Devia keluar dari rumah karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya. pindah ke Jakarta tanpa sepengetahuan keluarga . bekerja di salah satu perusahaan di bidang drink .
Berpacaran selama 2 tahun dengan jarak umur yang berbeda . tetapi di tahun berhubungan mereka sedang hancurnya malah adik dari sang kekasih menjodohkan dengan temennya .
bagiamana kelanjutan cinta mereka ......
jangan lupa like dan komentar yaaaaa.....👍👍👍👍👍 biar tambah semangat lagi author buat cerita wanita simpanan
dan jangan lupa FIRST LOVE pertama kali Author buat novel di aplikasi ini . semoga kalian suka ya . enjoyyyyyy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekasih
Selesai kelas berakhir, Devia bergabung dengan temen temennya di kantin . Devia juga sudah mengirim pesan kepada khafiz mengatakan jemput sekarang
Saat ini khafiz sedang menuju perjalanan , sambil menunggu itu Devia memesan minum dan juga mengobrol
Hingga beberapa menit kemudian hujan deras , Devia engak membawa payung . Khafiz terus mengubungi mengatakan Devia diam disana biar dia yang jemput
Devia tersenyum sosok pria gagah , rapi dan ganteng sudah terlihat jelas di mata Devia menuju kesini . Devia mengibas blazer khafiz yang sedikit basah
" Sayang mau minum dulu ? Teh hangat juga ada . Ini hujan deres . Pasti sayang belum makan kan ? "
" Kita bisa makan di restoran nanti "
" Disini aja , cuma minum teh sayang " ucap devia
Khafiz mengagguk mengikuti langkah Devia duduk tepat di samping temen temen, khafiz hanya tersenyum kepada temen temen Devia
" Siapa nih Dev ? " Bisik A
Devia tersenyum malu " kekasih "
Mereka beroriah , lumayan juga walupun sepertinya umur mereka berjarak tapi cocok juga
" Sayang minum dulu " ucap devia
Khafiz hanya diam menatap Devia yang tengah asik mengobrol , Khafiz juga gak peduli dia hanya minum teh hangat bagus banget di cuaca dingin seperti ini
" Sayang mau sekalian makan ? " Tanya Devia
Khafiz menggeleng kepalanya
" Oh , makan di sana aja ya nanti ya "
" Iya sayang "
Baru khafiz berucap sayang , semua temen temen Devia tersenyum bahkan ada juga yang
" Ciee"
Khafiz dan Devia saling tatap kepada mereka . Ada yang salah khafiz panggil sayang ? Atau mereka yang envy ? Ah biarlah
Hujan mereda, teh juga sudah habis . Keduanya pamit , satu payung sangat romantis bagi yang melihat mereka . Devia membantu membuka blazer khafiz di pegang selama menuju restoran
" Sayang gausah pake ini ya , kita hanya makan . Lagi pula ini masih basah "
Khafiz mengagguk keduanya langsung masuk ke restoran . Sambil menunggu makanan datang Devia bermanja dan juga mengecup tangan Khafiz
" Sayang , lagi kenapa ? " Tanya Devia
" Lagi banyak kerjaan di kantor sayang "
Huh !
" Semangat sayang , perlu aku bantu ? "
Khafiz menggeleng " butuh perhatian dan kasih sayang kamu , sudah cukup "
Cup
Khafiz mengecup bibir Devia di depan orang orang yang tengah asik makan . Devia melotot langsung Devia cubit perutnya
*
Lelah , letih . Devia merebahkan tubuhnya . Mengambil ponsel di tas banyak pesan yang di kirim oleh Hendra . Devia menghubungi tak lama kemudian Hendra mengangkat nya
( Papi lagi dimana )
( Di jalan sayang , baru pulang kampus ? )
Devia mengagguk ( iya sayang , capek banget seharian belajar . Banyak tugas juga . Sayang lagi banyak kerjaan ? )
( Hanya beberapa aja sih )
( Bantu aku dong Pi . Sekalian kamu nginap disini )
( Besok ya sayang )
Devia mengagguk , lanjut obrolan mereka hampir satu jam lamanya
Sampai akhirnya Devia tertidur karena ngantuk dan juga pembicaraan habis
Makan malam lagi dengan khafiz , malam ini khafiz menemani Devia tidur . Keduanya sudah memakai piyama couple . Devia punya beberapa piyama couple dan sengaja dia membeli hanya untuk khafiz dan Hendra . Biasanya mereka berdua yang menemani seharian Devia
Devia keluar dari kamar membawa buku dan juga laptopnya
" Bantu aku ya sayang , banyak banget hiks tugas aku "
" Aku lagi males "
Devia mengalut manja sambil memeluk khafiz
" Plis , kamu ganteng deh "
Cup
" Yaudah " khafiz hanya pasrah membantu mengerjakan tugas Devia
Devia hanya tersenyum , duduk manis sambil menatap khafiz yang sedang belajar
" Keyra sudah hamil kenapa kamu masih sendiri ? " Tanya Devia
" Dia itu manja banget ! Aku lebih suka manjain kamu "
" Keyra tuh cantik ya " Devia tersenyum menggodanya
Khafiz menoleh mengerutkan keningnya
" Cantikan kamu lah "
" Alah alah . Bisa aja ngambil hati aku "
Khafiz tersenyum
" Kenapa jadi aku yang ngerjain " khafiz tersadar
Devia hanya tersenyum menggoda
" Tolong kerjain dong , tangung banget ini kamu ngerjain nya sayang . Aku janji nanti akan peluk kamu "
Huh !
" Kalo kamu nyuruh aku ngerjain , terus kapan kamu bisanya sayang , em ? " Khafiz mengelus rambut Devia
" Sekali aja . Pikiran aku lagi ada di kamu " Devia menyibikan bibirnya membuat khafiz gemes
Khafiz mengecup bibir Devia , mengigit gemes bibir bawah berwarna merah jambu
" Baiklah , tapi sepertinya minum kopi enak juga malam malam begini "
Devia langsung beranjak bangun membuatkan kopi untuk khafiz