menceritakan pemuda tampan minim ekspresi, tapi sialnya wajahnya begitu tampan bak dewa Yunani, ditambah diusianya yang masih begitu muda dia sudah menjadi CEO diperusahaan keluarganya sendiri membuatnya begitu didambakan kaum hawa di sekitarnya, tapi sayangnya pesonanya tak mampu membuat seorang gadis pindahan dari Jerman yang bahkan tak meliriknya sedikitpun.
"minggir",
"kenapa harus gue yang minggir",
"cowok ribet",
"menarik".
akankah gadis bar bar nan galak itu akan membuka hatinya untuk sang CEO muda, ataukah malah pada akhirnya si gadis yang akan dibuat bucin dengan si CEO muda itu?
yuk ikuti kisah cinta mereka berdua,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"eh, gila,,, kalian tahu barusan gue lihat siapa?"ucap gadis bernama Bella yang baru saja kembali dari toilet,
"emang loe lihat siapa, kuntilanak?", tanya gio,
"loe kuntilanaknya", jawab Bella sewot,
"emang Lo lihat siapa?", sahut Vani,
"gue lihat axelio, pangeran sekolah kita udah balik guys", ucap Bella antusias,
ketiga teman axelio yang awalnya cuek pun jadi ikut menatap kearah Bella,
"sumpah loe bel?", tanya Vani girang,
"iya, gue gak salah lihat, itu benar benar axelio, di makin tampan dan gagah banget, dia langsung menuju ruangannya dilantai 4", jelas Bella,
Zean, kiano dan virgo segera meninggalkan kelas dan menemui axelio, kebetulan pergantian guru dan guru mata pelajaran kedua belum datang jadi mereka bisa keluar tanpa harus izin.
Gabby dan Chiara hanya diam tanpa ekspresi, Gabby sama dengan Chiara kalau disekolah galaknya minta ampun, tidak heran dia tidak punya teman dekat dan selalu terlihat sendiri, bukan apa apa dia pernah dikecewakan dengan yang namanya teman, ngakunya sahabat tali ternyata hanya memanfaatkan Gabby untuk mendekati kakaknya yang saat itu terkenal karena salah satu anggota geng motor saat itu.
Tok... Tok..tok..
"masuk", sahutan suara bariton itu, ketiga manusia yang berdiri didepan pintu tahu betul siapa pemiliknya,
"axelio, gila lo pulang gak ngabarin kita", cerocos virgo,
"kapan Sampai?", tanya zean, mereka bertiga bergantian TOS ala ala cowok Dengan axelio yang ditangannya terdapat dokumen, sepertinya laporan sekolah mereka.
"semalam", jawab axelio singkat.
mereka pun mengobrol diruangan axelio, ala ala melepas rindu, setahun axelio meninggalkan Indonesia dan sibuk di spanyol, bahkan untuk bertukar kabar saja susahnya minta ampun.
hingga bel istirahat berbunyi, axelio dan ketiga temannya berjalan menuju kantin, begitu juga dengan Gabby dan Chiara, dia gadis cantik itu langsung saja menyedot perhatian siswa siswi yang berpapasan dengan mereka, maklum saja selama ini Gabby selalu kemana mana sendiri tapi hari ini Gabby bersama dengan gadis yang wajahnya sama sama cantik Dengannya, jangan lupakan wajah mereka yang sama sama datar.
"lo mau kekantin mana?", tanya Gabby,
"emang ada berapa kantin?", Chiara balik bertanya,
"ada dua, satu untuk makanan lokal dan satu lagi untuk makanan western", jelas Gabby,
"yang dekat sini yang mana?", tanya Chiara gak mau ambil pusing,
"western", jawab Gabby, mereka pun berjalan kearah kantin, Gabby ketoilet lebih dulu, sedangkan Chiara langsung menuju kantin.
Kesan pertama chiara melihat kantin disekolah barunya adalah "MEWAH", bahkan tersedia iPad diatas meja yang pasti fungsinya untuk memesan makanan dan membayarnya, tempat makan pun tertata rapi, bersih, sudah pasti, dan suasana di kantin itu pun sangat sepi hanya ada suara denting sendok yang beradu Dengan piring, benar benar definisi sekolah elit yang bersekolah juga attitude nya elit.
Mata Chiara menangkap satu ruangan yang sepertinya dibuat khusus, karena ruangan itu terpisah dengan kantin dan disekat Dengan kaca, hingga terlihat jelas dari luar, Chiara yang memang memiliki jiwa kepo tinggi mendekat kearah ruangan itu, spontan saja murid murid yang awalnya fokus makan jadi terbelalak melihat keberanian Chiara mendekati ruangan itu,
Dugh...
"aws,,, woi jalan pakai mata donk", keluh Chiara mengusap keningnya yang baru saja menabrak dada bidang seseorang, sontak saja ucapan berniat Chiara membuat sosis kantin tersedak berjamaah,
Mata Chiara bertemu dengan tatapan datar axelio, bukannya takut Chiara malah melototi axelio yang bak patung itu,
"chia, ya ampun", pekik Gabby saat melihat Chiara di zona berbahaya,
"sorry, dia anak baru, belum tahu apa apa", ucap Gabby datar sambil menyeret tangan Chiara menjauh.
"gab, apaan sih", kesal Chiara,
"udah diem dan pesan, jangan lagi cari gara gara sama mereka", kata Gabby menyerahkan iPad pada chiara,
"emang kenapa, mereka siapa kok sampai ada tempat khusus gitu?", tanya Chiara menatap kearah 4 cowok yang berada didalam ruangan itu,
"yang Lo tabrak tadi axelio zergan Wesley pemilik sekolah ini, dan apa loe gak tahu siapa itu axelio zergan Wesley?", tanya Gabby, Chiara menggeleng,
"dia itu pewaris tunggal keluarga wesley yang bisnisnya hampir merajai negara asia bahkan ada beberapa di Eropa dan Amerika, dia juga sisha menjadi CEO di perusahaan pusat keluarga wesley yang pusatnya di spanyol, dia baru balik hari ini bersamaan dengan lo masuk, setahun ini dia di spanyol", jelas Gabby dan Chiara hanya manggut manggut saja karena perutnya sudah lapar jadi lebih baik dia segera memesan makanan.
"tuh anak baru galak juga kayaknya", ucap kiano,
"baru kali ini ada cewek yang barani melototi seorang Axelio", sahut virgo,
"anak baru?", tanya axelio ikut melihat kearah Chiara yang sedang makan, pipinya menggembung karena menguyah makanan, "lucu", batin axelio hingga senyum yang sangat sangat tipis tersungging dibibirnya.
"baru masuk tadi pagi, barengan sama lo balik", sahut zean,
"tapi kok bisa langsung akrab sama Gabby, selama ini tuh cewek kan gak pernah mau dekat sama siapapun?", tanya kiano,
"masih saudara mungkin", jawab virgo, mereka menghentikan obrolan dan menyantap makanan yang baru saja datang.
hingga bel masuk berbunyi mereka pun meninggalkan kantin dan berjalan menuju kelas, axelio pergi ke toilet lebih dulu, jadi ketiga temannya ke kelas lebih dulu.
Dugh,,,
"awsh,, kenapa sih Yang sekolah Disini pada gak pakai mata", omelnya, karena tak mendapat jawaban dari orang didepannya Chiara mendongak menatap siapa yang baru saja dia tabrak kembali,
"lo lagi", ucap Chiara, lagi lagi axelio hanya diam mengamati wajah galak Chiara yang baginya menggemaskan,
"minggir", ucap ketus Chiara,
"kenapa harus gue", ucap axelio datar,
"ribet", Chiara melewati axelio yang Tidak bergeser sedikitpun.
"menarik", gumam axelio, setelahnya dia mengikuti langkah Chiara menuju kelasnya yang ternyata kelas yang sama Dengan Chiara juga.
Sudah ada guru yang mengajar didalam kelas Chiara sudah lebih dulu masuk, dan axelio langsung saja nyelonong masuk.
Guru sedang membagikan kuis, kali ini bukan siapa cepat angkat tangan dia yang menjawab, melainkan guru yang menunjuk siapa yang akan dia kehendaki untuk menjawab, hingga tiba giliran Chiara yang ditujukan, dan dengan gamblangnya Chiara menjelaskan jawaban apa yang ditanyakan oleh sang guru, semua tercengang dengan jawaban Chiara yang bisa dibilang begitu detail, kecuali Gabby tentunya, karena dia tahu Chiara meskipun bar bar, dan bad grill tapi otak Chiara itu cerdas, guru pun memberikan apresiasi pada Chiara.
Guru terus memberikan kuis bergiliran untuk dijawab hampir seluruh penghuni kelas itu, kelas itu Memang kelas unggulan jadi Tidak heran kalau sering sekali guru mengadakan kuis.
Bel pulang berbunyi, Chiara dan Gabby segara berlalu meninggalkan kelas menuju parkiran karena supir sudah menunggu mereka.
"lo gak mau main kerumah gue?", tanya Gabby,
"lain kali deh, gue mau langsung pulang aja", kata Chiara,
"oke deh, gue duluan", ucap Gabby masuk kedalam mobil jemputannya, disusul chiara yang juga masuk kedalam mobil jemputannya.
"loe pulang ke mansion?", tanya virgo,
"ke apart", jawab singkat axelio, keempatnya masuk kedalam mobil mereka masing masing meninggalkan sekolah.