NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sepanjang jalan ngoceh ya.

Matahari mulai bergeser ke barat, memanjangkan bayangan mereka di jalan setapak yang sepi. Deon Key dan Kakek Genpo berjalan perlahan, membiarkan angin sore membelai wajah mereka yang lelah namun puas.

Di punggung mereka, ransel kini terasa jauh lebih ringan. Bukan karena barangnya hilang, tapi karena beban di hati sudah terbagi. Dan tentu saja... kantong mereka kini terasa sangat tebal berisi bayaran dari Nona Prizeyl yang jumlahnya bahkan melebihi perkiraan.

 

Sudut Pandang Kakek Genpo

Hah... leganya.

Aku melirik ke samping, melihat Deon yang berjalan santai sambil bersiul pelan. Anak ini... sungguh di luar dugaan.

"Deon..." panggilku pelan.

"Ya Kek?"

"Kamu itu... benar-benar bukan manusia biasa ya," gumamku sambil menggelengkan kepala tak habis pikir. "Tadi Kakek jantung mau copot melihat kamu keluarkan batu sebesar itu seenaknya di depan orang Klan Awan. Kamu tidak takut mereka malah ambil paksa dan habisi kita?"

Deon tertawa kecil, suaranya renyah terdengar di tengah hutan.

"Takut kenapa Kek? Aku yakin mereka orang baik, cuma cara hidup mereka yang kaku dan penuh gengsi. Lagipula... aku kan Kuncinya. Kalau sampai ada apa-apa, aku bisa bawa kita lari masuk ke dimensi kuil dalam sekejap."

"Itu juga..." Genpo mengusap dagunya. "Tapi kamu hebat sekali Nak. Bukan cuma soal jual beli. Cara kamu bicara sama Nona Prizeyl tadi... tenang, tegas, tapi sopan. Kamu berhasil ubah dia yang galak jadi menangis terharu gitu."

"Hahaha, dia juga manusia biasa Kek. Cuma tertekan sama beban tugas dan nama baik keluarga. Kasihan juga lihatnya. Daripada batu itu numpuk di rumah kita nggak kepakai, mending dipakai buat bantu orang dan bikin dia senang. Kan dapat duit juga, win-win solution."

 

Enak sekali rasanya jalan pulang begini.

Aku menendang-nendang kerikil kecil di jalan. Pikiran aku melayang ke kejadian tadi.

"Terima kasih... ini sungguh keajaiban. Aku tidak akan melupakan budi baik ini," kata Prizeyl tadi dengan mata berbinar. Bahkan Vorn si penjaga pun membungkuk dalam-dalam padaku.

Rasanya aneh tapi menyenangkan. Dulu orang-orang di kota menganggap aku cuma anak kampung kutu buku yang aneh. Sekarang? Putri Klan Awan saja menghormatiku.

Tapi bagiku... itu semua tidak penting.

"Kek," aku menoleh ke Genpo.

"Kenapa?"

"Tadi pas aku lihat mata Nona Prizeyl bersinar lagi karena senang... aku jadi ingat pesan di pilar kuil tadi."

"Pesan apa?"

"Kekuatan terbesar bukanlah apa yang bisa kita hancurkan, tapi apa yang bisa kita bangun dan pertahankan." Aku mengulang kalimat itu pelan. "Jadi benar ya Kek. Punya kekuatan besar atau harta banyak itu biasa. Tapi bisa pakai itu buat bikin orang lain bahagia dan tersenyum... itu baru kepuasan yang luar biasa."

Genpo menepuk bahuku kuat-kuat, penuh kebanggaan.

"Betul sekali Nak. Itulah sebabnya Kakek selalu sayang sama kamu. Hati kamu bersih, makanya kamu bisa bangunkan kuil itu. Kalau hatinya kotor, mungkin batu zamrudnya malah jadi abu."

 

Mereka berdua terus berjalan, obrolan mereka mengalir deras seperti sungai.

"Deon, sekarang uang dan emas kita sudah buanyak banget," kata Genpo mulai menghitung-hitung. "Kira-kira besok kita mau beli apa lagi? Kasur empuk sudah, perabotan baru sudah, beras satu truk pun bisa kita beli."

Aku tersenyum licik. "Banyak sekali Kek rencanaku."

"Misalnya?"

"Pertama, kita beli bahan bangunan terbaik. Kita perbaiki gubuk kita yang lama biar jadi rumah tamu yang nyaman. Siapa tahu nanti ada tamu penting datang berkunjung... seperti Nona Prizeyl misalnya," candaku.

"Hahaha! Iya juga ya! Siapa tahu dia kangen sama batu nya dan main ke sini!"

"Kedua, aku mau beli kertas, tinta, dan kuas yang banyak. Aku mau menyalin semua tulisan dan simbol di dinding kuil ke dalam buku. Biar ilmunya tidak hilang dan bisa kakek baca juga pelan-pelan."

"Wah! Jadi sarjana sungguhan kamu ini!"

"Ketiga..." suaraku menjadi lebih serius. "Kita harus mulai latihan Kek."

"Latihan apa?"

"Latihan mengontrol energi. Kakek kan sekarang tinggal di tempat yang penuh Energi Q. Tubuh Kakek pasti jadi lebih sehat dan awet muda. Kita harus belajar pakai itu supaya Kakek bisa nemani aku lebih lama lagi."

Genpo tertawa lebar, matanya berair.

"Aduh... Deon ini... ngomongnya bikin haru terus. Ya sudah! Kakek setuju! Mulai besok Kakek mau jadi murid si Jenius! Ayo latihan angkat batu zamrud!"

"Hahaha! Jangan yang berat-berat Kek! Nanti punggungnya bungkuk lagi!"

 

Suasana perjalanan pulang sore itu penuh tawa, hangat, dan damai. Mereka bukan lagi sekadar kakek dan cucu yang tinggal di reruntuhan. Mereka adalah penjaga rahasia terbesar dunia, namun tetap hidup sederhana dan bahagia.

Di kejauhan, atap Kuil Beringin sudah mulai terlihat megah di balik pepohonan, bersiap menyambut pemiliknya pulang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!