NovelToon NovelToon
Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:172.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Putra Bungsu

Bercerita tentang seorang anak yang ayahnya dibunuh, ketika terjadi perebutan tahta kerajaan oleh saudara ayahnya sendiri bernama Duryandra.

Ibunya diselamatkan oleh seorang Empu yang sangat sakti dan juga seoarang Nyai saat sedang mengandungnya, sampai akhirnya ibunya meninggal saat melahirkannya.

Dan kemudian ia dibesarkan oleh seorang Empu bernama Maha Surya dan seorang Nyai bernama Santi.

Nantinya anak ini akan menjadi Pendekar tak tertandingi yang akan menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan, serta membinasakan para raja yang semena-mena pada rakyatnya, dan juga yang tidak mau tunduk diatas perintahnya.

Novel berjendre Fantasy Komedi dan petualangan.
Novel karya anak bangsa.. Hehehee

Bukan Novel yang updet setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Bungsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Kerajaan Gajah Duduk

Setelah Duryandra mengumumkan bahwa dirinya yang kini akan menjadi Raja di Kerajaan Gajah Duduk selanjutnya.

Duryandra kemudian memerintahkan seluruh Perajurit untuk mengumumkan kepada seluruh rakyat agar dapat mengahdiri penobatan dirinya.

Tong...Tong...Tong... (Suara kentongan dipukul)

Woro...Woro..Woro

Pangeran Duryandra akan dinobatkan menjadi Raja selanjutnya, dan Pangeran Duryandra mengundang seluruh rakyatnya untuk dapat menghadiri penobatan dirinya.

Bagi siapa yang tidak datang akan dikenakan denda sebesar 200 Keping Emas.

Demikian pengumuman ini.

Para rakyat yang mendengar pengumuman tersebut, pada berbisik masing-masing membicarakan tentang Pangeran Duryandra dan penobatannya.

"Jadi sekarang Pangeran Duryandra yang akan menduduki tahta kerajaan Gajah Duduk ini.." Kata Supeno

"Jelaslah.. Kau tau sendiri bahwa Pangeran Kangmas Chakra telah dibunuh oleh Pangeran Duryandra itu sendiri.." Kata Paijo

"Iya.. Kita yang tidak ikut campur masalah perebutan tahta kerajaan menjadi korbannya juga." Kata Warsito

"Iya bener banget itu, berapa banyak dari kalangan rakyat seperti kita ini yang telah mati karena terkena imbas dari itu semua." Kata Darmo

"Banyak pedagang yang merugi, karena dagangan mereka di obarak-abrik oleh prajurit dari Pangeran Duryandra.." Kata Tukino

"Iya.. Katanya juga Yang Mulia Putri Ambarwati telah menghilang, jangan-jangan sudah dibunuh juga oleh Pangeran Duryandra.." Kata Warsinah

"Hussyy.. Kamu ini jangan asal ngomong, jika Prajurit Pangeran Duryandra mengetahui bagaimana..?" Kata Wariso suami dari Warsinah

"Sayang sekali ya.. Padahal Yang Mulia Raja Kangmas Chakra baik pada Pangeran Duryandra selaku sebagai saudaranya." Kata Supeno

"Iya, padahal dimasa kepemimpinan Yang Mulia Kangmas Chakra, sudah banyak kebijakan-kebijakan yang mementingkan rakyatnya." Kata Paijo

"Bener banget tuh, walaupun Yang Mulia Kangamas Chakra hanya beberapa bulan menjadi Raja, namun dampak dari Kebijakannya dapat kita rasakan sampai saat ini." Kata Warsinah

"Lantas jika Pangeran Duryandra yang menjadi Raja, apakah mementingkan rakyatnya ataukah hanya mementingkan dirinya saja ya.." Kata Wariso menimpali

"Jika dilihat dari kebiasaannya yang suka bermain wanita dan mabuk-mabukan, jelas dia akan menyengsarakan kita sebagai rakyatnya.. Bagaimana menurutmu Mo.."

Kata Paijo yang melihat Darmo bingung

"Aku bingung Jo.." Kata Darmo

"Bingung ngopo.." Paijo menimpali

"Aku bingung nak Pangeran Duryandra akan menikan pajak upeti kepada kami para pedagang, bisa apa kita..? " Kata Darmo

"Benar juga yang kamu katakan Mo." Ucap Paijo

"Wes golek duite angel ditambah pajake dinaike, piye jal Jo nasib awake dewe seng dagang iki.."

(Sudah nyari uang susah ditambah pajak naik, gimana coba Jo nasib kita para pedagang) Kata Darmo

"Aku yo bingung Mo nak ngono kui dadine.."

(Saya juga bingung Mo jika seperti itu jadinaya) Ujar Paijo

"Yowes... Daripada mumet-mumet mendingan ngopi disek ben sirahe ora tambah cenut-cenut.."

(Yasudah daripada pusing-pusing mending ngopi dulu biar ga tambah pusing) Kata Warsinah

"Betul juga kui jarene Warsinah, yowes nakno Aku pesen kopi siji gulone saitik wae."

(Betul juga itu kata Warsinah, Yasudah kalau begitu Aku pesan kopi satu gulanya sedikit aja). Kata Supeno

"Aku juga lah kopi siji." Kata Darmo

"Aku juga kopi siji." Kata Tukino

"Aku juga." Kata Warsito

"Aku juga Nah kopi siji pait yo.." Kata Paijo

"Kui pada pesen kopi pada bayar apa pada ngutang maning.." Seru Wariso

"Hehehee... Ngutang maninglah.."

Jawaban serempak Paijo,Supeno,Warsito,Tukino dan Darmo

"Hohhh.. Ladalah iso bangkrut ngeneki warunge inyong.." Ujar Wariso sambil memukulkan kain lap ke meja.

.........

Semoga terhibur, jika masih ada kesalahan harap kasih saran di komentar ya reader..

1
Pukak raja Pukak raja
cerita ini sangat bagus
Wahyu Indra
kurang niatnya untuk melanjutkannya ya thor
Lalu agus hartadi
Buruk
Lalu agus hartadi
Kecewa
Vicky Shah Vicky Shah
apa. judul kelanjutannya
Mamat Tea
kenapa sih setiap cerita selalu gak ada lnjutn nya
Asri Mulia
ga nyambung
Priambudi
bikin penasaran aje ....
Triyono
cerita yang menarik aku suka
Jimmy Avolution
Terus....
Ery Syarief
ini ceritanya ga lanjut...ga ada cerita lanjutannya
Ery Syarief
ga di lanjut lagih ceritanya
Abdussalam 2
lanjut thor
Ery Syarief
kenapa ga di up lagih Lur
Jimmy Avolution
Up...up...up....
Jimmy Avolution
Ayo....
Jimmy Avolution
Jossss ..
Jimmy Avolution
Nice...
Jimmy Avolution
Jossss...
Jimmy Avolution
Sipppp....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!