NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Pada Gadis Jogja

Obsesi Sang Mafia Pada Gadis Jogja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Seminggu sudah Elang berada di desa Godean Sleman Jogjakarta, Ia bahkan sudah lumayan akrab dengan para penduduk lokal. Dan dia pun sangat akrab dengan nenek Meisya, Nenek Meisya bernama watini, jadi Elang memanggil nya mbah wanti.

Seperti malam ini, Elang sedang asik mengobrol dengan Mbah Wati sambil bercanda. "Cah bagus, kamu masih belum ingat, dengan keluarga mu?"

Elang menggeleng pelan, dengan menampilkan wajah sedih, seolah-olah dirinya sudah sangat frustasi karena tidak dapat mengingat apa-apa. Padahal kenyataannya Elang tidak amnesia.

Nenek wani menepuk pundak kokoh Elang. " Ndak papa le, kamu bisa jadi cucu si mbah, sama seperti Meisya. Elang mengangguk mengerti. Karena Elang sedang pura-pura lupa ingatan. Jadi nenek wati memutuskan untuk memanggilnya Agus, katanya karena wajah Elang yang tampan.

Asik mengobrol di dalam rumah, hingga sebuah suara langkah kaki yang bersahutan mendekat ke arah rumah ini. Yang ternyata langkah itu adalah berasal dari langkah kaki Meisya dengan kekasihnya Dwika.

Mereka berhenti tepat di teras rumah nenek wati. "Meisya, masuk dulu ya mas?"

"Tunggu sya," Tahan Dwika sambil memegang kedua tangan Meisya. " Dek, besok aku mau coba usaha lagi, tapi modal yang kamu kasih kemarin sudah habis semua. Boleh ngak sayang kalau aku pinjam kemu lagi?" Tanya Dwika tanpa tahu malu.

"Loh mas, Belum seminggu loh, Meisya kasih uang nya, masak sudah habis saja sih mas?" Tanya Meisya, agak kesal juga dengan Dwika.

"Aduh dek, usaha kemarin gagal total, jangan kan untung, mas malah rugi banyak. Bahkan uang mas ikutan gak kembali, jadi boleh ya sayang tambahin uang buat coba usaha lagi?

Meisya menghela nafas lelah. "Memang nya, mas mau usaha apa lagi, kemarin katanya mau Sewa kios di Jogja, Meisya kasih sepuluh juta, masa gak ada sisa sama sekali sih mas?"

"Kemarin Mas itu kena tipu loh dek, uang ruko sudah mas bayar eh cuma di sewakan nya hanya seminggu saja, setelah itu mas di usir pergi, mana jualan nya gak ada yang laku. Malah busuk semua. Jadi double rugi nya."

"Kalau usaha mbok ya yang pasti-pasti Saja sih mas." Meski Meisya ngedumel namun Meisya tetap mengeluarkan uang satu juta, dan di serak pada Dwika. " Ini uang yang Meisya punya, Meisya dah gak ada simpanan lagi. Karena gajinya Mesya tiga bulan ini dan uang kiriman mama sudah habis sama mas."

"Gak papa dek, ini semoga bisa membantu untuk tambah-tambah untuk usaha baru mas ya!" Kata Dwika tersenyum penuh kepuasan.

Tanpa mereka sadari Nenek Wati dan Elang sedang menguping di depan pintu. Nenek wati sudah sangat geram hingga kedua tangannya mengepal erat. Sedangkan Elang hanya membatin bahwa Meisya ini terlalu bodoh.

"Ya sudah mas pamit dulu ya, takut nenek mu tau aku di sini. Nenek mu kan tidak pernah menyukai hubungan kita." Kata Dwika sambil berpamitan pada Meisya dan hendak mencium pipi Meisya, namun belum sempat Dwika mencium pipi Meisya. Nenek wati segera keluar, kedua nya terkejut dan langsung menoleh ke arah Nenek wati. Kebetulan di depan rumah, ada ember berisi fermentasi air cucian beras dan pupuk kandang, yang rencananya akan di gunakan untuk memupuk tanaman.

Nenek wati memandang tajam Dwika, seolah ingin mencabik-cabik nya. Nenek wati sudah siap memegang gayung berisi pupuk fermentasi tersebut. Dan siap menyiramkan nya pada Dwika.

Dwika langsung mundur beberapa langkah, dan hendak berlari, namun sang nenek sudah terlebih dulu menyiram nya dengan air fermentasi pupuk tersebut.

Byur...

Air pupuk tersebut mendarat tepat ke muka Dwika, bahkan cipratan airnya mengenai tubuh Meisya. Yang berada di samping Dwika.

"Mbah.. ! Apaan sih mbah, ya Allah, mas kamu jadi kotor dan bauk seperti ini, maafkan mbk ku ya mas!"

"Biarin aja, kasihan apa nya, biar itu otak nya bisa tumbuh sedikit. Orang laki kok, bisanya minta duit sama perempuan mulu, mana pengangguran. Gak malu itu sama otot. Kamu juga Me, mau aja, sama cowok model kaya gitu? Mana mau nyium-nyium pipi kamu segala, belum tentu juga, dia mau nikahin kamu!"

"Gak papa dek, mas sudah terbiasa, di rendahkan oleh si mbah mu seperti ini. Kamu jangan berantem ya sama mbah. Beliau kan sudah tua. Memang kamu gak cocok sama aku yang miskin dan pengangguran ini."

"Mas..! Kok ngomong nya begitu sih? Kamu adalah pilihan aku mas, keluarga ku bahkan si mbah ku gak berhak ikut campur dengan hubungan kita!" Kata Meisya kesal, pada neneknya.

Nenek nya ini selalu begitu, tidak pernah suka pada Dwika, padahal Dwika selalu saya meminta pada Meisya, untuk mengerti keadaan mbah wati yang sudah tua. Tetapi tetap saja si mbah nya ini, tidak pernah mau merestui hubungan mereka. Katanya Dwika yang pengangguran lah, yang gak mau modal, dan cuma manfaatin Meisya saja.

Padahal Meisya tidak pernah merasa seperti itu. Wajar kan jika dia membantu untuk usaha calon suaminya? Karena Meisya sudah benar-benar cocok dengan Dwika. Meski usaha yang Dwika jalan kan selalu gagal. Namanya juga usaha, kadang berhasil dan kadang gagal.Tapi si mbah nya itu tak mau tau, baginya Dwika itu, hanya alasan saja, untuk memperdaya Meisya.

Sang nenek memegang dadanya yang terasa nyeri. sampai hati, cucu kesayangannya yang telah ia rawat dari kecil hingga sebesar ini, berkata seperti itu pada nya. Apakah salah jika seorang nenek ingin yang terbaik untuk cucu nya. Apalagi orang tua Meisya kedua nya berada di Dubai. Jarang pulang dan tidak terlalu memperdulikan Meisya.

Elang memandang jijik pada Kedua sejoli itu. Ternyata Meisya ini benar-benar bodoh. Bahkan demi pria mokondo seperti itu, ia bela mati-matian, bahkan rela menyakiti hati nenek nya sendiri. Tapi Elang hanya cuek saja, utu bukan lah urusan nya. Karena musi nya adalah untuk bisa menemukan keberadaan sang mommy.

Elang segera memegangi tubuh nenek wati yang lemas. "Sudah lah mbah. Kita masuk saja, biarkan saja Mesya dengan pilihan nya sendiri. Agar mbah tak lagi sakit hati lagi dengan sikap Meisya. Paling juga ujung-ujungnya nangis mbah!" Kata Elang menenangkan Nenek wati.

Dwika memandang tajam ke arah Elang, entah kenapa Dwika merasa tak suka dengan keberadaan Elang. "Dek, dia itu siapa?"

Meisya menoleh melihat ke arah Elang. "Oh, dia, dia itu kerabat jauh si mbah ku. Kemarin terjadi kecelakaan saat menuju kesini. Jadi dia di rawat dan tinggal di sini sampai dia sembuh." Kata Meisya dengan lancarnya mengarang cerita.

1
Limian
Antara sapaan dan perintah ini cukup mendadak, yang harusnya bisa jadi tegang di sini. Walaupun tadi saat mereka masuk pace nya bisa diperlambat, pakai show don't tell untuk menyeimbangkan alurnya.
Limian: Lebih tepatnya, sisi dan rasa yang harusnya ada malah hilang.
total 1 replies
Limian
Malah jadi teroris😂/Facepalm/
sang senja: yaelah, kirain beneran 🤣🤣
total 5 replies
Limian
Jika dipikir-pikir, sebelum berangkat ke indo, ini pakai bahasa apa ya🗿
Limian: Aman aja sih, kan novel bahasa indo😂
total 2 replies
Limian
... Mommy," kata Elang menagih janji.

Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
sang senja: kamu membantu banget soalnya.
total 3 replies
PenaMardhova
Yah, di PHP in mamahnya/Facepalm//Facepalm/
Greta Ela🦋🌺
Semua kamu lakukan demi mommy kamuu🥰
Greta Ela🦋🌺
Erlangga hebat dong bisa hindarin tembakan itu
Greta Ela🦋🌺
Haii kembali lagi bersama Erlanggaaa
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Sishrye
gantengnya visual Erlan
Limian
Tanda petik di akhir hapus, serta untuk orang yang baru bangun dari mimpi buruk ini terlalu cepat sih.
Limian: Iya, kalau mau tanya-tanya bisa langsung di grup aja.
total 2 replies
Limian
Bagian ini lebih baik ditunjukkan bagaimana kondisinya.
Contoh:

Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.

Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
Limian
Tanda petiknya itu ada salah penempatan, jadi dialognya kayak narasi. Sebelum ini juga ada, hapus yang di tengah nya.
Limian: Jadi ada tiga tanda petik
total 1 replies
Limian
Maaf nih ya, ada pendapat dariku. Daripada menceritakan panjang lebar kayak gini, lebih baik mengungkapkannya pelan-pelan. Kenapa? Karena jika diceritain semuanya di awal, rasanya bisa jadi kurang untuk ke depannya. Ini cuma masukan aja, jangan dijadikan beban, yo.
Limian
Cukup "misi" aja tulisnya
한스Hans
Thor mau tanya nama China nya si Elang apa Thor 👉👈
Limian
Itu ada pengulangan dikit, lalu huruf kapital di kata "Dingin" itu kecil aja gaess.

→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...

Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.
Limian: Sedikit aja aku koreksi, masih ada tapi untung awalan aku baca cukup lah ya penilaiannya. So, santai aja gaess kalau bicara sama aku.
total 1 replies
한스Hans
Thor itu si Elang nggk pake marga bapaknya ya Chau...👉👈
sang senja: gak dia ikut emaknya
total 1 replies
한스Hans
thor cowoknya kek gantengan, yg cwe kek b aja gitu... 🤣 tapi ok lah 🙏🙏
sang senja: eh belum kepikiran sih aku wk wk wk
total 1 replies
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷🥀
wih.. hebat
Alyaaa_Lryyy.
argh cowo cina juga idaman syaa thorr, mna cwo nya gnteng lgi🤭
sang senja: bungkus kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!