NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:61.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Langkah kaki Olivier Martinez terasa sedikit lebih ringan setelah ia melangkah keluar dari atmosfer kamar rawat VIP nomor satu yang mencekam.

Di koridor luar, lampu-lampu rumah sakit mulai berpindah ke mode malam, memancarkan cahaya yang lebih temaram dan menenangkan. Ia baru saja berjalan beberapa meter dari pintu elektronik kamar King Stone ketika sebuah siluet anggun berjalan mendekat dari arah lift khusus.

Wanita itu berjalan dengan keanggunan alami yang tidak bisa dipalsukan. Mengenakan setelan celana kain sutra berwarna krem dan blazer senada, penampilannya memancarkan kelas sosial tertinggi di Chicago.

Di lehernya melingkar syal kasmir lembut yang menutupi sebagian kerah bajunya.

Wajahnya yang matang masih menyisakan kecantikan luar biasa, dengan sepasang mata yang memancarkan kehangatan sejati—sifat yang sangat langka di dalam lingkaran keluarga Stone yang terkenal kejam dan dingin.

Dia adalah Mommy Emmeline.

Olivier otomatis menghentikan langkah kakinya di tengah koridor, mendadak merasa seluruh persendiannya membeku, mendatangkan rasa canggung yang luar biasa di dalam dadanya.

Mommy Emmeline menghentikan langkahnya tepat di depan Olivier. Senyuman tulus langsung terbit di wajah paruh bayanya yang anggun begitu melihat jubah putih dan papan nama yang tersemat di dada Olivier.

"Selamat sore, Dokter," sapa Emmeline dengan nada suara yang sangat halus dan ramah. "Maaf mengganggu waktumu. Aku baru saja ingin menjenguk putra sulungku, King Stone. Apakah kau dokter yang bertanggung jawab menangani jahitannya?"

Olivier menarik napas dalam-dalam, mengaktifkan mode profesionalnya dengan cepat untuk menutupi gemuruh di hatinya. Ia membungkuk hormat.

"Selamat sore, Nyonya Stone. Benar, saya Dokter Olivier Martinez, residen yang bertugas mengawasi perkembangan Tuan King Stone hari ini. Kondisinya pasca-operasi sangat stabil. Cairan antibiotik dosis kedua baru saja masuk, dan grafik pemulihan fisiknya berjalan dengan sangat baik."

Mendengar penjelasan yang runtut dan tenang itu, senyuman Emmeline semakin melebar penuh rasa syukur. Namun, alih-alih langsung berjalan menuju kamar putranya, Emmeline justru melangkah satu blok lebih dekat ke arah Olivier.

Sepasang matanya yang hangat mulai meneliti garis wajah Olivier dengan pandangan yang mendadak berubah menjadi penuh selidik, seolah sedang menggali sesuatu dari laci ingatannya yang paling dalam.

Emmeline memiringkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke dalam sepasang mata bulat milik Olivier.

"Dokter Martinez..." gumam Emmeline, suaranya melambat. Gurat kebingungan yang samar muncul di dahinya yang halus.

"Wajahmu... entah mengapa saya merasa tidak asing melihat wajahmu, Dok. Struktur rahangmu dan caramu menatap... rasanya seperti saya pernah bertemu denganmu di suatu tempat. Apakah kita pernah berkenalan sebelumnya?"

Pertanyaan halus dari Emmeline laksana hantaman palu yang membuat jantung Olivier berdegup dua kali lebih cepat. Keringat dingin mulai terbit di telapak tangannya yang tersembunyi di balik saku jubah putih.

Olivier tahu, jika Emmeline sampai mengingat kembali siapa dirinya—maka seluruh rahasia hidupnya, termasuk keberadaan Nora Amelie di Lincoln Park, akan berada dalam bahaya besar.

Keluarga Stone tidak akan pernah membiarkan rahasia masa lalu berkeliaran bebas di Chicago.

Sebelum Olivier sempat menyusun kalimat kebohongan yang aman untuk menjawab, Mommy Emmeline dengan kebaikan hatinya yang tulus justru menyentuh lengan Olivier dengan lembut.

"Mari, Dokter Martinez. Temani saya kembali ke kamar King sebentar. Aku ingin mendengarkan penjelasan detail tentang pantangan makannya di dalam, sekalian ingatan tua saya ini mungkin bisa mengingat di mana kita pernah bertemu," ajak Emmeline dengan halus, menuntun Olivier untuk berbalik arah kembali menuju pintu kamar nomor satu.

Olivier tidak memiliki pilihan lain selain mematuhi permintaan sang ibu negara klan Stone.

Dengan langkah kaku, ia kembali menempelkan kartu aksesnya pada panel pintu elektronik. Pintu bergeser terbuka tanpa suara, menampilkan sosok King Stone yang terkejut melihat ibunya masuk kembali bersama dokter yang baru saja berpamitan beberapa menit lalu.

King menegakkan tubuhnya di atas ranjang, mata elangnya langsung menangkap raut ketegangan yang tertahan di wajah Olivier.

"Mommy??" tanya King, suaranya berat namun ada nada pelindung yang instingtif muncul di dalamnya.

Emmeline berjalan masuk, meletakkan tas jinjingnya di sofa kulit, lalu menatap putranya dengan senyuman hangat. "Mommy tidak sengaja bertemu dengan Dokter Martinez di koridor depan, King. Doktermu ini sangat hebat dan telaten dalam menjelaskan kondisimu."

Emmeline kemudian berbalik, kembali menatap Olivier yang berdiri diam di dekat pintu dengan posisi tegak yang kaku. Emmeline mengetukkan jari telunjuknya di dagu, kembali larut dalam rasa penasarannya yang besar.

"King, lihat Dokter Martinez baik-baik," ucap Emmeline pada putra sulungnya. "Mommy benar-benar merasa sangat familier dengan wajahnya. Garis senyumnya, tatapan matanya... Mommy yakin sekali pernah melihat wajah ini di masa lalu, tapi ingatan Mommy yang sudah tua ini mendadak macet. Apa dia pernah menghadiri salah satu perjamuan makan malam klan kita?"

Mendengar ucapan ibunya, King Stone langsung mengerti situasi berbahaya yang sedang dihadapi oleh Olivier.

Sumpah masa lalu atas nama ibunya—bahwa dia tidak akan membawa wanita ke ranjang pribadinya—mendadak berkelebat di kepalanya. Namun, melihat tubuh Olivier yang sedikit gemetar karena menahan tekanan emosi, insting klan Stone di dalam diri King menolak untuk membiarkan wanita yang dicintainya itu terpojok sendirian.

King Stone menyandarkan punggungnya kembali ke bantal ranjang dengan gerakan yang sangat santai, bahkan terkesan acuh tak acuh. Ia menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang hambar, seolah apa yang akan ia katakan bukanlah sebuah bom waktu yang besar.

"Tentu saja Mommy tidak asing dengan wajahnya," jawab King Stone dengan nada suara yang teramat santai, mengalir mulus tanpa ada beban dosa sedikit pun di balik bibirnya.

Emmeline menoleh ke arah putranya dengan alis yang bertaut. "Oh ya? Jadi Mommy benar? Di mana kita bertemu dengannya, King?"

King melirik Olivier sekilas, mengunci pandangan mata bulat wanita itu yang kini melebar karena terkejut atas kenekatan pria di atas ranjang tersebut.

"Dia adalah Olivier Martinez, Mom. Mantan kekasihku saat di high school dulu," jawab King Stone dengan begitu enteng, tanpa ragu, meruntuhkan seluruh dinding kebohongan yang sejak kemarin coba dibangun oleh Olivier di depan staf medis rumah sakit.

Mendengar pengakuan blak-blakan dari putra sulungnya, Mommy Emmeline langsung terdiam di tempatnya.

Sepasang matanya berkedip beberapa kali, menatap King lalu beralih menatap Olivier dengan ekspresi yang sangat terkejut namun tidak memancarkan kemarahan.

Sementara itu, Olivier Martinez merasa dunia di sekitarnya mendadak runtuh.

Gila. King Stone benar-benar pria gila yang tidak pernah memikirkan konsekuensi dari kata-katanya.

Pengakuan tanpa dosa itu tidak hanya merusak batas profesionalitas mereka sebagai dokter dan pasien, tetapi juga resmi menarik kembali benang merah masa lalu mereka ke atas permukaan, tepat di hadapan wanita yang paling dihormati di dalam klan Stone.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor Aku bacanya sampai di sini saja.🙏
Rosdianah 🌷: siap kak 🫶
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semu Sembako apa sih Thor... kok Aku jadi ngelag ya.🤔🤣
Rosdianah 🌷: Author ingat sembako 🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah iya 48jam itu sama saja dengan 2hari Marthin....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kayaknya Author suka tipe perempuannya lebih Tua dan Laki²nya brondong.🤣🤣✌️
Rosdianah 🌷: hahah 🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau beneran Nora jadi nikahnya dengan Xander, Aku sintil kamu Thor.😁
Rosdianah 🌷: nggak kak🫶 Xander Punya cerita sendiri di sebelah, " I Hired A billionaire" judulnya
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aku lebih dukung Nora dengan Nicole daripada dengan Xander Thor.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kok malah jadi hubungan dengan sepupuan Thor.... 🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan sampe deh Xander jadi jodohnya Nora karna mereka sepupu terus usia mereka juga lebih tua Nora Thor... rasanya ga enak banget dengernya.😁✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
si mantan playboy, mesumnya ga terkira... sekarang ngerasain gimana rasanya nelen ludah sendiri kan🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor emang ga ada baju / gaun tidur sampe Oliv pake jubah mandi saat tidur yang ada masuk angin dong.🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: author Sampe lupa kasih dia baju😭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kasar banget Liv...🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sah juga King ga jomblo lagi.🤣🤣🤣
Untung nenek tua sudah tobat kalau ngga sudah Aku dorong tuh sekalian... Bercanda.🤣🤣🤣✌️✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh Anda juga salah sebagai Orang tua Kyle Emma karna dulu kalian menekan King untuk menuruti kemauan Grandmaman tanpa ngasih kesempatan dia buat me.ilih pilihan hidupnya sendiri... jadi bukan sepenuhnya salah King tapi Para Tetua juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngapain sih Lynne Freya ngalangin jalan King buat ngenalin Nora pada Orang tuanya harusnya kalian sebagai menantu paling muda di keliarga itu ngehargai King sebagai Kaka ipar dan Tetua di rumah itu bukan ngejegal dengan melontarkan kalimat² yang kurang pantas di depan anak² lecil... rasanya gimana ya... kayak kurang sopan banget.
harusnya dahulukan dulu King ketemu Kyle sama Emme setelah mereka selesai bicara penting baru kalian komentarin.😤
maaf ya Thor karna Aku komen gini.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
malah sibuk berdebat di depan anak kecil.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya terkuak juga.
O ya mungkin maksudnya "Mencuri sebagian diriku bukan sebagai diriku" ya Thor.
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm ternyata lagi adu tak tik nih... tapi masa keluarga Stone ga bisa nyari tau tentang Olivier yang sudah mempunyai Nora.. padahal mereka Orang paling berpengaruh di banding dokter Ricard dan Olivier.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kan cemas juga Liv.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
biarlah King dan keluarga Stone tau kalau Nora ada Liv, karna biar seburuk apapun King dulu padamu tapi Dia ayahnya dan suatu saat juga bakal ketemu karna takdir terutama takdir yang di buat oleh Author.🤣✌️
capek juga kalau harus di sembunyikan...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semungut King... sudah dapet lampu ijo dari sang Ratu.🤭🤭🤭
tinggal cari tau lebih lagi tentang Oliv biar Kamu bisa berjuang lebih gesit lagi kalau tau sudah memiliki Putri kecil yang cantik dan pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!