannya.

"Pangeran, anda mau ke mana? Ini adalah malam pertama setelah anda dan putri Azura menikah. Sesuai dengan peraturan, kalian berdua ..."

"Ini pernikahan politik, jangan mengharapkan sesuatu yang melewati batas. Lagipula, percuma aku melakukan hubungan suami istri dengan perempuan itu, kau lupa aku tidak bisa punya anak?"

Pengawal pribadinya bernama Hugo itu terdiam.

"Ayo, ke perbatasan sekarang. Aku  tidak ingin melihat wajah perempuan licik itu." kata Xavier lagi. Hugo mengangguk, karena ia tahu tidak ada gunanya lagi menasehati sang pangeran kalau hatinya sudah keras seperti itu.

Keduanya menaiki kuda, meninggalkan kediaman itu.

Perbuatan Xavier menimbulkan gosip di kalangan para dayang istana pagi harinya. Rata-rata bergosip tentang sang pangeran yang kabur di malam pertamanya karena tidak menginginkan putri Azura. Bahkan cukup banyak dari mereka yang nyinyir dan sengaja menyindir sang putri.

"Aku dengar putri itu adalah seorang pembohong. Dia sengaja memanfaatkan kebaikan pangeran Xavier agar bisa menikah."

"Betul, astaga. Aku baru melihat ada perempuan selicik itu. Kalian lihat semalam? Yang paling senang mereka menikah hanya utusan dari kerajaan utara. Para pangeran dan putri serta pejabat dari Kerajaan kita, tidak ada yang terlihat senang.

"Putri itu sudah sombong, licik, munafik, dan muka badak juga. Astaga tidak tahu malu seka..."

PLAKKK!

Sebuah tamparan keras mengenai pipi tiga orang dayang yang sibuk bergosip itu. Mereka kaget luar biasa. Rasa sakit menjalar di pipi mereka. Saat menyadari siapa pelakunya, ketiganya langsung menunduk ketakutan.

"Pu-putri ... " wajah ketiganya berubah pucat pasi.

Azura berdiri tegak dengan dagu terangkat di depan mereka. Dua pelayan berdiri di sampingnya.

"Apa kalian tahu hukuman dari menghina seorang putri?" suara Azura yang tegas itu langsung membuat ketiga dayang tersebut berlutut di depannya dan minta-minta ampun.

"Ampun, tuan putri!"

Wajah Azura dingin, matanya menatap tajam tanpa ada sedikit pun rasa iba. Ia tidak lagi menjadi Emely yang pendiam, lemah, dan membiarkan orang lain berbuat semena-mena padanya. Ia adalah Azura, Mahkota Kerajaan Utara yang sejak kecil sudah terlatih menghadapi intrik dan kepahitan, dan ia tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan pelayan rendahan sekalipun, merendahkannya seenak hati. Cukup orang-orang di Kerajaannya sendiri yang memperlakukannya seperti itu.

"Hukumannya adalah pemotongan lidah atau cambukan hingga kulit kalian hancur," ucap Azura dengan nada datar namun mengerikan, membuat ketiga wanita itu gemetar hebat.

"Aku sudah cukup bersabar diam saat kalian berbisik-bisik di belakangku, tapi kali ini kalian sudah melampaui batas. Menghina, menuduh, dan menyebarkan kebohongan tentang seorang putri kerajaan adalah pengkhianatan."

"Maafkan kami, putri! Kami salah! Jangan hukum kami! Ampun!" teriak mereka sambil menangis tersedu-sedu, menempelkan dahi ke lantai.

Azura menunduk menatap mereka dengan pandangan yang penuh wibawa dan ancaman.

"Kalian pikir aku lemah? Sekali lagi kalian bergosip tentangku di belakangku, bukan hanya lidah, nyawa kalian bisa habis di tanganku."

Ketiga dayang tersebut menggigil ketakutan.

"Pergilah, mulai sekarang kalian bertiga jangan pernah muncul di depanku lagi."

Mereka berdiri dan langsung berlari pergi dari sana. Azura menghembuskan nafas kasar. Pada saat yang sama, dayang di samping kirinya memberinya sebuah surat.

"Putri, ini surat dari ayah anda."

Azura menoleh, menatapi surat itu beberapa detik, sebelum mengambilnya dan berjalan menjauh dari kedua dayang itu. Dalam surat itu tertulis,

Cepat laksanakan tugasmu. Cari keberadaan Peta itu, ingat ... Secepatnya, kalau tidak, kau tahu yang akan terjadi bukan? Itu saja, jangan lupa bakar surat itu, jangan sampai ketahuan, apalagi oleh Xavier.

Azura meremas kertas itu kuat-kuat, rahangnya mengeras. Namun ekspresinya berubah dengan cepat. Ia berbalik dan menatap kedua dayang itu.

"Pangeran ke mana?" tanyanya.

Kedua dayang tersebut saling menatap sebelum salah satu dari mereka menjawab.

"Pangeran Xavier semalam ke perbatasan putri."

Perbatasan? Ah benar, ia dengar perbatasan barat memang selalu di jaga oleh pangeran Xavier. Lelaki itu lebih banyak tinggal di sana dibandingkan istana besar ini. Kalau begitu, dia juga akan pindah ke sana. Kemungkinan besar Peta yang dia cari itu ada di sana.

"Siapkan semua barang-barangku, setelah melapor pada raja, kita pindah ke perbatasan." katanya dengan nada memerintah.

"Baik, putri."

Kedua dayang langsung bergerak cepat. Azura menghembuskan nafas panjang. Awalnya dia pikir dirinya akan menyelesaikan tugasnya sebagai mata-mata dengan baik, tapi begitu mengenal Xavier, dan setelah hari-hari yang dia lewati saat menjadi Emely, semua rasanya begitu berat. Dia sekarang berada di posisi yang sulit, tapi harus memilih menyakiti salah satu di antara yang dia sayangi.

Satu jam kemudian, begitu melapor pada raja, Azura segera berangkat ke perbatasan dengan puluhan prajurit. Dua dayang tadi yang melayani di sampingnya juga ikut. Tidak peduli Xavier akan marah besar melihat wajahnya, dia harus tetap ke sana.

Perjalanan itu memakan waktu sekitar dua jam. Sesampainya di gerbang benteng perbatasan, dua prajurit yang berjaga di depan langsung menunduk hormat dan memberinya jalan masuk. Tentu saja mereka langsung memberi jalan, karena dia adalah tuan putri agung yang menikah dengan pangeran mereka.

"Pangeran sedang latihan memanah putri, mau saya bawah ke sana?" kata salah seorang prajurit yang menunjuk arah.

Azura mengangguk. Sepanjang perjalanan, beberapa prajurit wanita yang ada di sana melirik-lirik ke arahnya. Jelas sekali wajah mereka tidak begitu senang, mungkin iri dia menikah dengan Xavier.

Azura tidak peduli tatapan iri atau pandangan curiga yang ditujukan padanya. Ia berjalan tegap, kepalanya terangkat tinggi, menatap lurus ke depan seolah tidak ada satu pun hal yang bisa menggoyahkan dirinya. Baginya, tatapan seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari, baik di kerajaannya sendiri maupun di sini. Ia sudah terbiasa, dan ia tidak akan membiarkan hal sekecil itu menghentikan langkahnya.

Sesampainya di lapangan latihan, langkahnya terhenti sejenak. Di sana, di tengah padang rumput yang luas, berdiri sosok yang dia cari, Xavier.

1
kiya
harusnya xavier merampas kertas itu dan membacanya biar terkuak sedikit misteri azura
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
faridah ida
harusnya kamu sama Xavier bilang jujur aja Azura ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!