Menceritakan tentang seorang anak berumur 4 tahun bernama Aydin yang membutuhkan sosok Bunda. Aydin selalu diatur sang Ayah bagai robot, segala sesuatu yang dijadwalkan untuknya harus dilakukan tepat waktu. Karena sifat perfeksionis waktu sang Ayah yang merupakan seorang CEO perusahaan besar dan tidak bisa mempercayakan anaknya diasuh oleh keluarga maupun orang lain, karena kekayaan yang dimilikinya menjadi incaran mereka yang menginginkannya membuat Aydin selalu dalam bahaya. Mereka dipertemukan dengan Nayyara seorang mahasiswi semester akhir yang ceria, suka alam dan fotografi.
"Brukkk..." bunyi sesuatu jatuh
"Ah, apa ya ?" kaget Naya kemudian langsung berbalik dan melihat seorang anak kecil terduduk dilantai karna terjatuh
"Adek tidak apa-apa ?" Kata Naya sambil berlutut didepan anak kecil tersebut dan membantunya berdiri
"Bunda ? " kata anak tersebut
"Aydin ingin Bunda" sambung anak tersebut sambil menunjuk Naya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Yibalah mereka ditempat yang ramai, menurut Aydin tempat ini sangat luas dipenuhi dengan makanan. Dia membayangkan jika dia terkurung disini mungkin dia akan bahagia karena banyak makanan ringan dan es krim yang sebenarnya sangat disukainya, dirumah kadang-kadang Aydin menyimpan beberapa snack untuk dimakan. Namun seringkali ketahuan Ayahnya dan dia dimarahi karena itu.
“Nah ayo kita ketempat seafood dulu untuk membeli udang” kata Naya sambil mengambil troli belanja
“Aydin mau duduk disini ?” tanya Naya melihat Aydin yang berjalan disampingnya
“Apa muat Bunda, kan Aydin sudah besar ?” kata Aydin
“Astaga anak ini benar-benar kehilangan masa kecilnya” batin Naya padahal jika waktu dapat diulang dan badan Naya dapat duduk ditorili Naya tidak akan menolak sama seklai, bahkan dia sangat ingin merasakan naik troli
“Muat kok, kan badan Aydin lebih kecil daripada Bunda” jawab Naya
“Yey,,, Aydin mau Bunda…” kata Aydin senang, karena sebenarnya dia juga ingin karena melihat ada anak kecil yang sangat senang duduk disana, namun karena takut tidak muat jadi dia bertanya
“Ayo sini, Bunda angkat….hap…” Aydinpun kini sudah duduk ditroli belanja.
“Pegangan ya sayang,,,” kata Naya memperingati
“Siap Bunda…” jawab Aydin sambil memberi hormat
“Good mochi,,, sekarang kita ke tempat seafood dulu ya” kata Naya mulai mendorong trolinya
“Wah Bunda, Apa itu seperti udang yang besar dan seperti kepiting ada capitnya” kata Aydin kagum karena disana juga disajikan beberapa seafood yang masih fresh dan hidup
“Oh itu namanya lobster sayang,,, itu sangat enak tapi sangat mahal… kantong Bunda tidak akan sanggup jika membelinya tiap hari, hehe. Kita membeli udang aja ya ?” kata Naya membujuk Aydin yang tertarik dengan lobster yang ada di aquarium, Naya takut Aydin akan meminta itu padahala uang dikantongnya mulai menipis karena kemaren Naya sudah mengirimkan uang ke pada Ibunya di Desa
“Hm,,, Aydin sering makan itu Bunda. Tapi Aydin tidak pernah melihat yang gerak-gerak seperti itu…” jawab Aydin setelah menganggukkan kepalanya
“Oh,,, Aydin mau lihat lebih dekat ?” ajak Naya yang merasa tenang, karena Aydin tidak ingin makan lobster saat ini
“Boleh Bunda ? Aydin mau…” jawab Aydin bersemangat
“Boleh dong,,, Ayo kita kesana…” kata Naya sambil mendorong trolinya
“Wahh,,, besar sekali Bunda. Lihat Bunda capit yang ini paling besar…” kata Aydin antusias
Naya hanya tersenyum mmeperhatikan kebahagiaan Aydin, melihat anak mochi bersemangat dengan hal-hal yang baru membuat Naya merasa menjadi seseorang yang dapat diandalkan, seseorang yang dapat memberi kebahagiaan, dan Naya menyukai itu.
Setelah itu merekapun melanjutkan berbelanja, membeli udang , sayur dan beberapa bumbu dapur lainnya. Kini tibalah mereka di depan box ice cream yang berjejer, Aydin sangat antusias melihatnya…
“Wah Bunda, Aydin juga mau es criem yang ini…” kata Aydin saat Naya membuka box ice cream dan mengambil mochi yang di inginkan Aydin sebelumnya
“ Hm ? katanya mau beli mochi strawberry, gak jadi nih beli mochinya ?” tanya Naya
“Jadi Bunda, tapi Aydin juga mau yang ini” rengek Aydin sambil menunjuk ice cream cup rasa strawberry
“Satu aja ya sayang, Aydin pilih mau ice cream ini atau mochi ? “ bujuk Naya
“Hm,,, Aydin mau mochi saja deh Bunda. Tapi besok belikan Aydin ice cream yang ini ya Bunda…” kata Aydin memutuskan
“Em,,, Kalau Aydin jadi anak yang baik, nanti bunda akan kasih hadiah belikan ice cream ini gimana ? “ kata Naya
“Oke Bunda…” jawab Aydin sambil memberikan kedua jempolnya
“Jadi kita beli mochi kan sayang, bunda juga mau ah satu…” kata Naya mengambil dua buah mocha
“Hay Naya kan ?” sapa seseorang didekat mereka
“Om siapa ?” tanya Aydin cepat
“Eh,,, Hay Haris…” sapa Naya balik setelah kaget sebentar
“Wah ternyata benar, kamu Naya. Gak nyangka bisa bertemu disini sama kamu Nay. Apa kabar Nay ?” kata Haris yang merupakan mantan Naya dan satu desa dengan Naya
“Hehe, alhamdulillah baik Ris” jawab Naya canggung
“Eh, entar kita jalan bareng yuk. Aku udah dapat kerja lo disini…” kata Haris yang dengan pd
“Hehe,,, Hm… aku anu,,, juga lagi sibuk kerja nih Ris sama mau nyusun tugas akhir untuk kuliah” jawab Naya sedikit kikuk
“Ini orang kenapa tidak ada rasa bersalah sedikitpun saat bertemu, saat dikampung ketahuan selingkuh padahal sedang pacaran denganku. Belum lagi setelah itu dia menghina keluargaku yang saat itu sedang berantakan…” batin Naya yang kesal karena bertemu Haris, namun dia tetap mencoba untuk sopan
“Yah,,, yaudah entar aja kapan-kapan pas kamu senggang” kata Haris tidak ingin melepaskan Naya
“Bunda ayo pulang,,, Aydin tidak suka dengan Om centil ini” jawa Aydin menyela pembicaraan mereka
“Hehe, hm aku pamit dulu ya. Ini anak aku mau pulang” kata Naya langsung berlalu meninggalkan Haris
“Humf,,, syukur ada Aydin yang membantu…” batin Naya lega
“Bunda, om itu siapa ? Aydin tidak suka ada yang dekat-dekat dengan Bunda. Bunda itu milik Aydin, jadi Aydin tidka suka jika ada yang dekat dengan Bunda…” kata Aydin sambil marah dengan imut
“Hehe,,, iya sayang. Ini Bundanya Aydin dan hanya milik Aydin. Itu hanya teman bisa saja kok, teman Bunda di kampung…” Kata Naya sedikit terkekeh dengan sikap Aydin yang cemburu
Hari ini Naya bertemu dengan orang yang membuatnya semakin membenci laki-laki. Kenapa sikap laki-laki selalu begitu, menghina dan meremehkan wanita. Sang ayah yang dia kira sangat menyayangi keluarga berselingkuh dan sang pacar saat itu juga selingkuh.
Apa didunia ini tidak ada laki-laki yang setia ? mencintai hanya satu wanita saja apa susahnya ? mengapa mereka begitu serakah dan mencari cinta yang lain ? Naya selalu merasa kecewa jika memikirkan hal tersebut, hingga saat ini Naya tidak pernah berdekatan dengan pria manapun. Dia sangat berhati-hati dengan pria karena tidak ingin merasa kecewa Naya lebih memilih untuk menjauhi hal seperti tersebut.
.
.
.
.
.
See you next episode 😉~~~
Buna => bunda
tapi.. tak apa Ton lanjutkan 🤣🤣🤣🤣