Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keuntungan
" Ayah ... " Aurel memeluk Derry dari belakang, saat pria paruh baya itu sedang memberi makan ikan ikan koi nya.
" Hei sayang, putri Ayah yang cantik ada disini?" Derry sedikit kaget saat merasakan pelukan dari arah belakang.
" Mana suami nakal mu itu, kamu enggak dateng sama dia?" Derry melihat kebelakang Aurelia tak ada tanda tanda keberadaan Arsa.
" Ada kok yah, mungkin masih di depan." Jawab Aurel
Tak lama setelah Aurel menjawab seperti itu Arsa masuk dengan wajah datarnya.
" Tuh orangnya" tunjuk Aurel
" Kenapa, Ayah kangen sama aku?" Arsa mengambil pakan ikan dan ikut memberi makan ikan ikan koi kesayangan Derry.
"Iya bener, Ayah kangen pengen banget nyemplung kan kamu ke kolam piranha." Jawab Derry kesal.
" Ayah ikh jahat banget, suami Aurel itu." Aurel enggak suka bercandaan Ayah nya.
Arsa yang merasa di bela menjadi besar kepala.
" Ayah bercanda sayang" Derry mencoba menjelaskan.
" Ayah bercandanya enggak lucu, secara tidak langsung Ayah pengen Aurel jadi janda gitu?" Pertanyaan aurel membuat Derry sedikit gelagapan,
" Bukan gitu sayang, oke Ayah minta maaf ya," Akhirnya Derry mengalah meski kesal karena di belakang Aurellia, Arsa tengah menjulurkan lidahnya.
" Ya sudahlah, ayo ayah ingin berbicara dengan kalian." Derry menyimpan pakan ikan nya dan kemudian berjalan menuju ruang tengah.
Arsa dan Aurel pun mengikuti Derry dari belakang.
Derry duduk di sofa tunggal, sedang Aurel dan Arsa duduk di sofa panjang depan Derry.
" Ayah mau bicara apa?" Tanya Aurel
" Sebelum kita bicara, kalian mau makan atau minum dulu enggak?" Tawar Derry bagaimana pun Putri dan menantu kesayangan nya baru datang.
" Enggak perlu yah, Aurel sama Arsa baru selesai makan di luar tadi, eh kamu mau minum yang?" Aurel menolak namun sekaligus bertanya pada Arsa.
" Enggak usah sayang." Jawab Arsa sambil menggeleng.
" Oke, kalau gitu ayah mulai saja, bagaimana kalian bisa mendapatkan ini semua?" Derry meminta berkas pada Steve yang sejak tadi berdiri di belakang nya.
Aurel dan Arsa sudah mengerti apa yang akan di bicarakan Derry.
" Aurel sudah benar kan yah, itu semua milik Aurel" Jawab Aurel
"bagaimana bisa kamu tau?" Derry terkesiap,
"Ayah, Aurel tau dari mana itu enggak penting lagi, yang terpenting perusahaan milik bunda sudah kembali." Jawab Aurel.
Derry terdiam, berpuluh puluh tahun ia memperjuangkan hak Aulia yang di renggut oleh Devan namun tak jua mendapat jalan, sekarang putri nya sudah berhasil mendapatkan nya, sungguh sesuatu yang luar biasa.
" Kamu benar nak, dan Ayah bersyukur kalau akhir nya semua ini sudah kembali pada mu."
Ucap Derry
" Itu bukan sepenuh nya milik Aurel yah, ada bagian Kak Rey juga." Jelas Aurel.
" Kamu yang berhasil mendapatkan nya, Kak Rey tak perlu itu semua." Suara Rey tiba tiba memotong pembicaraan Aurel dan Derry
" Kak Rey." Aurel melihat Kakak nya mendekat dan mencium kening nya.
" Gimana kabar mu sayang, setelah menikah apa Arsa terus mengurung mu?" Tanya Rey sambil melirik Arsa.
Seperti nya nyawa Arsa terancam jika berada di mansion Cassano, ia bisa saja di mangsa sepasang Ayah dan anak yang selalu mengibarkan bendera peperangan pada nya.
" Enggak ada hal seperti itu Kak." Jawab Aurel.
" Jadi permintaan kalian apa?" Tanya Rey, kemudian itu duduk di sofa kosong sebelah Derry
" Tolong ajukan kerja sama dengan perusahaan Sanjaya melalui Sm tech, dan ajukan persyaratan pembatalan perjodohan dengan keluarga Sitomurong" Jawab Aurel.
" Untuk apa kita melakukan itu, apa keuntungan nya." Tanya Derry, bagaimana pun ia pengusaha dan tak ingin melakukan hal sia sia yang tidak menguntungkan buat nya.
" Keuntungan buat Ayah, Sm tech milik bunda kini sudah di tangan ayah." Aurel tersenyum memperlihatkan gigi gigi nya.
" Siapa yang mengajari mu untuk curang begini, perusahaan perusahaan ini sudah atas nama mu, untung buat ayah di mana?" Jawab Derry
" Untung buat ayah adalah kepuasan dan ketenangan karena sudah menempatkan perusahaan yg selama ini menjadi hak Bunda, beban dan janji ayah sudah berkurang kan."
Jelas Aurel.
Derry terdiam, ia teringat janji nya pada mendiang Aulia agar bisa merebut kembali perusaahan keluarga milik istri nya itu,,
Devan yang kala itu sahabat baik Aulia, mengkhianati Aulia dengan tujuan agar Aulia memilih nya karena perusahaan, namun Aulia tidak menuruti permintaan Devan dan berakhir perusahaan itu menjadi milik Devan, dan Aurel tau itu sejak awal ia berada di dunia ini.
Sebab itu, Aurel dengan perlahan berhasil merebut kembali perusahaan perusahaan itu.
" Oke baik lah, Ayah tak pernah menang melawan putri cantik ayah yang satu ini." Ucap Derry
Aurel tersenyum sambil melihat ke arah Arsa, Arsa melihat itu dan mengelus rambut Aurelia.
Istri nya itu sangat luar biasa menurut nya, awal nya Arsa pun tak menyangka kalau perusahaan yang mati matian mereka rebut dari Devan adalah sebenar nya milik Bunda dari Aurel
Ia mengetahui hal itu saat Aurel kemarin bercerita.
Semangat 💪💪