Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.
Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8: Keluar dari Toilet Raksasa dan Hadiah Kejutan dari Ratu
Dengan buku bersampul kulit dan kunci perak kuno di tangannya, Raditya merasa seperti tokoh utama novel fantasi yang baru saja menyelesaikan dungeon tingkat tinggi. Bedanya, tokoh utama lain biasanya keluar dengan zirah berlapis emas dan pedang suci, sedangkan Raditya keluar dengan bau tubuh yang menyerupai gabungan antara selokan mampet dan ketiak babi hutan.
Ding!
[Pemberitahuan Sistem v2.0]:
Kondisi Karakter: Selamat, Anda masih hidup. Namun, tingkat polusi aroma tubuh Anda saat ini telah mencapai batas maksimal (100/100).
Efek Samping Bau: Makhluk hidup dengan indra penciuman normal dalam radius 20 meter akan otomatis mengalami pusing, mual, dan kehilangan selera makan. Ini bisa menjadi pelindung alami dari predator, atau justru membuat Anda diusir dari peradaban manusia selamanya.
"Terima kasih atas pujiannya, Sistem. Sekarang, tolong tunjukkan jalan keluar dari goa toilet ini sebelum aku pingsan karena bauku sendiri," batin Raditya sambil menyisipkan buku kulit dan kunci perak itu ke dalam ikat pinggang celana jinsnya.
Ratu Ogre yang sudah kekenyangan sup mercon raksasa itu kini sudah mendengkur kembali, menciptakan gempa kecil berkala di dalam goa. Sementara itu, Ogre muda yang tadi menjilati panci menghampiri Raditya. Monster setinggi tiga meter itu menatap Raditya dengan tatapan penuh rasa hormat, seolah melihat sesosok nabi yang membawa wahyu berupa makanan lezat.
"Dukun... mau pergi...?" tanya Ogre muda dengan bahasa primitifnya, matanya berkedip lambat.
"Iya, Bro. Saya harus melanjutkan misi suci mencari warung yang jualan nasi hangat. Di sini terlalu... estetik buat hidung saya," jawab Raditya sambil menepuk lengan berotot Ogre muda (yang kerasnya seperti batang pohon kelapa). "Bisa tolong tunjukkan jalan keluar yang tidak melibatkan aksi terbang bebas?"
Ogre muda itu tampaknya paham. Dia berbalik dan menunjuk ke arah sebuah celah sempit di balik dinding goa yang tertutup oleh anyaman akar gantung berlendir. Monster itu berjalan ke sana, lalu dengan satu tangan kasarnya, dia merenggut dan membersihkan akar-akar itu, membuka sebuah lorong terowongan batu yang menanjak ke atas.
"Jalan... atas. Tembus... luar," kata Ogre muda.
"Mantap! Terima kasih banyak, Bro. Kalau saya sukses buka cabang warung di luar, kamu saya kasih diskon buy 1 get 1," ujar Raditya riang.
Sebelum melangkah masuk ke dalam lorong, Raditya menatap sisa-sisa bahan masakan di dekat tungku batunya. Panci aluminium penyok kesayangannya masih tergeletak di sana. Dia mengambilnya kembali, mengikatnya di pinggang. Sungguh sebuah alat survival yang legendaris.
Raditya mulai berjalan menanjak memasuki terowongan batu tersebut. Lorong itu sangat gelap, namun pendaran kristal biru di dinding gua versi 2.0 milik Sistem memberikan pencahayaan taktis yang cukup. Ditambah lagi, buah Cabai Aether Kuno yang dia curi (dan belum sempat dia jual karena sibuk memasak tadi) memancarkan hawa hangat di dalam saku celananya, bertindak seperti penghangat ruangan portabel.
Sambil berjalan menanjak yang melelahkan, Raditya memutuskan untuk memeriksa buku kulit hadiah dari Ratu Ogre.
"Sistem, tolong analisis buku ini. Jangan bilang ini isinya buku menu masakan kuno juga."
Ding!
[Proses Identifikasi Item Kuno... Berhasil!]
Nama Objek: Jurnal Kapten Alden (Penjelajah Korps Ketiga Kerajaan Aethelgard yang Runtuh).
Kandungan Informasi: Buku ini berisi catatan kartografi kuno, lokasi titik mata air murni yang tidak tercemar partikel Aether, dan daftar tanaman herbal penawar racun.
Membuka Fitur Baru: [Mini-Map Terintegrasi v2.0] telah diperbarui dengan data lokal dari Jurnal Kapten Alden!
Sebuah lingkaran kecil mirip radar dalam game RPG muncul di sudut kanan atas pandangan mata Raditya. Di dalam radar tersebut, sebuah titik hijau berkedip-kedip menampilkan posisinya, dikelilingi oleh topografi hutan yang mulai terbuka rahasianya. Ada tanda silang merah berjarak sekitar dua kilometer dari posisinya yang bertuliskan: [Reruntuhan Pos Pengawas Menara Aethel].
"Wah, beneran ada reruntuhan kuno! Jangan-jangan di sana ada tempat mandi atau minimal sumur air bersih," gumam Raditya penuh harap.
Setelah berjalan menanjak selama hampir tiga puluh menit hingga napasnya kembali putus-putus, seberkas cahaya putih alami yang menyilaukan akhirnya terlihat di ujung terowongan. Raditya mempercepat langkah kakinya, menerobos keluar dari celah batu tersebut, dan...
WUUUSH!
Angin segar pegunungan langsung menerpa wajahnya. Raditya reflek menutup matanya dengan tangan. Ketika dia membukanya kembali, dia mendapati dirinya kini berdiri di lereng sebuah bukit batu yang cukup tinggi.
Di bawah sana, terhampar pemandangan menakjubkan dari dunia Aethelgard. Hutan purba dengan kanopi merah dan ungu membentang luas seperti samudera warna-warni. Di kejauhan, tampak kawanan makhluk bersayap raksasa mirip pterodaktil terbang beriringan membelah awan. Udara di luar sini terasa jauh lebih bersih daripada di dalam goa Ogre, meskipun rasa hangat partikel Aether masih terasa di paru-parunya.
Namun, kedatangan Raditya kembali ke permukaan langsung disambut oleh suara bel sistem yang sudah sangat dia kenal.
Ding!
[Misi Utama Baru Terbuka: Menuju Tempat Perlindungan Pertama]
Tugas: Capai 'Reruntuhan Pos Pengawas Menara Aethel' sebelum matahari tenggelam (Sisa waktu: 5 jam 12 menit).
Peringatan Lingkungan: Wilayah antara bukit ini dan reruntuhan adalah teritorial berburu dari Kadal Pasir Berbisa. Mereka sangat menyukai aroma daging yang... sudah terfermentasi (seperti bau Anda saat ini).
Hadiah Misi: 200 Poin Survival, 1x Sabun Mandi Anti-Sihir (Sangat Anda butuhkan), dan Pembukaan Fungsi Pakaian Pelindung di Toko.
Hukuman Gagal: Menjadi santapan kadal dan membusuk di jalanan batu.
Raditya melihat ke bawah, tepat ke arah mini-map miliknya. Jalur menuju reruntuhan menara itu melewati sebuah padang batu gersang yang dipenuhi lubang-lubang kecil di tanah. Lubang-lubang itu pastilah sarang dari para kadal berbisa tersebut.
Dia mencium bau lengannya sendiri sekali lagi, lalu langsung memasang ekspresi mau muntah. "Sistem... demi hadiah sabun mandi itu, aku bersumpah akan menerobos padang kadal itu secepat kilat! Tapi tunggu... aku punya 300 Poin Survival sekarang kan?!"
[Jawaban]: Benar. Saldo Anda saat ini adalah 300 Poin setelah menyelesaikan misi Ratu Ogre.
"Buka Toko! Aku butuh senjata yang beneran! Minimal pedang atau tameng!" seru Raditya bersemangat. Berbelanja dengan status "orang kaya baru" di Sistem rasanya sangat memuaskan.
Ding!
[Membuka Toko Survival v2.0 - Kategori Senjata Pemula]:
Pedang Besi Karatan Peninggalan Prajurit – Harga: 80 Poin (Deskripsi: Tajam di satu sisi, tumpul di sisi lain, tetanus di semua sisi).
Tongkat Kayu Pengusir Anjing Magis – Harga: 50 Poin (Deskripsi: Hanya sebuah balok kayu dengan mantra kejut listrik kecil di ujungnya. Sangat tidak estetik).
Ketapel Berburu Taktis 'Super-Bumi' – Harga: 120 Poin (Deskripsi: Ketapel dengan karet pegas ganda. Memiliki akurasi tinggi jika dikombinasikan dengan bakat pelempar tertentu).
Mata Raditya langsung tertuju pada pilihan ketiga. "Ketapel?! Ditambah dengan Gelarku [Pelempar Sayur Profesional] yang menambah akurasi lemparan objek tumbuhan sebesar 15%... Tunggu sebuku, kalau aku pakai ketapel ini dan pelornya adalah cabai atau jamur keras..."
Sebuah ide taktis yang luar biasa absurd tapi berpotensi mematikan mendadak muncul di kepala gesrek Raditya.
"Sistem! Beli Ketapel Taktis itu sekarang juga! Hari ini, aku akan menunjukkan pada dunia ini bagaimana cara berburu gaya baru!"