NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keharmonisan dan kehangatan dari satu keluarga kecil

...----------------...

Di sebuah hutan belantara dengan pohon-pohon yang berkali-kali lipat lebih besar dari ukuran normal, begitu rimbun dan subur dengan hewan-hewan aneh langka yang menempatinya, terdapat sebuah pemukiman tradisional yang bermodalkan rumah-rumah sederhana dengan rangka kayu dan atapnya beralas dari daun tanaman liar.

Di antara semua itu terdapat sebuah keluarga tinggal sepasang pasangan suami-istri dan kedua anaknya, mereka sibuk mengurus sebuah insan yang baru lahir yang akan melakukan bentuk perubahannya untuk pertama kalinya, dari wujud binatang ke manusia.

"Ayo Lily, kau pasti bisa!" ucap seorang anak laki-laki dengan semangat menyemangati melihat perjuangan adiknya untuk berganti wujud pertama kalinya.

Wanita di sampingnya menimpali sembari bertepuk tangan, wajahnya sedikit gelisah dan berkeringat mengingat ini momen sakral semua hybrida dimana takdir mereka hidup ditentukan. "Kau pasti bisa Nak, ayo jangan menyerah, kami akan selalu ada untukmu apapun yang terjadi."

Sementara pria di pojok yang memerhatikan itu, wajahnya mengeras walaupun berusaha mempertahankan fasad ekspresinya, tidak dipungkiri ada rasa khawatir dan gelisah yang melingkupi, akhirnya ia menghampiri tiba-tiba ekspresinya berubah dan tersenyum lembut mengelus surai bulu anaknya.

"Kau pasti bisa Nak, ayo! Apapun yang terjadi dengan hasilnya, kami akan selalu merawatmu sebagai putri kita yang manis, kami senang sekali dengan kehadiranmu."

Suara-suara yang menyemangati membuat Lily terdiam seketika matanya berkaca-kaca merasakan kehangatan dan ketulusan membuatnya tiba-tiba bertekad kembali dan bersemangat, wajahnya mengerut memerah walupun tertutup oleh bulu-bulu yang melingkupinya.

"Ayo Lily kau pasti bisa!"

"Ayo Nak, sedikit lagi!"

"Ayo pelan-pelan, jangan menyerah."

Mendengar teriakkan dan ucapan semangat mereka adrenalinnya semakin tinggi membuatnya terus berusaha, jari-jarinya mengepal untuk mengejan merasakan rasa panas dan sakit luar biasa menusuk membuat air matanya mengalir, tiba-tiba seluruh bulu kuning yang melingkupi tubuhnya tergantikan sebuah kulit putih pucat memerah dan rambutnya sedikit tergerai dengan warna merah kecoklatan, tangan dan kakinya berupa cakar menjadi sepasang kaki dan tangan mungil, dan juga wajahnya yang tadinya berupa moncong dan mata besar tergantikan wajah oval bulat, bibir merah muda dan sepasang nata berwarna hijau zamrud.

Lily perlahan mengerjabkan mata berkali-kali mencoba menstabilkan penglihatan, mulai mengangkat tangannya tersenyum gembira melihat akhirnya ia berhasil menjadi seperti manusia lagi, tapi tiba-tiba tertegun saat mencoba berbicara, hanya suara cadel tidak jelas yang keluar.

"Akhirnya aku jadi manusia lagi, tapi tunggu...!

"Aum...aaam..."

Membuat Renova selaku ibunya seketika dengan sigap menyelimuti tubuhnya dengan kain selimut dari kulit binatang sebelum area intimnya terlihat, matanya berkaca-kaca akibat perasaan senang membuncah luar biasa, perlahan ia menunduk mengecup surai rambutnya perlahan turun ke dahinya.

"Kau sudah berjuang keras Nak, ibu bangga padamu." Dengan lembut berbisik dengan tangannya terus mengelus muka dan pergelangan tangannya untuk menenangkan.

Seketika kedua pria di belakang sepasang ayah dan anak tersebut terbelak terkejut dan takjub melihat perubahan pertama kali wanita kecil mereka.

Akhirnya pria kecil tersebut, Emura mulai mendekat, matanya membesar berbinar-binar memandangi adiknya, dengan ragu-ragu jari telunjuknya mencolek-colek akibat takut jika sentuhannya terlalu besar dan bertenaga akan menyakitinya.

"Dia sangat kecil dan rapuh, tidak berubah."

Membuat Renova menggeleng akhirnya menegakkan tubuh tersenyum lembut perlahan memandangi interaksi kedua anaknya merasakan amat senang dengan keakraban dan kehangatan ini membuat hatinya membuncah.

"Tentu saja Nak, semua bayi seperti ini apalagi kau juga sama waktu kecil saat pertama kali menjadi manusia juga begini, lagipula Lily kita baru berusia tiga tahun... Benarkan..... Suami?"

Seketika pandangannya menoleh memerhatikan suaminya yang terlihat terdiam terus-menerus terpaku dengan anak bungsu mereka, rasa khawatir dan takut mengerjab Renova mengingat suaminya orang yang amat tegas dan selalu memastikan semuanya sempurna, khawatir perubahan anaknya tidak seperti ekpektasinya.

"Suamiku?"

Mendengar namanya terus dipanggil membuat Roger tersentak akhirnya mulai menetralkan ekspresinya menjadi dingin kembali, perlahan melangkah dengan tegas menghampiri ranjang bayi anaknya membuat Emura perlahan mundur ikut khawatir bertanya-tanya apakah ayahnya marah atau kecewa.

"Ayah, kau kenapa?" dengan nada takut-takut Emura berbicara tanpa berniat menghampiri karena mengingat watak ayahnya yang keras tidak bisa diganggu, takut ia disemprot dimarahi habis-habisan.

Tapi Roger tidak menghiraukan keduanya dengan wajah gelap dan dingin tangannya perlahan mengangkat tubuh anak perempuannya, Lily, dengan cepat mengangkatnya tinggi-tinggi, ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi lembut sembari tersenyum dan tertawa keras.

"Hahaha Lily kita begitu cantik dan lembut, saat besar nanti dia pasti akan jadi prajurit wanita yang sangat kuat!" katanya dengan nada semangat sembari tertawa keras, terus menerus mengangkat tinggi anaknya penuh kebanggaan membuat dua orang di sampingnya menghela nafas lega kemudian Renova dan Emura saling tersenyum terkekeh diam-diam.

Akhirnya Renova mengelus tangan suaminya berdecak pelan, dengan nada sedikit kesal dan pelan memarahinya. "Jangan mengangkatnya tinggi-tinggi, Lily nanti kaget."

"Maaf, maaf istri, soalnya anak kita sangat lucu." keluhnya perlahan menurunkan Lily kembali memeluknya pelanggaran sebelum mengecup pipinya bertubi-tubi.

Menggeleng sembari tersenyum Renova mulai mengelus surai anaknya sembari bersandar di tangannya memerhatikan dengan senang begitu Roger menerima anak mereka tanpa ragu-ragu penuh suka cita, setiap harinya ia amat bersyukur mempunyai pasangan yang begitu menjaga membimbing kelurga kecil mereka.

"Jangan diulangi nanti Lily akan pusing."

"Ya, maaf tidak akan diulangi."

Membuat Emura terdiam memerhatikan kebersamaan kedua orang tuanya, tidak percaya ayahnya yang begitu keras, tegas dan garang digantikan ayah dan suami penyayang jika bersama ibunya membuat bibirnya naik tersenyum mendekati mereka memeluk keduanya sembari berjinjit menengok adiknya.

"Tidak boleh, Lily terlalu lembut untuk jadi prajurit! Dia sangat halus dan manis seperti ibu, bagaimana bisa melawan para binatang buas yang kotor seperti mereka?"

Roger perlahan terdiam mulai mengangguk menyetujui sembari berfikir sejenak dengan serius. "Iya juga, Lily persis seperti ibumu, begitu cantik seperti dewi, akan sangat disayangkan jika Lily terluka dan tercampur dengan orang kotor juga kasar seperti mereka, dia harus dijaga baik-baik agar tidak tercemar mereka."

Renova yang namanya dibawa-bawa tiba-tiba wajahnya memerah tersipu malu mendengar namanya dipuji dan diagung-agungkan, mulai diam salah tingkah merasa bingung menyikapi.

"Benar, benar! Pokoknya kita harus menjaganya, bila perlu kita lawan semua orang yang akan mendekati Lily jika dewasa, dia tidak boleh menikah sekalian, kita harus melindunginya."

"Tentu, jangan biarkan sedikitpun pria, para binatang liar itu mendekatinya."

"Tenang saja Lily, kau akan terus bersama kita selamanya."

Mendengar ucapan suami dan anaknya membuat ekspresinya retak perlahan menatap iba putrinya menyadari akan terus dikelilingi para pria posesif yang menggengkang.

"Semoga calon suamimu di masa depan nanti bisa bertahan dan berhasil melawan rintangan menghadapi mereka terlebih dahulu Lily, ibu hanya bisa mendoakanmu."

1
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!