Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.
Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.
Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Ini benar tempatnya?"
"Benar, Nyonya. Saya sudah menghubungi teman yang tadi mengantar Tuan Dante ke sini," jelas Yohan.
Wajah Clark seketika berubah pucat pasi saat memandang bangunan megah di hadapannya adalah sebuah resor tepi pantai eksklusif yang kini menjadi tempat suaminya bertemu dengan sosok yang disebut sebagai calon istri kedua.
Suasana di luar tampak sepi, wajar karena malam sudah larut. Clark mengepal tangannya erat, emosi mendidih di dada. Bayangan Dante sedang berduaan, melakukan hal romantis bersama wanita lain di hari ulang tahun pernikahan pertama mereka membuat matanya memerah berkaca-kaca.
"Kau tega sekali, Kak. Hari ini hari ulang tahun kita, tapi kau memilih menghabiskan waktu dengannya. Apa kau sudah bosan padaku?" Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipinya.
"Nyonya?" Panggilan Yohan menyadarkannya, pria itu menyodorkan tisu tanpa tahu penyebab tangis tuannya.
"Aku masuk dulu. Kau tunggu di sini!"
"Tapi..." Belum sempat Yohan menyelesaikan kalimatnya, Clark sudah melangkah masuk. Dua pengawal berbadan tegap menghadang di depan pintu.
"Anda tidak boleh masuk."
Clark menatap tajam. Ia tahu tak mungkin melawan mereka berdua sendirian, maka ia berteriak memanggil Yohan. Seketika pria itu sudah berdiri di sampingnya.
Tanpa perlu perintah, Yohan langsung bertindak, kurang dari semenit, kedua pria yang badannya dua kali lipat darinya sudah tergeletak tak berdaya. Yohan mengibaskan tangannya seolah tak terjadi apa-apa.
Clark melangkah masuk sendirian. Jantungnya terasa diremas hebat saat melihat meja yang dihiasi lilin, sebotol anggur, dan dua gelas yang menghadap langsung ke pantai.
Pemandangan itu begitu romantis, namun baginya terasa seperti siksaan. Seharusnya aku membawa bom saja, batinnya penuh amarah. Ia segera mencari keberadaan suaminya, membuka pintu satu per satu.
"Tunggu saja kau!" geramnya. Meski mungkin wanita itu yang menggoda, jika Dante benar-benar setia, ia takkan tergoda.
"Aku pernah mati dulu, tapi rasanya tak pernah sesakit ini." Kekecewaan sungguh meresap ke dalam jiwanya.
Dua ruangan sudah ia periksa namun belum menemukan mereka. Kemarahan dan rasa sakit bercampur aduk, ia berjanji takkan memaafkan jika melihat mereka berdua dalam posisi yang tak pantas. Mungkin begini rasanya hati istri yang dikhianati. Wajar jika mereka sampai hilang kendali, batinnya hancur.
Deg...
Jantungnya berpacu liar saat melihat dua sosok yang saling merangkul mesra di tepi kolam. Wanita itu menyandarkan kepala di bahu pria itu, dan pria itu membalas pelukan itu dengan erat. Pemandangan itu jauh lebih menyakitkan daripada sekadar bayangan.
Tanpa berpikir panjang, Clark berlari mendekat dan melayangkan satu tendangan keras tepat ke punggung pria itu hingga tubuhnya meluncur jatuh ke kolam dengan bunyi gemuruh.
Wanita itu melonjak kaget. Saat berbalik dan melihat sosok Clark, matanya melotot tak percaya.
"Kau?!"
"Jangan menunjukku, wanita murahan! Aku pastikan hari ini namamu tinggal kenangan!" bentak Clark meledak. Wanita itu tampak ketakutan dan mundur perlahan.
"Hentikan! Apa yang kau lakukan? Sayang! Tolong aku!" teriak wanita itu meminta pertolongan.
"Kau kira kau bisa selamat dariku? Ketahuilah, aku adalah maut bagimu hari ini!"
"Berhenti! Kau gila!"
"Ya, aku gila! Kalian yang membuatku gila!" Clark maju hendak mencekik wanita itu.
"Mama!" Tiba-tiba suara seorang anak kecil terdengar cemas. Clark menoleh. Seorang balita berusia sekitar dua tahun berlari mendekat dan memeluk wanita itu.
"Papa!" Anak itu menunjuk ke arah pria yang kini mengapung di kolam. Jantung Clark seakan berhenti berdetak.
"Apa maksudnya?! Dia anakmu?!" Wanita itu mengangguk perlahan. "Dan kau memiliki anak darinya?!" Wanita itu kembali mengangguk.
"Tante jahat," ucap anak itu padanya.
Kaki Clark lemas seketika dan ia jatuh terduduk.
Apa ini? Apakah Dante sudah pernah menikah sebelumnya? Apakah ia sudah memiliki anak sebelum menikah dengannya? Dunianya serasa runtuh seketika. Ia menangis histeris di lantai yang dingin.
😱😱😱😱
sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭