NovelToon NovelToon
AEXDREAM HIGH SCHOOL

AEXDREAM HIGH SCHOOL

Status: tamat
Genre:Ketos / Bad Boy / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Viana18

SMA Aexdream adalah sekolah elit yang hanya diisi oleh murid-murid dari kalangan keluarga terpandang, jenius, dan berbakat di berbagai bidang. Di sini, aturan dan gengsi adalah segalanya, apalagi bagi para pengurus OSIS yang dianggap sebagai “raja dan ratu” di lingkungan sekolah. Di antara mereka, ada satu pasangan yang selalu jadi sorotan: Mark, Ketua OSIS yang dingin, perfeksionis, dan sering dibilang kayak “robot nggak punya hati”, serta Gisel, Wakil Ketua OSIS yang cerdas, tegas, tapi punya mulut tajam dan gampang kesal kalau lihat kelakuan Mark yang sok sempurna.

Sejak awal menjabat, Mark dan Gisel selalu bertentangan. Mulai dari rapat yang berakhir debat panas, proker yang nggak pernah satu pendapat, sampai hal sepele kayak pemilihan tema acara sekolah—semua jadi ajang adu argumen. Bagi Gisel, Mark itu cuma cowok sombong yang ngira dia paling benar, sedangkan bagi Mark, Gisel cewek yang terlalu keras kepala dan susah diatur. “Dasar bossy cat! Paling seneng deh bikin aku pusing!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Masuk ke semester awal kelas 12, beban dan tanggung jawab makin menumpuk. Selain pelajaran yang makin sulit dan persiapan ujian masuk universitas yang makin serius, ada satu tugas besar yang wajib mereka selesaikan sebelum lulus: mencari dan memilih penerus kepemimpinan OSIS SMA Aexdream. Sebagai angkatan tertua dan pengurus saat ini, Mark dan seluruh tim punya kewajiban buat nyari, menilai, dan menunjuk siapa yang layak memegang kendali organisasi ini setelah mereka pergi nanti.

Pagi itu, ruang OSIS kembali penuh sama tumpukan berkas, formulir pendaftaran, dan data-data calon kandidat. Suasana di sini agak beda dari biasanya, ada rasa haru dan berat hati, karena artinya waktu mereka di sekolah ini makin dikit lagi. Mark duduk di kursi ketua dengan wajah serius tapi tenang, Gisel di sebelahnya sibuk nyatet poin-poin penting, sementara teman-teman yang lain duduk mengelilingi meja besar itu.

"Oke teman-teman," buka Mark dengan suara tegas dan jelas. "Kita udah buka pendaftaran calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS baru seminggu lalu. Pendaftarannya lumayan banyak, tapi kita harus pilih yang paling tepat. Ingat ya, SMA Aexdream ini bukan cuma sekolah biasa. Nama besar, prestasi, dan kebersamaan yang udah kita bangun bertahun-tahun harus tetep terjaga dan makin maju nanti. Kita nggak boleh salah pilih orang."

Gisel mengangguk setuju, terus nunjukin daftar nama di kertas di depannya. "Dari total 25 pendaftar, udah kita saring jadi 5 pasang kandidat. Mereka semua dari kelas 10 dan 11, punya nilai bagus, aktif di kegiatan, dan punya rekam jejak baik. Hari ini kita bakal wawancara satu per satu, terus diskusi bareng buat mutusin siapa yang paling pas."

Haechan yang duduk menyandar malas di kursi langsung angkat tangan, mukanya agak nggak rela. "Duh... rasanya aneh banget sih. Kita yang udah bikin OSIS ini se-seru dan se-hebat ini, sekarang harus nyerahin ke orang lain. Takutnya nanti nggak se-asik kita dong cara kerjanya."

Ningning nyenggol lengan cowoknya pelan, terus senyum. "Namanya juga pergantian, Haechan. Kita kan bakal lulus. Justru kita harus nyari orang yang lebih baik dari kita, biar nama sekolah makin naik. Lagian lo lho... dulu kan kita juga penerusnya kakak kelas, terus kita buktiin kita bisa lebih hebat kan? Nah sekarang giliran mereka."

"Betul banget," sahut Jaemin sambil nyusun berkas rapi. "Gue udah liat-liat datanya sih, ada beberapa yang kelihatan potensial banget. Apalagi ada anak kelas 11 yang katanya pinter ngatur acara, berwibawa, tapi asik juga orangnya. Kayaknya bakal cocok sama gaya kita."

"Siapa namanya?" tanya Karina yang lagi baca profil calon kandidat satu per satu dengan teliti banget.

"Namanya Doyoung, pasangannya Yeri," jawab Jeno yang udah hafal semua data karena dia yang bantuin Mark nyari informasi. "Doyoung itu tenang, tegas, rajin, dan pinter ngomong. Yeri itu ceria, cekatan, dan pinter banget urusan administrasi. Kayaknya kombinasi mereka pas banget, mirip-mirip gaya Mark sama Gisel deh."

Chenle langsung tepuk tangan kencang banget, matanya berbinar antusias. "Nah itu baru bener! Harusnya yang gantiin kita itu yang levelnya setara atau bahkan lebih tinggi dong! Kalau biasa aja, maluin nama kita dong! Doyoung... gue denger nama itu emang anak pinter, juara lomba debat juga kan? Oke, gue dukung asal dia bisa buktiin dia lebih hebat dari gue hahaha."

Miyeon cuma geleng-geleng kepala sambil ketawa denger cowoknya yang tetep aja sombong. "Iya iya, emang lo paling hebat. Tapi bener sih, kita harus liat sikap dan visi mereka, bukan cuma prestasi doang. Yang penting mereka bisa jaga kekompakan antar murid, kayak yang udah kita lakuin selama ini."

Giliran demi giliran, para kandidat masuk ke ruangan itu. Ada yang gugup banget sampe suaranya gemetar, ada yang sok percaya diri tapi ngomongnya melantur, ada yang pinter tapi kaku banget. Tapi pas pasangan keempat masuk, suasana langsung berubah.

Masuklah Doyoung dan Yeri. Doyoung berjalan tegak, tatapannya tenang dan berwibawa, tapi senyumnya ramah banget. Di sebelahnya Yeri berjalan santai tapi rapi, ceria, dan matanya berbinar semangat. Mereka berdua langsung ngasih salam hormat dengan sopan dan mantap.

"Selamat siang Kakak-kakak pengurus OSIS, terima kasih udah kasih kami kesempatan," kata Doyoung dengan suara jelas dan enak didenger.

Yeri ikut senyum manis, suaranya ceria. "Kami Doyoung dan Yeri dari kelas 11. Kami daftar jadi calon Ketua dan Wakil Ketua karena kami kagum banget sama gimana Kakak-kakak semua ngelola organisasi ini. SMA Aexdream bukan cuma sekolah berprestasi, tapi juga sekolah yang asik, rukun, dan seru banget. Kami pengen nerusin itu, dan nambahin hal-hal baru yang lebih seru lagi."

Selama wawancara, mereka berdua bikin semua pengurus lama itu kagum banget. Doyoung jawab pertanyaan dengan tenang, logis, dan punya banyak ide brilian. Dia ngerti banget seluk-beluk organisasi, tau masalah yang ada, dan punya solusi yang matang. Yeri melengkapi banget, dia cepat tanggap, pinter ngurus detail, dan ide-idenya seru, kreatif, dan pas banget sama selera anak muda.

Mark, yang dari tadi dengerin dengan serius, mulai senyum puas. Dia natap teman-temannya satu per satu, kelihatan mereka semua juga udah dapet kesimpulan yang sama.

Pas mereka keluar ruangan, langsung heboh diskusi.

"GILA! ITU BARU PEMIMPIN SEBENERNYA!" seru Haechan paling kencang, mukanya semangat banget. "Gue langsung suka! Doyoung itu tenang banget, mirip Mark. Yeri itu asik banget, ceria kayak Gisel tapi ada-ada aja idenya. Cocok banget sih!"

"Bener banget," tambah Winter yang jarang banget ngasih pendapat kalau nggak yakin. "Mereka ngerti banget apa tujuan organisasi ini. Nggak cuma mau jabatannya doang, tapi emang pengen bikin sekolah makin bagus. Visi mereka jelas, misinya masuk akal, dan sikap mereka sopan tapi percaya diri."

"Gue setuju banget," kata Karina lembut. "Mereka teliti, sopan, dan saling melengkapi banget. Doyoung tenang, Yeri cekatan. Pas banget kombinasinya."

Chenle berdiri tegak, dada dibusungin banget. "Oke gue setuju juga! Karena Doyoung itu juara debat, berarti pinter kayak gue kan? Dan Yeri kelihatannya cerdas banget, pantas jadi wakil ketua. Kalau mereka yang mimpin, nama besar kita bakal terjaga dengan aman!"

Jisung yang dari tadi diem aja karena paling muda, angkat suara pelan tapi yakin. "Kak... gue juga setuju. Pas mereka ngomong, matanya berbinar banget semangat. Gue yakin mereka bakal mimpin kita—eh maksudnya mimpin sekolah—dengan baik banget."

Mark natap Gisel di sebelahnya, dan cewek itu langsung ngangguk mantap sambil senyum.

"Oke, keputusan mutlak kita jatuh ke Doyoung dan Yeri," kata Mark tegas banget. "Mereka yang paling layak, paling siap, dan paling cocok nerusin apa yang udah kita bangun selama ini. Besok kita umumkan ke seluruh sekolah, terus mulai masa peralihan kepemimpinan. Kita bakal dampingin mereka sampe kita lulus nanti, biar mereka beneran siap 100%."

Keesokan harinya, di lapangan utama pas upacara bendera, seluruh murid SMA Aexdream berkumpul rapi. Mark berdiri di depan mikrofon, diapit oleh Gisel dan seluruh pengurus, serta dua sosok baru yang bakal jadi penerus mereka: Doyoung dan Yeri.

Suasana hening seketika saat Mark mulai bicara.

"Teman-teman semua... hari ini kami, pengurus OSIS periode ini, mau ngumumin hasil pemilihan calon pemimpin baru yang bakal nemenin kalian, ngelola kegiatan sekolah, dan nerusin prestasi serta kebersamaan kita. Kami udah saring, wawancara, dan diskusi matang-matang. Dan pilihan kami jatuh ke pasangan yang kami yakini punya kemampuan, semangat, dan hati yang sama besarnya sama kami buat sekolah ini."

Mark menoleh ke belakang, memberi kode. Doyoung dan Yeri maju selangkah ke depan, berdiri tegak, wajah mereka bersinar penuh semangat dan tanggung jawab.

"Calon Ketua OSIS baru: Kim Doyoung. Calon Wakil Ketua OSIS baru: Kim Yeri!" seru Mark kencang banget.

Suara tepuk tangan langsung meledak kencang banget seisi lapangan. Murid-murid bersorak senang, terutama anak-anak kelas 10 dan 11 yang udah kenal dan suka sama mereka berdua.

Doyoung maju sedikit ke depan, ambil alih mikrofon. Dia natap ribuan pasang mata di depannya dengan tenang dan berani.

"Terima kasih banyak buat Kakak-kakak pengurus yang udah percaya sama kami. Terima kasih buat teman-teman semua yang udah dukung. Kami sadar banget, kami nerusin tongkat estafet dari pemimpin-pemimpin hebat, dari kakak-kakak yang udah bikin SMA Aexdream jadi sekolah paling seru, paling rukun, dan paling berprestasi. Kami janji, kami bakal usaha sekuat tenaga buat nerusin semua itu, bawa hal baru yang lebih seru, jaga persahabatan antar angkatan, dan bikin nama sekolah ini makin bersinar terang!"

Yeri ikut senyum lebar, suaranya ceria dan semangat banget. "Kami nggak bakal kerja sendirian. Kami bakal minta bimbingan kakak-kakak kelas 12 sampai mereka lulus nanti, dan kami bakal minta bantuan dan kerja sama kalian semua. Ayo kita bikin sejarah baru bareng-bareng di SMA Aexdream!"

Sorakan makin kencang lagi. Di pinggir lapangan, rombongan enam pasangan kita berdiri berjejer, senyum bangga dan lega menghiasi wajah mereka. Berat hati rasanya harus nyerahin jabatan dan kekuasaan itu, tapi mereka tau, mereka udah milih orang yang paling tepat.

Gisel merangkul lengan Mark erat banget, natap cowoknya dengan mata berbinar bangga. "Keren banget ya, Mark. Akhirnya kita aman ninggalin sekolah ini. Doyoung dan Yeri bagus banget, mereka bakal bawa nama kita dengan baik."

Mark senyum lega banget, natap pasangan baru itu di depan sana. "Iya, Gisel. Kita udah selesai tugas utama kita. OSIS ini bukan lagi tanggung jawab kita doang, tapi udah jadi warisan indah buat angkatan selanjutnya. Sekarang sisa waktu kita di sini, kita fokus belajar, fokus persiapan kuliah, dan fokus bikin kenangan-kenangan terakhir kita yang paling indah banget."

Haechan tepuk tangan sampe merah, teriak-teriak semangat panggil nama Doyoung dan Yeri. "AYO DOYOUNG! AYO YERI! JANGAN MALU-MALU, TIRU GAYA GUE YANG HEBAT ITU!" serunya heboh bikin semua orang ketawa, termasuk Doyoung dan Yeri yang cuma geleng-geleng kepala sambil senyum.

Chenle berdiri tegak, dada dibusungin bangga. "Nah gitu dong! Penerus kita harus sekeren itu! Emang cuma kita yang bisa nyari orang selevel kita! Bangga banget gue!"

Hari itu jadi momen bersejarah. Tongkat estafet kepemimpinan udah berpindah tangan dengan lancar dan bahagia. Beban berat udah terangkat dari bahu mereka, dan sekarang mereka bisa fokus penuh ke masa depan masing-masing. Tapi satu hal yang pasti: walaupun udah bukan lagi pemimpin, nama mereka, jejak mereka, dan kenangan mereka bakal abadi terukir di dinding sejarah SMA Aexdream.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!