NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#5

Malam di pinggiran New York yang eksklusif selalu menawarkan ketenangan yang mahal. Mansion keluarga Valerio berdiri megah di bawah cahaya lampu lanskap yang menyorot fasad bangunan bergaya neoklasik itu.

Di dalam, ruang makan formal yang diterangi lampu gantung kristal terasa hangat, namun bagi Azeant Apolo-Valerio, ada sedikit kegelisahan yang menyelinap di balik denting sendok dan garpu peraknya.

Apolo sedang memotong steak wagyu dengan presisi seorang teknisi saat suara riang adiknya, Ketie, memecah keheningan.

"Tadi sore temanmu datang kemari, Kak," ucap Ketie sambil menyendok saladnya.

Apolo menghentikan gerakannya sejenak. Ia mengangkat alis, matanya menatap Ketie dengan rasa ingin tahu yang skeptis.

"Siapa? Sander? Atau Dorian?"

"Bukan mereka," sahut Mommy Florence yang duduk di ujung meja, tampak anggun dengan gaun rumah sutra berwarna emerald. Florence menyesap air mineralnya sebelum melanjutkan, "Teman wanitamu, Sayang."

Jantung Apolo berdenyut sekali, sedikit keras. "Claudia?"

"Ya," jawab Mommy singkat dengan senyum tipis yang sulit diartikan. "Dia tampak sangat kacau. Dia mencari kamu, tapi karena kamu tidak ada, dia menitipkan salam. Katanya dia ingin bicara secara pribadi soal... 'kesalahpahaman' kalian."

Apolo mendengus kesal, meletakkan alat makannya di atas piring dengan bunyi clank yang sedikit kasar. "Dia benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti," batinnya gusar.

Padahal, dua hari yang lalu di parkiran kampus, Apolo sudah menegaskan bahwa drama mereka sudah berakhir.

Claudia seringkali menganggap kata "putus" sebagai gertakan untuk mendapatkan perhatian lebih, namun kali ini Apolo benar-benar sudah melangkah pergi.

Bayangan Claudia yang manja kini terasa begitu hambar jika dibandingkan dengan gairah misterius yang ia rasakan beberapa malam lalu.

"Kamu menginap di apartemen kemarin, Apolo?" Suara bariton sang Daddy, Alvaro Bautista Valerio, terdengar dari kursi utama. Pria paruh baya yang masih terlihat sangat bugar dan berwibawa itu menatap putranya dengan tatapan menyelidik yang khas.

Apolo berdeham, mencoba menetralkan ekspresinya. "Iya, Dad. Aku hanya rindu suasana apartemen. Lagipula, dekat dengan kampus kalau aku ada kelas pagi."

Alvaro mengangguk pelan. "Pastikan kamu tetap fokus pada studi teknikmu. Jangan biarkan urusan asmara yang remeh merusak disiplinmu."

"Tentu, Dad," jawab Apolo singkat. Ia merasa sedikit bersalah karena telah melanggar prinsip keluarganya dengan cara yang paling liar, namun rasa bersalah itu kalah telak oleh sebuah getaran di saku celananya.

BZzt... BZzt...

Apolo melirik ponselnya yang diletakkan di pangkuan. Sebuah notifikasi muncul.

Vea: Aku tidak punya kegiatan malam ini.

Mata Apolo membelalak kecil. Darahnya berdesir. Pesan singkat itu terasa seperti undangan yang dikirim langsung dari neraka yang manis.

Di sisi lain kota, di dalam kamar asramanya yang sunyi, Veronica Brooklyn—atau Vea—sedang menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Ia mondar-mandir di antara meja belajar dan tempat tidurnya yang tertata rapi. Sebagai mahasiswa berprestasi, Veronica memang mendapatkan hak istimewa untuk menempati kamar single di asrama, yang memberikannya privasi mutlak.

"Bodoh, Veronica... benar-benar bodoh," lirihnya pada diri sendiri.

Ia menatap ponselnya dengan tatapan benci tapi rindu.

Sebenarnya, ada bagian besar dalam dirinya yang merasa gengsi untuk mengirim pesan itu. Dia adalah gadis yang memegang kendali. Dia adalah gadis yang mengatakan pada Theana bahwa hubungan itu hanya untuk satu malam.

Tapi nyatanya? Dua malam telah berlalu, dan bayangan jemari Azeant di kulitnya, suara seraknya yang memanggil nama 'Vea', terus menghantui setiap detik belajarnya.

Dia munafik. Pikiran rasionalnya membenci keterikatan, tapi tubuhnya... tubuhnya seolah menjerit merindukan sentuhan pria itu lagi.

Ting.

Ponselnya berbunyi. Balasan dari Azeant.

Azeant: Maaf aku tidak bisa, aku berada di mansion orang tuaku sekarang.

Veronica merasakan sedikit kekecewaan yang menusuk di dadanya. Namun, alih-alih berhenti, rasa ketagihan itu justru semakin kuat. Keinginan fisiknya mengalahkan harga dirinya yang setinggi langit. Ia segera mengetik balasan dengan nekat.

Vea: Bisa kita bertemu malam ini?

Setelah terkirim, ia langsung melempar ponselnya ke atas kasur seolah benda itu baru saja menyetrumnya.

"Harusnya aku tidak mengiriminya pesan tadi. Lihat? Sekarang aku ketagihan. Aku malah mencarinya! Seharusnya hubungan ini cukup satu malam itu saja!" ia memaki dirinya sendiri, namun hatinya berharap ponsel itu segera bergetar kembali.

Di ruang makan mansion Valerio, Apolo merasa kursinya tiba-tiba menjadi sangat panas. Ia sudah menyelesaikan makannya dan segera berpamitan pada keluarganya dengan alasan harus mengerjakan laporan laboratorium.

Begitu sampai di kamarnya yang luas, ia langsung mengunci pintu dan membuka pesan Vea.

Azeant: Seperti yang kukatakan, aku tidak kembali ke apartemenku malam ini. Aku di mansion orang tuaku.

Balasan Vea datang hampir seketika, dan kali ini membuat Apolo nyaris tersedak napasnya sendiri.

Vea: Baiklah, sepertinya aku harus mencari teman kencan yang lain.

"Sialan!" umpat Apolo pelan. Matanya berkilat marah. Darahnya mendidih membayangkan wanita itu—wanita yang menyerahkan kesuciannya padanya dua malam lalu—ingin mencari pria lain hanya karena dia tidak bisa hadir malam ini.

Apolo merasa posisinya sangat konyol. Kenapa dia merasa cemburu pada orang yang bahkan dia tidak tahu wajahnya? Kenapa dia merasa seperti pria panggilan yang harus siap siaga? Tapi egonya sebagai seorang Valerio tidak bisa membiarkan 'miliknya' disentuh orang lain.

Azeant: Tidak!! Partner-mu hanya aku.

Azeant: Jangan bercinta sembarangan, Vea...

Di asrama, Veronica tersenyum lebar membaca balasan itu. Ada rasa puas melihat pangeran kaku itu kehilangan ketenangannya. Ia tahu dia telah berhasil memegang kendali atas Azeant.

Vea: Lalu aku harus apa? Aku bosan.

Apolo menatap langit-langit kamarnya, otaknya berputar cepat. Dia tidak mungkin keluar dari mansion sekarang tanpa kecurigaan Daddy. Tapi dia harus mengunci jadwal gadis ini sebelum dia benar-benar nekat mencari pria random di aplikasi gila itu.

Azeant: Besok malam. Kita akan bercinta besok malam di apartemenku yang kemarin. Mau?

Hanya ada jeda tiga detik sebelum jawaban itu muncul.

Vea: Ok!

Apolo mendengus, namun sudut bibirnya terangkat.

"Hanya 'Ok'? Dia benar-benar gadis nakal yang tidak punya sopan santun," gumamnya, tapi tangannya kembali mengetik.

Azeant: Kau membutuhkan lampu untuk malam kedua kita? Aku ingin melihat sedikit lebih jelas.

Vea: Tidak. Aku suka yang gelap.

Apolo menghela napas panjang, melempar ponselnya ke samping. Kegelapan. Gadis itu tetap ingin bersembunyi dalam bayangan.

Bagi Apolo, ini adalah siksaan yang menyenangkan. Dia akan menghabiskan sisa malam ini dengan membayangkan bau parfum maskulin-manis milik Vea, menantikan detak jam yang membawanya kembali ke unit Tribeca.

Azeant Apolo-Valerio, sang pangeran Teknik yang logis, kini resmi terjebak dalam labirin obsesi yang ia buat sendiri. Ia tidak sadar bahwa di balik kegelapan yang disukai Vea, ada sebuah kenyataan tentang gadis panti asuhan yang sedang mencoba bertahan hidup di tengah kerasnya New York, yang hanya ingin merasa "hidup" melalui dirinya tanpa harus takut akan rasa sakit dari sebuah komitmen.

Malam itu, keduanya tidur dengan pikiran yang sama: menantikan esok malam, di mana identitas tidak lagi penting, dan hanya kulit yang bicara.

1
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!