NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Pagi yang cerah, di hari libur tepatnya hari sabtu kebetulan tanggal merah saat itu. Sazi seperti biasa ia disapa, dan hari libur saatnya ia menghabiskan waktu dengan rebahan dan chatingan, tanpa melupakan kewajibannya membantu kakak kakaknya yang kerepotan dalam melakukan pekerjaan rumah tentunya.

Saking sibuknya chatingan, Seza dan meta geleng kepala dibuatnya. Rasa penasaran diantara keduanya, siapa sosok pria yang selalu menjadi teman chating Sazi setiap hari setiap waktu.

"Zi." panggil Meta.

"Oy, apa kak?." menjawab tanpa menoleh.

"Sazii,..ikh kamu teh kalo dipanggil nengok kek, kelewat fokus banget sama temen chat kamu sampai abai sama kakakmu sendiri." cerocos kak meta sedikit ngomel.

"Iya iya,..kenapa wahai kakandaku yang cantik jelita, kesayangan."

"Kamu chatingan sama siapa sih?."

"Iya Zi, masih sama yang kemarin bukan?." timpal Seza.

"Hmm."

"Dih mau mauan, dia udah enggak datang masih punya malu sama elu Zi."

"Dia enggak bisa dateng lagi ada musibah katanya, ya yoweislah, musibah kan datang suka enggak tepat waktu kak."

Meta hanya mengangguk, begitupun dengan Seza. tak lama terdengar suara bel berbunyi beberapa kali. Pada akhirnya meta keluar kamar dan mengecek siapa tamu yang datang ke kediamannya. Sedangkan sang suami sedang berada dikamar, masih belum terbangun dari tidurnya.

"Eh kalian masuk masuk, si Abang masih tidur kalian mau minum apa?." tanya meta pada Arven dan Fadli.

"Terimakasih kak, santai saja kita berdua mau ke studio dulu lagi ada project bareng, mungkin kalo si Abang sudah bangun nanti ada yang ingin saya bicarakan sama kakak dan bang Verrel." ucap Fadli sopan.

Disaat Fadli, Arven dan Meta sedang berbincang, didalam kamar Seza dengan usilnya bertanya pada Sazi. Pertanyaan yang menurut Sazi sangat tidak masuk akal.

"Zi, gue mau tanya dong."

"tanya apa Za?."

Saat itu Sazi sudah tidak sedang chatingan, melainkan sedang rebahan dan bermain game roblok Mabar bersama Seza.

"Kalo elo nih ya, di suruh nikah muda gimana Zi?, elo mau?, kayak adanya perjodohan gitu kayak di Drakor Drakor"

"Idih pertanyaan apakah itu?, enggak mungkinlah Za, elo sendiri gimana emang elo mau?."

"Hyaaa kagak lah Zi, ini kan gue tanya khusus ke elo hehe."

"ngaco ah enggak mungkin kalo." ucap Sazi, dan tak lama ia melihat adiknya Helmi lewat depan kamarnya sambil bersiul.

"Mi, dari mana kamu, happy amat."

"ada deh, kepo."

"dih ditanya, jawabnya kayak gitu, B aja dong bos, eh mi, didepan ada tamu siapa yang dateng?."

"lihat aja sendiri noh palingan Upin Ipin yang enggak terpisahkan."

"haish dasar hahaha, kocak disamain lah kayak Upin Ipin."

Penasaran Sazi mengintip lewat jendela, "Hah, tuh orang yang Jambak gue, ngapain lagi tuh orang kesini, nyasar apa."

"Woy, kenapa,..intip intip aja Sono gih, bilang makasih udah belum?."

"Dih najis tralala gue bilang makasih, nolongnya aja pake acara jambak gue, seret gue segala,.. apa apaan itu coba." ucap Sazi yang masih tak terima.

"Zi, yang penting kan dia sudah selamatin elo, kalo enggak cepat, elo bisa methong tau nggak." jelas Seza.

"Hmm iya sih, ntar lah gue bilang makasih."

Tak lama mereka berpapasan diarea dapur sama sama mau ambil minum, Sazi langsung tersentak, namun tak lama ia menatap lekat Fadli. Ia merasa seperti tidak asing lagi dengan gestur tubuh, wajah maupun suara Fadli.

Namun ia heran jika memang Fadli yang selama ini menjadi teman chattingnya mengapa seolah tidak mengenalnya. sama sama saling menatap satu sama lain, namun tak lama Fadli yang menyadari kalau Sazi ada rasa curiga terhadapnya langsung memecah suasana. Karena Arven dan Seza pun menatap bingung ke arah keduanya secara bersamaan.

"Kalian berdua tuh kayak musuh bebuyutan dah kayak kenal lama tau nggak," ujar Seza pada Fadli dan Sazi.

"Hah, sama dia, super Hero kesiangan."

"Sazi, enggak boleh gitu, dia sudah selamatin kamu loh."

"iya dengan cara Jambak gue gitu."

"Ya Alloh masih aja elo inget itu Zi."

"Kalau tidak dengan cara itu, kamu yang bakal tarik saya malah saya yang bisa tenggelam sama kamu tau nggak, dan endingnya kamu bakal lebih parah."

Sazi hanya terdiam, dia menyadari apa yang dikatakan Fadli ada benarnya juga. "Yaudah oke , thanks sudah selamatin gue." ucapnya singkat sedikit ketus.

Saat Sazi berbalik hendak menuju kamarnya, Saat itu kebetulan Seza dan Arven sudah entah kemana keduanya nampak kompak meninggalkan Fadli dan Sazi dalam kondisi masih saling perang dingin.

Dan tak lama, Fadli bilang " Maaf kemarin bukannya enggak datang, tapi sebelum menyapa kamu, kamu sudah tenggelam duluan."

Degh!

"Apa ini maksud dari perkataannya?,..."

"Kalau memang dia orang yang selama ini chatingan denganku, mengapa belaga sok enggak kenal sama gue."

Tak lama Arven dan Seza kembali muncul, "Ini kalian kenapa diem dieman, apa jangan jangan kalian sebenarnya sudah saling kenal sebelumnya ya."

Dengan serentak keduanya berkata "Tidak."

Arven dan Seza hanya tersenyum melihat kelakuan keduanya. Tak lama Sazi langsung ngeloyor pergi langsung menutup pintu kamarnya hingga terdengar sampai bawah tangga.

Brak!

Sedangkan Fadli hanya geleng kepala dan tersenyum tipis hingga senyumannya tidak sampai terlihat oleh orang sekelilingnya.

Kembali Seza dan Sazi berada di satu kamar, seperti biasa mereka mabar game yang sudah menjadi candu mereka.

Sambil sesekali Seza menggoda Sazi, "by the way Zi, gue yakin sih kalo tuh orang, dia temen chatan sama elo."

"Sok tau banget sih."

"Seriusan ikh ini mah feeling seorang kakak gitu loh."

"iya iya, serah elo deh Za, mata gue dah perih nih udah dulu ah mainnya, ngantuk."

Namun saat baru saja Sazi hendak berbalik tidur, tak lama pintu kamar terbuka, ada Kak Meta, Bang Verrel Arven dan Fadli.

"Ini ada apa sih rame rame ke kamar."

"Zi, kita ngobrol dulu yuck di ruang tengah."

"haish kalian sudah ada disini yaudah sih disini saja, Zi lagi mager bang Ngantung banget."

"Yasudah kalo mau nya gitu."

Suasana yang tadinya hangat berubah menjadi menegang. Semua saling lirik, sementara Seza masih santuy dengan mabar onlinenya,..namun kena tepokan Meta agar ia bisa menaruh dulu ponselnya sebentar.

"Ini keliatannya serius banget ya." celetuk Seza.

"Jadi gini Zi, Maafin Abang dan kak Meta baru kasih kabar ini sekarang sama kamu."

"maksudnya ada apa sih ini, dah kayak mau kasih wasiat bagi warisan bukan bang?." celetuk Sazi dengan polosnya.

Arven dan Fadli berusaha menahan tawanya. Namun kembali dengan ekspresi serius.

"Jadi,..sebelum ayah pergi beliau pernah bilang kalau pengen jodohin kamu dengan Fadli, tapi kami juga tidak memaksa kamu Zi, tapi saat ini berhubung kondisinya sedang urgent."..

"Iya Zi, Fadli bilang, ayahnya sedang sakit keras dan permintaannya hanya satu, ingin melihat kalian menikah."

"What!"

"Me-Menikah!?."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!