NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 ~ Tugas Terakhir

Evelyn mengangguk pelan.

"Baik, Ma."

Nyonya Chatarina mengusap lembut pipi putrinya untuk terakhir kalinya sebelum kembali memasang raut wajah tenang.

"Ingat," ucapnya lirih. "Mulai sekarang, tidak boleh ada yang tahu."

Evelyn mengangguk mantap. "Aku mengerti."

Keduanya pun keluar dari kamar.

••••••

Beberapa menit kemudian, seluruh anggota keluarga Harley telah berkumpul di ruang makan.

Tuan Harley duduk di kursi paling ujung seperti biasa. Di sisi kanannya duduk Arlos, sementara Nyonya Chatarina dan Evelyn menempati kursi mereka masing-masing.

Pelayan mulai menyajikan berbagai hidangan hangat di atas meja.

"Silakan dinikmati, Tuan, Nyonya," ucap salah seorang pelayan sebelum mundur.

Tuan Harley baru saja hendak mengambil roti panggang ketika pandangannya tertuju pada Evelyn.

"Kau terlihat pucat."

Evelyn yang sedang menuangkan segelas air segera mengangkat kepalanya. "Mungkin karena akhir-akhir ini pekerjaan sedang banyak, Ayah," jawabnya tenang.

"Hm." Tuan Harley mengangguk tipis.

"Jangan sampai pekerjaan mengganggu performamu. Posisimu di perusahaan Foster sangat penting."

"Baik, Ayah."

Suasana berlangsung seperti biasa hingga akhirnya suara Nyonya Chatarina memecah keheningan.

"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan," ucap Nyonya Chatarina, memecah keheningan.

Semua mata langsung tertuju kepadanya.

"Evan akan mengundurkan diri dari perusahaan Foster." putusnya tegas.

Deg.

Tuan Harley yang sedang menikmati kopinya langsung menghentikan gerakannya.

"Mengundurkan diri?" tanyanya terkejut. "Apa maksudmu?"

"Itu keputusanku." balas Nyonya Chatarina tanpa ragu.

"Chatarina, apa kau sadar dengan yang kau katakan?" hardik Tuan Harley. "Kita menghabiskan waktu bertahun-tahun agar Evan bisa mendapatkan kepercayaan Damian Foster."

Nyonya Chatarina menatap suaminya tanpa sedikit pun gentar. "Justru karena itu, Evan sudah cukup belajar."

"Mempelajari musuh memang penting," lanjutnya tenang. "Tapi itu tidak akan membuatnya menjadi seorang pemimpin perusahaan yang hebat."

Wanita itu melirik sekilas ke arah Evelyn. "Sudah saatnya Evan melanjutkan pendidikannya. Dia harus belajar mengelola perusahaan, membangun relasi, dan memahami dunia bisnis dari sudut pandang yang lebih luas. Bukan hanya menjadi mata-mata."

Ruangan kembali hening. Tuan Harley mengepalkan tangannya diatas meja. Ia jelas tidak menyukai keputusan itu, namun jauh di lubuk hatinya, ia tidak bisa sepenuhnya membantah ucapan sang istri.

Dengan berat hati, ia mengembuskan napas panjang.

"Kalau begitu..." ucapnya pelan. "Kapan dia akan berangkat?"

"Sore ini juga," jawab Nyonya Chatarina tegas, sekali lagi tanpa ragu sedikitpun. "Evan akan berangkat ke London."

Tuan Harley langsung mengangkat kepalanya. "Apa?!" seru Tuan Harley dan Arlos hampir bersamaan.

Tatapan Arlos langsung beralih kepada Evelyn. "Kenapa mendadak sekali?" tanyanya tajam.

Sementara Evelyn tetap duduk diam. Ia hanya menggenggam erat jemarinya pada alat makannya, membiarkan sang ibu mengambil alih semuanya.

Nyonya Chatarina meletakkan sendok dan garpunya dengan tenang. "Karena semua berkasnya sudah Mama urus sejak beberapa hari lalu."

Tuan Harley mengernyit. "Kenapa aku tidak diberi tahu?"

"Aku memang sengaja belum memberitahumu," jawab Nyonya Chatarina. "Karena aku tahu kau pasti akan menolak."

"Tentu saja aku menolak!" bentak Tuan Harley. "Evan adalah orang kepercayaanku di perusahaan Foster. Bagaimana mungkin kau menyuruhnya pergi sekarang?"

"Karena masa depannya jauh lebih penting daripada ambisimu."

Suasana kembali hening.

Tatapan keduanya saling beradu.

"Aku tidak sedang membicarakan kepentingan keluarga Harley saja," lanjut Nyonya Chatarina dengan nada yang tetap tenang. "Aku sedang membicarakan masa depan putraku."

"Selama bertahun-tahun dia hidup sesuai keinginanmu. Menjadi pria yang tangguh. Menjadi mata-mata. Menjalani semua yang kau perintahkan tanpa pernah mengeluh. Menurutku... itu sudah cukup."

Tuan Harley mengepalkan kedua tangannya.

"Berapa lama?"

"Tiga tahun."

"Tiga tahun?" ulang Arlos.

"Iya," jawab Nyonya Chatarina mantap. "Program bisnis yang akan diambil Evan berlangsung selama tiga tahun."

Tuan Harley menggeleng pelan. "Itu terlalu lama."

"Justru tidak," sanggah Nyonya Chatarina. "Kalau kau ingin dia menjadi penerus perusahaan Harley, biarkan dia belajar dari yang terbaik."

Ruangan kembali sunyi.

Setelah berpikir cukup lama, Tuan Harley akhirnya mengembuskan napas kasar. "Baik."

Satu kata itu membuat Evelyn perlahan mengangkat kepalanya.

Tuan Harley terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menatap lurus ke arah Evelyn.

"Baik. Kau boleh pergi. Tapi sebelum itu, ada satu tugas terakhir yang harus kau selesaikan."

Evelyn kembali mengangkat kepalanya. "Tugas terakhir?"

Tuan Harley mengangguk pelan. "Selama menjadi sekretaris Damian, bukankah kau mengetahui jadwal penandatanganan kerja sama mereka dengan perusahaan dari Singapura?"

Evelyn membeku. Ia memang mengetahuinya. Kerja sama itu merupakan proyek terbesar Foster Group tahun ini.

"Pagi ini kontrak itu akan ditandatangani," lanjut Tuan Harley. "Aku ingin sebelum kau pergi ke London... proyek itu gagal total."

DEG. Jantung Evelyn seolah berhenti berdetak.

"Ayah..."

"Kau hanya perlu menyerahkan salinan data penawaran Foster kepada kita. Selebihnya biar Harley Group yang mengurus."

"Tidak ada yang akan mencurigaimu. Setelah hari ini kau langsung terbang ke London."

Evelyn menegakkan kepalanya. Untuk pertama kalinya dalam hidup, sebagai putra keluarga Harley dia merasa ragu.

Sudah bertahun-tahun dia hidup menjadi Evan, ia memang menjalankan semua perintah ayahnya. Namun entah mengapa, kali ini terasa berbeda.

"Ayah..." ucapnya hati-hati. "Proyek itu bernilai sangat besar bagi Foster Group."

"Lalu?" sahut Tuan Harley datar.

"Aku hanya berpikir... jika proyek itu gagal, kerugiannya tentu tidak sedikit."

Tuan Harley menyandarkan tubuhnya pada kursi. "Itulah tujuannya."

Tatapannya berubah tajam. "Perusahaan Harley tidak akan pernah bisa melampaui Foster jika kita terus bermain aman."

Ruangan kembali sunyi. Evelyn menggigit bibir bawahnya.

Ia tahu... bagaimana seluruh karyawan Foster group, terutama Damian sendiri, mati-matian demi mempertahankan proyek ini. Semua itu demi memastikan kerja sama dengan perusahaan Singapura berjalan lancar.

Namun kini, Ayahnya justru memintanya menghancurkan semuanya.

"Evan." Suara Tuan Harley kembali terdengar. "Kau tidak sedang berpikir untuk mengkhianatiku, bukan?"

Pertanyaan itu membuat Evelyn sontak mengangkat wajah.

"Tidak, Ayah."

"Bagus."

Tatapan Tuan Harley tak pernah lepas darinya. "Jangan lupa siapa yang telah membesarkanmu. Dan jangan lupa... untuk siapa kau selama ini bekerja."

Evelyn menarik napas panjang sebelum akhirnya mengangguk pelan.

"...Baik, Ayah."

Baru setelah mendengar jawaban itu, Tuan Harley tampak puas. "Setelah sarapan, langsung berangkat ke kantor. Serahkan surat pengunduran dirimu kepada Damian setelah semua urusan selesai."

"Setelah itu, kau pulang. Sopir akan mengantarmu langsung ke bandara."

"Iya, Ayah," jawab Evelyn lirih.

Tanpa seorang pun menyadari di balik ketenangan wajahnya, hati Evelyn tengah dilanda pergulatan hebat.

Di satu sisi adalah keluarganya. Di sisi lain adalah pria yang, tanpa sengaja, telah mengubah seluruh hidupnya dalam satu malam.

❤️

1
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
You `ka
tetap semangat thor.... makin kesini makin buat penasaran ceritanya...💪💪
Zhao_Xena: terimakasih banyak
total 1 replies
You `ka
ayo cari mereka Damian 💪💪😆😆
You `ka
lanjut💪
You `ka
haduh.. dag-dig-dug aku yang baca. takut ketahuan...😭😭
You `ka
Damian akan sangat kecewa mungkin akan melakukan hal yang tidak bisa kamu bayangkan Evelyn, jika kamu benar-benar mengkhianatinya.

tapi jadi Evelyn juga pasti tidak akan mudah, dibawah tekanan keluarga,.dia harus melakukan semuanya
You `ka
mungkin lebih baik memang pergi Evelyn.. tinggalkan keluarga toksik itu
You `ka
hamil pasti..🫣🫣
You `ka
pasti sekarang Damian dan Haris merasa sama-sama merasa sudah gila 😆😆
You `ka
🤣🤣🤣🤣 Damian merasa tertarik pada Evan..
Cty Badria
satu kata untuk Evelyn ...bodoh mau di jadikan pion. kl ketauan jadi buronan. bpk dazal enak aja ongkang2 kaki...
You `ka
jangan-jangan Evelyn hamil yah??🫣🫣
Zhao_Xena: coba tebakkk...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
🤣🤣🤣 justru kalau pingsan nanti kamu bisa tau.. dia laki-laki atau perempuan..
Zhao_Xena: waduhh
total 1 replies
You `ka
Tuan Harley kayak pilih kasih, padahal yang seharusnya memimpin bukannya Evan, sebagai keturunan yang sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!