NovelToon NovelToon
Rearin

Rearin

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Nikahmuda / Badboy / Tamat
Popularitas:605.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rilansun

[WARNING! DISARANKAN UNTUK MEMBACA BRITTLE TERLEBIH DAHULU]

Keep reading🖤

Kata orang karma itu nyata, karma itu benar adanya. Dan kata orang apa yang sudah menimpanya adalah sebuah karma dari kedua orang tuanya.

Namun Rea tidak pernah memusingkan hal tersebut. Baginya semua yang terjadi padanya adalah kehendak takdir.

Kehadiran malaikat kecil dalam hidupnya, juga adalah sebuah takdir. Anugerah terindah dari Tuhan yang dihadiahkan padanya. Tapi sayang, hadiah itu datang di waktu yang kurang tepat.

Bisakah Rea selalu menerima semua takdir itu?.

Apakah ia akan bosan di tengah perjalanan yang sangat rumit tersebut?.

Yang sangat penting, mampukah Rea mempertahankan hubungan yang tidak berpondasi itu?



17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rilansun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Another side

...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°...

...Cinta itu perlu waktu untuk tumbuh, layaknya bunga yang butuh waktu untuk merekah.....

...###...

Rea mendudukkan tubuhnya di atas ranjang dengan kikuk. Cewek itu benar-benar merasa canggung sekarang. Terlebih berada dalam satu ruangan dengan Ayah dari janin yang ada di dalam kandungannya.

Awalnya Levi memberikan sebuah kamar yang ada disebelah untuk ditempatinya. Namun Rea dengan cepat langsung menolaknya. Bukan karena apa-apa. Tapi bagi Rea pernikahan ini adalah satu hal yang sakral. Peristiwa yang hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidupnya. Begitu bermakna dan berkesan. Walaupun pernikahannya diawali dengan cara yang seperti itu.

Dan sekarang mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri. Akan terlihat aneh jika mereka tidur pisah ranjang. Lagipula bukankah Levi mengatakan kalau cowok itu mencintainya. Maka Rea akan menganggap jika pernikahan ini dilandasi oleh cinta. Meski cinta itu sendiri belum hadir di dalam hatinya.

Rea perlu waktu, sebab selama tujuh belas tahun ia hidup, belum pernah sama sekali pun Rea merasakan apa yang namanya pacaran. Bahkan menyukai lawan jenis saja ia tidak pernah. Waktunya dihabiskan untuk belajar, belajar dan belajar. Satu hal yang menjadi prioritas utamanya, dulu.

Lalu mata Rea tak sengaja menatap satu kantung plastik berukuran besar yang berada disamping kopernya. Di dalam sana ada kado yang diberikan oleh keluarga serta para tamu yang hadir tadi. Bahkan Aji yang seharusnya menjadi mempelai laki-lakinya, malah ikut memberikannya kado. Sebuah satu set perhiasan. Benar-benar pria yang berhati lapang.

Rea lantas mengambil kado berukuran sedang yang berhasil menarik perhatiannya. Kado itu lebih mencolok dari yang lainnya. Diatasnya bertuliskan nama sang pemberi dengan menggunakan huruf kapital semua. DARI ARGANTENG ANAK CHRISTIANO RONALDO.

"Tumben", gumam Rea. Sebab Argan tidak pernah sama sekali memberikannya hadiah apapun. Bahkan saat Rea merayakan ulang tahunnya, malah Argan yang sibuk meminta kado kepada orang tuanya.

Rea membuka kado itu dengan sedikit tak sabar. Sebab ia sangat penasaran apa yang dikasih oleh kembaran tengilnya itu.

Namun setelah kado itu terbuka, seketika iris mata Rea dibuat lebar dengan mulutnya yang sedikit terbuka. Seharusnya Rea tidak perlu berharap banyak dengan manusia seperti Argan.

Levi yang baru siap mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya pun lantas mengernyit saat melihat Rea yang seperti terkejut. Cowok itu pun berjalan menghampiri istrinya tersebut dengan tangan yang mengacak-acak rambut basahnya.

Dan netra abu-abu itu seketika membola saat melihat sebuah lingeri berwarna merah menyala yang berada di atas ranjang. Orang iseng mana yang memberikan itu. Pantas saja Rea bisa kaget sampai seperti mau kiamat besok.

Namun sedetik kemudian, Levi menyeringai dan berceletuk santai, "Pakai aja."

Rea yang sedari tadi melamun pun tersentak saat merasakan hembusan nafas di pundaknya. Refleks cewek itu membalikkan badannya dan matanya semakin dibuat melebar saat Rea dengan tak sengaja menyenggol sesuatu yang seharusnya tak disentuh.

Membuat Levi langsung mengumpat pelan, "Sial."

Rea yang melihat itu pun sontak berdiri, "Maaf-maaf", ujarnya. Rea yakin itu pasti sakit, sebab tangannya tadi tak sengaja terayun kuat kebelakang.

Melihat Levi yang mengurut pelan pelipisnya tanpa membuka suara. Rea pun lantas membereskan kado-kado tersebut dan menarik plastik besar itu untuk diletakkan di sudut kamar. Namun sepertinya kesialan tak ingin pergi darinya hari ini.

Karena tanpa sengaja plastik yang ia tarik malah membuat handuk Levi yang awalnya sudah memang mengendur, terjatuh begitu saja ke lantai.

Melihat itu sontak saja Rea berteriak histeris dengan mata yang terpejam kuat, "BUNDAAA."

Sungguh sangat memalukan.

...###...

Rea membolak-balikkan badannya di atas ranjang sedari tadi. Terus mencari posisi nyamannya untuk tidur. Namun tiga jam lebih ia melakukan itu tetap saja Rea tidak bisa tidur.

Pada awalnya Rea tertidur dengan sangat nyenyak. Namun ia terbangun karena satu mimpi buruk yang sukses mengacau tidurnya. Mimpi itu tak jauh-jauh dari hal memalukan yang beberapa waktu lalu terjadi. Entah bagaimana bisa itu masuk ke alam bawah sadarnya.

Dan Levi yang bukannya langsung mengambil kembali handuk yang terjatuh dan menutupi tubuhnya. Malah melihat dengan cengo Rea yang berteriak histeris.

Benar-benar sangat menyebalkan.

Setelah tak berhasil menutup kembali matanya pun Rea lantas mendudukkan tubuhnya seraya menyandarkan dirinya di kepala ranjang. Matanya menoleh ke arah jam yang ada di atas nakas. Waktu sudah sangat larut. Namun matanya terbuka sangat terang.

"Tidur aja yuk", gumam Rea seraya mengelus pelan perutnya.

Sebenarnya salah satu penyebab Rea tak bisa tidur adalah karena lapar. Karena biasanya Rea akan terbangun di tengah malam dan meminta Arinta untuk membuatkannya nasi goreng. Setelah menghabiskan setidaknya tiga piring, Rea baru bisa tertidur dengan lelap. ***** makannya memang sangat tinggi selama kehamilan ini.

Tapi sekarang bagaimana, tidak ada Bunda nya yang bisa memasak untuknya.

"Ayo sayang, kita pasti bisa", Rea mencoba untuk memejamkan matanya tanpa mengubah posisi tidurnya. Namun suara perutnya yang bergemuruh membuat Rea kembali membuka matanya.

"Jangan rewel, nanti pagi kita makan yang banyak. Sekarang tidur aja ya", lagi-lagi Rea mencoba untuk bernegosiasi dengan makhluk yang masih sebesar sebutir beras itu. Namun tetap saja tak mempan.

Yang namanya lapar ya mau bagaimana.

"Ya udah kita begadang aja nunggu pagi datang", Rea menunduk seraya mengelus penuh kasih perutnya. Ia masih tak menyangka jika di dalam perutnya kini ada sebuah nyawa yang akan lahir dari rahimnya. Memanggilnya Ibu dan menjadi obat dari segala sakitnya.

Levi yang tengah tertidur pun membuka matanya ketika mendengar suara-suara kecil yang berasal dari sampingnya. Lalu cowok itu membalikkan badannya dan menatap Rea yang tengah duduk menunduk. Apa yang sedang perempuan itu lakukan. Mengapa Rea terbangun di larut malam seperti ini.

"Kenapa bangun?."

Rea tersentak saat mendengar suara berat serak itu. Matanya menoleh ke kanan, dimana Levi sedang mendudukkan dirinya seperti Rea.

"Hm?", Levi menaikkan sebelah alisnya saat Rea tak menjawab.

Ibu hamil satu itu mengalihkan kembali pandangannya ke arah perutnya sembari menggeleng pelan. Rea malu untuk mengatakan kepada Levi kalau dirinya sedang kelaparan.

Mata Levi melirik ke arah tangan Rea yang mengelus perut. Seketika kekhawatiran melanda dirinya. Ada apa dengan kandungan Rea?. Apakah anaknya tidak apa-apa?.

"Lo kenapa?, perutnya sakit?", tanya Levi lagi.

Rea kembali menggelengkan kepalanya tanpa menatap Levi.

Cowok itu lantas mendengus pelan, "Gue serius, Rea."

"Lo kena-"

"Saya lapar", serobot Rea sambil mengangkat pandangannya dan menatap Levi dengan sedikit memelas.

Levi yang dipandang seperti itu pun langsung tak dapat berkutik. Mengapa Ibu dari anaknya itu terlihat sangat menggemaskan. Ingin rasanya Levi menarik Rea dan mencium habis istrinya tersebut.

Tanpa menunggu lama lagi, Levi langsung beranjak dari atas ranjang. Lalu menarik Rea keluar dari dalam kamar.

Levi dengan sangat hati-hati menuntun bumil satu itu untuk turun dari tangga. Sebenarnya Levi ingin menggendong Rea, namun ia takut kalau Rea akan menolaknya.

"Duduk", Levi menarik salah satu kursi meja makan dan menyuruh Rea untuk duduk di sana.

Dengan canggung Rea menuruti perintah suaminya itu.

Kemudian Levi terlihat berjalan masuk ke dalam dapur dan terlihat berkutat dengan bahan-bahan yang ada di sana. Entah apa yang ingin dibuat oleh cowok itu. Tapi yang Rea tau, Levi pasti ingin membuatkannya makanan.

Dengan menompang wajahnya menggunakan tangan. Rea mengamati dengan lekat Levi yang sedang sibuk memasak. Cowok itu terlihat berkali-kali lipat lebih tampan saat serius seperti itu. Ditambah dengan apron berwarna hitam yang digunakannya.

Rea seperti melihat sosok lain dari dalam diri Levi. Membuatnya insecure. Karena Levi yang seorang laki-laki saja bisa memasak. Namun dirinya yang notabene seorang perempuan sama sekali tak mengerti dengan perihal kedapuran.

Semua itu karena Arinta yang tak mengizinkan Rea untuk masuk ke dalam dapur. Bunda nya itu mengatakan kalau di dapur sangat berbahaya untuk Rea.

Dan sampai sekarang itu adalah penyesalan bagi Rea. Karena ia tak mampu untuk memasak buat keluarganya. Bahkan untuk dirinya sendiri saja tak mampu.

Rea akan berusaha keras untuk belajar memasak mulai sekarang.

...~Rilansun🖤....

1
Lily
kan aku pernah bilang, kasih tau semua masalah mu ke Rea atau ke mertua mu
Rilansun: bandel si Levi ya kan kakk, btw makasiii kakakk udh mau baca cerita ku🤗
total 1 replies
Lily
harusnya Levi ngomong ke Rea atau Reagan tentang masalah nya ini
Lily
ngomong dong Rea, tanyain siapa yang nelpon, yang minta ditemenin ke dokter kandungan
Lily
waduh... sampe empat ratus
Lily
kapan kapokmu pak... padahal sudah dihajar setengah mati
Lily
guanteng nya... nama aslinya siapa
Dhe K
thorrrr yg gak paham gak cuman rea kaleeeee....

😶
Dhe K
kok malah jadi boring ya kaya mudah men
Tiana
jejak aja dulu
melting_harmony
Luar biasa
Abel_alone
kapan lanjut cerita Morgan dan Tiffany nya Thor?
Abel_alone: makasih Thor info nya,
smg sehat sllu dan sering" crazy up
total 2 replies
Ersa
🌹🌹🌹
Rilansun: makasiii kakak sudah mau bacaaa🤗
total 1 replies
zi_zah
ditunggu kakak
Rilansun: Sudah di publish kakak, silahkan cek profil ku yaa. jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nya🤗
total 2 replies
Nurhayati
tak tunggu up ny yo, btw ap jdul ny?
Rilansun: Tungguin ajaa ya kak, makasiii Rearinnya masi disimpann🤗
total 1 replies
Edah J
Seneng banget ada notif ka author 😉
selamat datang kembali di dunia perketikan ka author 😘
kangen dengan kata"mutiaranya ka author 😉😘👍
aku juga nunggu Alsyia lho ka othor😘
Rilansun: ya Allah, masyaallah. baper nih. bole minta wa nya wkwk
total 3 replies
Naviah
lanjut thor
Rilansun: Hai kakak, Morgan dan Tiffany udh di publish yaa. Silahkan cek profil ku ya. Jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nyaa 🤗
total 3 replies
Naviah
baru dapet notif thor,
Ai Oncom
Alhamdulillah.. d tunggu y kak ceritanya..
Rilansun: Okeee, makasi ya kak Rearinnya masi disimpann🤗
total 1 replies
Lucia Michelle
😭😭😭 Kak Rilan,,,
" ARGAN" Bukan " MORGAN"..
Rilansun: Hai hai kakak cantikk, Morgan dan Tiffany udh di publish yaa. silahkan cek profil ku yaa. jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nyaa 🤗. Aku menunggu komen mu loh 🤭
total 4 replies
Semesta Mayka Alessia
suka cerita mereka soalnya
Rilansun: hai kakak, Morgan dan Tiffany udh di publish yaa. silahkan cek profil ku yaa. jangan lupa di subscribe biar ga ketinggalan info up nyaa 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!