“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”
Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.
“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”
Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.
“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”
“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”
“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”
Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 9 - Qi Gathering Level 1
Langit malam telah benar-benar gelap ketika Bai Fengxuan kembali ke gubuk kayunya di lereng bawah Puncak Awan Pengembara. Angin gunung bertiup pelan melewati pepohonan pinus dan menggoyangkan lentera-lentera merah yang tergantung di sepanjang jalan setapak pegunungan. Dari kejauhan suara para murid luar masih terdengar samar dari area dapur umum, bercampur dengan kokok ayam spiritual dan dentingan lonceng malam sekte yang menggema pelan di antara lautan kabut.
Hari itu tubuh Bai Fengxuan terasa sangat lelah.
Tangannya masih sedikit pegal akibat mengangkut karung tepung dan membersihkan panci besar sepanjang hari di dapur umum. Bau asap dan minyak bahkan masih menempel di pakaian hitam sederhananya.
Namun suasana hatinya jauh lebih baik dibanding malam sebelumnya.
Karena di tangannya sekarang terdapat beberapa potong Kayu Api Scarlet yang masih memancarkan hawa panas samar meskipun belum dibakar.
Bai Fengxuan menutup pintu gubuknya lalu segera berjalan menuju tungku batu di sudut ruangan. Cahaya lampu minyak yang redup menerangi interior gubuk kecil itu dengan warna jingga hangat. Dinding kayu tua memantulkan bayangan tubuhnya yang bergerak sibuk sementara angin malam sesekali masuk dari sela papan kayu dan menggoyangkan api lampu.
Dua ayam spiritual merah yang telah ia bersihkan sehari sebelumnya masih tergantung rapi di samping meja kayu.
Tatapan Bai Fengxuan perlahan jatuh pada mereka dan perutnya langsung berbunyi pelan. Sejak datang ke Sekte Forgotten Blade, ini mungkin pertama kalinya ia benar-benar akan menikmati makanan spiritual hasil jerih payahnya sendiri.
Ia segera menyiapkan semuanya dengan lebih hati-hati dibanding malam sebelumnya. Wajan hitam besar perlahan kembali diletakkan di atas tungku batu hingga lantai kayu mengeluarkan suara berat yang tumpul. Permukaan wajannya tetap terlihat kusam dan gelap seperti logam tua yang telah terkubur bertahun-tahun di dasar sungai.
Namun kali ini Bai Fengxuan tidak lagi menggunakan kayu bakar biasa. Ia mengambil salah satu potong Kayu Api Scarlet lalu memasukkannya ke dalam tungku.
Hampir seketika api merah gelap langsung menyala. Panas yang keluar dari kayu itu jauh lebih kuat dibanding kayu biasa. Bahkan udara di dalam gubuk langsung berubah hangat hanya dalam beberapa tarikan napas. Cahaya merah api memantul di permukaan dinding kayu dan membuat ruangan kecil itu terasa seperti tungku pembakaran spiritual.
Mata Bai Fengxuan sedikit membesar. “Kayu mahal memang berbeda…”
Ia segera menuangkan sedikit minyak ke dalam wajan lalu mulai menunggu dengan penuh harap.
Awalnya tidak ada perubahan. Namun perlahan permukaan wajan hitam itu mulai mengeluarkan suara dengungan samar yang hampir tidak terdengar.
*Wuuunng…
Tatapan Bai Fengxuan langsung berubah serius.
Permukaan logam hitam tersebut perlahan memancarkan hawa panas redup dan rune-rune kuno yang hampir tidak terlihat mulai muncul samar di bagian bawah wajan sebelum menghilang kembali.
Bai Fengxuan bahkan sempat mengira dirinya salah lihat. Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, minyak di dalam wajan akhirnya mulai mendesis.
Mata Bai Fengxuan langsung berbinar.
“Berhasil!”
Ia hampir tertawa keras saat itu juga.
Setelah dua hari penuh frustrasi, akhirnya wajan tua itu benar-benar bisa digunakan memasak. Tanpa membuang waktu lagi Bai Fengxuan segera memasukkan potongan ayam spiritual ke dalam minyak panas.
*CRRRRKKK!!
Suara minyak mendesis langsung memenuhi seluruh gubuk.
Aroma harum yang belum pernah ia cium sebelumnya perlahan menyebar ke udara. Lemak ayam spiritual mulai meleleh dan bercampur dengan aroma rempah serta qi spiritual lembut yang keluar dari dagingnya.
Bai Fengxuan langsung menelan ludah. Ia buru-buru membalik ayam goreng itu menggunakan spatula kayu sambil berusaha menahan ekspresi lapar di wajahnya.
Semakin lama dimasak, aroma ayam spiritual itu justru menjadi semakin luar biasa. Qi spiritual samar mulai memenuhi udara di dalam gubuk hingga bahkan kabut tipis energi spiritual dapat terlihat bergerak di sekitar tungku batu.
Kulit ayam perlahan berubah menjadi warna emas kemerahan yang mengkilap terkena minyak panas. Suara minyak yang mendesis bercampur dengan aroma rempah membuat suasana malam di gubuk kecil itu terasa jauh lebih hangat dibanding biasanya.
Bahkan Bai Fengxuan sampai beberapa kali melihat keluar jendela untuk memastikan tidak ada murid luar lain yang mencium aromanya.
Kalau sampai Kakak Han datang sekarang mungkin ayamnya akan langsung dirampas habis.
Tak lama kemudian ayam pertama akhirnya matang sempurna. Bai Fengxuan buru-buru memindahkannya ke piring kayu lalu menatap hasil masakannya sendiri dengan wajah tidak percaya.
Kulit ayam spiritual itu terlihat renyah dan berwarna emas kemerahan. Minyak panas masih menetes perlahan dari permukaannya sementara aroma qi spiritual terus memenuhi ruangan.
Untuk sesaat Bai Fengxuan bahkan lupa bernapas.
“Ini…”
Ia langsung menggigit bagian paha ayam tanpa menunggu dingin terlebih dahulu.
*Kresskk…
Mata Bai Fengxuan langsung melebar.
Kulit ayam itu terasa renyah dan gurih, sementara daging di dalamnya sangat lembut dan dipenuhi energi spiritual hangat yang langsung menyebar ke seluruh tubuhnya begitu ditelan.
Rasa hangat perlahan mengalir dari perut menuju meridian tubuhnya seperti aliran air panas. Bai Fengxuan hampir tidak percaya dengan rasa yang ia rasakan sekarang.
Dibanding ayam biasa yang pernah ia makan sebelumnya, ayam spiritual ini seperti makanan dari dunia lain.
“Tidak heran kakak-kakak senior di dapur terlihat begitu bahagia setiap hari…”
Bai Fengxuan terus makan dengan wajah penuh kepuasan sampai minyak di sekitar bibirnya berkilau terkena cahaya api.
Untuk pertama kalinya sejak datang ke Sekte Forgotten Blade, ia benar-benar merasa hidupnya sangat menyenangkan. Bahkan di tengah-tengah makan ia sempat mulai memikirkan sesuatu yang sangat berbahaya.
“Kalau besok aku mengambil dua ekor lagi… mungkin tidak akan ketahuan.”
Pikiran itu langsung muncul begitu saja di kepalanya. Namun sebelum ia tenggelam lebih jauh dalam khayalan mencuri ayam spiritual seumur hidup, tubuhnya tiba-tiba terasa panas.
Gerakan Bai Fengxuan perlahan berhenti.
Ekspresinya sedikit berubah.
Energi hangat dari daging ayam spiritual mulai menyebar semakin cepat ke seluruh tubuhnya. Meridian-meridian yang selama ini terasa tertutup perlahan mulai terbuka sedikit demi sedikit.
Bahkan qi spiritual di udara sekitar mulai bergerak samar ke arah tubuhnya.
Bai Fengxuan langsung teringat pelajaran Tetua Ji beberapa hari lalu.
Tentang cara menarik energi spiritual dunia ke dalam tubuh. Tentang membuka meridian dan tentang tahap pertama kultivasi—
Qi Gathering.
Tatapannya perlahan menjadi serius. Ia segera meletakkan ayam goreng di tangannya lalu duduk bersila di atas lantai kayu menghadap tungku batu yang masih menyala hangat.
Cahaya api memantul di wajah mudanya sementara aroma ayam goreng dan qi spiritual memenuhi seluruh gubuk kecil tersebut.
Bai Fengxuan perlahan memejamkan mata.
Ia mulai mengatur napas seperti yang diajarkan Tetua Ji di aula kelas.
Tarik napas.
Buang perlahan.
Rasakan qi spiritual dunia.
Biarkan tubuh menyatu dengan langit dan bumi.
Awalnya Bai Fengxuan hanya merasakan kehangatan samar dari perutnya. Namun beberapa saat kemudian ia mulai benar-benar merasakan sesuatu. Qi spiritual di udara perlahan bergerak.
Kabut energi tipis yang sebelumnya memenuhi ruangan mulai tertarik ke arah tubuhnya sedikit demi sedikit seperti aliran sungai kecil.
Perasaan itu sangat aneh.
Seolah seluruh dunia di sekitarnya tiba-tiba menjadi jauh lebih jelas.
Ia dapat merasakan meridian pertamanya akhirnya terbuka. Jantung Bai Fengxuan mulai berdetak lebih cepat. Ia terus mengikuti aliran energi tersebut dengan hati-hati seperti yang diajarkan Tetua Ji.
Qi spiritual perlahan memasuki meridiannya.
Meridian-meridian yang sebelumnya tertutup seperti dipaksa terbuka oleh aliran energi hangat tersebut. Awalnya terasa mebgakitkan dan rasa sakit itu membuat kening Bai Fengxuan mulai dipenuhi keringat dingin. Namun ia tetap bertahan.
Sedikit demi sedikit aliran qi spiritual mulai menjadi stabil.
Energi hangat dari ayam spiritual dan qi dunia perlahan menyatu di dalam tubuhnya lalu mulai bergerak menuju pusat meridian di bawah pusarnya.
Waktu berlalu tanpa ia sadari.
Api di tungku perlahan mengecil sementara malam di luar semakin sunyi.
Lalu—
sesuatu akhirnya pecah di dalam tubuhnya.
*Wuuunng…
Gelombang energi spiritual samar langsung menyebar dari tubuh Bai Fengxuan dan membuat api tungku bergoyang pelan.
Mata Bai Fengxuan perlahan terbuka. Tatapannya terlihat sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Ia dapat merasakan aliran energi lembut bergerak di dalam tubuhnya sekarang. Meskipun masih sangat kecil dan lemah, itu tetaplah qi spiritual sejati.
Bai Fengxuan terdiam cukup lama sebelum akhirnya menatap kedua tangannya sendiri dengan ekspresi tidak percaya.
Ia berhasil.
Setelah bertahun-tahun hanya menjadi murid luar biasa, akhirnya ia benar-benar melangkah ke dunia kultivasi.
Qi Gathering level 1.
…
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....