Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.
Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.
Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Pantas saja dia bisa berpenampilan seperti sekarang, ternyata Pak Darren yang membiayainya, kalau tidak uang dari mana dia. Wanita kampung seperti Alisha mana bisa membeli pakaian mewah seperti itu." gerutu Elenoa.
"Kamu tenang saja sayang, Aku akan tetap menjalankan rencanaku." bisik Alea, pada kekasihnya itu.
"Tapi kamu yakin dengan rencana kamu? Bagaimana kalau Pak Darren tau, ini adalah ulah kita?."
Alea terdiam dan kembali memikirkan rencana nya itu.
"Sial! Untuk kali ini rencana aku gagal, membuat kamu malu dihadapan banyak orang Alisha. Kamu tunggu saja rencanaku selanjutnya." ucap Alea dalam hatinya sambil melirik tajam kearah Alisha.
*****
Saat Pak Beni memberikan ucapan terimakasih nya kepada Pak Darren. Dan menyebutnya sebagai tamu kehormatan bahkan mengundang Pak Darren dan keluarganya untuk naik keatas panggung, Alea dan Elenoa terlihat sangat kesal karena Alisha bisa dikenal banyak orang sebagai anak dari Pak Darren.
"Kamu lihat saja Alisha, hari ini kamu boleh dikenal banyak orang, disanjung bahkan diagungkan. Tapi, kamu lihat nanti apa yang akan aku lakukan untuk membuat kamu kembali menderita!." gumam Alea sambil berbisik dengan Elenoa.
Disisi lain...
"Bu... Mau tau gak, tadi aku diacara rekan bisnisku bertemu dengan siapa?." Elenoa membuat ibunya penasaran.
"Siapa? Apa ibu mengenalnya?."
"Tentu saja ibu mengenalnya. Alisha ada diacara mewah rekan bisnisku, Bu."
Rizka dan Yasmin dibuat terkejut, dengan ucapan Elenoa.
"Apa Alisha? Kenapa dia bisa hadir diacara tersebut? Apa dia bekerja menjadi pelayan disana?." tanya Ibunya semakin penasaran.
"Ya pasti lah, Bu. Jadi pelayan. Kalau bukan, mau jadi apa lagi? Paling pelayan katering atau OB di hotel tersebut, ya kan kak El?." tanya Yasmin sambil tertawa meremehkan Alisha.
"Bukan. Justru dia menjadi tamu kehormatan disana."
Yasmin yang lagi bersandar disofa langsung terbangun mendengar ucapan kakak nya itu dan saling bertatapan dengan Ibunya. "Apa tamu kehormatan?." ucap keduanya berbarengan.
"Memang siapa Alisha, El? Kenapa dia bisa menjadi tamu kehormatan?."
Elenoa menceritakan pertemuan nya tadi itu kepada Ibunya dan Yasmin.
"Sial! Dia kembali hidup enak disana, belum puas sekali aku melihatnya menderita kak." gerutu Yasmin kesal.
"Tadi Alea sudah merencanakan sesuatu untuknya, tapi diurungkan kembali niatnya itu. Mungkin lain waktu dia akan menjalankan rencana nya kembali."
"Yes.. Aku masih memiliki teman untuk membantu menjalankan rencanaku, yaitu kak Alea. Iya, Kak Alea yang akan membantu ku." tuturnya dalam hati.
*****
"Alisha.. Sebaiknya kamu urungkan saja niatmu itu, Nak, tak baik berbuat jahat kepada orang lain." mama Fenny mencoba membujuk Alisha.
"Ma.. terlalu sakit untukku diperlakukan dengan begitu kejam nya sama mereka. Aku dulu berfikir setelah Elenoa sukses nanti hidupku akan bahagia bersamanya, tapi ternyata semua itu malah menjadi awal penderitaan hidupku. Dia dan keluarganya lupa Ma, kalau dia bisa sukses seperti ini, itu semua berkat campur tangan aku dan keluargaku." ucap Alisha.
Mama Fenny mencoba menenangkan Alisha kembali.
"Kamu yang sabar ya, Nak. Sekarang kamu harus bisa melanjutkan hidupmu kedepan nya dengan lebih baik ya, sayang." tutur Fenny, sambil mengusap punggung anak nya itu.
Enam bulan kemudian...
"Alisha, apa kamu sudah siap bekerja dikantor Papa? Kamu disana bisa sambil belajar, Nak. Suatu saat kalau Papa nantinya sudah tidak ada umur, jadi kamu bisa melanjutkan semua ini."
"Papa kok bilang gitu, aku jadi sedih. Oh ya pa, aku mau papa memutuskan hubungan kerja sama dengan PT. Eljaya Angkasa."
"PT. Eljaya Angkasa? Bukan itu punya Elenoa mantan suami kamu itu? Memang kenapa Alisha?."
Alisha langsung menceritakan rencana nya itu kepada sang Papa. "Apa kamu yakin ingin melakukan itu, Nak?."
"Sangat yakin Pa. Rasa sakit hatiku hingga kini masih belum terbayarkan, apalagi kalau masih melihat mereka bisa seperti sekarang. Mereka lupa Pa, kalau mereka bisa seperti sekarang ini adalah campur tanganku dan keluargaku. Tapi karena kesombongan keluarga Elenoa yang membuat mereka akan kembali seperti dulu."
**
**
"Sayang lusa nanti kita ada meeting bersama PT. Sejahtera Abadi Pratama Group. Apa kita disana bisa bertemu dengan wanita kampung itu?." Alea tersenyum licik sambil merencanakan sesuatu.
"Baiklah. Jam berapa meeting dimulai? Jangan kamu merencanakan sesuatu dulu Alea, karena meeting nanti adalah kontrak perpanjangan kerjasama kita dengan Pak Darren. Jadi aku harap kamu jangan melakukan hal yang aneh-aneh dulu."
Seketika wajah Alea berubah menjadi kesal. "Sial! Aku gagal lagi untuk menyiksamu Alisha, aku harus bisa membuat Pak Darren membuang Alisha dan membuatnya menjadi gelandangan." Alea tertawa dalam hatinya.
Disis lain...
"Kebetulan lusa nanti Papa ada perpanjangan kontrak kerjasama dengan PT. Eljaya Angkasa. Apa kamu mau ikut dalam meeting tersebut?."
"Elenoa.. Lusa nanti adalah awal mulanya usaha kamu akan hancur berantakan, aku harap kamu dan keluargamu bisa kembali menerima hidup miskin seperti dulu." gumam Alisha dalam hatinya. Sebenarnya Alisha adalah wanita yang sangat lembut dan baik hatinya. Cuma mau bagaimana jika sakit hatinya, sudah menutupi hati yang terluka. Rasa sakit yang begitu menyiksa batinnya kala itu. "Tapi pa, kalau aku ikut dalam meeting nanti aku bisa apa? Karena yang Elenoa tau aku hanyalah wanita kampung yang tak bisa apa-apa." ucap Alisha sambil tertawa.
Keesokan harinya...
Pagi hari Alisha dan Papanya sudah tiba dikantor. Karena hari ini sudah terjadwal ada 3 meeting yang akan dijalankan nya, salah satunya dengan PT. Eljaya Angkasa dimana itu adalah perusahaan milik Elenoa Baskara mantan suami dari Alisha.
"Selamat pagi Pak Darren." Sapa Elenoa dan Alea yang baru saja tiba dikantor tersebut.
"Selamat pagi Pak El dan Ibu Alea." Darren menyapa kembali dengan ramah.
Lima menit kemudian meeting dimulai.
Setelah membahas beberapa hal dalam meeting tersebut, akhirnya Pak Darren menyampaikan kelanjutan kontrak kerjasama dengan PT. Eljaya Angkasa. "Baik Pak Elenoa dan Ibu Alea, sebelum nya mohon maaf karena atas pertimbangan beberapa hal satu dan lain nya, untuk kontrak kerja sama kita kali ini tidak bisa saya perpanjang."
Seketika Elenoa dan Alea terkejut dengan ucapan Darren tersebut. "Lho kenapa Pak Darren? Sebelumnya kita baik-baik saja dan tidak pernah ada masalah dalam hal kerjasama ini. Kenapa Pak Darren memutuskan kerjasama dengan kami? Ada masalah apa Pak?." Elenoa terlihat panik, karena kalau kontrak kerjasama ini selesai, maka perusahaan Elenoa akan hancur berantakan.
Tiba-tiba saja Alisha muncul dari dalam ruangan tersebut. "Karena kamu ada masalah denganku Elenoa." ucap Alisha menghampiri mereka.
Elenoa dan Alea kembali terkejut dibuatnya. "Alisha...? Apa yang sudah kamu lakukan disini? Kamu tidak tau apa-apa mengenai kerjasama ini? Kamu tidak punya hak mengatur Pak Darren untuk memutuskan kontrak kerjasama kami! Kamu hanya anak angkat Pak Darren tidak seharusnya kamu lakukan ini!." Elenoa mulai kesal dibuatnya.
"Hey.. Wanita kampung tau apa kamu soal kerjasama ini. Bisa-bisanya kamu menghasut Pak Darren untuk memutuskan kerjasama ini, Pak Darren kenapa bisa bapak mengangkat Alisha menjadi anak Bapak? Biarkan dia menjadi gelandangan diluar sana Pak!."
"Cukup!!! Kalian ini sudah keterlaluan menghina Alisha. Asal kalian tau saja kalau Alisha ini..."
"Pa.. Cukup! Biarkan mereka mengutarakan kekesalan nya disini." ucap Alisha sambil tersenyum. Pak Darren dan Alisha tak menghiraukan Elenoa dan Alea sedikit pun. "Hallo pak.. Bisa keruangan Pak Darren sekarang? Baik saya tunggu." Alisha menutup telfon nya setelah menghubungi pihak security, untuk mengusir keduanya dari ruangan itu.
Tak berselang lama...
Tokkk... Tokkk... Tokkk...
"Iya silahkan masuk, Pak tolong bawa keluar kedua orang ini. Karena mereka sudah membuat kegaduhan disini." ucap Alisha dengan senyum sinis nya.
"Lihat saja Alisha, aku akan membalas perbuatan kamu nanti." tutur Elenoa.
"Lepaskan saya Pak, saya bisa jalan sendiri. Dasar kamu Alisha wanita kampung." Teriak Alea saat keluar dari ruangan tersebut.
"Pa.. Maafkan aku ya, sudah membuat kantor Papa jadi gaduh seperti ini."
"Iya, Nak. Tidak apa-apa, apa kamu sudah puas dengan semua ini?."
"Makasih ya pa atas bantuan nya. Oh tentu belum Pa, karena aku belum melihat Elenoa kembali miskin. Kalau dia sudah kembali miskin bersama keluarganya baru aku akan puas."
*****
"Sial! Siapa Alisha sebenarnya? Kenapa dia bisa sampai berbuat seperti ini!." ucap Elenoa kesal.
"Dia sudah menghasut Pak Darren untuk melakukan ini kepada kita sayang. Lihat saja kamu Alisha, hari ini kamu boleh menang. Tapi belum tentu besok." Alea tersenyum licik.
"Bagaimana dengan perusahaan ku kedepan nya, kalau Pak Darren memutuskan kontrak kerjasama ini?."
"Kamu tenang dulu sayang, besok aku akan mencoba mencari cara supaya kita bisa kembali bekerja sama dengan perusahaan itu. Dasar wanita kampung, licik sekali caramu menjatuhkan kita seperti ini!."