NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Sinar matahari pagi menyinari ruang tengah Vila Bukit Naga yang luas namun kosong. Debu beterbangan di udara saat tersapu cahaya.

Hao Qi duduk bersila di atas lantai kayu berlapis karpet tipis yang ia temukan di gudang. Di pangkuannya terdapat sebuah laptop baru yang ia beli dalam perjalanan pulang semalam.

"Klik... Klik..."

Jari-jarinya menari dengan sangat cepat di atas touchpad dan keyboard. Matanya yang tajam menatap deretan grafik hijau dan merah di layar yang bergerak setiap detiknya.

Otaknya yang telah diperkuat oleh Pil Pencerahan Akal Budi bekerja bak mesin presisi tinggi. Ia tidak hanya melihat angka, ia melihat pola, sentimen pasar, dan aliran uang raksasa yang tidak kasat mata.

"Hahaha! Pasar saham benar-benar seperti kolam ikan bagi orang yang tahu di mana harus melempar kail,"

Hao Qi tertawa renyah, berbicara pada dirinya sendiri. Senyum ceria menghiasi wajahnya.

"Saham Perusahaan Farmasi Bintang Jatuh sedang ditekan secara sengaja oleh pemegang saham mayoritas untuk buyback. Grafik ini menunjukkan anomali pelepasan lot kecil di jam tiga sore kemarin. Besok lusa, mereka akan mengumumkan hak paten baru, dan harganya pasti akan meroket tiga ratus persen."

Hao Qi tidak ragu sedikit pun.

"Klik!"

Ia langsung memindahkan empat juta Yuan dari rekeningnya, memborong saham tersebut di titik terendahnya. Sisa satu juta Yuan ia simpan sebagai dana operasional darurat.

"Selesai. Dalam tiga hari, empat juta ini akan berubah menjadi dua belas juta Yuan. Uang memang bekerja paling baik saat kita sedang tidur."

Hao Qi menutup laptopnya dengan perasaan sangat puas. Ia baru saja akan beranjak ke dapur untuk mencari sisa pizza di dalam kantong dimensi Sistem ketika ponsel prabayarnya tiba-tiba bergetar hebat.

"Kring! Kring! Kring!"

Hao Qi menaikkan sebelah alisnya. Hanya ada satu orang yang mengetahui nomor ini.

"Halo, Bos Zhao? Apakah proses balik nama vilanya bermasalah?" Hao Qi menyapa dengan nada santai dan riang.

Tidak ada jawaban langsung dari seberang telepon. Yang terdengar hanyalah suara napas yang berat dan rintihan kesakitan yang tertahan.

"Ugh... a-ampun... saya benar-benar tidak tahu siapa dia..."

Suara Bos Zhao terdengar sangat serak dan lemah.

"Brak!"

Suara hantaman keras menyusul, diikuti oleh jeritan Bos Zhao.

"Argh!!"

Senyum di wajah Hao Qi tidak menghilang, namun matanya seketika berubah menjadi sangat dingin dan kalkulatif.

"Halo? Siapa pun yang sedang memegang ponsel anjing peliharaanku, tolong jangan merusaknya. Aku baru saja membelinya," ucap Hao Qi dengan nada yang sangat tenang, masih mempertahankan kesopanannya.

Suara gemerisik kain terdengar, lalu sebuah suara pria yang dingin dan arogan membalas dari seberang telepon.

"Jadi kau yang bersembunyi di balik babi gemuk ini? Orang yang berani menghancurkan lengan Gao dan merampas lima juta Yuan dari operasi kami?"

Hao Qi langsung mengenali suara itu. Otak supernya mencocokkan gelombang suara itu dalam waktu kurang dari satu milidetik.

"Ah, Kakak Senior yang menabrakku di lorong kampus kemarin pagi, ya? Suaramu sangat mudah dikenali. Siapa namamu? Dan di mana kau menyiksa Bos Zhao sekarang? Di KTV Naga Emas?" Hao Qi bertanya sambil tertawa kecil.

Hening sejenak di seberang telepon. Pria dari Ibukota itu jelas terkejut karena identitasnya dan lokasinya langsung ditebak dengan mudah.

"Namaku Ye Chen dari Keluarga Ye Ibukota! Dan ya, aku berada di ruang VIP KTV Naga Emas. Jadi jangan bersembunyi seperti seorang pengecut dan datanglah ke mari sekarang juga, atau babi sialan ini akan kubunuh, dan aku akan melacak rekeningnya untuk menemukan identitas aslimu!" bentak Ye Chen dengan marah.

"Hahaha!"

"Membunuhnya tidak akan memberimu uang atau informasi, Kakak Senior. Baiklah, kebetulan aku sedang senggang saat ini. Beri aku waktu dua puluh menit. Jangan buat ruang VIP-nya terlalu berantakan, ya. Karpetnya mahal."

"Klik."

Hao Qi memutus sambungan telepon. Ia menghela napas pendek.

"Hah..."

"Orang-orang dari Ibukota ini benar-benar tidak punya kesabaran. Baru juga mencari sudah langsung main kasar."

Hao Qi mengambil jaket bertudung hitamnya. Ia memastikan Giok Penenang Hati masih terkalung aman di balik kemejanya. Dengan artefak ini, ia benar-benar buta dari pelacakan energi mana pun.

Ia melangkah keluar dari vila. Cahaya hijau redup dari Formasi Cangkang Kura-Kura beriak pelan saat ia melewatinya, menandakan sistem keamanannya bekerja sempurna.

"Langkah Angin."

"Swosh!"

Hao Qi melesat menuruni Bukit Naga. Kecepatannya jauh melampaui mobil sport mana pun. Ia bergerak menyusuri bayangan dari pepohonan dan gang-gang sempit kota Jiangjing agar tidak terekam kamera jalanan.

Tepat lima belas menit kemudian, Hao Qi tiba di atap sebuah gedung tepat di seberang KTV Naga Emas.

Ia memfokuskan pendengaran dan penglihatannya yang telah diperkuat. Di lantai dasar, tidak ada penjaga biasa. KTV itu tutup dengan plang "Sedang ada Renovasi". Di lantai lima, di dalam ruang VIP, ia bisa mendengar tiga detak jantung. Satu berdetak sangat lemah dan tidak beraturan, dua lainnya berdetak pelan, tenang, dan sangat bertenaga.

"Hanya ada dua orang. Ye Chen dan wanita berwajah dingin itu,"

Hao Qi tersenyum ceria. Ia menarik tudung jaketnya menutupi kepala.

"Wush!"

Hao Qi melompat dari atap gedung, melayang melintasi jalan raya selebar sepuluh meter, dan mendarat dengan mulus di balkon sempit lantai lima KTV Naga Emas tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

"Tap."

Ia berjalan ke arah jendela kaca tebal ruang VIP, lalu mendorongnya perlahan. Kunci jendelanya telah dirusak oleh Ye Chen saat mereka masuk.

Hao Qi melangkah masuk menyelinap di balik tirai beludru yang tebal.

Di tengah ruangan, Bos Zhao terkapar di lantai dengan wajah babak belur. Darah mengalir dari hidung dan pelipisnya. Di depannya, Ye Chen berdiri dengan angkuh, menginjak dada Bos Zhao. Sementara wanita berwajah dingin itu, Lin Xue, duduk bersila di atas meja kaca sambil membersihkan belati pendeknya.

"Sudah dua puluh menit, Ye Chen. Tikus pengecut ini tidak akan datang," ucap Lin Xue dengan nada bosan. "Bunuh saja babi ini sekarang. Kita bisa mencari informasi dari jejak transfer banknya."

"Cih. Merepotkan sekali," Ye Chen mendecakkan lidah. Ia mengangkat tumitnya tinggi-tinggi, bersiap meremukkan tulang rusuk Bos Zhao.

"Kakak Senior, sudah kubilang jangan mengotori karpetnya, kan?"

Suara yang tenang dan ramah itu tiba-tiba menggema di dalam ruangan VIP yang tertutup rapat.

"Hah?!"

Ye Chen dan Lin Xue tersentak kaget. Mereka langsung memutar tubuh mereka 180 derajat ke arah tirai beludru. Mata mereka terbelalak lebar.

"Trang!"

Lin Xue bahkan menjatuhkan kain pembersihnya. Insting praktisi Qi mereka yang selalu tajam sama sekali tidak merasakan ada orang yang masuk ke ruangan ini! Tidak ada fluktuasi udara, tidak ada aura kehidupan, bahkan tidak ada niat membunuh.

Seseorang baru saja muncul di belakang mereka layaknya hantu di siang bolong.

"Sret."

Hao Qi menyibakkan tirai beludru itu dan melangkah maju. Ia menurunkan tudung jaketnya, memperlihatkan wajahnya yang tersenyum sangat cerah dan polos.

Mata Ye Chen dan Lin Xue menyipit. Mereka langsung mengenali wajah itu.

"K-kau... Mahasiswa yang di lorong kampus?!" Ye Chen berseru dengan ketidakpercayaan yang luar biasa.

Lin Xue langsung melompat turun dari meja. Belatinya dipegang erat dengan posisi siaga.

"Tidak mungkin! Aku sudah memindai tubuhmu dari jarak dekat! Kau sama sekali tidak memiliki Qi! Meridianmu tertutup rapat seperti manusia fana pada umumnya! Bagaimana kau bisa mengalahkan Gao dan masuk ke ruangan ini tanpa terdeteksi?!" teriak Lin Xue, wajah dinginnya kini dipenuhi kebingungan.

"Hahaha!"

Hao Qi tertawa lepas. Ia berjalan dengan santai mendekati sofa dan duduk di atasnya, menyilangkan kakinya dengan nyaman.

"Dunia ini sangat luas, Kakak Senior Lin Xue. Jangan terlalu percaya pada mata dan instingmu. Kadang, apa yang kau lihat hanyalah apa yang ingin orang itu perlihatkan."

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!