NovelToon NovelToon
Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:672.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hnislstiwti.

Aku meninggalkan semua nya dan bahkan cita-cita ku pun aku lupakan, demi apa? demi bisa bersatu denganmu!

Namun, setelah aku bertahan hampir 5 tahun dengan pernikahan ini kenapa rasanya sangat hambar dan tak ada kehangatan sama sekali?

Dan ternyata aku hanya di jadikan pajangan saja di Istana nya selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Kecemburuan Vano

Vano sampai di perusahaannya, dia sebisa mungkin mempertahankan semuanya. Dan, syukurnya perusahaan milik nya masih bisa bertahan meski ia harus kehilangan beberapa investor penting.

"Ini semua gara-gara Kanaya dan Cintya, dan aku akan membuat Kanaya kembali padaku agar aku lebih kaya dengan harta dia yang melimpah" gumam Vano dengan terkekeh.

Serakah.

Itulah julukan yang pantas untuk Vano, dia seakan tak puas dengan apa yang dia punya saat ini.

Bahkan dia juga tidak memikirkan bagaimana dulu ia menyakiti Kanaya.

"Ck, ternyata perusahaan yang ada di indonesia tak bisa aku kuasai. Ku kira dulu Kanaya benar-benar menandatangani nya, ternyata semua palsu" gumam nya kembali penuh kekesalan.

Ya, Vano dan keluarga nya sudah tau bahwa mereka hanya mendapatkan rumah saja dari Kanaya.

Mereka merasa kesal dan juga geram, entah siapa yang di bodohi dan bodoh.

*

Hari semakin siang, Vano berkutat dengan pekerjaan yang sangat menumpuk.

Bukan hanya dia, bahkan hampir seluruh karyawan pun sibuk karena perusahaan yang hampir saja kolaps.

Ceklek.

Pintu ruangan Vano terbuka, masuklah John dengan beberapa berkas di tangannya.

"Tuan, ini berkas untuk meeting besok bersama dengan perusahaan Ka'Vee" ucap John memberikan berkas tersebut.

Hah.

"Terimakasih John, nanti makan siang kita makan siang di luar ya" balas Vano.

John menganggukan kepala nya, dia lalu pamit untuk ke ruangan nya kembali.

Vano melihat berkas nya lebih dulu, ia sangat yakin akan memenangkan tander proyek ini.

Dan tak berselang lama jam makan siang pun tiba, Vano bersiap untuk keluar bersama John.

Restoran langganan adalah tujuan Vano dan John kali ini, mobil melaju dengan kecepatan sedang yang ternyata cukup macet.

"Bagaimana grafik perusahaan di pasaran, John?" tanya Vano yang sedang memejamkan mata sejenak.

"Membaik, namun kita jangan membuat ulah lagi karena takutnya para investor pergi" jaeab John yang masih fokus ke jalanan.

Huh.

Vano membuang nafas kasar, dia sangat menyayangkan sikap Cintya yang bar-bar.

Tak berselang lama mereka pun tiba, Vano berjalan masuk bersama dengan John.

Keduanya duduk di kursi pojokan agar lebih santai dan menikmati makanan.

Lalu mereka memesan beberapa menu makanan dan juga minuman, sambil menunggu keduanya berbincang sebentar.

Dan, netra mata Vano melihat siapa yang sedang berjalan ke arah kursi yang kosong dan tepat nya di samping kursi Vano.

'ehemmm'

Deheman Vano menghentikan obrolan mereka, lalu kedua wanita itu menatap Vano dengan biasa saja bahkan terkesan sangat datar nan dingin.

Kanaya dan Fani, ya wanita itu adalah mereka berdua yang akan bertemu klien di Restoran tersebut.

Deheman Vano tak membuat Kanaya mau menegur nya, bahkan Kanaya memalingkan wajah dan langsung saja duduk di kursi yang sudah di pesan oleh klien nya.

Vano? Ia terlihat sangat kesal saat Kanaya tak memperdulikan dirinya yang jelas-jelas ada di hadapannya.

Hingga tak lama dari itu, seorang pria tampan datang bersama dengan satu orang pria lagi yang bisa di pastikan itu adalah Asistennya.

"Maaf menunggu lama, Nona Kanaya" ucap pria tampan tersebut.

"Tidak juga Tuan, kami juga baru saja tiba" balas Kanaya dengan ramah.

Kedua nya berjabat tangan dan duduk kembali dengan di ikuti oleh kedua asisten mereka.

Pelayan datang dengan membawa buku menu, karena sebelum membahas pekerjaan mereka akan makan siang lebih dulu.

*

Selesai dengan makan siang, Kanaya dan pria tersebut langsung saja membahas pekerjaan yang memang cukup penting bagi perusahaan Kanaya.

Vano sendiri masih berada disana dengan raut wajah yang sudah tak mengenakan, dia terlihat tak suka dengan apa yang ada di hadapannya.

"Tuan, mari kembali ke perusahaan" ajak John pada Vano yang memang sudah makan sejak tadi.

"Sebentar lagi, John" jawab Vano dengan mata yang masih menatap ke arah dimana Kanaya dan pria di hadapannya sedang fokus membahas pekerjaan namun sesekali Kanaya tertawa kecil yang mana membuat nya semakin cantik saja.

John menghela nafas kasar, dia lalu mengeluarkan ponsel nya agar tidak bosan dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

Cemburu? Ya mungkin itulah yang di rasakan Vano saat ini. Namun hal itu tidak pernah di sadari oleh sahabat nya karena terkurung cinta Cintya.

"Ck, ini baru permulaan saja kau sudah terbakar begitu"

John terus saja menggerutu kala Vano menolak kembali ke perusahaan, padahal pekerjaan sudah menanti mereka untuk segera di selesaikan.

"Kalau begitu saya kembali duluan saja, Tuan. Pekerjaan sudah menumpuk menunggu saya di perusahaan" celetuk John yang cukup kesal dengan kelakuan Vano.

Setelah berbicara seperti itu, John bangkit dari duduk nya dan berlalu dari sana. Namun, saat akan keluar Restoran Vano sudah berdiri di belakang nya dengan wajah yang sangat kusut.

Keduanya masuk ke dalam mobil, setelah itu John langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.

"Ck, lelaki itu pasti banyak modus nya pada Kanaya" gerutu Vano.

"Dan kenapa Kanaya sangat dekat lagi dengan dia, memang dia itu siapa" gerutu nya lagi dengan kesal.

John menggelengkan kepala nya, dia merasa geli dengan tingkah Bos sekaligus sahabat nya itu.

"Dia itu Axel Prayoga, putra tunggal Prayoga dan juga pemilik perusahaan raksasa yang sedang melesat saat ini. Perusahaan Nona Kanaya tepat di bawah urutan perusahaan prayoga" jelas John dengan santai, namun membuat Vano menelan ludah kasar dan membelakan mata nya.

Setelah mendengar penjelasan John, Vano mendadak diam namun masih terdengar gerutuan dan wajah nya tetap kusut serta kesal.

Bahkan sampai di perusahaan pun Vano tetap badmood dan hal itu mengundang John terkekeh geli serta menggelengkan kepala dengan kelakuan nya.

*

Sedangkan Kanaya, dia baru selesai meeting dan hasil nya sangat memuaskan.

Kanaya dan Fani pulang ke perusahaan dengan bahagia, karena kerja sama kali ini di terima oleh Prayoga Group dengan sangat baik.

"Hah aku sangat bersyukur karena kerja sama ini berhasil, Nona" ucap Fani saat mereka sudah berada di dalam mobil.

"Ya kau benar, dan Tuan Axel juga tak semenyeramkan yang kau ceritakan ah" balas Kanaya dengan terkekeh kecil.

Fani hanya tersenyum simpul, jelas berbeda pada sang Nona karena sangat terlihat pancaran ketertarikan di mata Axel pada Kanaya.

Sedangkan Kanaya sendiri tidak menyadari hal itu, karena kejadian masalalu yang sudah membuat dia menutup mata dan hati dari pria.

Namun, Fani akan mendoakan yang terbaik untuk kelangsungan kebahagian Kanaya sendiri.

Sepanjang perjalanan, Kanaya dan Fani terus saja berbincang guna menghilangkan bosan karena perjalanan yang cukup jauh.

Bahkan Kanaya sesekali menguap karena memang cukup lelah, hari ini jadwal nya cukup padat.

.

.

.

.

.

1
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ suka,singkat padat dan jelas ,tamat😍
Dinatha: permisi Mbak 🙏
Sudi hadir dan baca karya saya ya😊🥰
Sinopsis :
Dua mahasiswa yang terjebak dalam gaya hidup bebas terpaksa berpisah demi tuntutan realita dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bertahun-tahun kemudian, sebuah perjalanan bisnis mempertemukan sang pria dengan seorang anak perempuan yang mewarisi mata dan senyum manisnya.
total 1 replies
devi aryana
Luar biasa
Andriyati
pede banget mu, mNa me Kanaya sama sampah yg udah di buang,, gak guna jg
angel
Thor kog manggilnya bunda ...disesuaikan dong dgn ceritanya ...
nadira ST
lama2 ksel juga ama vano pgen gue pites dulu dselingkuhin sekarang dkejar2 mau lawan axel siap2 tidur pencoran
nadira ST
sukurin mumet kan
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗵 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁..𝗮𝗽𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿..😘😘
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗿𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 ..𝗯𝗶𝗮𝗿𝗹𝗮𝗵 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗺𝘂 𝗕𝗿𝗮𝗺..🤣🤣
Yunerty Blessa
𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗔𝘅𝗲𝗹....𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..
Yunerty Blessa
𝘀𝘆𝘂𝗸𝘂𝗿 𝗹𝗮𝗵 𝗩𝗮𝗻𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶....
Yunerty Blessa
𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮.. 𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝘂𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝘂.
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗻𝗲𝗸𝗮𝗱 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶..𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗻𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗮𝗻𝗼..
Yunerty Blessa
𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻² 𝗺𝘂 𝗩𝗮𝗻𝗼....𝘁𝗮𝗸 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗮𝘂 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶..
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗼𝗯𝘀𝗲𝘀𝗶....𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 "𝗴𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻"𝗺𝘂
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗵𝗻𝗶𝗮𝗵 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗵𝗮𝗺𝗶𝗹..
Yunerty Blessa
𝗸𝗲𝗻𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗺 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..𝗱𝗶𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶 𝗺𝘂..
𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗻𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵..𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿² 𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘁𝘂..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!