Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laki-laki Kere
Sementara Perlita saat ini sedang menikmati perawatan di klinik kecantikan. Perlita yang dulu tidak pernah peduli dengan dirinya sendiri kini sudah mulai peduli dengan tubuhnya. Perlita akan menunjukkan kalau tanpa keluarganya dirinya akan semakin bersinar. Dia juga sudah menyiapkan banyak kejutan untuk keluarganya.
"Akhirnya aku bisa menikmati hidup ini dengan tenang tanpa mengalah lagi dengan siapapun," gumam Perlita sambil berjalan keluar dari klinik kecantikan tersebut.
Perlita masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju restoran terdekat. Perutnya saat ini sudah berbunyi minta diisi.
"Saking asyiknya perawatan malah sampai lupa makan siang." Kata Perlita membelokkan mobilnya ke sebuah restoran yang hanya dikunjungi oleh kelas elit saja. Perlita turun dari mobilnya dan masuk ke dalam restoran tersebut.
BRAK
Perlita kaget ketika ada yang menabrak tubuhnya saat baru sampai di pintu restoran.
"Kamu."
"Tante."
"Masih percaya diri yah kamu melenggang sana sini. Kalau saya jadi kamu, saya nggak bakalan berani keluar rumah selama satu bulan mungkin, karena malu ketemu sama orang yang dikenal. Pasti di luaran sana banyak yang membicarakanmu karena kamu gagal menikah. Mereka juga pasti berpikir kalau kamu tidak cocok dengan anak saya. Kamu cuma seorang pedagang kecil sedangkan anak saya seorang dokter. Kasihan banget sih nasib kamu, calon suami yang berpaling di detik-detik akad nikah. Kalau saya jadi kamu udah dari dulu intropeksi diri," ujar mamanya Vito ketika bertemu dengan Perlita di restoran yang baru saja dikunjungi oleh Perlita.
"Malu? Kenapa saya yang harus malu tante? Seharusnya tante sebagai orang tua yang malu karena punya anak laki-laki yang pengecut. Tukang selingkuh bahkan selingkuhannya sampai hamil. Itu menandakan didikan tante sebagai orang tua telah gagal. Seharusnya tante yang malu karena tidak bisa mendidik anak laki-laki tante menjadi laki-laki sejati, yang setia sama satu wanita saja. Saya malahan lebih bersyukur karena gagal menikah sama anak tante itu. Karena apa? Karena anak tante itu kere, masa uang untuk pesta pernikahan saja dia nggak ada. Bahkan pernikahan anak tante dan selingkuhannya itu pakai uang saya yah. Dasar memalukan! Katanya kaya dan seorang dokter, tapi uang untuk pesta pernikahan saja nggak punya," ucap Perlita yang membalas ucapan mamanya Vito dengan tidak kalah kasarnya.
Teman-teman Silvi langsung saja berbisik-bisik setelah mendengar ucapan perempuan cantik di hadapan mereka. Mereka tidak menyangka anak laki-laki yang selalu dibanggakan oleh Silvi selama ini ternyata adalah seorang bajingan dan kantong kering.
"Kamu, jangan asal bicara kamu dengan memfitnah anak saya yah. Kamu pikir kamu itu siapa hah. Kamu mau bilang kalau kamu itu banyak uang begitu? Mana mungkin kamu bisa punya uang sebanyak itu untuk memodali pesta pernikahan semewah itu. Sadar diri Perlita, kamu itu hanyalah pedagang kecil yang buat makan aja pasti susah. Anak saya dan menantu saya itu adalah seorang dokter yang pastinya punya banyak uang lah."
Silvi langsung membantah karena merasa malu dengan fakta yang diungkap oleh Perlita.
"Oh ya? Saya hanya pedagang kecil begitu? Tapi lihatlah diri saya dulu tante. Tante bisa lihat apa yang saya pakai dan tante sebagai sosialita tentu tahu kan berapa harga barang yang melekat di tubuh saya sekarang kan?" tanya Perlita menyombongkan barang-barang mewah yang melekat di tubuhnya. Mulai dari dress yang dipakainya, jam tangan, dan kalung berlian yang melingkar di lehernya. Tidak lupa dengan sepatu dan tas yang dipakai oleh Perlita.
"Palingan semua barang yang kamu pakai itu adalah barang KW."
"Jeng Silvi, jangan sembarangan ngomongnya! Semua barang yang dipakai nya asli loh. Masa Jeng Silvi nggak bisa bedain yang asli sama KW sih," sahut salah satu teman Silvi yang memang suka memakai barang dari brand yang sama dengan Perlita, sehingga dengan sekali melihat dirinya sudah tentu tahu kalau yang dipakai Perlita adalah barang yang asli.
"Dari penampilan gadis cantik ini saya bisa menilai kalau gadis cantik ini dari kalangan atas. Jeng, jangan suka berbicara sembarangan dong!"
Silvi semakin malu saja mendengar ucapan salah satu teman sosialitanya. Apalagi tatapan teman-temannya yang sudah berubah terhadap dirinya. Silvi yang sudah merasa malu akhirnya langsung meninggalkan restoran tersebut.
Perlita hanya bisa mengulam senyum tipisnya dan berpamitan kepada teman-teman sosialita Silvi. Perlita mencari meja kosong dan memesan menu makanan yang dia sukai.
"Ada-ada saja lah yang merusak mood aku," gumam Perlita sambil memainkan ponselnya sembari menunggu pesanan datang.
○○○○○○○○○○○○○
"Mobil Ariana lakunya cuma seratus juta Ma."
"Uang dari hasil menjual perhiasan mama juga cuma seratus juta Pa. Berarti masih kurang lima puluh juta lagi," kata Diana sambil menatap suaminya.
"Lalu bagaimana dengan tambahannya Ma?"
"Pinjam ke kantor Papa aja yang lima puluh jutanya. Gimana menurut Papa?" tanya Diana dengan wajah capek.
"Nggak bisa Ma. Kan Papa beberapa bulan lagi mau pensiun."
"Lalu gimana dengan lima puluh jutanya? Apa kita jual aja perhiasan Ariana?" tanya Diana yang sudah tidak tahu lagi mencari tambahan lima puluh jutanya.
"Terpaksa kita jual perhiasaan milik Ariana Ma," sahut Roby dengan pasrah.
Akhirnya siang itu uang dua ratus lima puluh juta pun terkumpul. Roby dan Diana akhirnya bisa membebaskan Ariana dari penjara.
"Mama." Pekik Ariana ketika keluar dari dalam jeruji besi. Ariana merasa sangat senang dan lega karena akhirnya bisa bebas dan kembali menghirup udara segar.
"Loh, Vito mana Ma?" tanya Ariana ketika tidak melihat suaminya bersama mama dan papanya.
"Nggak usah kamu tanya lagi suami miskin kamu itu. Menyesal mama dan papa memberikan kamu restu untuk menikah dengan laki-laki kere itu."
"Maksud Mama apa?" Ariana menatap Mama dan Papa nya dengan tatapan bingung.
"Nanti mama jelaskan di rumah. Sekarang ayo kita pulang! Mama dan Papa mau istirahat. Sudah dua hari kami nggak istirahat karena mengumpulkan uang dua ratus lima puluh juta buat kamu."
Mereka bertiga pun pulang ke rumah, Roby dan Diana sudah ingin segera istirahat. Sedangkan Ariana sepanjang jalan hanya terdiam memikirkan suaminya.
Sementara Vito saat ini sedang asyik nongkrong bareng teman-temannya. Vito seakan-akan tidak peduli dengan keadaan istrinya yang sedang hamil anak dirinya saat ini.
"Kok pengantin baru nggak pergi honeymoon sih? Lihat dong kami, setelah menikah langsung honeymoon. Sayang kan cutinya terbuang percuma begini. Nyesel ya bro udah selingkuh sama kakaknya Perlita. Kalau gue jadi lo sih, gue lebih milih Perlita lah, secara dia itu cantik dan perempuan mandiri lagi. Apa sih yang membuat lo lebih tertarik ke Ariana? Cantiknya aja palsu, mana manja lagi anaknya. Gayanya itu loh hedon, yakin lo bakalan bisa memenuhi standar gaya hidup si Ariana bro?" Teman Vito tidak habis pikir dengan pilihan Vito saat ini.
"Karena Perlita terlalu mandiri inilah membuat gue seperti tidak dibutuhkan aja Bro. Memang Perlita sangat cantik tapi yah itu setiap gue ajak buat hubungan badan dia selalu nolak, jangankan hubungan badan, ciuman aja kami belum pernah Bro. Palingan juga pegangan tangan aja. Gue ngerasa bosan aja dengan hubungan kayak gitu, hingga akhirnya Ariana ini datang dan menyodorkan tubuhnya sama gue. Lo tau kan gue baru pertama kali melakukan dengan Ariana, setelah itu gue langsung ketagihan." Terang Vito menceritakan.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu