"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH DUA
"Pikirkanlah Aluna! Saya tau kamu tetaplah seorang ibu! Jika kamu ingin lari, kamu bisa menghubungi saya"
Dokter tampan itu menyerahkan kertas kecil berupa nomor telepon, Samuel sadar jika dirinya tidak boleh dekat dengan wanita hamil ini walaupun ia sangat ingin
"Ini resepnya!" Aluna menyambut, namun wanita cantik itu tidak mengatakan apapun. Pikirannya tengah penuh akan ucapan dokter Samuel
"Aluna? Nona Aluna!" Wanita cantik itu tersentak lalu menatap pria tampan yang tengah duduk dihadapannya
"Terima kasih dokter"
Aluna bangun dari duduknya, saat ia keluar bertepatan dengan Bona yang baru saja kembali dari kamar mandi
"Sudah selesai?"
"Hmm" Aluna menjawabnya dengan gumaman "Kamu tebus resepnya dulu!"
Gadis itu mengangguk, Bona melangkah menuju tempat penebusan resep
Aluna duduk dikursi stainless didepan poli kandungan, tak lama dokter Samuel menghampirinya
Aluna terkejut karena tiba-tiba saja pria itu bersimpuh dihadapannya
"Dokter mau apa?"
Samuel menunjukkan senyum manisnya, pria tampan itu meraih kaki Aluna yang membengkak
"Saya lihat kaki kamu lecet karena menggunakan sepatu ini" Ucapnya seraya melepas sepatu itu dari kaki Aluna
"Saya bawakan kamu sendal jepit, saya hanya menunggu saat yang tepat untuk memberikannya kepada kamu"
Aluna melihat sendal berwarna hitam itu, ya kakinya memang terasa sakit saat menggunakan flatshoes seperti ini, terbukti dari lecet dipinggiran nya
"Gimana?" Dokter Samuel mendongak
"Terima kasih, ini lebih baik"
"Nyonya" Bona yang baru saja tiba setelah menebus obat terkejut saat melihat dokter Samuel yang bersimpuh dihadapan majikannya
"Ada apa ini?"
"Dokter Samuel memberikan saya sendal, kaki saya lecet"
Bona mengangguk, terlebih ia melihat kaki majikannya yang memang terlihat lecet
"Kita pulang sekarang nyonya"
"Baiklah"
Samuel bangun dari posisinya, membiarkan wanita yang telah menggetarkan hatinya itu berlalu
"Wanita sebaik kamu, tidak seharusnya menderita Aluna"
Mobil melaju, Aluna sejak tadi memilih untuk diam, ia tengah mempertimbangkan ucapan dokter Samuel tentang anak-anak nya
Mana ada seorang ibu yang ingin berpisah dari anak yang ia lahirkan, Aluna sadar jika ini bukan lagi tentang uang tapi tentang hati seorang ibu
Namun ia juga tidak memiliki keberanian, dirinya bisa saja lari, tapi kemana? Arjuna pasti bisa menemukannya
Dirinya ini juga tidak memiliki uang, ia sudah menggunakan uang pria itu sebanyak dua ratus juta
Jika ia ingin pergi, maka dua ratus juta itu harus dikembalikan
Setibanya dirumah, Aluna langsung saja masuk kedalam kamarnya. Wanita cantik itu bahkan mengunci pintunya agar tidak mendapat gangguan
"Nyonya mengunci pintunya!" Ujar Bona memberi laporan
"Biarkan saja! Panggil nyonya setelah makan malam siap" Gadis pelayan itu mengangguk, mungkin memang majikannya itu ingin waktu sendiri
***
Sejak tadi Arjuna tidak bisa terlelap, dirinya ini terbiasa tidur sambil memeluk wanitanya, jikapun ia berada diluar kota mereka akan melakukan video call hingga pagi hari
Arjuna menoleh kesamping, dimana seorang wanita tengah terlelap. Ya, Arjuna memang tengah berada dikediaman Bimantara dan dirinya berada dikamar yang sama dengan Zoya istrinya
Ia menatap wajah cantik itu dengan intens, Zoya adalah cinta pertamanya. Andai ia tidak pernah mengetahui perselingkuhan yang mengakibatkan dirinya kehilangan sang ibu mungkin perasaan ini tidak akan berubah
Setelah mengetahui Zoya berkhianat, Arjuna tidak lagi tertarik dengan wanita. Bahkan ia terkesan membenci makhluk satu itu
Dirinya akan merasa jijik jika ada seorang wanita yang berusaha mendekatinya
Namun perasaan itu berubah saat Aluna hadir didalam hidupnya ini. Senyum yang sempat hilang akhirnya kembali
Namun rasa takut akan kehilangan wanita itu lebih besar, Arjuna tidak ingin istrinya itu dalam bahaya karena William bisa melakukan apapun
Pria tampan itu memilih untuk turun, Arjuna melangkah menuju balkon demi untuk menenangkan pikirannya yang terasa penuh
"Kamu sedang apa Aluna? Apa kamu bisa tidur malam ini?" Pria tampan itu menatap jauh didepannya yang berupa kegelapan
"Maafkan saya karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik, kamu harus menjalani sisa kehamilan ini sendirian hanya karena saya yang terlalu pengecut
"Ada apa beib? Kamu gak bisa tidur?" Arjuna menoleh kebelakang dimana sang istri tengah melangkah
Mungkin angin malam masuk kedalam kamar karena ia tidak menutup pintu balkon membuat wanita cantik ini bangun
"Kenapa kamu kesini? Sebaiknya kamu tidur karena ini sudah larut" Arjuna berucap dengan suara teramat dingin
"Aku mau tidur sambil dipeluk" Wanita cantik merengek, namun Arjuna terlampau muak
"Apa selama ini kamu juga minta dipeluk sama Papa?"
Zoya tersentak, ya, dia tidak salah. Arjuna pasti tau tentang perselingkuhan ini, sial sekali karena dirinya malah terjerat dengan pria paruh baya seperti William. Ya, walaupun pria itu masih sangat tampan diusia hampir kepala enam
"Sayang aku.."
"Tidurlah! Tutup saja pintunya karena saya masih ingin disini"
"Aku bisa jelasin semuanya" Zoya melangkah mendekat, berdiri disamping suaminya lalu menggenggam tangannya
"Aku salah dan aku minta maaf untuk itu, ini terjadi karena kamu yang selalu tidak punya waktu untuk aku" Arjuna menatap wajah cantik itu
"Aku butuh perhatian, kamu akan pergi pagi hari dan kembali saat malam. Jika dirumah kamu akan sibuk didepan laptop
Aku hanya seorang istri, aku kesepian dan..."
"Dan kamu memilih untuk bersama ayah mertuamu sendiri?"
Zoya diam, tidak ada kata yang bisa ia jadikan pembelaan
Dirinya memang bersalah dan ia sadar akan hal itu. Namun itu semua hanya kesenangan sesaat dan ia masih ingin bersama pria yang dicintai
"Maafkan aku, aku tau aku sangat bersalah. Tapi aku masih sangat mencintai kamu" Tanpa bisa dicegah air mata itu luruh juga
Arjuna menatap istrinya itu, tangannya terulur mengusap pipi lembut yang ternoda oleh air mata membuat hati Zoya menghangat
Ya, cinta memang tidak semudah itu untuk hilang. Mungkin Arjuna memiliki wanita lain, namun itu hanya untuk kesenangan semata
Cinta pria tampan ini tetaplah menjadi miliknya, ia tau jika dirinya adalah cinta pertama bagi Arjuna
"Simpan air mata buaya kamu ini! Karena setelah saya mendapatkan perusahaan Bimantara, saya pasti akan menceraikan kamu"
Wanita cantik itu membola, Arjuna bersungguh-sungguh dan pria ini benar-benar akan menceraikannya
"Maksud kamu? Apa kamu sanggup berpisah dari aku?" Tanya Zoya dengan suara serak yang tengah menahan tangis
"Saat kamu sanggup mengkhianati aku, apa aku tidak bisa melakukan itu?"
"Tapi kamu sangat mencintai aku, Arjuna" Wanita cantik itu menatap tak percaya
"Terlalu percaya diri itu tidak baik, Zoya! Saya tidak akan pernah berbagi barang apapun dengan ayah saya sendiri"
Setelah mengatakan itu, Arjuna meninggalkan balkon dan menuju kamar tidur
Pria itu berbaring, dengan menyisakan sisi kanan untuk istri pertamanya itu
"Kamu hanya milik aku Arjuna! Aku tidak akan membiarkan wanita lain memiliki kamu"
Tangannya terkepal erat, dirinya tidak akan melepas pria yang dicintai pada wanita lain. Ia bisa saja menghabisi Wanita yang telah menggantikan posisinya dihati suaminya