NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Danau Esensi Bunga Lotus Surgawi

Note: Maaf jika ada beberapa kesalahan di bab sebelumnya, tolong koreksi ya teman-teman. Terimakasih.

Lanjut.

Di dalam ruang dimensi waktu seakan melambat mengikuti irama napas Nova, yang duduk bersila di atas batu datar dengan tubuh tegak, sementara kedua telapak tangannya terbuka di atas lutut, membiarkan energi alam semesta mengalir tanpa hambatan.

Saat inti monster itu ia hancurkan di genggaman, gelombang energi liar langsung meledak keluar seperti badai yang terkurung terlalu lama, aura buasnya mencoba merobek meridian Nova dari dalam, namun di saat yang sama pil terobosan yang ia telan mencair menjadi arus hangat yang menenangkan sekaligus membimbing energi liar itu agar tetap berada di jalurnya, membuat dua kekuatan yang bertolak belakang itu bertemu dan saling berbenturan di dalam tubuhnya.

Ia terlalu nekad, untuk melakukan itu.

Perlahan, energi itu mulai berputar mengikuti kehendaknya, dari dantian arusnya menyebar ke seluruh meridian, menghantam batas-batas yang selama ini mengurungnya hingga setiap jalur energi bergetar hebat seperti sungai yang dipaksa meluap melampaui tebingnya, dan retakan pertama pun mulai muncul ketika batas tahap awal puncak mulai goyah.

Krak...

Keringat dingin mengalir di pelipis Nova namun ekspresinya tetap tenang, justru di dalam kesunyian itu kesadarannya tenggelam semakin dalam hingga memasuki inti jiwanya sendiri, melihat aliran energi dalam bentuk cahaya berupa benang-benang terang yang saling terhubung membentuk pola yang jauh lebih kompleks dibanding kultivator biasa.

Zira yang mengawasi dari kejauhan mulai menyadari sesuatu yang tidak wajar, karena energi di sekitar danau mulai tersedot, riak air yang semula tenang kini bergetar dan memantulkan cahaya seperti ribuan bintang yang berputar mengikuti pusat gravitasi baru yaitu Nova, sementara tubuh Nova menyerap semuanya.

“Dia akan memaksa untuk menembus tahap kedua? Ceroboh!” gumamnya.

Bukan hanya energi dari inti monster tetapi juga energi alam di ruang dimensi itu sendiri, membuat daya serapnya melampaui batas logika, setiap hembusan napasnya menarik energi dan setiap hembusan mengeluarkan kotoran energi yang langsung lenyap menjadi kehampaan.

Meridian yang semula sempit kini melebar dan diperkuat oleh tekanan yang terus meningkat hingga akhirnya sebuah gema tak terdengar meledak dari dalam tubuhnya dan batas pertama pecah, membuat energi yang terkurung selama ini mengalir bebas seperti air bah, namun Nova tidak berhenti karena ia memutar kembali energi itu, memadatkannya dan menekannya hingga menjadi lebih pekat serta lebih murni.

Tahap kedua tidak ia raih dengan perlahan karena ia memaksanya, gelombang energi kembali menghantam kali ini lebih kuat dan lebih dalam hingga tubuhnya bergetar hebat, batu di bawahnya retak halus dan bahkan udara di sekitarnya terdistorsi oleh tekanan yang ia ciptakan sendiri, membuat Zira menahan napas karena yang terjadi di hadapannya bukan lagi sekedar bakat.

“Dia terlalu ceroboh dan nekad! Jika tidak di hentikan tubuhnya akan hancur,” gumamnya.

Energi di dantian Nova kini berputar lebih cepat membentuk pusaran padat seperti inti bintang kecil, setiap putaran meningkatkan tekanan dan memaksa batas tahap kedua terbuka lebih lebar meski rasa sakit, tekanan, dan kehancuran dari dalam terus menghantam.

Namun Nova tetap tidak goyah dan justru kesadarannya semakin tajam seperti pedang yang ditempa di tengah api hingga akhirnya gelombang energi besar menyebar ke segala arah, membuat permukaan danau bergetar hebat dan riaknya berubah menjadi lingkaran besar yang terus meluas, sementara aura Nova berubah menjadi lebih berat, lebih dalam, dan jauh lebih mengintimidasi dari sebelumnya.

Ia membuka matanya perlahan dengan sorot yang tetap tenang namun menyimpan kekuatan yang telah berubah drastis, menandai bahwa ia telah mencapai Mortal Bumi Tahap Kedua Puncak, membuat Zira terdiam cukup lama dengan tatapan terpaku karena daya serap energi seperti itu bahkan kultivator Mortal Langit pun belum tentu mampu menandinginya.

Sementara di hadapan danau yang kembali tenang Nova berdiri perlahan dengan energi yang masih berputar lembut di sekelilingnya seolah tunduk pada keberadaannya, dan untuk pertama kalinya ranah Mortal Bumi tidak lagi terasa cukup untuk menahannya.

“Kau sangat ceroboh!” bentak Zira saat di dekatnya.

Sementara Nova hanya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Maaf, soalnya terasa sangat tanggung,” ucap Nova dengan polosnya.

Tak!

Zira refleks menjitak kepala Nova pelan, namun tenaganya terasa seperti hantaman palu bagi Nova.

“Awww! Kenapa kau melakukan itu?” ucap Nova sambil meringis kesakitan ia mengusap kepalanya yang terasa panas akibat pukulan tangan Zira.

Zira memalingkan wajahnya sambil berkata.

“Aku kesal denganmu, sangat ceroboh! Bagaimana kalo terobosan mu itu gagal dan menghancurkan dantianmu? Maka sia-sia aku datang ke dunia ini,” ucapnya dengan nada yang terdengar kesal namun terselip sebuah perhatian kecil yang sulit di sembunyikan olehnya.

Nova menyipitkan matanya.

“Apa kau mengkhawatirkanku?” ujarnya berusaha menggoda Zira.

Pipi nya merona merah saat mendengarnya kemudian ia menoleh cepat dan...

Tak!

“Kamu! Huft!” Zira menghentakkan kakinya lalu beranjak pergi meninggalkan Nova.

Nova yang melihat itu merasa lucu dengan tingkah Zira yang tak seperti biasanya.

Nova Mempelajari semua teknik beladiri kuno, ia tak berhenti melatih kemampuannya, semua teknik ia pelajari. Bahkan tendangan dewa pembelah langitnya semakin sempurna, membuat Zira yang sedang memperhatikan Nova semakin terkesan dengan kegigihan Nova.

Setelah sebulan berlalu di ruang dimensi, Nova akhirnya menghentikan latihannya setelah menguasai beberapa teknik beladiri kuno dengan cepat.

Wajahnya terlihat lelah, namun tidak dengan tubuhnya.

“Bersihkan tubuhmu, di danau itu,” ucap Zira yang tiba-tiba muncul di sebelahnya.

Nova menoleh ke arah danau sambil memperhatikan lengannya yang di penuhi dengan luka gores yang samar.

“Memangnya kenapa harus di danau itu?” tanyanya.

Zira kemudian menjelaskan, bahwa di dalam danau itu terdapat esensi murni bunga lotus surgawi yang dapat menyembuhkan luka tubuh, baik luka luar atau pun dalam. Mata Nova berbinar, tanpa berbasa-basi lagi ia membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendek. Dan tanpa disadarinya Zira memperhatikan itu lalu memalingkan wajah ke arah lain membuat wajahnya kembali merona merah saat melihat tubuh Nova yang nyaris sempurna.

“Dasar bocah itu!” umpatnya.

Nova berhenti di tepian danau, ia memperhatikan tanah yang ia pijak, sediki aneh ketika tanah itu di pijak terasa seperti menginjak lantai yang sangat empuk membuat kakinya nyaman saat bergerak.

“Waahh! Kenapa aku tidak melakukannya dari dulu?” serunya sambil bersiap masuk ke dalam air.

Tanpa disadari Nova air danau yang tenang itu menyimpan sesuatu yang mungkin akan membuatnya terkejut. Dan saat Zira akan memberitahunya, semua terlambat.

“Aaaarrrggghh!” Teriakan Nova itu membuat burung-burung spiritual langsung berterbangan karena terkejut.

Sementara Zira hanya bisa menertawakan tingkah Nova yang memang terlalu ceroboh.

“Zira! Kenapa dengan tubuhku?!” teriak Nova saat merasakan tubuhnya seperti tertusuk ribuan jarum, dan energi aneh yang berada di dalam air itu membuatnya merasa tertekan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!