NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:709
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Harga Yang Harus Dibayar

Bergerak sangat cepat pemuda itu melemparkan pedang balok ke arah tetua muda Hui, namun pria itu memutar kedua tangannya untuk menggerakkan semua belati yang ia miliki. Sehingga membentuk tameng berbentuk lingkaran untuk menahan pedang balok.

Sesuatu yang tidak diduga oleh tetua muda bahwa pedang balok itu ternyata sangat berat. Sehingga daya dorong dari balok itu tidak dapat ditahan olehnya.

"Ahk"

Sepertinya tekanan yang ditimbulkan pedang balok berhasil memberikan luka dalam pada tetua muda. Membuat belati pria itu terhempas balik, hampir saja mengenai pemiliknya sendiri.

Pria itu terdorong mundur dengan kaki menyusur tanah, namun masih cukup kuat

agar tidak terjatuh.

Saat pedang balok besar itu berbenturan dengan tameng dari belati, tetua muda sudah dikejutkan dengan keberadaan Feng Yan yang

Sudah berada di sampingnya.

"Sejak kapan ia sudah berpindah tempat?" dan sebuah pukulan yang sudah dialiri energi spiritual berhasil mengenai telak di lengan pria itu.

"Duag"

"Ugh"

Pria itu terlempar dan bergulingan di tanah, walau akhirnya bisa berdiri kembali dengan sigap. Tidak ingin memberi lawan kesempatan untuk menyerang balik, Feng Yan yang sudah menangkap senjatanya langsung melompat tinggi ke arah tetua muda.

Di udara ia mengangkat tinggi senjatanya dan mengalirkan energi spiritual dalam jumlah besar.

"Hiyaa, pukulan menepuk lalat!" iya berteriak sembarangan menyebut nama teknik yang sudah jelas hanyalah pukulan biasa.

Melihat serangan kuat yang datang dari atas tetua muda yang sudah mengetahui jenis senjata yang dimiliki lawannya tidak mau mengambil resiko seperti sebelumnya.

Ia mengerahkan semua kekuatan dari

Berkah nama dan energi spiritual untuk mempercepat gerakannya.

Dentuman sangat keras terjadi saat balok runcing itu menghantam tanah. Namun serangan kuat itu hanya mengenai tanah berumput Padang Lembah Dewa.

"Sial, balok itu terbuat dari pohon kayu besi, pantas saja terasa seperti logam saat beradu dengan senjataku."

"Dari mana bocah ini mendapat Kayu Besi yang sudah sangat langka?" ia tak habis pikir dengan kekuatan lawannya. Pemuda itu bahkan belum menggunakan berkah nama pikir tetua muda.

"Bagaimana bisa kau mengangkat Kayu Besi sebesar itu sebagai senjata!" pertanyaan yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban dalam sebuah pertarungan.

Keluar dari kepulan debu akibat benturan senjatanya, Feng Yan menyeret pedang balok yang ternyata terbuat dari kayu besi hingga menciptakan garis yang cukup dalam di tanah.

Mendengar ucapan keras dari tetua muda tadi membuat orang-orang dari keluarga Hui saling tatap.

"Kayu besi? Bukankah kayu itu sama kuat dan berat seperti besi?. Bagaimana pria ini bisa mengangkatnya begitu mudah.?" Pertanyaan seperti itu berkecamuk dalam pikiran semua orang.

Feng Yan dan Tetua muda terlihat sudah mulai kelelahan, napas keduanya terlihat sudah memburu.

Tersenyum lebar Feng Yan setelah melihat berkah nama dari lawannya sudah menghilang. Karena sekarang ia hanya perlu menyiasati perbedaan ranah dengan teknik yang lebih kuat. Dan ia tidak kekurangan teknik kuat dalam daftar kemampuannya.

"Celaka, berkah nama tetua muda sudah tidak ada.!" Seru pelayan Zhang Junda pada tuan mudanya.

"Dasar bodoh, apa yang kau khawatirkan? Tetua muda sedikit lagi akan menerobos ke ranah Raja. Tidak mungkin bocah penipu ini bisa mengalahkannya." ia membentak pelayannya karena dianggap merendahkan kemampuan Hui Chong Su.

Lain pemikiran tuan muda Hui, lain lagi pemikiran enam orang yang bertarung dengan Feng Yan sebelumnya. Mereka sangat khawatir dengan kondisi tetua itu.

"Sebaiknya kita bantu tetua muda" ucap salah seorang dari mereka.

"Tunggu! Kita akan mati jika maju sekarang. Lihat lah tetua akan menggunakan teknik terkuat miliknya. Bisa-bisa kita ikut mati terkena serangan besar itu." ucap orang lainnya setelah melihat tetua muda sudah bersiap menggunakan teknik terkuat miliknya.

" Sebelum kau mati aku ingin tahu siapa nama orang yang akan ku bunuh?" ucap tetua muda dengan sangat percaya diri.

Sambil tersenyum lawannya mengucapkan sesuatu yang membuat tetua muda sangat murka.

"Dari pada kau mati penasaran dan menghantuiku, ingatlah ini baik-baik"

"Namaku FENG YAN!"

Merah padam wajah tetua muda Hui melihat di tubuh Feng Yan tidak ada reaksi sedikitpun dari kekuatan berkah nama.

"Kau! Kau tidak memiliki berkah nama!"

"Kurang ajar, penghinaan ini tidak bisa kuterima. Tidak mungkin aku akan kalah oleh sampah sepertimu."

Tatapan dengan penuh kebencian.

Rune sihir mulai memudar dan belati-belati energi lenyap ditelan cahaya bintang.

"Tetua Muda !!!"

Seluruh orang-orang Hui berteriak dan kemudian dengan tatapan nanar mereka melihat tetua muda ditelan oleh cahaya putih terang.

Kemudian tubuh pria itu terjatuh setelah cahaya energi dari teknik bintang melewati tubuhnya. Ia tewas tanpa sempat berteriak.

Bai Guo sebagai pengawal bayaran untuk melindungi karavan dagang justru terlihat bernapas lega saat melihat Feng Yan berlutut dengan pedang balok disampingnya.

Suasana hening untuk sesaat, sebelum terdengar suara teriakan dari orang-orang Hui.

66 Ayo kita balaskan dendam Tetua muda!

Sampah rendahan ini sudah kehabisan semua energi spiritual untuk teknik yang ia gunakan tadi." Teriak salah seorang dari mereka.

Serempak orang-orang itu berlari dan melompat dengan niat membunuh ke arah pemuda yang terlihat sudah kelelahan.

Dengan keyakinan dendam akan terbalas,

namun angan-angan itu diruntuhkan oleh gerakan pemuda yang sedang kelelahan itu.

Tiba-tiba saja ia bangkit dengan gerakan memutar badan dan menebaskan pedang baloknya.

Sebuah bilah energi memanjang berwarna biru menghantam dan melontarkan mereka semua.

Bunyi gedebuk terdengar beberapa kali saat tubuh orang-orang itu menghantam tanah.

Tidak ada dari mereka yang mampu bergerak lagi, mungkin sudah mati atau tidak sadarkan diri.

Feng Yan menyeret pedang baloknya di tanah dengan tatapan dingin ke arah rombongan tuan muda Hui. Pria itu sampai terduduk di tanah karena sudah sangat ketakutan.

"Si..si...apa kau sebenarnya?" celana pemuda itu sampai basah karena ketakutan seperti melihat malaikat pencabut nyawa.

Bai Guo yang melihat Feng Yan berjalan hanya mampu meneguk ludahnya sendiri. Ia tidak hanya melihat seorang diranah

Pemadatan Pondasi dikalahkan oleh orang di ranah Grandmaster. Bahkan pria muda itu tidak memiliki berkah nama dan memiliki dua Akar elemen. Yang berarti ia memiliki inti pecah dua.

Bai Guo berlari dan bersujud ke arah Feng Yan di depan tuan muda Hui.

"Pendekar muda Feng, aku mohon jangan bunuh dia. Bagaimanapun mereka dari keluarga kelas tiga. Mereka pasti akan memburu dan membunuhmu. Aku dan anak buahku juga pasti akan mati karena dibayar untuk melindungi pemuda brengsek ini."

Feng Yan berhenti mendengar permohonan dari Bai Guo.

"Mereka tidak membuatku takut sedikitpun." Suara pemuda itu terdengar sangat tenang dan datar.

"Kami akan melupakan kematian tetua muda asal pendekar mengampuni Tuan muda" kali ini Hui Linsheng kepala dagang yang ikut bersujud di samping Bai Guo.

"Lain kali pastikan kalau kau ayam jantan saat berkokok." ucap Feng Yan menatap tuan muda Hui hingga membuat pria itu ikut berlutut dan memohon ampunan untuk

Nyawanya.

Feng Yan mengalihkan pandangan pada kuda pemberian Tuan Yuan Kong sehari sebelumnya.

"Kalian sudah membunuh tunggangan-ku, walau aku tidak terlalu membutuhkannya tetap ada harga yang harus dibayar." pemuda itu berbicara dengan nada dingin.

Ia menyandang pedang balok besar itu di punggungnya, kemudian mengeluarkan pedang Peri teratai Hijau.

Slash

Ia telah mengayunkan pedang Peri Teratai Hijau.

Dalam posisi masih bersujud tiga orang itu tidak tahu apa yang dilakukan oleh pemuda itu.

Namun kemudian...

Ahhhk..

Darah menyembur dari lengan kiri tuan muda Hui, pemuda itu bergulingan menahan sakit saat lengan kirinya terlepas dari badan.

Feng Yan berbalik dan pergi dari sana tanpa menghiraukan apapun lagi.

Kali ini di tangan pemuda itu sudah tergenggam sebilah tombak.

Saat orang-orang Hui sibuk mengobati tuan muda-nya, Pemuda itu melemparkan tombak lalu melompat dan berdiri diatas pusaka spiritual itu.

Hanya Bai Guo yang memperhatikan pemuda saat ia terbang dengan sebuah tombak pusaka tanpa menoleh lagi kebelakang.

Tatapan pria itu terus memandang kepergian pemuda yang dia anggap suatu keberadaan yang tidak mungkin ada.

"Ia bahkan memiliki senjata spiritual tingkat tinggi." pria itu menggelengkan kepala sambil menghela napas berat.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!