NovelToon NovelToon
Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: pipit fitriyani

Cover by @Iqbald26



Butuh waktu untuk menyadari sebuah perasaan,bahkan tidak jarang kita terluka bahkan melukai.

Sebatas Pengganti mengajarkan kita untuk bermain rasa, menikmati sebuah kebahagiaan dari luka kecil. Sampai akhirnya kita benar-benar tau apa itu kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Kevan

Sudah dua hari Kevan berada diluar kota,dan sudah dua hari juga Kirana meninggalkan kediamannya. Kenan sempat mendatangi kafe juga rumah miliknya namun keberadaan Kirana tidak ada disana,dan Kenan pun tidak mendapatkan informasi apapun dari kedua sahabat Kirana,malah keduanya nampak kebingungan dengan pertanyaan Kenan karena sudah lama juga Kirana tidak datang ke Kafe.

Hari ini Kevan kembali dari luar kota,hal itu ia ketahui dari Larissa yang tak lain adalah calon tunangannya,mereka akan mendarat pukul 10 pagi,karena week end Kenan akan me jemput keduanya lebih awal,karena keadaan jalan yang cukup padat jadi mau tidak mau Kenan harus berpacu waktu.

Setelah satu jam dalam kemacetan pukul setengah sepuluh Kenan sudah sampai di bandara, sejujurnya Kevan bingung harus menyampaikan apa perihal kepergian kirana. Setengah jam menunggu akhirnya keduanya sudah datang,Kevan langsung menyapa kakaknya dan juga calon istrinya.

"Kita pulang kerumah ku saja,sore nanti aku baru mengantar kamu pulang ke apartemen, bagaimana?," ucap Kenan pada Larissa.

"Baiklah,aku ikut kalian saja,"

Mereka pun menaiki mobil yang Kenan bawa,karena mereka berdua cukup lelah untuk berbicara jadi Kenan membiarkan keduanya beristirahat di mobil,Kevan memijat Pangkal hidupnya, seperti banyak beban yang sedang ia pikirkan, sedangkan Larissa ia tertidur karena kelelahan.

"Bang,mau ku antar kerumah mu apa kerumah kakek buyut?," tanya Kenan hati-hati

"Hhhmmh,aku ikut pulang kerumah kakek buyut saja,badanku sudah lelah dan ingin beristirahat," ucap Kevan tanpa mengetahui apa yang terjadi.

"Baiklah,aku harap setelah ini Abang,bisa beristirahat dengan tenang," ucap Kenan penuh makna.

Kurang dari satu jam keduanya sudah sampai dirumah besar milik kakek Damar,Kenan sudah membangunkan Larissa dan Kevan. Kevan sudah berjalan kearah kamar miliknya,namun saat akan menaiki tangga Kenan memanggil Kevan.

"Bang,tunggu,"

"Ada apa dek,"

"Ini,mbak Kirana menitipkan kunci rumah kalian," ucap Kenan sambil menyerahkan kunci ke tangan Kevan yang masih diam mematung.

"Ohhh baiklah," sahut Kevan singkat tanpa ingin bertanya lebih jauh lagi,karena Kevan pikir mungkin Kirana sedang pergi keluar.

"Oiya bang,tengok rumah mu,pulanglah dulu. Jangan biarkan rumahmu kosong terlalu lama," ucap Kenan yang sambil berlalu menuju kamarnya.

Pikiran Kevan masih biasa saja, meskipun sejujurnya ucapan Kenan sedikit membuatnya bertanya-tanya,namun karena lelah akhirnya Kevan memutuskan untuk membersihkan diri dan beristirahat.

Waktu jam makan siang sudah tiba, pelayanan membangunkan Kenan,Kevan dan juga Larissa. weekend ini mereka sibuk mengistirahatkan tubuhnya karena lelah bekerja. Ketiganya sudah lebih segar dan segera menuju ke meja makan,Kevan nampak antusias menyantap makanan kesukaannya.

"Apa setelah ini kamu masih bisa makan lahap bang?," gumam Kenan dalam hatinya

Mereka pun menikmati makan dengan hikmat tanpa ada pembicaraan apapun,setelah merasa kenyang Kevan menghentikan makannya,dan tak lama Kenan menyusul kakaknya yang berjalan menuju teras rumah. Sedangkan Larissa ikut membereskan meja makan bersama pelayanan, meskipun sudah dilarang Larissa tetap melakukannya.

Kenan berbasa-basi mengenai pekerjaan yang ditanganinya diluar kota,dengan enggan Kevan pun menyahuti pertanyaan Kenan. Sejujurnya selama diluar kota pikiran Kevan tidak disana dia selalu teringat akan Kirana,namun keegoisannya menolak untuk tidak menemuinya.

"Bang,aku ingin menyampaikan sesuatu," ucap Kenan terjeda.

Kevan menoleh kearah Kenan.

"Apa yang ingin kamu sampaikan? bicaralah,"

"Bang,mba Kirana menitipkan kunci rumah kalian 2 hari yang lalu," ucap Kenan hati hati.

"Ohh mungkin dia sedang berlibur," ucap Kevan singkat

"Sungguh keras kepala sekali kamu bang,kenapa ucapan mu masih saja sarkas dan terdengar menyakitkan. Apa setelah kamu mengetahui yang sebenarnya ,apa akan tetap bersikap seperti ini,jika iya,sungguh mbak Kirana mengambil keputusan yang tepat," gumam kenan dalam hatinya.

"Yasudah terserah Abang saja. bang,boleh pinjam sepatu futsal Abang tidak,punyaku ada dirumah mamah,Kenan males ambil kesana lumayan makan waktu," ucap Kenan beralasan meminjam sepatu padahal sebuah siasat agar Kevan pulang kerumahnya.

"Sepatutnya ada dirumah,kau ambil sendiri saja, kuncinya ada dikamar," ucap Kevan malas.

"Bang please 🙏 tolongin kali ini saja,Ken harus antar Larissa pulang selain itu rumah Abang dan tempat tinggal Larisa berlawanan arah,Ken mohon ya bang,"

"Kau ini menyebalkan sekali, baiklah aku akan ambil dirumah.

Kevan pun beranjak dari duduknya,dan Sergera mengambil kunci mobil dan juga kunci rumah miliknya. Kevan pun membawa kendaraannya dengan perlahan namun dalam hitungan menit sudah sampai. Pintu pagar yang tertutup membuat kevan turun dan membukanya.

Kevan merindukan suasana rumahnya, hampir sepuluh hari dia tidak pulang kerumahnya. Kevan masuk kedalam rumahnya dengan perlahan, seketika arah pandangan Kevan mengitari setiap sudut rumah,ada yang terlihat aneh,namun kevan belum menyadari hal itu. Dia pergi menuju dapur,ia merasa haus dan berencana untuk mengambil air dingin yang berada di dalam kulkas.

Kevan seperti merasakan kejanggalan,kenapa rumahnya terlihat seperti baru pertama kali ditempati,tidak ada kehidupan disana. Setelah mengambil minum Kevan pun melanjutkan ke kamarnya yang sudah lama tidak ia tempati,ya semenjak kejadian Kirana kecelakaan dan keguguran Kevan tidak pernah tidur di kamar utama,ia selalu tidur di kamar tamu.

"Kemana sebenarnya dia pergi,kenapa membiarkan rumah kosong seperti ini,apa dia pun mengajak bi Mimin dan pak Maman. Ternyata dia menikmati hidupnya,bahkan setelah dia membunuh anaknya sendiri,hhmmhhhh bukankah itu sangat keterlaluan," ucap Kevan berbicara sendiri.

Ceklekkk.. Kevan sampai di kamarnya,dia kembali merasakan keanehan setelah memasuki kamarnya,kenapa kamar ini begitu polos,kenapa Kirana membuat kamar yang ia tempati begitu menyeramkan. Padangan Kevan tetap menelusuri setiap sudut kamar itu sampai Kevan menemukan satu botol obat yang terjatuh dibalik meja dekat tempat tidur, sepertinya obat itu milik Kirana yang terjatuh. Setelah itu Kevan menaruhnya di atas meja,dan selembar kertas telah menarik perhatiannya.

Kevan pun mengambil kertas itu dan dengan santai ia membaca tulisan tangan Kirana,dari wajah yang biasa saja ,kini ekspresi itu berganti dengan rasa mimik wajah yang menyiratkan banyak ekspresi,entah kesedihan , penyesalan ataukah kemarahan.

Kevan langsung berlari kearah lemari tempat keduanya menyimpan baju,dan setelah masuk keruangan ganti tersebut,Kevan langsung terjatuh dilantai,karena di lemari itu tidak ada pakaian Kirana sehelai pun. Kevan menyalahkan dirinya sendiri,dia merasa bodoh dan sudah mengingkari janjinya untuk selalu membahagiakan Kirana,namun nyatanya dia juga yang memberikan penderitaan itu.

Kevan berteriak sekencang-kencangnya,dia bahkan melukai tangannya dengan memukul tembok yang ada diruang ganti tersebut, keegoisan Kevan seolah sirna, setelah mengetahui Kirana meninggalkannya. Tak percaya begitu saja,Kevan pun memeriksa kamar asisten rumah tangganya,dan hal mengejutkan juga baginya karena tempat mereka pun sudah kosong,Kevan semakin tak berdaya.

Dia memutuskan untuk mencari Kirana namun Kenan dan Larissa datang lebih cepat,Kenan sudah menduga kalau hal ini akan terjadi.

"Bang,kamu mau kemana?," ucap Kenan khawatir

"Kirana pergi Ken dia pergi meninggalkan aku😭😭," ucap Kevan menangis.

"Aku akan menyusulnya,pasti Sekarang dia ada dirumah lamanya,"

Kenan terdiam.

"mbak Kirana tidak ada disana bang,aku sudah mendatangi rumah dan kafenya tapi mbak Kirana tidak ada disana," ucap Kenan mengejutkan Kevan,lalu jika bukan kerumah lamanya,lantas Kirana pergi kemana.

Kevan kembali tersungkur di lantai,dia menangis dan menyesali perbuatannya. Kenan dan Larissa yang melihat hal itu pun nampak prihatin dengan keadaan Kevan,namun itu adalah sebuah resiko yang harus dihadapi Kevan,karena terlalu berlebihan menyimpan amarah.

****

Like komen dan vote.

ada give away sampai akhir bulan. kalau kalian rajin vote,like dan komen ada hadiah hijab dan pulsa loh. sebelumnya ada lebih dari 3 pemenang yang mendapatkan hijab brand. ini beneran loh ngga boongan.

Semakin banyak vote dan sering komen tanpa melupakan like,maka kalian berkesempatan menang hehe. selamat mengumpulkan poin.

1
Hartati
good
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
erike Erike
bisa ga tanpa menyiksa diri sampi badan kurus,buktikan kamu wnita yg kuat jgn lemah krna cowok,buat dia mnyesal sudah merendahkan kamu,ttplah cntik
Kasmawati S. Smaroni
akhirnya terulang lagi,mungkin ini yg di namakan karma
Kasmawati S. Smaroni
KASA KASA!!!EMANG AKY KAIN KASA😄😄😄😄😄
Kasmawati S. Smaroni
kirana lebai,kamu aja di tinggalkan beberapa bulan kevan enjoi aja,ini baru kena air hujan su kevan,kirananya udah blingsat mikirin keadaan kevan
Kasmawati S. Smaroni
dari awal emang sdh salah jadinya ya gini deh.
Kasmawati S. Smaroni
salah satu orang tua yg terlalu ikut campur urusan anaknya,walaupun menurutnya baik blm tentu baik utk anak2nya
Kasmawati S. Smaroni
biarpun akhirnya bahagia tapi setidaknya kirana janganlah begonya seperti nadya
Kasmawati S. Smaroni
kasian kirana di paksa mengikuti keadaan
Kasmawati S. Smaroni
yg aku salahkan nadya,masa nadya akan mengulang kisah yg sama dgn kisahnya.tdk semua wanita kuat dan mau di injak2 hrg dirinya seperri kisahnya ndya
Kasmawati S. Smaroni
begitulah kodratnya wanita yg ada di novel,selalu lemah,nurut apa yg orang tua mau dgn alasan wasiat.
Kasmawati S. Smaroni
sy jg heran sm nadya,seenaknya memaksakan perjodohan,wong kurana aj adh pasrah dan terima kalo gak usah di paksakan wasiat nemeknya
Kasmawati S. Smaroni
nadya jg gak ada kapok2nya,nadya gak jadikan pelajaran berharga pengalamannya
Fa Rel
tumben end nya q gk.suka krna di awal q sukanya keana bkn keasa hmmm
Fa Rel
gk bs bayangin kasian kevan kehilangan anaknya
Fa Rel
emaknya maksain bgt kasian kirana
Ria Nurma
bagus Kirana..jngn mau balik dlu...biar tau diri tu kevan
Lely Su
jujur sgt kcewa sih....krn keana di buat mnggal...mskipun judulnya stas pngganti, nmun dr awl keana yg jd peran pertma, tp knp justru di mati kan
dreamy
😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!