Zhao Fei yang dijuluki Yang Mulia Petir Abadi, tewas ditikam murid kesayangannya sendiri setelah 10.000 tahun berkuasa di Alam Dewa.
Namun ternyata hukum karma memberinya kesempatan kedua. Rohnya dikirim ke dunia bawah, masuk ke tubuh seorang pemuda sampah dari keluarga miskin yang tidak punya bakat, tidak punya harga diri, dan tidak ada wanita yang mau menikahinya.
Kekuatan petirnya lenyap. Akar spiritualnya tertidur dan dirinya harus memulai semuanya dari nol.
Tapi dendam seorang dewa tidak pernah padam. Janji pada pemilik tubuh asli pun juga tidak akan diingkari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Pil
Zhao Fei melesat bebas, melayang di udara Alam Dewa mirip burung yang terbang tanpa menggunakan sayap. Angin berembus kencang, menggeser pergerakan awan-awan keemasan yang bergerak lambat di bawah posisinya. Dia memfokuskan pandangan mata untuk mencari lokasi yang dituju, menyapu daratan luas demi menemukan kembali beberapa penanda geografi yang masih tersimpan di dalam ingatannya sejak ribuan tahun lalu.
Namun, ada satu hal ganjil yang mengusik pikirannya selama terbang. Kondisi Alam Dewa terasa sangat berbeda dari memori terakhirnya. Banyak struktur bangunan dan lanskap alam yang telah mengalami perubahan drastis. Padahal, menurut garis waktu perasaannya, dia belum terlalu lama mati dikhianati. Mengapa perubahan terjadi begitu cepat, terlihat seperti sudah berjalan puluhan tahun? Apakah waktu di dimensi Alam Dewa bergerak jauh lebih cepat dibandingkan dengan dunia fana di Alam Bawah?
Pertanyaan itu disimpan rapat saat sepasang matanya menangkap titik lokasi target. Sebuah bangunan setinggi empat lantai dengan arsitektur memanjang di tengah lembah. Dinding bangunan terbuat dari batuan hitam yang dipoles hingga berkilau mirip permukaan cermin, dilengkapi barisan jendela kecil di beberapa bagian sisi.
Zhao Fei menurunkan ketinggian terbangnya secara perlahan, mendarat dengan mulus tepat di depan pintu utama dan langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling pekarangan yang sepi. Tidak ada satu pun pengawal yang bersiaga, tetapi dia sangat tahu bahwa tingkat pengamanan di tempat ini teramat ketat, dipenuhi barisan formasi aktif, jebakan spiritual, serta ritual deteksi otomatis. Sistem pertahanan ini tampaknya dipasang oleh Lianhua atau jenderal kepercayaannya. Pemuda itu memantapkan langkah, masuk melewati ambang pintu.
Tepat ketika kakinya menginjak lantai dalam, sistem formasi langsung mendeteksi kehadirannya. Cahaya biru menyala terang di sepanjang permukaan dinding batu, memicu kemunculan garis-garis energi spiritual yang melingkar-lingkar memenuhi lantai.
Zhao Fei bergerak dengan penuh kehati-hatian, mengamati setiap pola pergeseran energi. Sisa ingatan masa lalunya sebagai seorang penguasa tertinggi terbukti sangat berguna untuk membaca kelemahan sistem magis ini. Titik lemah dari sirkulasi formasi ini berada di sisi ini, pikirnya. Dia melangkah ke kanan untuk menghindari garis energi biru, bergeser ke kiri, lalu melakukan sebuah lompatan kecil.
Namun, di tengah koridor, pergerakannya hampir memicu alarm bahaya. Sebuah lonceng kecil yang menempel di sudut ruangan mendadak bergetar, menciptakan ketegangan yang membuat jantung Zhao Fei berdebar cepat. Tubuhnya membeku di tempat selama beberapa saat sampai getaran lonceng itu mereda dan berhenti sepenuhnya. Sebuah keberuntungan yang sangat besar.
Hingga langkah kakinya berhasil mencapai ruangan inti penyimpanan. Yang di mana di dalam kamar itu, berjejer rak-rak batu yang memuat puluhan botol kecil berisi pil dewa kualitas tinggi. Zhao Fei menjulurkan tangan kanan, mencoba menyentuh salah satu botol keramik.
Telapak tangannya secara mengejutkan tidak menembus materi fisik itu. Ternyata, di dalam area yang dilindungi oleh medan formasi khusus seperti ini, jiwanya memiliki kemampuan murni untuk berinteraksi dengan benda-benda nyata. Fenomena ini sangat berbeda dengan kondisi saat dia berada di medan perang terbuka sebelumnya. Lantas dirinya segera mengambil beberapa botol pil kultivasi, serta meraih selembar gulungan perkamen yang tergeletak di bagian rak paling atas.
Gulungan perkamen itu memuat lembaran catatan internal mengenai kondisi pasukan militer, data logistik Ratu Lianhua, serta taktik strategi perlawanan menghadapi bangsa iblis. Informasi ini dipastikan akan sangat berguna untuk masa depannya, pikir Zhao Fei sembari menyimpan gulungan itu ke dalam ruang spasial cincin jarinya.
Setelah mengamankan seluruh target logistik dan kembali ke gudang persembunyiannya, Zhao Fei segera memfokuskan kekuatan pikiran. Cincin kuno di jarinya memancarkan gelombang hangat, menarik kembali kesadaran jiwanya untuk melintasi batas dimensi menuju ke alam bawah.
Kelopak matanya kembali terbuka, mendapati dirinya kembali menatap langit-langit kayu kamar desa perbatasan yang sepi. Kelegaan yang luar biasa seketika menyelimuti seluruh batinnya karena misi penyusupan ini berjalan dengan sukses tanpa kendala maut. Seluruh botol obat kultivasi kini telah aman berada di bawah kendali akses spasialnya.
Beberapa pil berharga ini juga telah dia alokasikan ke dalam tempat penyimpanan rahasianya. Semoga Lianhua tidak akan menaruh kecurigaan yang berlebih bilamana mengetahui bahwa suaminya, yang dianggap telah tiada, melangkah diam-diam untuk mengambil kembali apa yang sudah menjadi hak miliknya.
Zhao Fei memosisikan diri duduk di tepi ranjang, lalu mengeluarkan salah satu botol kecil dari balik saku pakaiannya. Di dalam botol itu tersimpan beberapa butir pil berwarna keemasan yang memancarkan aroma herbal murni, sejenis pil obat untuk memicu peningkatan ranah kultivasi tingkat tinggi.
Pemuda itu menanamkan sebuah peringatan kuat di dalam benaknya. Wadah tubuh barunya saat ini memiliki karakteristik yang teramat lemah, sangat berbeda dengan kapasitas fisik aslinya di Alam Dewa dahulu. Alhasil, takaran dosis penggunaan obat ini harus diatur dalam skala yang juga harus minimalis, sama halnya dengan penanganan pil Jawaban Seratus Penyakit sebelumnya yang hanya membutuhkan parutan serbuk kecil.
Dia membuka sumbat botol keramik itu, lalu memiringkan wadah kecil itu untuk menggigit sedikit bagian pil karena tidak perlu mengonsumsi dalam jumlah banyak demi menghindari risiko kerusakan meridian.
Tapi alangkah indahnya saat pintu kamar mendadak terbuka dengan hantaman keras yang sangat mengejutkan.
"Zhao Fei! Coba tebak berita gila apa yang kubawa! Aku akhirnya resmi punya pacar yang sangat cantik!" seru Li Xun yang kini berdiri di ambang pintu tanpa melakukan ketukan sama sekali. Wajah pemuda nyentrik itu tampak sangat berseri-seri, dengan sepasang mata yang berbinar-binar dipenuhi oleh luapan kegembiraan yang meledak-ledak.
Sedangkan Zhao Fei terkejut setengah mati mendengar gebrakan pintu serta teriakan lantang yang merusak ketenangan itu. Akibat rasa kaget yang melanda sistem kesadarannya, sebuah gerakan spontan terjadi tanpa bisa ditahan oleh kendali pikirannya.
Seluruh isi di dalam botol kecil itu, yang seharusnya hanya dikonsumsi dalam takaran minimalis, seketika tumpah ruah dan meluncur masuk ke dalam rongga mulutnya yang sedang terbuka.
Glek.
Zhao Fei menelan semuanya secara tidak sengaja, memaksa seluruh butiran obat kultivasi dewa itu mengalir melewati tenggorokannya. Itu tidak lagi berupa takaran seujung kuku, melainkan satu botol penuh pil peningkatan kekuatan spiritual tingkat tinggi dari Alam Dewa yang masuk ke dalam sistem pencernaan tubuh fananya.
Sepasang matanya membulat sempurna, dengan warna kulit wajah yang seketika berubah menjadi sangat pucat bagaikan kertas.