NovelToon NovelToon
Ibu Tiri Penyelamat Dua Pewaris

Ibu Tiri Penyelamat Dua Pewaris

Status: tamat
Genre:Asmara / Perubahan Hidup / CEO / Anak Genius / Ibu Tiri / Transmigrasi / Healing / Antagonis Jahat / Tamat
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nilam

Karina terbangun sebagai ibu tiri kejam dalam novel yang baru ia baca. Nathan dan Lucas, dua anak kecil yang seharusnya ia lindungi, justru gemetar setiap kali melihatnya. Lebih gawat lagi, Sebastian Wijaya, suaminya yang dingin dan berkuasa, pulang dengan kecurigaan tajam.
Karina hanya punya satu pilihan: memperbaiki semuanya sebelum terlambat.
Namun ketika Nathan dan Lucas mulai memanggilnya Mama, rahasia keluarga Wijaya perlahan terbuka. Pernikahan tanpa cinta berubah menjadi perjuangan melawan masa lalu, fitnah, dan keluarga besar yang ingin memisahkan mereka.
Bisakah Karina menjadi Mama yang mereka butuhkan sebelum takdir menyeretnya pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Bab 14

Kehidupan yang Lain

Sebastian berdiri sendirian di lorong luar rumah pinjaman itu.

Map hitam yang sempat tertinggal kini berada di bawah lengannya. Lampu ruang tengah telah dipadamkan, menyisakan cahaya dari teras dan garis kuning tipis di bawah pintu kamar tempat Nathan dan Lucas tidur.

Ia seharusnya beristirahat. Besok perjalanan ke Jakarta dimulai pagi-pagi, dan masih ada terlalu banyak urusan yang menunggunya begitu kembali.

Namun suara Lucas yang tadi memanggil Mama terus berputar di kepalanya.

Bukan jeritan takut. Bukan permohonan agar Karina berhenti memukul.

Anak itu takut Karina terluka.

Sebastian menatap pintu kamar cukup lama.

Tiga tahun lalu, ia pernah berdiri di malam yang lain dengan pemandangan yang hampir sama. Waktu itu tidak ada rumah desa, debu, atau suara jangkrik. Hanya jendela gedung tinggi, lampu Jakarta yang tak pernah benar-benar padam, dan pantulan seorang lelaki berusia tiga puluh dua tahun yang terlihat jauh lebih tua.

Pertarungan di Wijaya Group telah menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Herman menutup satu jalan, Susan membuka jebakan lain, dan orang-orang yang mengaku keluarga menunggu sedikit saja kelemahan untuk mengambil bagian mereka. Sebastian bekerja melalui malam, menahan nyeri lama di kakinya, dan menolak berhenti bahkan ketika tubuhnya mulai memberi peringatan.

Pada akhirnya, tubuh itu berhenti lebih dulu.

Ia jatuh di ruang kerja sebelum sempat menyelesaikan semua yang direncanakan. Tidak ada kemenangan, tidak ada kesempatan memperbaiki kesalahan, dan tidak ada waktu untuk meminta maaf kepada siapa pun.

Ketika membuka mata lagi, kalender di HP menunjukkan tanggal tiga tahun sebelumnya.

Awalnya Sebastian mengira ia sedang bermimpi menjelang kematian. Namun rasa sakit di kakinya lebih ringan. Berkas yang telah dibakar dalam konflik keluarga kembali utuh. Orang-orang yang ia ingat mati masih berbicara. Nathan dan Lucas masih hidup.

Masih kecil.

Masih bisa diselamatkan.

Ingatan itu seharusnya membawa kelegaan. Sebaliknya, rasa sakit lama menerjang begitu kuat sampai ia nyaris tidak bisa bernapas.

Dalam kehidupan sebelumnya, Sebastian terlambat datang ke Cibungur.

Ia selalu punya alasan. Rapat darurat. Perebutan suara pemegang saham. Herman yang mendadak mengubah kesepakatan. Susan yang menekan dari jalur lain. Sebastian mengirim uang, menempatkan orang untuk memantau dari jauh, lalu meyakinkan diri bahwa ia akan menjemput anak-anak setelah perusahaan berada di tangannya.

Waktu yang ia kira masih banyak habis tanpa peringatan.

Karina yang dulu membenci seluruh keluarga Wijaya. Ia melampiaskan kemarahan kepada dua anak yang bahkan tidak mengerti mengapa mereka ditinggalkan di desa. Pukulan menjadi semakin sering. Makanan semakin jarang diberikan. Setiap laporan datang terlambat atau dipoles oleh orang yang tidak ingin terlibat.

Ketika Sebastian akhirnya meninggalkan semua urusan dan datang sendiri, Nathan dan Lucas sudah tidak dapat memanggil siapa pun lagi.

Yang tersisa hanya dua tubuh kecil, rumah yang sunyi, dan penyesalan yang tidak pernah selesai sampai hari kematiannya.

Sebastian menutup mata.

Tiga tahun setelah terbangun kembali, ia masih bisa mengingat dingin jari Nathan. Masih bisa melihat mainan murah Lucas di sudut kamar. Masih mendengar dirinya memerintahkan orang-orang mencari Karina, meski tidak ada hukuman yang dapat mengembalikan kedua anak itu.

Kali ini ia bergerak lebih cepat.

Ia menyusun ulang kepemilikan Wijaya Group sebelum lawan-lawannya siap. Ia menyimpan bukti, mengganti orang yang kelak mengkhianatinya, dan memaksa beberapa keputusan terjadi lebih awal. Dokumen di bawah lengannya merupakan bagian kecil dari perang yang belum diketahui banyak orang.

Tetapi tujuan pertamanya bukan perusahaan.

Nathan dan Lucas harus keluar dari desa dalam keadaan hidup.

Karena itu Sebastian datang sendiri, bukan sekadar mengirim mobil. Ia telah menyiapkan diri melihat rumah penuh tangis, tubuh anak-anak yang kurus, dan Karina yang marah karena sumber uangnya hendak dibawa pergi.

Yang ditemukannya justru pagar pecah, empat lelaki dewasa terkapar, dan Karina berdiri di depan anak-anak dengan sapu di tangan.

Karina yang sama telah mengangkat Lucas untuk menenangkannya. Meminta izin sebelum menyentuh luka Tuti. Menahan informasi sensitif sampai tidak ada warga yang mendengar. Menerima kepindahan ke Jakarta tanpa meminta perhiasan, kartu, atau jaminan kedudukan.

Semua itu tidak cocok dengan satu pun ingatan Sebastian.

Orang tidak berubah sedrastis itu hanya dalam beberapa hari.

Atau mungkin seseorang dapat berubah setelah menyadari ada keuntungan yang lebih besar.

Sebastian tidak boleh mempercayai apa yang ingin ia percayai. Harapan pernah membuatnya menunda tindakan, dan dua anak membayar keterlambatan tersebut dengan nyawa.

Ia memasukkan satu tangan ke saku dalam jas.

Ujung jarinya menyentuh sehelai rambut panjang.

Tadi, saat semua orang bergerak mengelilingi Tuti, rambut itu telah terlepas dan tersangkut di bahu baju Karina. Sebastian mengambilnya ketika lewat, begitu cepat hingga Karina tidak menoleh. Helai itu mungkin tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan, tetapi cukup untuk menandai dimulainya pemeriksaan yang lebih serius.

Mengapa cara bicaranya berubah?

Mengapa ia tahu menilai luka, membedakan kesaksian dari bukti, dan menghadapi lima penyerang tanpa panik?

Mengapa Nathan, yang dulu bahkan tidak berani mengangkat kepala di dekatnya, kini berdiri memanggilnya Mama dengan rasa takut kehilangan?

Sebastian tidak memiliki jawaban. Ia hanya memiliki dua versi Karina yang saling bertentangan, dan pengalaman hidup pertama yang melarangnya memilih versi yang lebih menyenangkan tanpa penyelidikan.

Pintu kamar bergerak sedikit akibat angin. Sebastian menahan napas sebelum menyadari tak ada seorang pun yang keluar.

Ia mendekati jendela di sisi lorong. Melalui celah tirai, tampak dua bentuk kecil tidur saling berhadapan. Karina berbaring di tikar di samping kasur, dekat dengan pintu, seolah tubuhnya sendiri adalah batas terakhir sebelum siapa pun mencapai mereka.

Pemandangan itu menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan Sebastian.

Harapan.

Ia segera menekannya. Keselamatan Nathan dan Lucas tidak boleh bergantung pada harapan. Mulai besok, mereka akan berada di rumah yang dijaga orang pilihannya. Setiap makanan, luka, perubahan sikap, dan orang yang mendekat akan diketahui. Karina boleh memainkan peran apa pun yang ia inginkan. Sebastian akan menunggu sampai kesalahan pertama muncul.

Namun jika semua ini bukan peran, ia juga akan menemukan jawabannya.

Sebastian kembali ke kamar yang dipakainya. Dari map hitam, ia mengambil sebuah amplop kecil yang belum diberi nama. Ia meletakkan helai rambut itu di dalam tanpa menyentuh bagian tengahnya lagi, lalu menutup lipatan amplop.

Pada bagian depan, ia menulis alamat sebuah laboratorium pemeriksaan di Jakarta.

Tulisan tangannya tetap rapi meski jemarinya menegang.

Bayangan dua anak dari kehidupan sebelumnya berdiri di belakang matanya. Lalu bayangan Nathan dan Lucas malam ini menggantikannya, masih kurus dan ketakutan, tetapi hidup.

Sebastian menekan ujung pena sampai hampir merobek kertas.

Kali ini, aku nggak akan biarkan itu terjadi lagi.

1
awesome moment
pelakor ternuata tu jess jess
awesome moment
vincent dan sebastian punya rahasia p n
awesome moment
udh makin cinta kn
awesome moment
cinta yg tumbuh perlahan
awesome moment
lucas pernah ke sana
awesome moment
vincent c kuman
awesome moment
sebastian lahir dri kekejian herman thd elina
awesome moment
sebastian dan karina sama2 hidup kembali
awesome moment
ratih n lbh jahat dri dajjal. tega dgn anak kecil. demi harta
awesome moment
sabrina n wujud dajjal
awesome moment
banyak tangan yg mau menjaga nabil dan rafi. smg mrk ttp terlindungi dri org2 dws yg hnya melihat uang
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
awesome moment
kasihan anak2. sejarah adopsi nabil dan rafi penuh cerita keknya
awesome moment
mmg membangun mental yg hampir runtuh butuh perjuangan dan kejujuran
awesome moment
kasihan 2 bocil.
awesome moment
smua butuh proses
awesome moment
sll d yg bemar di lautan kesalahan
awesome moment
s7 bgts dgn alya.
awesome moment
siapa yg bantu raka dan alya. d pemain lain n
awesome moment
alya brubah. demi nabil dan rafi. smg sm author, alya g dibalikin lg ke dunia nyata. tar nabil sm rafi oleng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!