Ye Tianming, seorang pemuda biasa, secara tidak sengaja membangkitkan Jiwa Heavenly Demon yang tersembunyi dalam plakat kayu pengganjal pot bunga. 500 tahun yang lalu, Heavenly Demon pernah menjadi musuh terbesar umat manusia dan dihancurkan oleh Aliansi Beladiri, yang memaksa pengikutnya untuk meninggalkan seni beladiri yang ia wariskan. Kini, dengan kekuatan jiwa tersebut, Ye Tianming menjadi penerus Heavenly Demon dan memulai perjalanan yang mengguncang dunia seni beladiri. Namun, dengan kekuatan baru yang dimilikinya, apakah Ye Tianming akan mengulang tragedi kelam yang telah dihapus dari sejarah dunia tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Markas Aliansi Beladiri
Para Tetua Aliansi Beladiri dan Tokoh-tokoh paling disegani di dunia beladiri tiba-tiba berkumpul di markas Aliansi Beladiri. Tak ada yang mengetahui apa tujuan pemanggilan itu, tetapi sebuah rumor beredar kalau Ketua Aliansi Beladiri yang sudah berusia 150 tahun itu sakit keras, dan Tabib legendaris tidak bisa mengobati penyakitnya itu.
Kalau rumor itu benar, maka tujuan pemanggilan itu adalah penunjukan Ketua Aliansi Beladiri yang baru. Saat ini ada Tiga kubu kuat di Aliansi Beladiri, yaitu kubu yang mendukung cucu Ketua Aliansi Beladiri, Kubu Ketua Sekte Kunlun, dan Kubu Ketua Klan Fang.
Mayoritas loyalis Cucu Ketua Aliansi Beladiri adalah internal Aliansi Beladiri sendiri, sementara loyalis Ketua Sekte Kunlun adalah Sekte-Sekte besar di Benua Tengah yang menginginkan perubahan besar di Aliansi Beladiri. Loyalis Ketua Klan Fang sendiri berasal dari Kaisar-Kaisar di luar benua Tengah yang menginginkan status mereka lebih tinggi dari Aliansi Beladiri.
Persaingan Ketiga kubu itu semakin meningkat akhir-akhir ini, bahkan beberapa tokoh besar di masing-masing kubu ditemukan tewas keracunan, dan disergap oleh bandit saat di perjalanan.
Para Tetua Aliansi Beladiri beberapa kali mendesak Ketua Aliansi Beladiri untuk segera menunjuk penerusnya untuk meredam pertikaian itu, tetapi Ketua Aliansi Beladiri selalu menundanya. Dia beralasan masih mampu memimpin Aliansi Beladiri hingga setengah Abad lagi, tetapi kini ia tiba-tiba jatuh sakit dan terbaring di tempat tidur.
...***...
“Bagaimana keadaanmu, Kakek?” Luo Jian, cucu Ketua Aliansi Beladiri memasuki sebuah kamar yang terletak di lantai paling atas markas Aliansi Beladiri. “Sudah berapa kali kukatakan jangan menggunakan Tehnik Ramalan itu, gara-gara itu Dantian Kakek menjadi rusak!”
Pria tua yang terbaring di atas ranjang langsung tersenyum lebar. “Tetapi jika aku tidak menggunakan Tehnik Ramalan itu, maka Kita tidak akan tahu kalau seni beladiri Iblis itu telah muncul ke dunia.”
Luo Jian terkejut mendengarnya, ia sudah sering mendengar cerita Kakeknya bahwa dahulu kala ada seni beladiri Iblis yang membuat dunia mengalami perang besar. Jutaan Kultivator gugur saat itu hanya untuk mengalahkan satu orang saja.
“Bagaimana cara mendeteksi keberadaan orang itu? Kita harus melenyapkannya sebelum menjadi ancaman dikemudian hari!” Luo Jian tak ingin dunia hancur seperti di masa lalu, apapun caranya ia harus membunuh Kultivator yang berani menggunakan Kultivasi Iblis tersebut.
Ketua Aliansi Beladiri menghela napas panjang sembari menatap ke luar jendela. “Ketua Aliansi Beladiri pada era itu melenyapkan semua naskah tentang peristiwa itu, bahkan ia menggunakan Tehnik terlarang menghapus ingatan semua orang. Hanya Ketua Aliansi Beladiri berikutnya yang diberitahu tentang peristiwa itu.”
“Sial! Kalau begitu kita tidak bisa mendeteksi keberadaan Kultivator itu!” gerutu Luo Jian.
“Memang tidak ada petunjuk tentang seni beladiri Iblis itu. Namun, mungkin ada yang menemukan sisa-sisa seni beladiri Iblis itu di bekas reruntuhan kediaman Heavenly Demon,” sahut Ketua Aliansi Beladiri.
“Di manakah tempat itu, Kakek?” Luo Jian penasaran.
“Reruntuhan kota kuno Klan Ye,” sahut Ketua Aliansi Beladiri.
“Tempat itu?” Luo Jian terkejut.
Reruntuhan Kota kuno itu sebenarnya sangat dekat dari markas Aliansi Beladiri. Dalam catatan sejarah yang ia baca, Klan Ye meninggalkan Kota itu karena bencana alam. Klan Ye kemudian berimigrasi ke Utara atau Benua Qilin. Mereka menjadi pengikut setia Kaisar, Kekaisaran Tian Feng. Namun, seiring berjalannya waktu Klan Ye melemah dan kini hanya menjadi Klan kecil saja.
Penasehat Ketua Aliansi Beladiri, Sima Qian tiba-tiba memasuki kamar itu. “Tuan Jian, mari kita ke ruang pertemuan. Semua tamu sudah berkumpul.”
Luo Jian mengangguk setuju, kemudian ia menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Kakeknya dan mengikuti Sima Qian ke ruang pertemuan.
Saat keluar dari kamar, ia menoleh ke arah bawahannya dan mengirim suara telepati. “Katakan pada Pemimpin Aula Penegak Hukum untuk segera mengirim Penyidik Khusus ke Klan Ye. Kau sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Kakek, kan?”
“Sudah tuan Jian, aku akan menyampaikan pesan Anda pada Pemimpin!” sahutnya menggunakan suara telepati juga.
Sesampainya di ruang pertemuan, Luo Jian menyapa para tamu dengan senyum hangat lalu duduk di samping Ketua Sekte Kunlun.
Sima Qian berdiri di atas panggung sembari mengeluarkan secarik kertas bersegel Ketua Aliansi Beladiri. “Karena kondisi kesehatan Yang Mulia semakin menurun, Beliau memutuskan akan memilih penggantinya Sepuluh tahun lagi. Dia memilih Tiga kandidat penggantinya dan akan menilai kinerja mereka melalui Pasukan Naga Langit dan Kelompok Pengemis.”
Semua orang terkejut mendengarnya, mereka tidak menyangka yang menilai kinerja Ketiga calon Ketua Aliansi Beladiri berikutnya adalah pengawal pribadi Ketua Aliansi Beladiri yang terkenal sangat setia. Sementara Kelompok Pengemis dari dulu selalu mengambil sikap netral dan sangat ahli dalam mengumpulkan informasi.
“Sekian saja pengumumannya dan Beliau berharap kalian tidak berkonflik,” kata Sima Qian mengakhiri pertemuan itu.
Kemudian Luo Jian berbincang-bincang dengan para Tetua Aliansi Beladiri bersama dengan Dua kandidat lainnya. Namun, saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Ketua Klan Fang menerima suara telepati dari mata-mata yang ia taruh di dalam Aliansi Beladiri. Keningnya langsung berkerut sehingga salah satu Tetua keheranan.
“Ada apa Ketua Fang, apakah ada sesuatu yang salah?” selidik Tetua tersebut.
“Tak ada apa-apa Tetua, aku hanya sedikit terkejut dengan rasa Teh ini. Apakah ini Teh dari pegunungan Utara?” sahut Ketua Klan Fang berkilah, padahal ia terkejut Ketua Aliansi Beladiri juga memiliki informasi tentang Heavenly Demon.
Dia sudah puluhan tahun mencari informasi terkait peninggalan Heavenly Demon setelah secara tidak sengaja menemukan buku harian Ketua Aliansi Beladiri yang saat itu berasal dari Klan Fang. Pada halaman tengah buku itu, Ketua Aliansi Beladiri dari Klan Fang menulis bahwa seni beladiri terkuat di dunia digunakan oleh Heavenly Demon. Namun, sayangnya tidak ada petunjuk tentang seni beladiri Iblis itu karena sudah dihilangkan dari catatan sejarah.
Ketua Klan Fang percaya seni beladiri Iblis itu pasti masih ada di suatu tempat, sehingga ia mengutus bawahannya mencari informasi terkait seni beladiri Iblis itu termasuk ke Klan Ye. Namun, sayang sekali Klan Ye yang merupakan keturunan Heavenly Demon ternyata tidak menggunakan seni beladiri Iblis tersebut.
Motivasi Ketua Klan Fang sendiri menjadi Ketua Aliansi Beladiri adalah agar bisa mengakses informasi rahasia di markas Aliansi Beladiri. “Awasi terus Luo Jian, jika ada informasi penting lainnya segera beritahu aku!”
“Baik, Ketua!” sahut mata-mata tersebut.
Ketua Klan Fang tersenyum cerah. “Bagaimana Tetua Xiao, apakah Anda sudah menentukan pilihan siapa yang akan Anda dukung? Ketua Aliansi Beladiri sudah menentukan bahwa Kami bertiga adalah kandidat penggantinya.”
Luo Jian dan Ketua Sekte Kunlun segera menatap Pria tua berambut putih yang terkenal selalu bersikap netral tersebut. Sambil menghela napas panjang, Tetua Xiao menjawab, “Aku akan mendukung siapapun yang terpilih nantinya.”
“Ah, sayang sekali. Padahal aku sangat berharap dukungan Tetua Xiao,” sahut Ketua Klan Fang berpura-pura sedih.
Luo Jian langsung mengutuk dalam hati bahwa Ketua Klan Fang adalah Rubah tua licik, gara-gara dia pergerakan bawahannya dibatasi saat menginjakkan kaki di luar benua Tengah, karena semua Kekaisaran di benua lain mendukung Ketua Klan Fang.