“Hatiku juga terluka parah karena ini. Setiap detik kau hadir dalam pikiranku." ~Serena Wang
Serena adalah seorang mafia, pembunuh bayaran tanpa belas kasih. Sebuah kecelakaan, membuat Serena melupakan dunia gelap yang ia miliki.
Kehidupan Serena yang baru di mulai, sejak ia menikah dengan CEO muda bernama Daniel. Pernikahan karena perjodohan sangat sulit menimbulkan rasa cinta.
Tapi takdir berkata lain. Serena berhasil meluluhkan hati Daniel. Di waktu yang sama, saat pria masa lalunya kembali muncul.
Hingga akhirnya, Serena kembali mengingat semua memori yang telah hilang.
Akankah Serena meninggalkan Daniel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Daniel
“Serena putri tunggal dari Tuan Wang, Ma. Kenapa dia mengatakan kehidupannya selama ini sangat sederhana. Dia juga tidak pernah bersikap seperti seorang putri, yang terlahir dari keluarga kaya, Ma.”
Daniel menatap wajah Ny. Edritz dengan serius. Ia menagih satu penjelasan, yang selama ini disembunyikan oleh Ny. Edritz.
“Daniel, apa Serena mengetahui semuanya?” tanya Ny. Edritz mulai panik.
“Mengetahui apa yang Mama maksud?” Daniel mengerutkan dahinya.
“Kalau Tuan Wang adalah pemilik salah satu perusahaan ternama di Hongkong."
“Tidak, Ma. Daniel belum sempat menceritakan hal itu padanya.”
Ny. Edritz menarik napas dengan lega. Rasanya menutupi satu kebohongan sangat sulit jika harus ia lakukan di hadapan Daniel.
“Daniel, sebenarnya Serena amnesia,” ucap Ny. Edritz hati-hati.
“Amnesia? Serena? Dan mama baru memberi tahuku sekarang, Ma.” Daniel terbelalak kaget, matanya memandang kesal ke wajah Ny. Edritz.
“Maafkan Mama, Daniel. Ini semua demi kebaikan Serena dan dirimu.”
“Kebaikan, Ma? Mama merahasiakan semua ini dariku. Kenapa Mama tidak memberi tahuku sejak awal, Ma,” tuntut Daniel kesal.
“Mama hanya menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya padamu, Daniel.”
“Jadi Serena tidak mengingat apapun tentang hidupnya, Ma?” tanya Daniel pelan.
“Tidak, Sayang. Tuan Wang berpura-pura menjadi sosok sederhana, untuk melindungi Serena. Serena lupa ingatan karena sebuah kecelakan. Ada seseorang yang ingin mencelakainya. Untuk itu, Tuan Wang membawa Serena pergi menjauhi kota itu.”
“Apa Serena tahu kalau dia amnesia, Ma?” tanya Daniel penasaran.
“Serena menyadari jika dirinya sedang lupa ingatan, tapi yang ada di pikirannya kalau Tuan Wang memang orang yang sederhana, Daniel. Lindungi Serena, Daniel. Jaga dia seperti kau melindungi Mama dan Papa dari bahaya,” pinta Ny. Edritz penuh harap.
“Baik, Ma..Daniel janji sama Mama untuk selalu melindungi Serena dari bahaya.”
“Terima kasih, Daniel.” Ny. Edritz memeluk Daniel penuh rasa kasih sayang.
Sementara itu, Serena hanya bisa memandang Daniel dan Ny. Edritz dengan penuh rasa penasaran. Meskipun ia sudah memasang pendengarannya untuk dapat mendengarkan perbincangan antara keduanya. Tetapi tetap saja Serena tidak memperoleh informasi apapun.
Hatinya hanya bisa berucap kesal, karena tidak bisa ikut berbincang dalam percakapan serius Ny. Edritz dan Daniel itu.
“Serena, apa yang kau lihat?” tanya Tuan Edritz yang sedari tadi memperhatikan sikap yang aneh dari Serena.
“Serena hanya ….” ucap Serena terbata-bata.
Tidak mungkin aku katakan sama Papa kalau aku sedang berusaha menguping pembicaraan Mama dan Daniel.
“Serena?” tanya Tuan Edritz lagi.
“Serena hanya sedang memikirkan Bulan Madu nanti, Pa,” jawab Serena pelan, sambil menunduk menatap ke bawah.
“Serena, nikmati liburan kalian. Papa ingin kau dan Daniel selalu hidup bahagia,” ucap Tuan Edritz sambil tersenyum kepada Serena.
Serena hanya tersenyum mendengar pernyataan yang baru saja di lontarkan oleh Tuan Edritz. Hatinya masih saja penasaran dengan perbincangan serius antara Daniel dan Ny. Edritz. Hingga beberapa saat kemudian, Daniel dan Ny. Edritz telah selesai dalam perbincangan keduanya.
“Serena,” sapa Ny. Edritz ketika tiba di hadapan Serena.
“Iya, Ma,” jawab Serena pelan.
“Apa kau sudah siap memulai perjalanan dengan Daniel,” ucap Ny. Edritz sambil melirik kearah Daniel.
“Serena .…” jawab Serena lirih.
“Apa kau masih memikirkan sesuatu, Sayang?” tanya Daniel penuh perhatian.
Serena hanya menggeleng pelan. Wajahnya berubah menjadi sebuah kesedihan. Entah ada hal apa yang menyebabkan Serena berubah menjadi murung. Hingga bulir air mata mengalir deras membasahi pipinya yang tirus.
“Serena. Kenapa, Sayang,” ucap Ny. Edritz panik dan langsung menarik Serena ke dalam pelukannya.
“Terima kasih karena sudah menerima Serena berada di dalam keluarga ini ma, Serena tidak tauh harus bagaimana jika mama tidak membawa Serena. Meskipun pernikahan ini terjadi karena permintaan terakhir papa, tapi mama mau menyayangi Serena dengan tulus,” ucap Serena dengan suara serak, hatinya benar benar legah ketika ia berhasil mengungkapkan isi hatinya saat ini.
Daniel dan Tuan Edritz hanya bisa diam membisu, Kali ini Serena benar benar tulus mengungkapkan isi hatinya.
Maafkan aku Serena, selama ini selalu menyalahkanmu atas pernikahan ini.
Kini Daniel dan Serena sudah berada di dalam mobil, perpisahan yang terjadi antara Serena dan Ny. Edritz seperti sebuah drama yang tidak pernah berjumpa kembali. Hanya diam dan diam, Daniel masih sibuk dengan sebuah laptop yang menemaninya selama perjalanan bulan madu. Sedangkan Serena sibuk dengan lamunan dan rasa penasaran dihatinya.
“Daniel .…” sapa Serena dengan hati-hati, karena ia sangat takut jika Daniel merasa terganggu.
“Hmmp,” gumam Daniel pelan.
“Apa kau mengetahui tempat yang akan kita kunjungi?” tanya Serena sambil menatap kearah layar laptop Daniel.
“Tidak,” jawab Daniel singkat.
“Apa itu logo S.G. Group Daniel,” ucap Serena lagi dengan penuh basa basi.
Hanya diam, Daniel menutup laptop dan menatap Serena secara tajam. Tanpa kedipan, ia hanya memfokuskan pandangannya pada wajah Serena.
“Maaf,” ucap Serena yang merasa terancam dengan posisinya saat ini.
“Serena, apa kau pernah bekerja sebelumnya atau kuliah?” tanya Daniel yang masih tidak percaya dengan kenyataan kalau Serena lupa ingatan.
“Aku? Kerja ya ….” ucap Serena terbata-bata.
Bagaimana ini, apa aku beri tauh saja kalau aku lupa ingatan. Tapi pesan papa, jangan memberitahu siapapun soal hal ini.
Serena mulai bingung.
“Serena. Apa kau mendengarkanku,” ucap Daniel lagi, yang melihat tingkah Serena hanya diam tanpa jawaban.
“Aku tidak bekerja, Daniel. Setelah selesai kuliah aku tinggal sama Papa.”
“Benarkah?” dengan wajah tak percaya.
“Ya, tentu. Kau berpikir aku sedang berbohong?”
“Tidak.” Sambil kembali membuka laptop dan melanjutkan pekerjaaannya yang tertunda.
Kenapa dia memiliki sifat yang mudah berubah-ubah sih.
Serena membuang pandangannya ke segala arah.
Hari yang cerah, secerah hati Serena. Pikirannya masih mengkhayalkan sebuah liburan yang mengasyikkan. Meskipun ia harus di temani Daniel dan liburannya kali ini bertema bulan madu. Tapi hatinya terasa tenang dan bahagia.
Dia tidak harus terkurung di rumah besar dengan orang orang asing yang tidak bersahabat dengannya. Selain itu, Ny. Edritz juga hanya menyuruh beberapa pengawal saja untuk menjaga Daniel dan Serena. Sebuah kebebasan yang selalu impikan.
“Biao dan Tama tidak ikut Daniel?” celetuk Serena saat mulai menyadari tidak ada sosok Biao maupun Tama di samping Daniel.
“Mereka akan menyusul,” jawab Daniel sambil terus menatap layar laptopnya.
“Sudah aku duga. Karena tidak mungkin mereka ketinggalan,” ucap Serena pelan.
Meskipun Daniel mendengar ucapan Serena, kali ini dia sedang tidak ingin berdebat untuk masalah yang sepele. Daniel hanya tersenyum kecil mendengar ucapan kecil Serena.
“Tuan, kita sudah tiba,” ucap supir itu beberapa menit kemudian, sang supir turun dari mobil untuk membawa barang Daniel dan Serena.
Pintu keduanya sudah di buka oleh dua orang pelayan yang memang sudah siap menyambut kedatangan Daniel dan Serena. Terlihat beberapa pengawal juga sudah mendampingi Daniel dan Serena untuk memastikan keselamatan keduanya.
Tidak jauh dari posisi Daniel dan Serena berada, terlihat sosok pria misterius dengan kaca mata hitam dan sebuah masker yang menjadi pelengkap penyamarannya. Matanya terus memperhatikan dengan seksama, seperti tidak ingin kehilangan satu detikpun. Dengan senyum tipis sebagai tanda keberhasilannya, ia pun pergi meninggalkan tempat persembunyiannya dan menghilang pergi entah kemana.
**EPISODE BONUS UNTUK TANGGAL LANGKAH YANG HANYA TERJADI 4 TAHUN SEKALI.
EPISODE YANG SAYA SIAPKAN UNTUK PARA PEMBACA SETIA YANG MENJADI PENYEMANGAT SAYA UNTUK MENULIS.
cerita gak pernah bikin bosen
bahkan bab yg mengandung bawang tetep bikin nangis meski sudah di baca berkali2
saking bagus nya novel ini
tak bisa move on