[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membubarkan Tawuran Pelajar
"Sayang, kamu nggak apa-apa?"
Sophia yang sejak tadi berada di dalam mobil bersama Adrian karena dilarang keluar oleh Karina. Meski melihat semua yang terjadi antara Karina dan keluarga Pratama, dia tetap memastikan putrinya baik-baik saja.
"Ibu, aku baik-baik saja. Mereka itu nggak mungkin bisa berbuat apa-apa padaku!"
Karina menunjukkan keadaannya yang baik-baik saja, tanpa kekurangan apapun.
"Putriku, lain kali jangan larang-larang kami untuk keluar, dan kita akan hadapi mereka bersama-sama!" ucap Adrian, tak ingin putrinya seorang diri menghadapi masalah dengan keluarga Pratama.
Meski dia tau putrinya itu sangat kuat, jauh lebih kuat darinya juga istrinya, tapi sebagai seorang ayah dan juga kepala keluarga, dia ingin berdiri di sisi putrinya, memberikan pembelaan padanya.
Karina bisa melihat keinginan Ayahnya yang begitu besar, dan akhirnya dia menganggukkan kepala, "Baik, lain kali aku nggak akan menahan Ayah dan Ibu," ucapnya.
Ucapan Karina disambut senyuman lebar Sophia juga Adrian, dimana mereka merasa lega begitu mendengar ucapan putrinya, dan karena mereka sudah cukup lama berada di luar, cepat mereka masuk ke dalam bangunan utama Mansion untuk bersih-bersih setelah lama bersenang-senang di pantai.
"Tumben ada yang menyebut namaku di grup."
Ketika Karina baru tiba di kamarnya, dia mendapatkan pesan dari grup teman-teman satu kelasnya waktu masih sekolah di SMA 01 Nusantara.
"Acara reuni?"
Ternyata bukan pesan yang secara pribadi ditujukan untuknya, ternyata itu pesan yang ditujukan pada seluruh anggota grup.
Raut wajah Karina langsung berubah, tak lagi antusias seperti sebelumnya.
"Orang ini dulu ketua kelas, dan dia ingin semua orang datang, padahal mereka saja belum tentu ada yang ingat denganku."
Namun saat Karina ingin melemparkan ponselnya ke tempat tidur, tiba-tiba ada pesan di grup yang khusus ditujukan padanya.
"Karina, ini aku Wendy, teman satu bangkumu dulu! Kali ini aku harap kamu bisa datang, nggak seperti sebelumnya dimana kamu selalu menolak datang!"
"Wendy?" Cepat Karina mengingat teman satu bangkunya, sosok wanita cantik yang menjadi primadona sekolah, juga wanita yang sering mencuri tugasnya.
"Ternyata dia, si teratai putih yang membuat masa sekolahku dipenuhi kenangan buruk, dan bukannya sampai sekarang dia masih berteman baik dengan Celine?"
Usianya dan Celine memang terpaut dua tahun, tapi dia ingat dengan baik kalau Celine dan Wendy adalah teman dekat sejak masa sekolah hingga sekarang.
Penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Wendy, Karina yang awalnya enggan menghadiri acara reuni kelas tiga hari lagi, akhirnya dia memutuskan akan hadir.
"Ya, aku akan hadir."
Karina singkat membalas pesan Wendy yang khusus ditujukan padanya, dan setelahnya dia melemparkan begitu saja ponsel di tangannya ke atas tempat tidurnya.
Tubuhnya sudah lengket oleh keringat karena keasikan main di pantai yang hanya berjarak 15 menit dari tempat tinggalnya.
"Lebih baik aku mandi, ganti baju, lalu bermalas-malasan di rumah sambil menunggu tiba waktunya makan malam," gumam Karina, tapi rencananya berubah begitu dia selesai mandi dan berganti pakaian.
[Ding!]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Membubarkan tawuran pelajar yang akan terjadi 30 menit lagi di jalanan yang lokasinya akan ditunjukkan oleh Sistem.]
[Host bisa menggunakan cara apapun untuk membubarkan tawuran.]
[Hadiah menyelesaikan tugas: Uang senilai 100 miliar rupiah, Jurus Tinju Inti Api (Tingkat Menengah), 10 Pil kebal racun, efek permanen.]
"Sistem, hadiah Tugas yang kamu berikan nggak pernah mengecewakan!"
Dengan senyum lebar menghiasi wajahnya, Karina bersiap pergi menyelesaikan Tugas yang diberikan Sistem padanya.
Kali ini dia berencana keluar dengan motor sport yang sekalipun belum pernah dipakai.
Jadi Karina tak lupa memakai jaket dan celana panjang yang cukup ketat, tapi sama sekali tak mengganggu pergerakannya.
Merasa penampilannya sudah sesuai dengan keinginan, cepat saja Karina pergi menuju garasi, menyiapkan motor yang ingin digunakannya.
Orangtuanya masih di kamar, membuat Karina tak sempat pamit, tapi dia berpesan pada salah satu penjaga rumah kalau dia pergi menjalankan Tugas.
Jaket berwarna hitam, celana panjang berwarna hitam, sarung tangan berwarna hitam, helm full face berwarna hitam, dan terakhir motornya juga berwarna hitam.
Saat ini semua yang melekat pada tubuh Karina berwarna hitam, memberikan kesan misterius yang elegan.
Kalau saja lekuk indah tubuhnya tak terlalu mencolok, dengan tinggi tubuh mencapai 175 cm, kemungkinan banyak orang yang mengiranya pria, bukan sosok wanita cantik yang sedang mengendarai moge dengan kecepatan kencang di jalanan kota.
*
"Sistem, sepertinya tawuran sudah dimulai!"
Tiba di tempat tujuan, Karina melihat tawuran yang sepertinya baru dimulai, tampak dari belum adanya korban tumbang.
[Ding!]
[Host cukup membubarkan tawuran dan misi terselesaikan.]
"Mmm, aku tau apa yang harus dilakukan." Karina tersenyum, dan cepat dia mengeluarkan pengeras suara portabel yang dibawanya dari rumah.
Setelah mengeluarkan pengeras suara yang dikeluarkan dari tas yang ternyata juga berwarna hitam, Karina menyalakan benda itu.
Tak lama terdengar keras suara sirine polisi, membuat para pelajar yang terlibat tawuran tak berpikir dua kali untuk lari melarikan diri.
Satu pihak lari terbirit-birit, sementara pihak lain tetap bertahan di tempat mereka.
"Hanya berlima menghadapi banyak pelajar yang menjadi musuh mereka. Keberanian mereka patut diacungi jempol."
Karina dengan santainya naik kembali ke motornya, dan pergi setelah mendengar suara Sistem.
[Ding!]
[Host telah menyelesaikan Tugas Sistem: Membubarkan tawuran pelajar.]
[Hadiah menyelesaikan tugas: Uang senilai 100 miliar rupiah, Jurus Tinju Inti Api (Tingkat Menengah), 10 Pil kebal racun, efek permanen.]
Karena sudah berada di luar dan merasa haus, Karina memutuskan pergi ke Cafe mana saja yang ditemuinya paling cepat.
Tak lama dia telah duduk manis di dalam sebuah Cafe.
"Bukan tempat yang besar, tapi tempat ini sangat nyaman."
Karina memasukkan Cafe tempatnya berada saat ini dalam daftar tempat favoritnya.
"Mmm, aneh juga rasanya memakai topi dan masker di dalam ruangan."
Karina mengganti helmnya dengan topi dan masker begitu memasuki Cafe, tapi sekarang dia melepas maskernya, tetap memakai topi yang membuat wajahnya tak terlihat dari jauh, hanya saja orang-orang dari samping masih bisa menikmati kecantikan yang cukup untuk membuat pria ataupun wanita mimisan.
Mengetahui itu Karina hanya menghela napas, pura-pura tak tau sengan apa yang sedang terjadi, tapi tak lama dia melirik ke arah pintu masuk, dimana baru saja masik lima pelajar yang sebelumnya sempat terlibat tawuran, dan dia baru sadar jika salah satu dari mereka memiliki kemiripan dengan Nicholas.
"Kemungkinan dia adik Nicholas," gumam Karina, tapi belum juga genap 1 menit dia bergumam, datang Nicholas dan Hans, dimana keduanya langsung bergabung dengan lima pelajar yang tampak tertekan dengan kehadiran Nicholas yang dikelilingi aura dingin.
"Ck, dia ini sama sekali nggak nahan diri saat berhadapan dengan anak kecil!"
Merasa kasihan dengan kelima pelajar yang tertekan oleh keberadaan Nicholas, Karina bangkit dari tempat duduknya, dan dengan santainya dia menghampiri Nicholas.