NovelToon NovelToon
MATA DIMENSI LAIN

MATA DIMENSI LAIN

Status: tamat
Genre:Misteri / Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:386.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tiffany

Aku belajar bahwa keberanian tidak akan pernah absen dari ketakutan.

Orang yang berani bukan mereka yang tidak pernah merasa takut.

Tetapi, mereka yang bisa menaklukkan rasa takut itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiffany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DESA BERKABUT ~ 1

...📖 Sebelum membaca,...

...Jangan lupa klik like, vote dan rate....

...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....

...Happy Reading...

...----------------...

"Sudah siap semuanya?"tanya bunda kepada Diana dan Diani, dua putri kembarnya yang akan berangkat ke desa siang itu.

"Sepertinya ada yang lupa deh?"ujar Diana sibuk mengingat-ingat apa yang dia lupakan.

"Neh,"ujar Diani, saudara kembar Diana sambil memberikan sebuah topi kesayangan sang kakak yang tertinggal di meja rias kamar mereka.

"Astaga, dek, kamu ingat juga, terima kasih ya,"ujar Diana sambil tersenyum manis ke arah sang adik.

"Bunda harap kalian dia sana tidak merepotkan kakek dan nenek kalian ya,"pesan sang bunda kembali kepada kedua putri kembarnya.

"Tenang saja, bunda, kami tidak akan berbuat macam-macam kok disana,"janji Diana, si sulung kepada sang bunda.

"Diani juga ya, inget pesan bunda, untuk mematuhi apa yang dikatakan kakek dan nenek kamu disana,"pesan bunda kembali kepada si bungsu.

Karena bunda tahu jika Diani ini lebih pengen tahu orangnya daripada si kakak, Diana. Dan memang Diani ini lebih pendiam tetapi rasa penasarannya yang tinggi seringkali membuat sang bunda cukup ekstra menjaganya.

"Iya, bunda,"jawab Diani singkat. Diani juga gadis yang tak banyak bicara orangnya.

"Baiklah bunda, daripada nanti semakin sore ketika sampai sana, ya kan. Kami pamit berangkat,"ujar Diana sambil mencium punggung tangan sang bunda.

"Diana pamit ma,"ujar Diana.

"Diani juga,"sahut Diani yang berada di belakang sang kakak kembarnya.

"Jaga kondisi kalian selama liburan di sana. Salam bunda dan ayah untuk kakek dan nenek kalian di sana ya,"pesan bunda mereka.

"Baik bunda,"sahut kedua gadis kembar tersebut.

"Mang Agus, menyetirnya pelan-pelan saja ya. Tidak perlu ngebut, hati-hati mang,"pesan bunda kepada sopir pribadi keluarga mereka.

"Siap, Bu,"ujar Mang Agus mengerti.

Perjalanan pun dimulai. Mobil mulai meninggalkan sebuah rumah mewah di komplek perumahan elit. Ya, kini mobil melaju menuju ke sebuah tempat yang berada di pedesaan. Diana dan Diani sangat senang bisa berlibur ke rumah kakek nenek mereka yang ada di desa. Mereka begitu suka dengan suasana pedesaan yang masih asri dan sejuk. Berbeda dengan suasana kota yang pengap dan penuh dengan polusi udara di jalan-jalan.

"Kamu tidak lupa membawa kamera kan Diani?"tanya Diana kepada saudaranya.

"Bawa kak,"sahut Diani.

"Baguslah, kita tidak boleh melewatkan momen yang indah selama di sana,"ujar sang kakak dengan bersemangat.

"Iya,"ucap Diani singkat. Dia lebih memilih mendengarkan musik lewat Earphone yang dia bawa dari rumah.

"Astaga, kamu itu suka bener dengerin lagu,"gerutu Diana melihat kelakuan adik kembarnya itu. Namun, Diani tidak ambil pusing dengan perkataan sang kakak. Dia asyik mendengar lagu sambil memejamkan matanya. Perjalanan masih jauh maka Diani memutuskan untuk tiduran sebentar. Lumayan untuk menyambung mimpinya yang tadi pagi sempat tertunda. Gegara sibuk berkemas barang-barang yang akan dia bawa untuk berlibur.

......................

Sudah hampir tiga jam perjalanan. Diani benar-benar tertidur sambil mendengarkan musik. Sedangkan Diana masih terjaga menikmati pemandangan di kanan kirinya yang benar-benar sejuk. Diana sedikit membuka jendela kaca mobilnya. Dia meminta Mang Agus untuk mematikan AC dari mobilnya. Diana ingin menikmati sejuknya AC alami dari alam.

"Hmmm...sejuknya,"ujar Diana yang begitu suka dengan kesejukan yang dia rasakan itu.

Diana suka sekali dengan area persawahan yang tidak dia temui di kota. Melihatnya saja sudah memanjakan mata. Dengan nuansa hijau yang menyejukkan mata. Diana begitu menikmati perjalanannya kali ini menuju ke rumah kakek dan neneknya.

"Apakah masih jauh mang perjalanannya?"tanya Diana kepada Mang Agus. Karena diana melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore.

"Sebentar lagi neng, kurang satu setengah jam lagi,"sahut Mang Agus.

Diana mengangguk mengerti. Ya, memang perjalanan ke rumah nenek dan kakeknya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, meskipun jauh, Diana sangat suka ke tempat kakek neneknya itu. Karena dia menyukai pemandangan di sana.

Perjalanan mereka sudah memasuki desa wilayah tempat tinggal nenek dan kakeknya. Akan tetapi waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Diani juga sudah terjaga dari tidurnya. Dia mengeluh lapar akan tetapi Diana memintanya untuk bersabar. Sebentar lagi mereka akan sampai di kediaman sang nenek dan kakek.

"Sudah gelap kak,"ujar Diani memperhatikan ke arah samping. Di luar memang tampak gelap sekali.

"Ya, namanya juga sudah malam dek,"sahut Diana.

"Kalau di kota mah, jam segini masih pada keluyuran orang-orang. Disini mah sepi sunyi sekali suasananya,"kata Diani.

"Ya kamu benar sekali dek,"ucap Diana membenarkan ucapan adik kembarnya itu.

"Astagfirullah....!!!"pekik Mang Agus yang seketika menghentikan laju mobilnya.

Diana dan Diani yang sedang duduk di bangku penumpang pun sampai terjungkal ke depan gegara mobil yang mereka tumpangi mengerem mendadak.

"Aduh...jidatku sakit!"keluh Diani.

"Ada apa mang?"tanya Diana kepada Mang Agus.

"Aduh....maaf non Diana dan Diani. Mamang kaget. Di depan ada ular besar itu!"ujar Mang Agus sambil menunjuk ke arah jalan depan mereka saat ini.

"Ya Allah!"pekik Diana melihat ular besar yang sedang menyeberang jalan tersebut.

"Kenapa juga pas mobil kita lewat ya non ada ular sebesar itu,"ujar mang Agus sedikit takut rupanya melihat ular besar itu melintas tepat di depan mobil mereka.

"Tenang saja mang, ular itu tidak akan menyakiti kita. Dia sedang hamil biarkan saja dia lewat,"ujar Diani dengan nada santainya sambil mengelus dahinya yang masih sakit.

"Jadi dia hamil dek?"tanya Diana yang tidak meragukan kemampuan dari saudara kembarnya itu. Diani memang memiliki kelebihan sejak lahir. Jadi tidak heran dia bisa mengetahui apa yang orang lain tidak dia ketahui.

"Ya, lihat saja bagian perutnya yang membesar itu. Dia mengira kalau malam begini kan orang nggak banyak yang lewat jadi dia berani menampakkan dirinya,"kata Diani menjelaskan.

"Oh.... begitu,"ujar Diana dan juga Mang Agus yang ikut menyimak perkataan dari Diani.

"Sudah biarkan saja dia, kasihan,"sahut Diani dengan santainya. Dia mengambil air minumnya di termos air yang dia bawa dari rumah.

"Tenang saja mang Agus. Kalau Diani bilang aman berarti aman mang. Aku percaya dengan kata anak dudul ini mang,"ucap Diana meyakinkan mang Agus yang tampak ngeri melihat ular besar itu melintas.

"Eh...i....iya....non,"sahut Mang Agus.

Terima kasih sudah mengijinkanku untuk melintas.

Tiba-tiba Diani mendengarkan suara batin si ular tersebut berterimakasih kepadanya.

Sama-sama. Jagalah kandunganmu dengan baik. Jangan sampai bertemu dengan manusia sampai kamu melahirkan.

Diani mencoba berkomunikasi dengan ular tersebut.

Iya, aku akan lebih berhati-hati lagi. Terimakasih banyak.

Ular itupun kembali mengucapkan rasa berterimakasih nya sebelum menghilang di balik semak-semak.

Sama-sama ular cantik, sahut Diani dari dam hatinya.

"Wah, ularnya sudah pergi non,"ujar Mang Agus dengan ceria.

"Alhamdulillah,"ucap Diana.

"Jalan lagi mang,"ujar Diani.

"Siap non,"kata Mang Agus dengan bersemangat melajukan kembali mobilnya.

...----------------...

👻 to be continued DESA BERKABUT ~ 2

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
salut atas sikap'y Bu Ratna
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
mau ku getok kepala'y Alena, boleh kan?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Astaghfirullah, kaget aku kak
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
bayi bajang sama bayi ambar itu, sama g sih?🤔
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Assalamu'alaikum, mampir kak👻
ZaeV92
seru kakak py 😘
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲: terimakasih banyak kakak sudah mampir disini ya 🌸
total 1 replies
ZaeV92
ikut merinding.
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲: terimakasih banyak kakak sudah mampir disini ya 🌸
total 1 replies
🎎 Lestari Handayani
👣👣👣👣👣👣
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gk lama Galang tuh yg kerasukan krna terlalu menantang😉
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲: terimakasih banyak kakak sudah mampir disini ☺️
total 1 replies
Juwandi
semangat kak,Diary Kayla mampir lagi.sukses selalu kak.
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
nexs Thor, aku dah mampir nh
Antye Chaca
semangat thor.....
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲: terimakasih banyak kakak sudah mampir disini ya 🌸
total 1 replies
estycatwoman
suka DRI awal dh seru kyk cermis ,semngt Thor thanks
Emmy Septiani
novel kayak gini ni yg slalu dinanti
Machan
👍👍👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Kucing Bellang
assalamualaikum
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲: waalaikumsalam
total 1 replies
Dewi Masitoh
smgt terus kk
Abu Alfin
eeh udah up lagi
ketinggalan banyak nih
boom like dulu ya Thor
🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!